Search Header Logo
Kelompok osial dalam masyarakat

Kelompok osial dalam masyarakat

Assessment

Presentation

•

Social Studies

•

11th Grade

•

Hard

Created by

Dewi Mouhana

FREE Resource

7 Slides • 0 Questions

1

Kelompok sosial dalam masyarakat

By Dewi Mouhana

2

Kelompok Sosial di Masyarakat

Rosanita Ginting

media

3

Tujuan Pembelajaran
  • Siswa dapat mendeskripsikan dasar- dasar pembentukan kelompok sosial

  • Mengidentifikasi berbagai bentuk dan jenis kelompok kepentingan di masyarakat

  • Memahami karakteristik khusus atau partikularisme dan ekslusivisme kelomok

  • Memahami pola hubungan antar kelompok dalam masyarakat, dan

  • Mendeskripsikan dinamika kelompok sosial

4

Dasar-Dasar Pembentukan Kelompok Sosial

Terdapat sejumlah hal yang menjadi dasar pembentukan dari KELOMPOK SOSIAL yang ada dalam masyarakat. Dasar-dasar pembentukan tersebut antara lain adalah common ancestry, kesatuan religious, kesatuan territorial, dan juga common interest. Penjelasannya masing-masing sebagai berikut.

COMMON ANCESTRY, merupakan dasar pembentukan kelompok sosial berupa kesatuan genealogis atau faktor keturunan. Umumnya kelompok ini diawali dari keluarga batin yang kemudian berkembang menjadi keluarga besar kemudian menjadi sistem kekerabatan dan seterusnya. KESATUAN RELIGIUS, merupakan dasar pembentukan kelompok sosial berupa kesamaan agama atau kepercayaan. Dari persamaan ini dibangun komunikasi yang berlanjut ke kerjasama dan kemudian terbentuk komunitas atau kelompok sosial. KESATUAN TERITORIAL, merupakan dasar pembentukan kelompok sosial berupa kesamaan daerah asal atau kesamaan tempat tinggal. Contoh kelompok sosial yang terbentuk karena dasar ini adalah RT, RW, DESA dan lain sebagainya. COMMON INTEREST, merupakan dasar pembentukan kelompok sosial berupa kesatuan dasar-dasar kepentingan atau asosiasi.

media

5

Gambar Kelompok Sosial
media

6

Bentuk dan Jenis Kelompok Kepentingan Di Masyarakat

Klasifikasi Emile Durkeim

Solidaritas mekanik

Ini terjadi dalam kehidupan masyarakat yang ditandai dengan ciri masyarakat sederhana, belum mengenal pembagian kerja, semua anggota kelompok diikat oleh kesadaran kolektif, dan sanksi terhadap pelanggaran bersifat represif atau hukuman pidana.

Solidaritas Organik

Ini merupakan sifat ketergantungan antar anggota karena adanya sistem pembagian kerja yang teratur dan keterikatan solidaritas masyarakat yang bersifat kompleks. Sanksi terhadap pelanggaran bersifat restitutif atau membayar ganti rugi kepada yang dirugikan.

Klasifikasi Ferdinand Tonnies

Gemeinschaft atau paguyuban

Ini adalah hubungan yang dilakukan baik antar individu maupun antar kelompok yang memiliki ikatan kuat, dan mengikat akibat adanya ikatan darah, ideologi maupun kesamaan daerah asal. Ikatan darah atau ikatan kekerabatan adalah ikatan paling kuat karena didasarkan pada ikatan darah yang tidak terputus.

Sementara itu, ikatan berdasarkan tempat atau kesamaan asal adalah ikatan yang bersifat temporer dan dapat menipis ketika telah berada cukup jauh dan cukup lama dari tempat tinggal asal. Ikatan yang paling lemah dan dapat terputus ketika terjadi perubahan visi adalah ikatan dari ideology atau kesamaan pandangan.

Gesellchaft atau patembayan

Ini adalah suatu kelompok sosial yang terbentuk sebagai akibat adanya kepentingan bersama. Umumnya, merupakan ikatan untuk jangka waktu yang pendek, bersifat formal, mekanis, ibarat kerja mesin. Contohnya adalah hubungan dalam dunia instri atau organisasi.

Klasifikasi Charles H. Cooley dan Ellsworth Farris

Kelompok primer

Ini merupakan hubungan yang terjalin karena keakraban atau interaksi yang bersifat intensif. Kelompok ini ditandai dengan pergaulan, kerjasama dan tatap muka yang intim. Contohnya; keluarga, teman bermain masa kecil dan rukun warga.

Kelompok sekunder

Ini merupakan hubungan timbal balik karena adanya kepentingan bersama. Dimana ditandai dengan bersifat formal, tidak pribadi, dan berciri kelembagaan. Contohnya; koperasi dan partai politik.

Klasifikasi W. G. Sumner

In-Group (kelompok dalam)

Pada umumnya ini didasarkan pada faktor simpati dan selalu mempunyai perasaan dekat dengan anggota-anggota kelompoknya. Kelompok dalam muncul ketika para anggota suatu kelompok merasa bahwa mereka mempunyai suatu tujuan dan cita-cita yang sama, menaati norma-norma yang sama dan nasib yang sama.

Out-group (kelompok luar)

Ini merupakan antagonis dan antipasti. Pada umumnya out-group menerapkan sikap etnosentrisme yang menjadi dasar kelompok dalam bersikap atau menilai orang lain.

Klasifikasi Soerjono Soerkanto

Menurut Soerjono Soerkanto, kelompok sosial dapat dibedakan berdasarkan 6 kategori yaitu :

Berdasarkan besar kecilnya jumlah anggota

Kelompok sosial berdasarkan hal tersebut didalamnya dibagi menjadi 3 bagian yaitu Monad (kelompok kecil yang beranggotan satu orang), Dyad (kelompok kecil yang beranggota dua orang), dan Triad (kelompok kecil yang beranggota tiga orang).

Berdasarkan hubungan sosial dan tujuan

Berdasarkan hal ini maka kelompok sosial dibagi kedalam 4 bagian yaitu primer, sekunder, Gemeinschaft (paguyuban), dan Gesellschaft (patembayan).

Berdasarkan kepentingan dan wilayah

Dalam hal ini kelompok sosial dibagi menjadi 3, yaitu komunitas, asosiasi, dan kerumunan.

Berdasarkan Derajat interaksi sosial

Dalam hal ini kelompok sosial dibagi lagi menjadi 2 bagian yaitu kelompok yang saling mengenal satu sama lain, dan kelompok yang tidak saling mengenal atau memiliki hubungan akrab.

Berdasarkan kesadaran terhadap jenis yang sama

Berdasarkan hal ini, kelompok sosial dibagi menjadi 2 bagian, yaitu in group dan out group.

Berdasarkan derajat organisasi

Berdasarkan hal ini maka kelompok sosial dibagi menjadi 2 bagian yaitu kelompok yang terorganisasi, dan kelompok yang tidak terorganisasi.

 

media

7

​apa perasaan mu hari ini ?
media
pattern-tertiary
Kelompok sosial dalam masyarakat

By Dewi Mouhana

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 7

SLIDE