Search Header Logo

FisioNer 202

Authored by FisioNer Online Education

Science

University

Used 8+ times

FisioNer 202
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

20 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Seorang pasien laki-laki berusia 68 tahun dengan riwayat hipertensi dan infark miokard datang ke klinik fisioterapi setelah rawat inap di ICU selama 5 hari. Pasien mengeluhkan mudah lelah dan sesak napas saat berjalan sejauh 50 meter. Pemeriksaan menunjukkan RR 24x/menit, SpO₂ 90% saat istirahat, dan tes 6MWT menunjukkan jarak 250 meter. Fisioterapis berencana memberikan latihan penguatan otot respirasi. Latihan mana yang paling sesuai?

Latihan interval dengan intensitas tinggi

Latihan dengan cycle ergometer

Latihan pursed-lip breathing saja

Inspiratory Muscle Training (IMT) dengan beban rendah-moderat

Latihan resistensi pada otot ekstremitas bawah

Answer explanation

Pasien pasca-ICU mengalami sesak, kapasitas fungsional rendah, dan direncanakan menjalani latihan penguatan otot respirasi. IMT secara spesifik memberikan beban pada otot inspirasi untuk meningkatkan kekuatan dan/atau endurance otot inspirasi.

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Seorang laki-laki 60 tahun dengan riwayat PPOK datang dengan keluhan batuk produktif dan sesak napas yang memburuk selama 3 hari terakhir. Pasien menunjukkan pola pernapasan paradoksal dan memiliki kadar PaO₂ 60 mmHg berdasarkan analisis gas darah. Fisioterapis merencanakan teknik bantuan untuk mengeliminasi sekresi. Teknik mana yang paling sesuai untuk kasus ini?

Latihan diafragma

Postural drainage tanpa perkusi

Teknik active cycle of breathing (ACBT)

Latihan kontrol pernapasan

Latihan resistensi otot pernapasan

Answer explanation

Pasien PPOK mengalami batuk produktif dan membutuhkan intervensi untuk membantu mobilisasi serta eliminasi sekret. ACBT merupakan rangkaian teknik yang mencakup breathing control, thoracic expansion exercises, dan forced expiration/huffing untuk membantu mobilisasi sekret.

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Seorang pasien wanita berusia 55 tahun dengan diagnosis gagal jantung kronis (CHF) kategori NYHA II mengikuti program rehabilitasi jantung setelah menjalani perawatan intensif selama satu minggu. Tes toleransi latihan menunjukkan kapasitas aerobik pasien sebesar 5 METS, dengan toleransi aktivitas fisik yang masih terbatas. Fisioterapis merencanakan program latihan aerobik untuk meningkatkan kapasitas kardiovaskular pasien. Berapa intensitas latihan yang paling tepat diberikan pada pasien ini?

2-3 METS

4-5 METS

6-7 METS

Intensitas di atas ambang anaerobik

Intensitas maksimal berdasarkan HRmax

Answer explanation

Pasien CHF NYHA II memiliki kapasitas aerobik sekitar 5 METS dan toleransi aktivitas masih terbatas. Pada fase awal rehabilitasi, latihan biasanya dimulai pada intensitas rendah hingga sedang, kemudian ditingkatkan secara bertahap berdasarkan gejala, RPE, respons HR, tekanan darah, dan toleransi pasien.

Dari pilihan yang tersedia, 2–3 METS merupakan pilihan paling konservatif dan sesuai untuk memulai latihan.

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Seorang pria berusia 70 tahun dengan riwayat diabetes melitus, hipertensi, dan pneumonia menjalani rawat inap selama dua minggu. Pasien mengeluhkan kelemahan umum dan kesulitan melakukan aktivitas dasar seperti duduk tegak tanpa bantuan. Pemeriksaan fisik menunjukkan kelemahan otot di ekstremitas bawah, dan pasien membutuhkan alat bantu untuk mobilisasi. Fisioterapis berencana memulai program rehabilitasi untuk memperbaiki kapasitas fungsional pasien. Intervensi mana yang paling sesuai untuk fase awal rehabilitasi pasien ini?

Latihan berjalan tanpa alat bantu

Latihan duduk di sisi tempat tidur dengan dukungan minimal

Latihan penguatan otot menggunakan beban 1 kg

Latihan treadmill intensitas rendah

Postural drainage untuk meningkatkan kapasitas pernapasan

Answer explanation

Pasien baru menjalani rawat inap dua minggu dan mengalami kelemahan berat sampai tidak mampu duduk tegak tanpa bantuan. Pada fase awal rehabilitasi, prinsipnya adalah progresi bertahap berdasarkan kemampuan fungsional.

Sebelum berdiri atau berjalan, pasien perlu membangun toleransi terhadap posisi duduk, kontrol trunk, dan respons hemodinamik.

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Seorang pria berusia 65 tahun yang baru menjalani operasi bypass arteri koroner (CABG) datang ke klinik fisioterapi untuk rehabilitasi pasca-operasi. Pasien mengeluhkan nyeri di area dada, terutama di bagian sternum, dan mengaku belum nyaman melakukan aktivitas fisik seperti mengangkat barang ringan. Fisioterapis merencanakan program rehabilitasi untuk membantu pasien kembali ke aktivitas sehari-hari secara bertahap. Latihan mana yang paling tepat untuk memulai rehabilitasi pasien ini?

Latihan resistensi untuk ekstremitas atas

Latihan high-intensity interval training

Latihan ROM aktif untuk ekstremitas atas tanpa resistensi

Latihan penguatan otot inti dengan plank

Latihan treadmill pada intensitas tinggi

Answer explanation

Pasien pasca-CABG masih mengalami nyeri sternum dan belum nyaman melakukan aktivitas mengangkat. Pada fase awal, latihan ROM aktif dengan intensitas ringan dan tanpa resistensi dapat digunakan untuk mempertahankan mobilitas dan mencegah kekakuan, dengan tetap memperhatikan kondisi sternum dan instruksi pascaoperasi.

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Seorang pria berusia 58 tahun dirawat di ICU akibat edema paru akut yang menyebabkan sesak napas berat. Setelah kondisi pasien stabil, fisioterapis diminta membantu dalam proses mobilisasi dini untuk mencegah komplikasi imobilisasi. Pemeriksaan menunjukkan pasien mengalami kelemahan signifikan pada ekstremitas bawah dan membutuhkan bantuan untuk bergerak. Intervensi fisioterapi awal mana yang paling tepat diberikan kepada pasien ini?

Latihan resistensi otot ekstremitas bawah

Mobilisasi aktif menggunakan walker

Posisi semi-Fowler untuk meringankan kerja pernapasan

Latihan ROM pasif dan latihan pernapasan diafragma

Latihan toleransi berjalan selama 6 menit

Answer explanation

Pasien baru stabil setelah edema paru akut dan masih mengalami kelemahan ekstremitas bawah yang signifikan. Pada fase awal, intervensi dapat dimulai dengan ROM pasif/aktif-asistif untuk mempertahankan mobilitas, disertai latihan pernapasan sesuai toleransi.

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Seorang pria berusia 48 tahun dengan sindrom pasca-COVID-19 mengeluhkan kelelahan berat dan penurunan kemampuan fisik yang signifikan. Tes kardiopulmoner menunjukkan nilai VO₂max pasien hanya sebesar 12 ml/kg/menit, yang jauh di bawah nilai normal. Pasien direncanakan mengikuti program rehabilitasi untuk memperbaiki kapasitas aerobik dan mengurangi gejala kelelahan. Pendekatan latihan apa yang paling sesuai untuk pasien ini?

Latihan intensitas tinggi di atas VO₂max

Latihan resistensi ekstremitas atas

Latihan mobilisasi aktif ringan tanpa target intensitas

Latihan aerobik intensitas sedang (40-60% VO₂max)

Latihan interval intensitas tinggi

Answer explanation

Pasien post-COVID memiliki VO₂max sangat rendah dan mengalami fatigue berat. Latihan aerobik yang terukur dan progresif dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas aerobik, tetapi intensitas awal harus disesuaikan dengan kondisi pasien.

Dari opsi yang tersedia, 40–60% VO₂max merupakan rentang latihan aerobik ringan–sedang yang dapat digunakan sebagai target awal pada program rehabilitasi terstruktur.

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Microsoft

Continue with Microsoft

or continue with

Facebook

Facebook

Apple

Apple

Others

Others

By signing up, you agree to our Terms of Service & Privacy Policy

Already have an account?