Search Header Logo
Proses Manajemen Risiko CHKu 2023 Sesi 3

Proses Manajemen Risiko CHKu 2023 Sesi 3

Assessment

Presentation

•

Special Education

•

Professional Development

•

Practice Problem

•

Hard

Created by

lovelia sukamtini

FREE Resource

54 Slides • 0 Questions

1

media

PROSES

MANAJEMEN RISIKO

ISO 31000

ASHRM

IMRK

KK

Risk assessment

Identifikasi risiko

Dr. Arjaty W Daud MARS FISQua CERG QRGP

2

media

ISO 31000

history

timeline

teams

services

follow

ISO 31000: 2018 Risk Management - Guidelines (2018)

Principles

2

Framework
Process

Arsitektur ISO 31000

ASHRM

IMRK

KK

Risk assessment

Identifikasi risiko

3

media

ISO 31000

history

timeline

teams

services

follow

ISO 31000:2018 Risk Management Standard

3

Arsitektur ISO 31000

Hubungan antara prinsip, kerangka kerja, & proses manajemen risiko:
•Prinsip-prinsip manajemen risiko : landasan paradigma untuk
menerapkan risiko yang efektif, kerangka kerja dan proses
manajemen di setiap level organisasi;

•Kerangka kerja manajemen risiko yang efektif sebagai landasan dan
proses kerja yang terintegrasi ke dalam proses manajemen risiko.
Integrasi ini akan menentukan keberhasilan proses manajemen
risiko di setiap level organisasi;

•Proses manajemen risiko harus menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dari praktik bisnis, budaya organisasi, kondisi bisnis,
dan proses bisnis dalam organisasi.

ASHRM

IMRK

KK

Risk assessment

Identifikasi risiko

4

media

ISO 31000

history

timeline

teams

services

follow

ISO 31000:2018

Risk Management Standard

‘…Prinsip-prinsip manajemen risiko
adalah dasar untuk manajemen
risiko, ketika menerapkan dan
mengoperasikan
pengaturan manajemen risiko …’

David Smith and Rob Politowski,'Managingrisk the ISO 3100 Way‘, BSI (
2013)

4

Dasar pengaturan manajemen risiko

ASHRM

IMRK

KK

Risk assessment

Identifikasi risiko

5

media

ISO 31000

history

timeline

teams

services

follow

RISK MANAGEMENT

PRINCIPLES

5

Tujuan manajemen risiko: Penciptaan & Perlindungan Nilai

1.Terintegrasi :

merupakan bagian integral dari semua kegiatan organisasi

2.Terstruktur dan Komprehensif :

Pendekatan terstruktur dan komprehensif, MR berkontribusi pada hasil
yang konsisten

3.Disesuaikan :

Kerangka kerja dan proses manajemen risiko disesuaikan dengan konteks
eksternal dan internal organisasi sesuai dengan tujuannya.

4.Inklusif :
Keterlibatan pemangku kepentingan yang tepat dan tepat waktu memungkinkan
pengetahuan, pandangan, dan persepsi mereka dipertimbangkan.

5.Dinamis :
Risiko dapat muncul, berubah, atau hilang ketika konteks eksternal dan internal
organisasi berubah.

6.Informasi Terbaik yang Tersedia :
masukan untuk manajemen risiko didasarkan pada informasi historis dan
terkini, serta ekspektasi masa depan.

7.Faktor Manusia & Budaya :

Perilaku dan budaya manusia secara signifikan mempengaruhi seluruh
aspek manajemen risiko pada setiap level dan tahapan.

8.Peningkatan Berkelanjutan :

Manajemen risiko terus ditingkatkan melalui pembelajaran dan pengalaman.

ASHRM

IMRK

KK

Risk assessment

Identifikasi risiko

6

media

ISO 31000

history

timeline

teams

services

follow

ISO 31000:2018 Risk Management

Komponen Kerangka Manajemen Risiko

1.

Memahami organisasi dan
konteksnya

2.

Mengartikulasikan komitmen
manajemen risiko

3.

Menetapkan peran organisasi,
wewenang, tanggung jawab dan
akuntabilitas

4.

Mengalokasikan sumber daya

5.

Membangun komunikasi dan
konsultasi

6

ASHRM

IMRK

KK

Risk assessment

Identifikasi risiko

7

media

ISO 31000

history

timeline

teams

services

follow

ISO 31000:2018 Risk Management

Standard

‘…Proses pengelolaan risiko
berfokus pada individu atau
kelompok risiko, identifikasi,

analisis, evaluasi, dan

penanganannya…’

Proses manajemen risiko

Dorothy Gjerdrum, Chair of US ISO 31000 TAG (2011)

7

ASHRM

IMRK

KK

Risk assessment

Identifikasi risiko

8

media

Proses MR

history

timeline

teams

services

follow

ASHRM

IMRK

KK

Risk assessment

Identifikasi risiko

PROSES MANAJEMEN RISIKO

1.

Identifikasi dan
Analisa risiko

2.

Pertimbangkan
potensial tehnik
penanganan
manajemen risiko

3.

Pilih tehnik
penanganan
manajemen risiko

4.

Implementasi tehnik
penanganan
manajemen risiko

5.

Monitor dan
perbaikan Program
Manajemen risiko

1.

Komunikasi dan
Konsultasi

2.

Penetapan
konteks

3.

Asemen risiko :

a.Identifikasi risiko

b.Analisa risiko

c.Evaluasi risiko

4.

Penanganan
risiko

5.

Monitoring &
Review

ERM COSO

ASHRM

AS / NZ 4360

ISO 31000

Proses Manajemen Risiko adalah suatu proses yang bersifat berkesinambungan,
sistematis, logis, dan terukur yang digunakan untuk mengelola Risiko di instansi.

9

media

ISO 31000

history

timeline

teams

services

follow

ASHRM

IMRK

KK

Risk assessment

Identifikasi risiko

ISO 31000:2018 Risk Management Standard

RISK MANAGEMENT PROCESS

9

10

media

ISO 31000

ASHRM

timeline

teams

services

follow

Loss Prevention (frequency)

Net Income

Liability

Personnel

Contractual Transfer

(noninsurance)

Property

Active

Non-insurance

&

Self-insurance

Loss

Risk Analysis

+ Loss Frequency:

How likely is it that

a loss will happen?

+ Loss Severity:

How serious will the

loss be?

Insurer

A carrier

Passive

Not

recognize

d

Non-Insurer

Hold

harmless

agreements

Risk

Identification

+ Identify the loss

Segregation

Loss Reduction (severity)

Transfer

Risk Financing

Retention

Treat the Exposure Through RM Techniques

Identify/Analyze Exposure

Risk Avoidance

Risk Control

PROSES MANEJEMEN RISIKO

(ASHRM)

IMRK

KK

Risk assessment

Identifikasi risiko

11

media

ISO 31000

ASHRM

IMRK

teams

services

follow

PROSES MANAJEMEN RISIKO

Tetapkan Lingkup, konteks, kriteria

Identifikasi risiko

Analisis risiko

(Dampak x Probabilitas)

Evaluasi risiko

Bandingkan dengan kriteria,
Tetapkan risiko prioritas, CBA

Komunikasi dan konsultasi

Monitor dan Reviu

P
E
N
I
L
A
I
A
N

R
I
S
I
K
O

Pengendalian / Kontrol Risiko

Pembiayaan Risiko

Hindari Risiko

Cegah Risiko

Reduksi Risiko

Segregasi

Transfer Risiko non asuransi

Retensi Risiko

Transfer Risiko

Penanganan risiko

( Modifikasi IMRK)

Stratejik, Operasional, Finansial, Reputasional, Kepatuhan

Recording & Reporting

KK

Risk assessment

Identifikasi risiko

12

media

ISO 31000

ASHRM

IMRK

KK

services

follow

KOMUNIKASI DAN KONSULTASI

•Komunikasi dan konsultasi (KK) kepada Pemangku kepentingan
Internal & Eksternal :

1.Dilakukan di setiap tahap Proses manajemen risiko

2.Dibuat Rencana (KK) di tahap awal tdd : risiko, konsekuensinya

3.dan tindakan untuk mengelolanya.

4.Komunikasi : proses interaktif dalam pertukaran informasi dan pendapat mengenai
risiko dan pengelolaannya. Proses secara internal dalam organisasi (bagian, unit) /
ekternal

5.Konsultasi : proses komunikasi antara organisasi dengan pemangku kepentingan,
mengenai isu tertentu, terkait pengambilan keputusan termasuk penerapan
manajemen risiko.

•Tujuannya adalah untuk membantu pemangku kepentingan yang relevan dalam memahami
risiko, dasar pengambilan keputusan dan alasan mengapa tindakan tertentu diperlukan.

•Bentuk komunikasi dan konsultasi dapat berupa:

•rapat berkala;

•rapat insidental;

•seminar/ sosialisasi /workshop; atau

•forum pengelola risiko.

•KK Efektif : Penanggung jawab penerapan proses manajemen risiko & para pemangku
kepentingan memahami dasar pengambilan keputusan serta alasan mengapa tindakan tsb
dibutuhkan.

Risk assessment

Identifikasi risiko

13

media

ISO 31000

ASHRM

IMRK

Penetapan

lingkup, kontrks &

kriteria

services

follow

•Tujuan : mengidentifikasi dan mengungkapkan sasaran
organisasi, lingkungan dimana sasaran hendak dicapai,
stakeholders dan kriteria risiko.

1. Lingkup manajemen risiko memperhatikan bagaimana

manajemen risiko diberlakukan dan bagaimana hal tersebut akan diterapkan di
masa yang akan datang.

2. Konteks

internal memperhatikan sisi internal organisasi yaitu struktur

organisasi,

budaya organisasi, dan hal2 yang dapat mempengaruhi pencapaian sasaran
organisasi.
Hal ini dapat meliputi, namun tidak terbatas pada:
1. tata kelola, struktur, peran dan akuntabilitas organisasi;
2. kebijakan, sasaran, dan strategi;
3. kemampuan dan pemahaman tentang sumber daya (modal, waktu,

orang, prosedur, sistem dan teknologi);

4. hubungan, persepsi dan nilai-nilai pemangku kepentingan internal dan

budaya organisasi;

5. sistem informasi, arus informasi dan prosedur pengambilan keputusan;
6.

standar, pedoman

PENETAPAN LINGKUP, KONTEKS DAN KRITERIA

Risk assessment

Identifikasi risiko

14

media

ISO 31000

ASHRM

IMRK

services

follow

3. Konteks eksternal mendefinisikan sisi eksternal organisasi
yaitu pesaing, otoritas, perkembangan teknologi, dan hal-hal
lain yang dapat mempengaruhi pencapaian sasaran organisasi. ,
meliputi, tetapi tidak terbatas pada:

a. hukum, sosial, budaya, politik, regulasi, keuangan,

teknologi, lingkungan ekonomi, alam dan persaingan
dengan organisasi lain dalam lingkup nasional, regional,
atau internasional; dan

b. hubungan, persepsi dan nilai-nilai pemangku kepentingan

eksternal.

PENETAPAN LINGKUP, KONTEKS DAN KRITERIA

Risk assessment

Identifikasi risiko

Penetapan

lingkup, kontrks &

kriteria

15

media

ISO 31000

ASHRM

IMRK

services

follow

4.

Kriteria risiko yaitu mendefinisikan parameter

yang disepakati bersama sebagai kriteria risiko.

• Kriteria Risiko yang paling sering digunakan di seluruh unit bisnis tdd:

a.

Dampak

b.

Kemungkinan

• Banyak perusahaan juga menambahkan kriteria seperti :

c.

Kerentanan (vulnerability)

d.

(Speed onset).

• Fasyankes harus menetapkan kriteria untuk Analisa risiko yaitu :

• Grading mtriks risiko untuk risiko klinis
• Kriteria risiko untuk risiko non klinis

PENETAPAN LINGKUP, KONTEKS DAN KRITERIA

Risk assessment

Identifikasi risiko

Penetapan

lingkup, kontrks &

kriteria

16

media

ISO 31000

ASHRM

IMRK

services

follow

a.

Dampak / konsekuensi

• Dampak mengacu pada sejauh mana risiko mempengaruhi

perusahaan. Kriteria dapat mencakup Dampak keuangan,

reputasi, peraturan, K3, keamanan, lingkungan, karyawan, pelanggan, dan

operasional.

b. Kemungkinan (Likelihood)

• Kemungkinan kejadian akan terjadi dinyatakan dengan istilah kualitatif

(sangat sering, sering, mungkin, tidak mungkin, jarang),

• Untuk mengetahui seberapa cepat risiko terjadi dan seberapa cepat bisa

merespons / pulih kembali, dan seberapa banyak downtime

bisa

ditoleransi perlu mengukur KERENTANAN DAN SPEED OF ONSET.

PENETAPAN LINGKUP, KONTEKS DAN KRITERIA

Risk assessment

Identifikasi risiko

Penetapan

lingkup, kontrks &

kriteria

17

media

ISO 31000

ASHRM

IMRK

services

follow

c. Kerentanan (Vulnerability )

•

Kerentanan mengacu pada Kesiapan dan Kemampuan Fasyankes beradaptasi.

• Semakin rentan Fasyankes terhadap risiko, semakin tinggi dampaknya jika terjadi.

•

Menilai kerentanan agar unit dapat mengukur seberapa baik mereka mengelola
risiko.

•

Kriteria asesmen Kerentanan mencakup :
• kemampuan mengantisipasi kejadian,

mencegah kejadian, merespons dan

beradaptasi dengan cepat saat kejadian berlangsung, dan menahan kejadian
seperti capital buffer and financial strength.

d. Speed of onset (Velocity)

•Speed of onset mengacu pada Waktu kecepatan yang diperlukan perusahaan
untuk mengatasi risiko atau waktu yang dibutuhkan ketika mengembangkan
rencana respons risiko antara terjadinya dan titik di mana Fasyankes pertama
terdampak. Speed of onset digunakan untuk menyusun respon risiko.

•Kecepatan: Seberapa cepat risiko cenderung berkembang? Jika timbul lebih
lambat, Fasyankes memiliki waktu untuk menerapkan strategi mitigasi,
menetapkan rencana kontingensi dan mengatur pembiayaan risiko

PENETAPAN LINGKUP, KONTEKS DAN KRITERIA

Risk assessment

Identifikasi risiko

Penetapan

lingkup, kontrks &

kriteria

18

media

about

history

timeline

teams

follow

Risk assessment

PENILAIAN RISIKO
(RISK ASSESSMENT)

• Penilaian risiko : menilai dan memprioritaskan risiko sehingga tingkat

risiko dapat dikelola dalam batas toleransi yang ditentukan.

• Tujuan Penilaian risiko :

1.

menilai seberapa besar risiko, di tingkat unit / organisasi agar
manajemen dapat memusatkan perhatian pada ancaman dan
peluang yang paling penting dan merespons risiko tsb.

2.

Menentukan Probabilitas / frekuensi dan Dampak kerugian
(perspektif Keuangan dan Operasional)

3.

Memprioritaskan aktifitas manajemen risiko

4.

Menentukan risiko mana yang akan dikelola

5.

Identifikasi metode risk control dan risk financing

6.

Identifikasi apakah isu harus ditangani internal atau eksternal

Identifikasi risiko

19

media

about

history

timeline

teams

follow

Risk assessment

PENILAIAN RISIKO / (RISK ASSESSMENT)

IDENTIFIKASI RISIKO

•Proses identifikasi
potensi risiko

•Identifikasi terhadap :
sumber risiko, kejadian
yang mungkin terjadi,
penyebab serta area
yang terkena dampak
risiko tersebut

ANALISA RISIKO

•Proses analisis terhadap
potensi risiko

•Meliputi analisis :
penyebab risiko, likelihood
serta impact risiko

•Mempertimbangkan
kontrol2 yang sudah ada

•Dapat berupa analisis
kualitatif, semi kuantitatif
maupun kuantitatif

EVALUASI RISIKO

•Proses evaluasi hasil
analisis risiko

•Mencakup perbandingan
hasil analisi risiko dengan
kriteria yang telah
ditetapkan menjadi basis
dalam penentuan risk
treatment terhadap risiko

Identifikasi risiko

20

media

about

history

timeline

teams

services

Identifikasi risiko

• Adalah pemeriksaan apa yang ada di dalam

organisasi, yang dapat mengakibatkan kerugian
pada organisasi dan cedera pada individu, sehingga
bisa ditentukan apakah organisasi sudah mengambil Tindakan
pencegahan (prevent), mitigate, mendeteksi error yang dapat
menyebabkan cedera (harm)

•Tujuan dari identifikasi risiko adalah untuk menemukan, mengenali, dan
menggambarkan risiko yang mungkin membantu atau mencegah
organisasi mencapai tujuannya.

•Organisasi harus mengidentifikasi risiko, apakah sumbernya berada di
bawah kendalinya atau tidak.

Identifikasi Risiko

Early Warning Systems

21

media

Sumber risiko

history

timeline

teams

services

follow

Kategori risiko

Teknik

Analisis risiko

Risk grading

Kriteria risiko

Sumber Risiko

Sumber Risiko

Lingkungan

legal

Lingkungan

fisik

pesaing

Lingkungan

sosial

konsumen

supplier

Lingkungan
operasional

Lingkungan

ekonomi

Lingkungan

politik

Regulator

22

media

Sumber risiko

Kategori risiko

KATEGORI RISIKO

(Standard Akreditasi RS)

• .

Risiko Strategik

Risiko yang timbul akibat penetapan dan penerapan strategi yang
kurang tepat, ketidaktepatan dalam pengambilan suatu keputusan
strategis dan kegagalan dalam menghadapi perubahan2 di
lingkungan bisnis / eksternal, termasuk dan / atau pengembangan
bisnis baru. (terkait dengan rencana strategis termasuk tujuan
strategis RS)

Risiko Operasional

Risiko yang terjadi saat rumah sakit memberikan pelayanan kepada
pasien baik klinis maupun non klinis.
•Risiko klinis yaitu risiko operasional yang terkait dengan
pelayanan kepada pasien

•Risiko non klinis yang juga termasuk risiko operasional adalah
risiko PPI, risiko MFK

Risiko Keuangan

Risiko yang disebabkan segala sesuatu yang menimbulkan tekanan
terhadap pendapatan dan belanja organisasi

Risiko Reputasi

Risiko yang disebabkan citra rumah sakit yang dirasakan oleh
masyarakat

Risiko kepatuhan

Risiko Kepatuhan terhadap hukum dan regulasi yang berlaku

Teknik

Analisis risiko

Risk grading

Kriteria risiko

23

media

Sumber risiko

Kategori risiko

• .

Teknik

Analisis risiko

Risk grading

Kriteria risiko

KATEGORI RISIKO

Kategori Dampak minimal di Kementrian Kesehatan adalah sbb :

24

media

Sumber risiko

Kategori risiko

Teknik

Analisis risiko

Risk grading

Kriteria risiko

TEKNIK-TEKNIK IDENTIFIKASI RISIKO

KAJIAN DOKUMEN
RJPP, RKAP, Rencana strategis,
target fungsi/area, dsb

TEKNIK PENCARIAN INFORMASI
•Kuesioner

•Brainstorming

•Teknik Delphi

•Wawancara

•Root Cause Analysis

ANALISIS STAKEHOLDER
Menggunakan pendekatan
analisis power and interest
terhadap pemangku
kepentingan yang memiliki
ekspektasi

RISIKO

INHERENT

(INHERENT RISK)
Risiko-risiko yang

belum

mendapatkan
penanganan

yang diharapkan

dapat

memperkecil

probabilitas atau

dampak dari
suatu risiko

RISIKO RESIDUAL
(RESIDUAL RISK)
Risiko-risiko yang
setelah tindakan

penanganan

(responses plan)
dilakukan pada
risiko inherent

RISIKO

SEKUNDER
(SECONDARY

RISK)

Risisko-risiko

yang disebabkan

oleh tindakan
penanganan

yang dilakukan

pada risiko
inherent

25

media

Sumber risiko

Kategori risiko

Teknik

ISO 31000

ASHRM

IMRK

Analisis risiko

Risk grading

Kriteria risiko

•Mengidentifikasi dan mengevaluasi
pengendalian risiko yang ada.

•Menentukan tingkat dampak dan
kemungkinan serta Level risiko.

•Peristiwa risiko (risk event) dapat memiliki
beberapa penyebab dan konsekuensi dan
dapat mempengaruhi beberapa tujuan.

•Teknik analisis risiko bisa kualitatif,
kuantitatif atau kombinasi, tergantung pada
keadaan dan tujuan penggunaan.

SO 31000 Archi tecture

ture
25

Analisis resiko

26

media

Sumber risiko

Kategori risiko

Teknik

Analisis risiko

Risk grading

Kriteria risiko

SO 31000 Archi tecture

ture
26

•Tahapan Analisa Risiko dapat dilakukan dalam dua tahap :

1. Skrining awal risiko dengan teknik Kualitatif
2. Analisis risiko dengan teknik Kuantitatif

•Sebagian besar perusahaan mulai dengan asesmen kualitatif kemudian kuantitatif.

1. Asesmen kualitatif : penilaian risiko dan peluang sesuai dengan skala.
menggunakan

deskripsi tetapi tidak dengan angka. Mis. Kemungkinan: Sering, Hampir pasti,
kemungkinan. Dampak: Kritis, besar, sedang.
Asesmen kualitatif yang paling sering digunakan : wawancara, survei,
benchmarking dan analisis skenario dll

2.Analisis kuantitatif membutuhkan nilai numerik .

menggunakan angka aktual untuk peringkat

•Kemungkinan : % kemungkinan terjadi dalam jangka waktu tertentu, Kemungkinan
terjadi 2 tahun ke depan, 5 tahun ke depan, 10 tahun ke depan, dll.

•Dampak : Secara umum dinyatakan dalam Rupiah: < 1 juta, 1-5 juta dll.

ANALISA RISIKO

27

media

Sumber risiko

Kategori risiko

Teknik

Analisis risiko

Risk grading

Kriteria risiko

Level

Frekuensi

Kejadian aktual

1

Sangat jarang

Dapat terjadi dalam lebih dari 5

tahun

2

Jarang

Dapat terjadi dalam 2 – 5 tahun

3

Mungkin

Dapat terjadi tiap 1 – 2 tahun

4

Sering

Dapat terjadi beberapa kali dalam

setahun

5

Sangat sering Terjadi dalam minggu / bulan

PROBABILITAS /FREKUENSI / LIKELIHOOD

RISK MATRIX GRADING

28

media

Sumber risiko

Kategori risiko

Teknik

Analisis risiko

Risk grading

Kriteria risiko

DAMPAK KLINIS / CONSEQUENCES / SEVERITY

Level

DESKRIPSI

CONTOH DESKRIPSI

1

Insignificant

Tidak ada cedera,

2

Minor

Cedera ringan, Dapat diatasi dengan pertolongan pertama,

3

Moderate

Cedera sedang

Berkurangnya fungsi motorik / sensorik / psikologis atau
intelektual

secara

semipermanent

/reversibel

/tidak

berhubungan dengan penyakit

Setiap kasus yang memperpanjang perawatan

4

Major

Cedera luas

Kehilangan fungsi utama

permanent (motorik,

sensorik,

psikologis,

intelektual),

permanen

/irreversibel/

tidak

berhubungan dengan penyakit

5

Cathastropic

Kematian yang tidak berhubungan dengan perjalanan penyakit.

RISK MATRIX GRADING

29

media

Sumber risiko

Kategori risiko

Teknik

Analisis risiko

Risk grading

Kriteria risiko

Frekuensi/
Likelihood

Potencial Concequences

Insignificant

1

Minor

2

Moderate

3

Major

4

Catastropic

5

Sangat Sering Terjadi

(Tiap mgg /bln)

5

Moderate

Moderate

High

Extreme

Extreme

Sering terjadi
(Bebrp x /thn)

4

Moderate

Moderate

High

Extreme

Extreme

Mungkin terjadi

(1-2 thn/x)

3

Low

Moderate

High

Extreme

Extreme

Jarang terjadi

(>2-5 thn/x)

2

Low

Low

Moderate

High

Extreme

Sangat jarang sekali

(>5 thn/x)

1

Low

Low

Moderate

High

Extreme

Can be manage by

procedure

(Tindak lanjuti

sesuai SPO)

Clinical Manager / Lead

Clinician should assess the

consequences againts cost of

treating the risk

(Manajer analisa dampak yg

akan timbul terkait cost)

Detailed review & urgent

treatment should be
undertaken by senior

management

(Analisa detail & urget
(RCA) oleh Manajemen

senior)

Immediate review &

action required at

Board level. Director

must be informed

(Analisa segera (RCA)

di BOD. Dirut di

informasikan

29

RISK MATRIX GRADING

30

media

Sumber risiko

Kategori risiko

Teknik

Analisis risiko

Risk grading

Kriteria risiko

KEMUNGKINAN (PROBABILITAS)

Level Kemungkinan

(Probabilitas)

Kriteria Kemungkinan (Probabilias)

Hampir Tidak Terjadi

(1)
Peristiwahanya akantimbul padakondisi yangluar biasa

Presentase 0-10%

Jarang Terjadi

(2)

Peristiwa diharapkan tidak terjadi

Presentase > 10-30%

Mungkin Terjadi

(3)

Peristiwa kadang-kadang bisa terjadi

Presentase > 30-50%

Sering Terjadi

(4)

Peristiwa sangat mungkin terjadi pada sebagian kondisi

Presentase > 50-90%kegiatan dalam 1 periode

Hampir Pasti Terjadi

(5)

Peristiwa selalu terjadi hampir pada setiap kondisi

Presentase > 90% dalam 1 periode

KRITERIA RISIKO

31

media

Sumber risiko

Kategori risiko

Teknik

Analisis risiko

Risk grading

Risiko nonklinis

DAMPAK (KONSEKUENSI)

Level Dampak

Area Dampak

Sangat Rendah

(1)

Tidak berdampak pada pencapaian tujuan intansi/kegiatan

secara umum

Agak mengganggu pelayanan
Dampaknya dapat ditangani pada tahap kegiatan rutin.
Kerugian

kurang

material

dan

tidak mempengaruhi stakeholders

Rendah

(2)

Mengganggu pencapaian tujuan intansi/kegiatan meskipun tidak signifikan
Cukup menggangu jalannya pelayanan
Mengancam

efisiensi

dan

efektivitas beberapa aspek program.

Kerugian

kurang

material

dan

sedikit mempengaruhi stakeholders

Sedang

(3)

Mengganggu pencapaian tujuan intansi/kegiatan secara signifikan

Mengganggu kegiatan

pelayanan

secara signifikan

Mengganggu administrasi program.
Kerugian keuangan cukup besar

Tinggi

(4)

Sebagian

tujuan

intansi/kegiatan

gagal dilaksanakan

Terganggunya pelayanan lebih dari 2 hari tetapi kurang dari 1 Minggu

Mengancamfungsi programyang efektifdan organisasi.
Kerugian besar bagi organisasi dari segi keuangan maupun

non keuangan.

Sangat Tinggi

(5)

Sebagian

besar

tujuan

intansi/kegiatan gagal dilaksanakan

Terganggunya pelayanan > 1 minggu
Mengancam program dan organisasi serta stakeholders.
Kerugian sangat besar bagi organisasi dari segi

keuangan maupun non keuangan

RISIKO NON KLINIS

32

media

Sumber risiko

Kategori risiko

Teknik

Analisis risiko

Risk grading

Matriks anlisis

risiko

DAMPAK

1

2

3

4

5

MATRIKS ANALISIS RISIKO

(5X5)
Sangat
Rendah
Rendah

Sedang

Tinggi

Sangat Tinggi

PROBABILITAS

5
Hampir Pasti

Terjadi
5

10

15

20

25

4

Sering Terjadi

4

8

12

16

20

3
Mungkin
Terjadi
3

6

9

12

15

2

Jarang Terjadi

2

4

6

8

10

1
Hampir Tidak

Terjadi
1

2

3

4

5

MATRIKS ANALISIS RISIKO

33

media

Sumber risiko

Kategori risiko

Teknik

Analisis risiko

Risk grading

Kriteria risiko

Level

Zone

Peringkat Risiko

Tindakan

5

> 15

SANGAT TINGGI
Diperlukan tindakan segera untuk mengelola
risikonya.

4

10 s.d. 14

TINGGI

Diperlukan tindakan untuk mengelola risikonya.

3

5 s.d. 9

SEDANG
Disarankan diambil tindakan jika tersedia sumber
dayanya.

2

3 s.d. 4

RENDAH

Tidak diperlukan tindakan. Buat rencana darurat
(contingency plan) dan terus lakukan monitoring.

1

1 s/ 2

SANGAT RENDAH

Tidak perlu tindakan. Monitoring

KRITERIA RISIKO

34

media

Sumber risiko

Kategori risiko

Teknik

Analisis risiko

Risk grading

Kriteria risiko

KATEGORI DAMPAK

Skor

Derajat
(tingkat)

Dampak
Keuangan

Tuntutan Ganti

Rugi

Penundaa
n
Pelayanan

Dampak

pada

Kesehatan

dan

Keselamatan

Reputasi

Dampak pada
pihak terkait

1

Sangat
rendah

≤ 3%

anggaran

≤ Rp 1.000.000

≤ 1 hari kerja

Luka kecil pada
orang atau beberapa
orang

Diketahui oleh seisi
kantor

Hanya berdampak

pada satu
pihak

2

Rendah

> 3 - 5%
anggaran

> Rp 1.000.000 –

Rp 5.000.000

> 1 - 2 hari

kerja

Luka kecil berarti
pada orang atau
beberapa orang

Dimuat oleh media massa
lokal namun cepat
dilupakan masyarakat
Berdampak pada 2

- 3 pihak

3

Sedang

>5 - 8%
anggaran

> Rp 5.000.000 -

Rp 25.000.000

> 2 - 3 hari

kerja

Luka berarti pada
orang atau beberapa
orang

Dimuat oleh media massa
lokal & media sosial
namun cepat dilupakan
masyarakat

Berdampak pada 3

- 4 pihak

4

Tinggi

> 8 - 12%
anggaran

> Rp 25.000.000 -

Rp 50.000.000

> 3 - 5 hari

kerja

Luka serius pada
orang atau
beberapa orang

Dimuat di media nasional
dan media online dan
diingat
sementara oleh
masyarakat

Berdampak pada 4-

5 pihak

5

Sangat
Tinggi

> 12%

anggaran

> Rp 50.000.000

> 5 hari kerja

Luka

berganda

atau

kematian

atau

cacat

permanen

Dimuat oleh media
nasional/ internasional dan
media
sosial/media online
diingat lama oleh
masyarakat

Berdampak pada

lebih dari 5
pihak

KRITERIA RISIKO

35

media

Evaluasi risiko

history

timeline

teams

services

follow

35

Penanganan

Pembiayaan

Monitoring

Risk register

• Membandingkan antara hasil analisa risiko dengan

kriteria risiko untuk menentukan apakah risiko dapat
diterima (tidak perlu penanganan) atau perlu dilakukan penanganan.

• Tujuan evaluasi risiko :

• membantu pengambilan keputusan berdasarkan hasil analisis risiko,
• menentukan risiko yang memerlukan prioritas penanganan.

• Evaluasi risiko menggunakan perbandingan tingkat risiko dengan kriteria

risiko yang ditetapkan pada penetapan Lingkup, konteks dan kriteria .

• Hasil evaluasi risiko juga dapat mengarah pada keputusan untuk melakukan

analisis

lebih

lanjut

untuk

lebih

memahami

risiko,

atau

bahkan

mempertimbangkan kembali tujuan.

EVALUASI RISIKO

Pertimbangkan opsi

36

media

Penanganan

Evaluasi risiko

Pembiayaan

Monitoring

Risk register

Melibatkan proses berulang dari:

•merumuskan dan memilih opsi/ teknik
penanganan risiko;

•perencanaan dan pelaksanaan
penanganan risiko;

•menilai efektivitas penanganan itu;

•memutuskan apakah eksposur risiko yang
tersisa dapat diterima;

•jika tidak dapat diterima, melakukan
penanganan lebih lanjut.

Penanganaan / Perlakuan risiko

Pertimbangkan opsi

37

media

Penanganan

Evaluasi risiko

Pembiayaan

Monitoring

Risk register

Mitigasi risiko

Upaya untuk mengurangi kemungkinan dan / atau dampak dari kejadian

yang tidak diharapkan yang belum terjadi

Penanganaan risiko

1.

identifikasi berbagai opsi / teknik penanganan
risiko

2.

menilai opsi tersebut;

3.

merencanakan penanganan, persiapan, dan
penerapannya

Pertimbangkan opsi

38

media

Penanganan

Evaluasi risiko

Pembiayaan

Monitoring

Risk register

Penanganaan risiko

Penanganan kondisi darurat paling sedikit mencakup:
a. rencana terperinci strategi dan penanganan kondisi darurat;
b. tim penanganan kondisi darurat langsung di bawah

penanggung jawab penanganan Risiko; dan

c. dana penanganan kondisi darurat

Unit Pemilik Risiko membuat Rencana kontingensi :

Langkah darurat (langkah pendeteksian dan

pengurangan dampak).

Pertimbangkan opsi

Risiko Level sangat tinggi dan tinggi
(melampaui kemampuan unit kerja)

39

media

Sistematika

Manris

Retensi risiko

services

follow

Menerima risiko / Retensi risiko

(Risk acceptance)

Retensi adalah keputusan untuk menerima dan menyerap
suatu Risiko(PMK 25 2019) dengan kriteria :

a. paling banyak memiliki tingkat konsekuensi pada

level yang telah ditetapkan untuk diretensi sesuai
dengan toleransi dan Selera Risiko unit kerja yang
telah ditetapkan;

b. terdapat perlindungan hukum yang memadai

mencakup regulasi dan / atau kontrak / perjanjian;

c.

Unit Pemilik Risiko memastikan tingkat keyakinan
> 80% bahwa tidak akan terjad kegagalan pada
Pegawai, proses, dan system yang ada.

Toleransi risiko

follow

Selera risiko

KPI

40

media

Risiko yang ditransfer memiliki kriteria:
a. Risiko residual dengan konsekuensi pada tingkat

Risiko yang tidak dapat diterima (unacceptable)
sesuai dengan selera Risiko

b. Unit kerja tidak memiliki sumber daya yang

memadai untuk membiayai; dan

c. Konsekuensi Risiko yang diperkirakan

41

media

Penanganan

Evaluasi risiko

Pertimbangkan opsi

Pembiayaan

Monitoring

Risk register

Pemilihan opsi / teknik pengendalian risiko :
1.Menghindari risiko (Risk Avoidance) dengan memutuskan untuk

tidak memulai / melanjutkan dengan kegiatan yang menimbulkan risiko

2. Mengubah kemungkinan; / Loss prevention (Kurangi probabilitas)
4. Mengubah konsekuensi; Loss reduction (Kurangi dampak)
5. Berbagi risiko ke pihak lain / Risk transfer (Transfer risiko)
6. Menerima risiko. / Risk acceptance (Menerima risiko)
7. Meningkatkan risiko untuk memanfaatkan peluang / value

PENANGANAN RISIKO

Penanganan risiko :
1. Pengendalian RISIKO / Risk control adalah mencegah

atau mitigasi kerugian,

2. Pembiayaan risiko / Risk financing adalah membayar

kerugian yang terjadi.

42

media

Evaluasi risiko

Pembiayaan

Monitoring

Risk register

Pertimbangkan opsi

PENGENDALIAN RISIKO / RISK CONTROL

a Hindari Risiko (Risk

Avoidance)

•Menghindari / tidak terlibat
dalam Kegiatan risiko yang
menawarkan lebih banyak
risiko daripada peluang

•Satu-satunya teknik kontrol
risiko yg menghilangkan
kerugian dgn tidak terlibat
dalam risiko tsb

•Ini adalah satu-satunya teknik
pengendalian risiko yang tidak
perlu dikhawatirkan dampak
finansial dan tidak harus
melakukan mitigasi.

b Cegah Kerugian
(Loss Prevention)

(Frequency)

Reduksi / Eliminasi potensial
kerugian :
inspeksi fasilitas

PPK / CP

Hasil kritis

Hand hygiene

Orientasi & edukasi

Survey kepuasan pasien

Survey kepuasan staf

Time out

Kredensial

Laporan hasil kritis & tes
kritis

Pertimbangkan Opsi / Teknik penanganan risiko

c Reduksi kerugian

(Loss Reduction)

(Severity)

Mitigasi dampak
saat pertama
kejadian dan reduksi
kerugian selanjutnya :
• TMRC / Code Blue
• Sprinkler System
• BHD
• Crisis management

Emergency

• preparedness
• Claims

management

Penanganan

43

media

ISO 31000

ASHRM

Pembiayaan

Monitoring

Risk register

d. Segregation of Exposure Units
Segregasi tdd. dua kategori:
•Pemisahan (Separation):

– Membagi Aset / kegiatan menjadi dua atau lebih di lokasi yang terpisah

(Mengurangi Risiko Rugi dalam satu kejadian)

– Jika terjadi kerugian tidak berdampak pada organisasi secara menyeluruh.

– Hasil distribusi atau aset disebarkan ke beberapa lokasi sehingga kerugian hanya

dialami di satu lokasi. Contoh perusahaan alkes dapat mendistribusi alkesnya pada
beberapa tempat atau vendor untuk mereduksi potensi kerugian akibat kebakaran

•

Duplikasi (Duplication). Produk atau pelayanan dapat selalu tersedia akbiat adanya
duplikasi meski produk utama mengalami kerugin / kerusakan.

– Mis. double checking medication, duplicate keys

– Membuat duplikat rekam medik elektronik merupakan bentuk .

Pertimbangkan Opsi / Teknik penanganan risiko

Pertimbangkan opsi

44

media

ISO 31000

ASHRM

Pembiayaan

Monitoring

Risk register

e Contractual Transfer (Non-Insurance)

• Mereduksi kerugian dengan membuat Kontrak dan

Pergeseran Tanggung Jawab Hukum kerugian dari
satu pihak ke pihak lain.

Mis kontrak, perjanjian dan leasing dipecah antara
dua atau lebih lokasi

Pertimbangkan Opsi / Teknik

penanganan risiko

Pertimbangkan opsi

45

media

ISO 31000

ASHRM

Pembiayaan

Monitoring

Risk register

Hindari

Reduksi

Transfer

Terima

Pertimbangkan Opsi / Teknik penanganan risiko

Pertimbangkan opsi

46

media

Evaluasi risiko

Penanganan

Monitoring

Risk register

ture

Pembiayaan

Pembiayaan risiko / Risk financing

Merupakan Perencanaan keuangan jika terjadi kerugian / loss tdd :

• Risk retention

•Risk Transfer

Dilakukan bila RS berasumsi beban keuangan risiko lebih ringan daripada membayar
asuransi. Bentuk umum risk retention :

–Unfunded self-insurance : Dana loss tidak disiapkan

–Funded self-insurance : Dana loss disiapkan

–Pooled self-insurance : Dana loss dikumpulkan di beberapa organisasi

–Single-owner captive insurance company : dikelola oleh pemerintah atau
lembaga asing yang diijinkan

a. Risk retention

•RS dapat mentransfer risiko keuangan ke pihak lain.

•Contoh, RS membuat kebijakan bagi staf medis, bahwa RS membayar kerugian
yang berhubungan dengan malpraktik medis, sehingga kewajiban keuangan untuk
kerugian ditransfer kepada asuransi, namun tetap staf medis secara hukum
bertanggung jawab untuk cedera pasien yang disebabkan oleh kelalaiannya

b. Risk Transfer

Pertimbangkan opsi

47

media

Evaluasi risiko

Penanganan

Pembiayaan

Monitoring

Risk register

Monitoring dan Reviu :

•Tujuan pemantauan dan peninjauan
adalah untuk memastikan dan
meningkatkan kualitas dan efektivitas
desain proses, implementasi dan hasil;

•Pemantauan berkelanjutan dan tinjauan
berkala terhadap proses manajemen
risiko dan hasilnya harus menjadi bagian
yang direncanakan dari proses
manajemen risiko, dengan tanggung
jawab yang didefinisikan dengan jelas.

47

MONITORING (PEMANTAUAN) DAN REVIU

Pertimbangkan opsi

48

media

Evaluasi risiko

Penanganan

Pembiayaan

Monitoring

Risk register

•Monitoring dan Reviu : seluruh tahapan proses dan fungsi MR sesuai rencana
penanganan risiko dan keluaran laporan hasil monitoring dan reviu.

•Monitoring : pemantauan rutin kineja aktual proses MR dibandingkan rencana

yang akan dihasilkan.

Pelaksanaan monitoring dan reviu meliputi:
a.pengendalian rutin penanganan Risiko : membandingkan kinerja aktual dgn kinerja yg
diharapkan;

b.monitoring efektivitas semua langkah dalam proses penanganan risiko berdasarkan laporan
pelaksanaan tahap sebelumnya guna memastikan bahwa prioritas penanganan Risiko masih
selaras dengan perubahan di dalam lingkungan kerja;

c.monitoring dan reviu secara berkala min 6 bulan sekali : memeriksa ukuran dan parameter
yang ada;

d.audit dan/atau evaluasi dilakukan oleh Inspektorat Jenderal.

•Reviu : peninjauan / pengkajian berkala atas kondisi saat ini dan dengan fokus tertentu.

•Pendekatan Monitoring yaitu :

1.pemantauan berkelanjutan (on going monitoring) oleh pelaksana pekerjaan dan

2.pemantauan terpisah (separate monitoring) oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah
(APIP).

•Laporan monitoring dan reviu : pelaporan kelemahan yang masih ada, tanpa meninggalkan
hal2 positif yang telah dicapai. Pelaporan kelemahan menjadi fokus ,

•Kegagalan penerapan MR memperbesar kegagalan pencapaian sasaran organisasi.

MONITORING (PEMANTAUAN) DAN REVIU

Pertimbangkan opsi

49

media

Evaluasi risiko

Penanganan

Pembiayaan

Monitoring

Risk register

Recording & Reporting :

•Proses manajemen risiko dan hasilnya harus
didokumentasikan dan dilaporkan melalui
mekanisme yang sesuai;

•Keputusan mengenai pembuatan,
penyimpanan, dan penanganan informasi
terdokumentasi harus mempertimbangkan:
penggunaannya, sensitivitas informasi, dan
konteks eksternal & internal.

PENCATATAN DAN PELAPORAN

Pertimbangkan opsi

50

media

Evaluasi risiko

Penanganan

Pembiayaan

Laporan penerapan

MR

Risk register

•

Setiap pemilik Risiko membuat laporan penerapan Manajemen Risiko
dalam waktu 6 bulan sekali.

•

Laporan tdd :

a.
Laporan Profil risiko merupakan kumpulan risiko utama yang disusun di

masing-masing unit pada saat penyusunan rencana kerja dan

anggaran..

b.
Laporan Proses manajemen risiko di masing-masing unit kerja yang

memuat informasi mengenai risiko utama yang dikelola, rencana mitigasi /

pengelolaan, danrealisasi mitigasi/pengelolaan Risikoyang telah dijalankan.

c.
Laporan pemantauan dan reviu proses manajemen risiko di masing-masing

unitkerja,

LAPORAN PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO

Pertimbangkan opsi

51

media

Evaluasi risiko

Penanganan

Pembiayaan

Monitoring

Risk register

DAFTAR RISIKO (RISK REGISTER)

• Kegiatan. - Sasaran
• Pernyataan risiko
• Asesmen risiko klinis :

•Dampak x Probabilitas (Matriks grading risiko)

• Asesmen risiko non klinis :

•Dampak x Probabilitas (Matriks Analisa risiko
dan kriteria risiko)

• Penanganan risiko
• Risiko inheren dan risiko residual

PETA
RISIKO

R
1

R
2

R
3

R
4

R
5
R
6
R
7
R
8
R
9
R
1…

R
1…

R
1…

R
1…

012345

0 1 2 3 4 5

Probabil…

Dampak

RISIKO NON KLINIS : (Strategik, Operasional (selain KP), Finansial, Reputasional,

RISIKO KLINIS : (KESELAMATAN PASIEN) Operasional

Pertimbangkan opsi

52

media

Evaluasi risiko

Penanganan

Pembiayaan

Monitoring

Daftar insiden

DAFTAR INSIDEN & KEJADIAN

• Rekapitulasi Kejadian / Insiden Keselamatan Pasien (IKP) yang sudah terjadi

selama 1 tahun

• Jenis IKP, Tipe IKP
• Asesmen risiko (Skor risiko : Dampak x Probabilitas) Matriks grading

risiko

• Risiko inheren dan risiko residual
• Akar Masalah (Root Cause)
• Tindakan yang sudah dilakukan

DAFTAR INSIDEN KESELAMATAN PASIEN

• Rekapitulasi Kejadian / Insiden (K3, Bencana, Kebakaran, Kekerasan,

Pencurian, Komplain, Klaim / Tuntutan dll) yang sudah terjadi selama 1
tahun

• Asesmen risiko (Skor risiko : Dampak x Probabilitas) Kriteria risiko
• Risiko inheren dan risiko residual
• Akar Masalah (Root Cause)
• Tindakan yang sudah dilakukan

DAFTAR KEJADIAN NON KLINIS

Pertimbangkan opsi

53

media

Evaluasi risiko

Penanganan

Pembiayaan

Monitoring

Proses berisiko

tinggi

DAFTAR PROSES BERISIKO TINGGI

DAFTAR PROSES BERISIKO TINGGI

• Proses-proses berisiko tinggi
• Skor risiko : Dampak x Probabilitas x Kesiapan
• Sistim kontrol yang ada saat ini

• Redesain proses
• RPN : Dampak x Probabilitas x Deteksi

Pertimbangkan opsi

54

media

Evaluasi risiko

Penanganan

Pembiayaan

Monitoring

Media sosial

TERIMA KASIH

Arjaty

Arjaty Daud Channel

arjaty_daud

Manajemen risiko IMRK

manajemenrisiko.imrk

Pertimbangkan opsi

pattern-tertiary
media

PROSES

MANAJEMEN RISIKO

ISO 31000

ASHRM

IMRK

KK

Risk assessment

Identifikasi risiko

Dr. Arjaty W Daud MARS FISQua CERG QRGP

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 54

SLIDE