Search Header Logo

FisioNer 210

Authored by FisioNer Online Education

Science

University

Used 4+ times

FisioNer 210
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

20 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Seorang pasien pria berusia 70 tahun dengan riwayat penyakit jantung koroner dan hipertensi dirawat di rumah sakit setelah menjalani prosedur bypass koroner. Pasien mengeluhkan nyeri dada yang terasa seperti tekanan, mudah lelah, dan sesak napas ringan saat beraktivitas. Pada pemeriksaan, pasien menunjukkan peningkatan frekuensi jantung dan tekanan darah yang tinggi. Berdasarkan gejala dan hasil tes fisik, apakah kemungkinan diagnosa yang paling tepat untuk kondisi pasien ini?

Angina Stabil

Angina Tidak Stabil

Gagal Jantung Kiri

Myocardial Infarction

Hipertensi Maligna

Answer explanation

Angina stabil merupakan nyeri dada akibat kebutuhan oksigen miokard yang melebihi suplai darah koroner, terutama saat aktivitas. Keluhan biasanya berupa rasa tertekan atau berat di dada yang muncul saat aktivitas dan dapat membaik dengan istirahat. Pada kasus ini, riwayat penyakit jantung koroner dan munculnya nyeri dada saat aktivitas mendukung diagnosis angina stabil.

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Seorang pasien wanita berusia 55 tahun dengan riwayat asma bronkial menunjukkan kesulitan bernapas saat beraktivitas fisik dan mengalami wheezing. Pasien mengeluh semakin sulit bernapas setelah berolahraga, dengan penurunan oksigenasi yang terukur. Berdasarkan gejala dan hasil tes spirometri, apakah kemungkinan diagnosa yang paling tepat untuk kondisi pasien ini?

Gagal Jantung Kiri

Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD)

Asma Bronkial

Pneumonia

Pulmonary Embolism

Answer explanation

Asma bronkial merupakan penyakit inflamasi kronis saluran napas yang menyebabkan obstruksi aliran udara yang bersifat variabel. Gejala yang umum adalah sesak napas dan wheezing yang dapat memburuk setelah aktivitas fisik. Riwayat asma dan memburuknya gejala setelah olahraga mendukung diagnosis asma bronkial.

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Seorang pria berusia 60 tahun dengan riwayat Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) menunjukkan penurunan fungsi paru, mudah lelah, dan batuk kronis dengan produksi sputum. Pemeriksaan darah menunjukkan hiperkapnia dan hipoksia. Berdasarkan gejala klinis dan hasil pemeriksaan, apakah kemungkinan diagnosa yang paling tepat untuk pasien ini?

Pneumonia Bakterial

COPD Eksaserbasi

Bronkospasme

Asma Bronkial

Pulmonary Embolism

Answer explanation

Eksaserbasi COPD ditandai dengan memburuknya gejala respirasi seperti sesak napas, batuk, dan peningkatan produksi sputum. Hiperkapnia dan hipoksia menunjukkan adanya gangguan pertukaran gas yang dapat terjadi pada kondisi COPD yang memburuk. Karena pasien memiliki riwayat COPD disertai penurunan fungsi paru dan gejala respirasi yang signifikan, diagnosis eksaserbasi COPD sesuai dengan kasus.

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Seorang wanita berusia 45 tahun dengan riwayat hipertensi dan gagal jantung kiri menunjukkan sesak napas progresif dan edema tungkai. Pasien mengeluhkan peningkatan kelelahan setelah aktivitas ringan. Pada pemeriksaan fisik, ditemukan suara napas yang abnormal dan peningkatan tekanan vena jugularis. Berdasarkan gejala dan tanda klinis, apakah kemungkinan diagnosa yang paling tepat untuk pasien ini?

Gagal Jantung Kanan

Gagal Jantung Kiri

Gagal Jantung Congestif

Pneumonia

Hipertensi Maligna

Answer explanation

Gagal jantung kongestif dapat menyebabkan penumpukan cairan yang ditandai dengan edema tungkai dan peningkatan tekanan vena jugularis. Gangguan fungsi jantung juga dapat menyebabkan sesak napas, mudah lelah, dan penurunan toleransi aktivitas. Kombinasi gejala kongesti sistemik dan gangguan pernapasan pada pasien mendukung diagnosis gagal jantung kongestif.

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Seorang pasien pria berusia 65 tahun dengan riwayat asma menunjukkan keluhan sesak napas hebat setelah beraktivitas fisik di luar ruangan, terutama saat cuaca dingin. Pasien melaporkan serangan sesak napas yang sering terjadi. Berdasarkan gejala dan hasil pengukuran menggunakan peak flow meter, apakah kemungkinan diagnosa yang paling tepat untuk pasien ini?

Pneumonia

Asma Bronkial

Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD)

Bronkitis Akut

Pulmonary Embolism

Answer explanation

Asma dapat dipicu atau diperburuk oleh aktivitas fisik dan paparan udara dingin. Peak flow meter dapat digunakan untuk memantau perubahan aliran ekspirasi dan membantu mengevaluasi kontrol asma. Riwayat serangan sesak berulang setelah aktivitas dan cuaca dingin sesuai dengan gambaran asma bronkial.

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Seorang pasien pria berusia 60 tahun dengan riwayat penyakit jantung iskemik dan hipertensi menunjukkan penurunan toleransi aktivitas fisik, mudah lelah, dan nyeri dada saat beraktivitas. Pasien dilaporkan sering merasa pusing dan sesak napas setelah aktivitas fisik ringan. Fisioterapis ingin menilai fungsi jantung dan kapasitas fisik pasien untuk mendiagnosis kemungkinan insufisiensi jantung. Tes manakah yang paling tepat untuk mengevaluasi kapasitas fungsional pasien ini?

Treadmill Exercise Test (TET)

Stress Echocardiogram

Electrocardiogram (ECG)

6-Minute Walk Test (6MWT)

Chest X-ray

Answer explanation

6MWT merupakan pemeriksaan sederhana untuk menilai kapasitas fungsional dan toleransi aktivitas seseorang. Pasien berjalan sejauh mungkin selama enam menit dengan pemantauan respons terhadap aktivitas. Pada pasien dengan penyakit jantung, tes ini dapat membantu menggambarkan kemampuan fungsional untuk perencanaan rehabilitasi.

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Seorang wanita berusia 50 tahun dengan riwayat asma mengalami serangan sesak napas hebat setelah berolahraga. Pada pemeriksaan fisik, terdengar wheezing dan penurunan auskultasi napas. Fisioterapis memutuskan untuk melakukan pemeriksaan untuk menilai apakah pasien mengalami bronkospasme yang mengganggu pola napas. Tes manakah yang paling tepat untuk mendiagnosis bronkospasme pada pasien ini?

Peak Flow Meter

Arterial Blood Gas (ABG)

Spirometri sebelum dan setelah pemberian bronkodilator

Chest auscultation

Pulse Oximetry

Answer explanation

Spirometri dapat digunakan untuk menilai fungsi paru dan mendeteksi adanya obstruksi aliran udara. Pemeriksaan sebelum dan sesudah bronkodilator dapat menunjukkan apakah obstruksi mengalami perubahan setelah pemberian obat. Respons tersebut membantu dalam mengevaluasi kondisi seperti bronkospasme pada pasien dengan asma.

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Microsoft

Continue with Microsoft

or continue with

Facebook

Facebook

Apple

Apple

Others

Others

By signing up, you agree to our Terms of Service & Privacy Policy

Already have an account?