Search Header Logo
​Prinsip, Risiko, dan Peran dalam Tata Kelola Modern

​Prinsip, Risiko, dan Peran dalam Tata Kelola Modern

Assessment

Presentation

Business

Professional Development

Practice Problem

Easy

Created by

armania wardhani

Used 1+ times

FREE Resource

15 Slides • 1 Question

1

Definisi Audit Internal

fungsi yang bertugas memberikan keyakinan dan konsultasi secara independen, dengan tujuan menambah nilai dan memperbaiki operasional organisasi

Definisi ini menekankan dua hal: independensi dan nilai tambah.

2

Prinsip audit internal meliputi:

  1. Independensi dan objektivitas – auditor internal harus bebas dari tekanan manajemen agar hasil audit tidak bias.

  2. Kompetensi dan profesionalisme – auditor wajib memiliki keahlian teknis dan pemahaman bisnis.

  3. Pendekatan berbasis risiko – audit harus difokuskan pada area yang paling berisiko bagi organisasi.

  4. Memberi nilai tambah – audit bukan sekadar mencari kesalahan, tetapi membantu organisasi meningkatkan efisiensi dan efektivitas.

3

By armania wardhani

4

Dalam praktiknya, peran audit internal telah bergeser dari sekadar watchdogmenjadi mitra strategis manajemen. Auditor internal tidak hanyamengidentifikasi kelemahan kontrol, tetapi juga memberi saran perbaikanContohnya, dalam perusahaan ritel, audit internal tidak hanya melaporkanadanya selisih kas, melainkan juga merekomendasikan perbaikan sistem kasir digital agar kesalahan tidak terulang.

5

Multiple Choice

Salah satu prinsip utama audit internal adalah

1

Ketergantungan pada manajemen

2

Independensi dan objektivitas

3

Fokus pada keuntungan jangka pendek

4

Menghindari risiko sama sekali

6

prinsip audit internal harus dipahami sebagai dasar agar fungsi ini bisa berjalan efektif. Tanpa independensi, auditor hanya menjadi stempel manajemen. Tanpa kompetensi, laporan audit tidak relevan. Tanpa pendekatan berbasis risiko, audit akan membuang sumber daya pada hal yang tidak material.

7

Tata Kelola & Manajemen Risiko

  • Good Governance: Transparansi, akuntabilitas, responsibility, independensi, fairness.

  • Peran audit internal: Menilai apakah praktik tata kelola berjalan efektif.

  • Manajemen Risiko: Audit internal harus menguji apakah risiko sudah diidentifikasi, dinilai, dan dimitigasi.

8

Proses Bisnis & Risiko

  • Contoh risiko dalam proses bisnis:

    • Keuangan → risiko salah saji laporan keuangan akibat kesalahan pencatatan atau manipulasi.

    • Pengadaan → risiko kecurangan vendor, seperti harga mark-up atau kolusi tender.

    • SDM → risiko pegawai fiktif dalam payroll atau manipulasi absensi.

    • Produksi → risiko cacat produk akibat kurangnya pengendalian kualitas.

  • Peran auditor internal: Memastikan adanya pengendalian yang memadai.

9

Pendekatan yang umum digunakan adalah risk-based auditing, di mana auditor memprioritaskan area dengan risiko tertinggi. Dengan begitu, audit lebih efektif karena sumber daya diarahkan pada aspek yang paling berdampak terhadap keberlangsungan organisasi.

10

Internal Control

  • Kerangka COSO:

    • Control Environment → budaya etika, struktur organisasi, kompetensi SDM.

    • Risk Assessment → proses mengidentifikasi risiko signifikan.

    • Control Activities → kebijakan dan prosedur untuk mengurangi risiko.

    • Information & Communication → sistem informasi yang relevan dan dapat dipercaya.

    • Monitoring → evaluasi berkala terhadap efektivitas kontrol

  • Tujuan: Menjamin keandalan laporan keuangan, efisiensi operasi, dan kepatuhan regulasi.

11

Pengaruh Teknologi Informasi

  • Peluang: Otomatisasi, kecepatan, big data, analisis berbasis AI.

  • Risiko:

    • Cyber security breach

    • Data manipulation

    • Ketergantungan sistem tanpa back-up

  • Peran auditor internal: Audit berbasis IT (IT audit), audit trail, data analytics.

12

Risiko Penyalahgunaan (Fraud) & Tindakan Terlarang

  • Jenis Fraud:

    • Asset misappropriation (penggelapan kas, pencurian aset)

    • Fraudulent financial reporting (laporan palsu)

    • Corruption (gratifikasi, suap, konflik kepentingan)

  • Kerangka Pencegahan: Fraud Triangle (Pressure, Opportunity, Rationalization).

13

STUDI KASUS RELEVAN

Kasus 1: Jiwasraya (Indonesia, 2020)

  • Masalah: Manipulasi laporan keuangan, investasi tidak sehat, kerugian Rp 16,8 triliun.

  • Risiko bisnis: Laporan keuangan tidak andal, risiko reputasi, risiko legal.

  • Kegagalan internal control: Pengawasan investasi lemah, konflik kepentingan.

  • Pelajaran: Peran audit internal sangat penting untuk mendeteksi penyalahgunaan sejak dini.

14

STUDI KASUS RELEVAN

Kasus 2: Cyber Attack pada Bank di Asia Tenggara

  • Kasus: Tahun 2022, beberapa bank terkena serangan ransomware, sistem perbankan lumpuh selama beberapa hari.

  • Risiko: Kehilangan data nasabah, risiko operasional, risiko reputasi.

  • Kegagalan internal control: Kurangnya monitoring sistem IT, tidak adanya back-up memadai.

  • Pelajaran: Audit internal harus memperkuat pengendalian berbasis IT dan cyber risk management.

15

STUDI KASUS RELEVAN

Kasus 3: Fraud Payroll pada Perusahaan Ritel

  • Situasi: Seorang staf HR membuat pegawai fiktif, dan setiap bulan gaji ditransfer ke rekening pribadinya.

  • Risiko: Kehilangan aset perusahaan, lemahnya pemisahan fungsi.

  • Peran audit internal: Audit payroll dan rekonsiliasi data HR dengan keuangan dapat mencegah fraud.

16

" Audit internal bukan hanya sekadar fungsi kontrol, tetapi juga mitra strategis manajemen dalam memastikan organisasi berjalan efektif, transparan, dan bebas dari penyalahgunaan.

Definisi Audit Internal

fungsi yang bertugas memberikan keyakinan dan konsultasi secara independen, dengan tujuan menambah nilai dan memperbaiki operasional organisasi

Definisi ini menekankan dua hal: independensi dan nilai tambah.

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 16

SLIDE