Search Header Logo
Stoikiometri

Stoikiometri

Assessment

Presentation

Chemistry

1st - 3rd Grade

Hard

Created by

Retno Jayanti

Used 8+ times

FREE Resource

8 Slides • 7 Questions

1

Stoikiometri

2

Fill in the Blanks

Type answer...

3

Fill in the Blanks

Type answer...

4

Fill in the Blanks

Type answer...

5

Fill in the Blanks

Type answer...

6

Fill in the Blanks

Type answer...

7

Fill in the Blanks

Type answer...

8

Fill in the Blanks

Type answer...

9

Reaktan Pembatas dan Hasil Persentase

Di dalam suatu reaksi kimia, perbandingan mol zat-zat pereaksi (reaktan) yang ditambahkan tidak selalu sama dengan perbandingan koefisien reaksinya.

Hal ini menyebabkan ada reaktan yang akan habis bereaksi lebih dahulu.  

Reaktan yang habis pertama kali disebut reaktan pembatas.

Sebagian reaktan lainnya masih tersisa walau reaksi sudah selesai.

Reaktan ini berada dalam keadaan berlebih.

Jumlah produk yang dihitung merupakan hasil teoritis, artinya  diasumsikan bahwa reaksi berjalan bersih dan sempurna.

Pada kenyataannya, hasilnya  umumnya lebih kecil daripada hasil teoritis.

10

Beberapa hal yang menyebabkan terjadinya pengurangan produksi reaksi ini adalah:

Reaksi tidak sempurna, sehingga ada reaktan yang tidak bereaksi.

Mungkin juga terjadi reaksi yang membentuk produk lain, sehingga produk yang diharapkan berkurang.

Sebagian produk hilang dalam proses pemisahan dan pemurnian.

Perbandingan antara hasil nyata terhadap hasil teoritis adalah,

  % hasil =  (Hasil percobaan)/(Hasil teori)  x 100%

11

Macam-macam Konsentrasi

Istilah konsentrasi dapat diartikan sebagai ‘jumlah zat per satuan volume’ dan pada umumnya dinyatakan dalam satuan mol dm-3 atau mol L-. 

Terdapat beberapa cara dapat digunakan untuk menyatakan komposisi suatu larutan.

Persentase massa sering digunakan dan didefinisikan sebagai persentase berdasarkan massa suatu zat dalam larutan. 

Dalam bidang kimia  yang sering digunakan adalah fraksi mol, molaritas, molalitas, bagian per sejuta.

 Molaritas (M)

Molaritas adalah jumlah mol zat terlarut dalam satu liter larutan.

  M =  (mol zat terlarut)/(liter larutan) 

  M =  (Gram zat terlarut)/(Mr zat terlarut x 1 liter larutan)

12

Normalitas (N)

Normalitas merupakan jumlah mol-ekivalen zat terlarut per liter larutan.

  N =  (Mol ekivalen zat terlarut)/(liter larutan) 

  N =  (gram zat terlarut)/(Massa ekivalen x 1 liter larutan)

Terdapat hubungan antara Normalitas dengan Molaritas, yaitu :

  N = M x valensi

Massa ekivalen didefinisikan sebagai massa molar zat terlarut dibagi dengan valensinya.

Sedangkan valensi adalah jumlah proton, H+ atau OH- atau elektron yang terlibat dalam suatu reaksi atau muatan dalam suatu logam.  Satuan normalitas, biasanya digunakan dalam analisis volumetri

13

Molalitas (m)

Salah satu kelemahan kemolaran (molaritas) adalah bergantung pada suhu. Jumlah liter larutan akan sedikit berubah jika suhunya berubah.

Misalnya, larutan yang disiapkan pada suhu 30oC mengandung 1 M, tetapi jika suhunya berubah menjadi 5oC, maka konsentrasi larutan tersebut tidak lagi sama dengan 1 M.

Untuk mengatasi hal seperti ini, maka sering digunakan satuan molalitas, yang tidak bergantung pada suhu.

Molalitas adalah jumlah mol zat terlarut dalam 1000 gram  (1 kg) pelarut.

     m =  (mol zat terlarut)/(1 kg pelarut)

  m =mol terlarut x  1000/(gram pelarut)

14

media

15

media

Stoikiometri

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 15

SLIDE