Search Header Logo
Pengembangan Wilayah

Pengembangan Wilayah

Assessment

Presentation

Geography

12th Grade

Practice Problem

Medium

Created by

Ahmad Idrus

Used 27+ times

FREE Resource

39 Slides • 65 Questions

1

media

2

media

3

media

4

media

5

media

6

media

7

media

8

media

9

media

10

media

11

Multiple Choice

Wilayah merupakan dimensi ruang/spasial berupa area-area di permukaan bumi yang memiliki karakteristik spesifik yang berbeda dengan area lainnya. Aspek pembeda tersebut dapat berupa kenampakan fisik, sosial, ekonomi, dan budaya yang terkandung di dalamnya. Perbedaan karakteristik antar wilayah terjadi akibat dinamika dan interaksi yang berbeda dari tiap komponen fisik, manusia, dan teknologi. Wilayah pertanian di perdesaan ditandai dengan kesamaan mata pencaharian penduduk sebagai petani dan lingkungan fisik berupa lahan budi daya pertanian. Pilihlah satu pernyataan yang paling tepat mengenai pengertian dan jenis-jenis wilayah!
1
Wilayah formal digolongkan berdasarkan karakteristik yang sama (homogen) seperti wilayah pertanian dan wilayah industri, sedangkan wilayah nodal terbentuk karena hubungan saling ketergantungan dengan wilayah lain
2
Wilayah nodal hanya terbentuk di daerah perkotaan dan tidak pernah terjadi di wilayah perdesaan
3
Wilayah perencanaan tidak memiliki batasan yang jelas karena bersifat dinamis mengikuti program pembangunan
4
Wilayah formal dan wilayah nodal memiliki karakteristik yang sama sehingga tidak dapat dibedakan
5
Perbedaan karakteristik antar wilayah hanya disebabkan oleh faktor fisik dan tidak dipengaruhi oleh aktivitas manusia

12

Multiple Choice

Wilayah formal (wilayah homogen) merupakan unit geografis yang digolongkan berdasarkan karakteristik yang sama, seperti aspek fisik, sosial, politik, maupun ekonomi. Wilayah nodal (wilayah fungsional) terdiri atas satuan wilayah yang heterogen sehingga memunculkan hubungan saling ketergantungan dengan wilayah lain. Wilayah perencanaan (wilayah program) merupakan satu kesatuan wilayah pengembangan yang menjadi objek dari program-program pembangunan. Pilihlah satu pernyataan yang paling tepat mengenai perbedaan ketiga jenis wilayah tersebut!
1
Wilayah formal dan wilayah nodal sama-sama memiliki karakteristik yang homogen sehingga tidak ada perbedaan mendasar
2
Wilayah formal dicirikan oleh kesamaan karakteristik, wilayah nodal dicirikan oleh hubungan fungsional dengan pusat, dan wilayah perencanaan dicirikan oleh posisinya dalam program pembangunan
3
Wilayah nodal hanya terbentuk di daerah perkotaan besar seperti Jabodetabek dan tidak terjadi di wilayah lainnya
4
Wilayah perencanaan tidak memerlukan batasan administratif karena bersifat sementara
5
Ketiga jenis wilayah memiliki kriteria penggolongan yang sama sehingga dapat digunakan secara bergantian

13

Multiple Choice

Perwilayahan (regionalisasi) merupakan proses identifikasi dan pengelompokan wilayah berdasarkan persamaan dan perbedaan karakteristiknya dengan wilayah lain. Praktik perwilayahan dilakukan dengan memperhatikan kriteria dan tujuan dari pengelompokan wilayah terkait. Kriteria perwilayahan dapat berupa aspek fisik, sosial, budaya, dan ekonomi. Perwilayahan formal dilakukan dengan mengelompokkan wilayah yang memiliki karakteristik serupa, sedangkan perwilayahan nodal dilakukan dengan mempertimbangkan hubungan antara titik pusat dengan unit-unit lain di sekitarnya. Pilihlah satu pernyataan yang paling tepat mengenai konsep perwilayahan!
1
Perwilayahan formal hanya dapat dilakukan berdasarkan aspek fisik dan tidak dapat menggunakan aspek sosial atau ekonomi
2
Perwilayahan nodal dilakukan dengan menganalisis pola interaksi antara wilayah sentral dengan wilayah di sekitarnya
3
Perwilayahan perencanaan tidak memerlukan identifikasi karena sudah ditentukan oleh pemerintah pusat
4
Hasil perwilayahan bersifat tetap dan tidak dapat berubah seiring dengan perkembangan wilayah
5
Perwilayahan hanya dapat dilakukan pada skala nasional dan tidak dapat diterapkan pada skala lokal

14

Multiple Select

Wilayah merupakan dimensi ruang/spasial berupa area-area di permukaan bumi yang memiliki karakteristik spesifik yang berbeda dengan area lainnya. Aspek pembeda tersebut dapat berupa kenampakan fisik, sosial, ekonomi, dan budaya yang terkandung di dalamnya. Wilayah formal (wilayah homogen) merupakan unit geografis yang digolongkan berdasarkan karakteristik yang sama. Wilayah nodal (wilayah fungsional) terdiri atas satuan wilayah yang heterogen sehingga memunculkan hubungan saling ketergantungan dengan wilayah lain. Wilayah perencanaan (wilayah program) merupakan satu kesatuan wilayah pengembangan yang menjadi objek dari program-program pembangunan. PILIHAH TIGA (3) JAWABAN YANG BENAR!
1
Wilayah formal digolongkan berdasarkan karakteristik yang sama seperti wilayah pertanian dan wilayah industri
2
Wilayah nodal hanya terbentuk di daerah perkotaan dan tidak pernah terjadi di wilayah perdesaan
3
Wilayah nodal terbentuk karena hubungan saling ketergantungan dengan wilayah lain yang berpusat pada titik sentral
4
Wilayah perencanaan merupakan satu kesatuan wilayah pengembangan yang menjadi objek program pembangunan
5
Wilayah formal dan wilayah nodal memiliki karakteristik yang sama sehingga tidak dapat dibedakan

15

Multiple Select

Perwilayahan (regionalisasi) merupakan proses identifikasi dan pengelompokan wilayah berdasarkan persamaan dan perbedaan karakteristiknya dengan wilayah lain. Perwilayahan formal dilakukan dengan mengelompokkan wilayah-wilayah tertentu yang memiliki karakteristik serupa (homogen). Perwilayahan nodal atau polarisasi dilakukan dengan mempertimbangkan hubungan antara titik pusat dengan unit-unit lain yang ada di sekitarnya. Perwilayahan perencanaan dilakukan dengan mengelompokkan wilayah-wilayah tertentu berdasarkan posisinya dalam suatu program pembangunan. PILIHAH TIGA (3) JAWABAN YANG BENAR!
1
Perwilayahan formal hanya dapat dilakukan berdasarkan aspek fisik dan tidak dapat menggunakan aspek sosial atau ekonomi
2
Perwilayahan nodal dilakukan dengan menganalisis pola interaksi antara wilayah sentral dengan wilayah di sekitarnya
3
Perwilayahan perencanaan tidak memerlukan identifikasi karena sudah ditentukan oleh pemerintah pusat
4
Perwilayahan formal dilakukan dengan mengelompokkan wilayah yang memiliki karakteristik serupa
5
Gerbangkertosusila merupakan contoh perwilayahan nodal dengan Surabaya sebagai titik pusat

16

Multiple Choice

Wilayah merupakan dimensi ruang/spasial berupa area-area di permukaan bumi yang memiliki karakteristik spesifik yang berbeda dengan area lainnya. Aspek pembeda tersebut dapat berupa kenampakan fisik, sosial, ekonomi, dan budaya yang terkandung di dalamnya. Wilayah formal (wilayah homogen) merupakan unit geografis yang digolongkan berdasarkan karakteristik yang sama. Wilayah nodal (wilayah fungsional) terdiri atas satuan wilayah yang heterogen sehingga memunculkan hubungan saling ketergantungan dengan wilayah lain. Wilayah perencanaan (wilayah program) merupakan satu kesatuan wilayah pengembangan yang menjadi objek dari program-program pembangunan. Pernyataan: 1. Wilayah formal digolongkan berdasarkan karakteristik yang sama seperti wilayah pertanian dan wilayah industri. 2. Wilayah nodal terbentuk karena hubungan saling ketergantungan dengan wilayah lain yang berpusat pada titik sentral. 3. Wilayah perencanaan merupakan satu kesatuan wilayah pengembangan yang menjadi objek program pembangunan. 4. Wilayah nodal hanya terbentuk di daerah perkotaan dan tidak pernah terjadi di wilayah perdesaan. 5. Wilayah formal dan wilayah nodal memiliki karakteristik yang sama sehingga tidak dapat dibedakan.
1
B-B-B-S-S
2
B-B-S-B-S
3
B-S-B-B-S
4
S-B-B-B-S
5
B-S-S-B-B

17

Multiple Choice

Perwilayahan (regionalisasi) merupakan proses identifikasi dan pengelompokan wilayah berdasarkan persamaan dan perbedaan karakteristiknya dengan wilayah lain. Perwilayahan formal dilakukan dengan mengelompokkan wilayah-wilayah tertentu yang memiliki karakteristik serupa (homogen). Perwilayahan nodal atau polarisasi dilakukan dengan mempertimbangkan hubungan antara titik pusat dengan unit-unit lain yang ada di sekitarnya. Perwilayahan perencanaan dilakukan dengan mengelompokkan wilayah-wilayah tertentu berdasarkan posisinya dalam suatu program pembangunan. Pernyataan: 1. Perwilayahan nodal dilakukan dengan menganalisis pola interaksi antara wilayah sentral dengan wilayah di sekitarnya. 2. Perwilayahan formal dilakukan dengan mengelompokkan wilayah yang memiliki karakteristik serupa. 3. Perwilayahan perencanaan tidak memerlukan identifikasi karena sudah ditentukan oleh pemerintah pusat. 4. Gerbangkertosusila merupakan contoh perwilayahan nodal dengan Surabaya sebagai titik pusat. 5. Perwilayahan formal hanya dapat dilakukan berdasarkan aspek fisik dan tidak dapat menggunakan aspek sosial atau ekonomi.
1
B-B-B-S-S
2
B-B-S-B-S
3
B-S-B-B-S
4
S-B-B-B-S
5
B-S-S-B-B

18

media

19

media

20

Multiple Choice

Pengembangan wilayah memiliki beberapa tujuan utama, yaitu mewujudkan pemerataan pertumbuhan wilayah, menjaga stabilitas ekonomi nasional, dan mendorong efisiensi pertumbuhan wilayah. Pemerataan pertumbuhan wilayah dimaksudkan untuk mengurangi kesenjangan dan menekan jumlah wilayah yang tertinggal akibat ketidakmerataan pembangunan. Stabilitas ekonomi nasional berkaitan dengan perekonomian yang kondusif dan berlangsung dalam jangka panjang. Efisiensi pertumbuhan wilayah dipengaruhi oleh ketersediaan infrastruktur dan sarana yang memadai. Pilihlah satu pernyataan yang paling tepat mengenai tujuan pengembangan wilayah!
1
Pemerataan pertumbuhan wilayah hanya fokus pada pembangunan di wilayah perkotaan tanpa memperhatikan wilayah perdesaan
2
Stabilitas ekonomi nasional tidak terkait dengan pengembangan wilayah karena hanya berkaitan dengan kebijakan moneter
3
Efisiensi pertumbuhan wilayah dapat dicapai melalui pembangunan infrastruktur yang meningkatkan konektivitas antar wilayah
4
Pengembangan wilayah hanya bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional
5
Kesenjangan antar wilayah tidak dapat dikurangi karena merupakan konsekuensi dari pembangunan yang tidak merata

21

Multiple Select

Pengembangan wilayah memiliki beberapa tujuan utama, yaitu mewujudkan pemerataan pertumbuhan wilayah, menjaga stabilitas ekonomi nasional, dan mendorong efisiensi pertumbuhan wilayah. Pemerataan pertumbuhan wilayah dimaksudkan untuk mengurangi kesenjangan dan menekan jumlah wilayah yang tertinggal akibat ketidakmerataan pembangunan. Stabilitas ekonomi nasional berkaitan dengan perekonomian yang kondusif dan berlangsung dalam jangka panjang. Efisiensi pertumbuhan wilayah dipengaruhi oleh ketersediaan infrastruktur dan sarana yang memadai. PILIHAH TIGA (3) JAWABAN YANG BENAR!
1
Pemerataan pertumbuhan wilayah bertujuan mengurangi kesenjangan antar wilayah
2
Stabilitas ekonomi nasional tidak terkait dengan pengembangan wilayah
3
Efisiensi pertumbuhan wilayah hanya bergantung pada ketersediaan sumber daya alam
4
Pengembangan wilayah bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara utuh
5
Infrastruktur yang memadai meningkatkan konektivitas dan efisiensi pertumbuhan wilayah

22

Multiple Choice

Pengembangan wilayah memiliki beberapa tujuan utama, yaitu mewujudkan pemerataan pertumbuhan wilayah, menjaga stabilitas ekonomi nasional, dan mendorong efisiensi pertumbuhan wilayah. Pemerataan pertumbuhan wilayah dimaksudkan untuk mengurangi kesenjangan dan menekan jumlah wilayah yang tertinggal akibat ketidakmerataan pembangunan. Stabilitas ekonomi nasional berkaitan dengan perekonomian yang kondusif dan berlangsung dalam jangka panjang. Efisiensi pertumbuhan wilayah dipengaruhi oleh ketersediaan infrastruktur dan sarana yang memadai. Pernyataan: 1. Pemerataan pertumbuhan wilayah bertujuan mengurangi kesenjangan antar wilayah. 2. Stabilitas ekonomi nasional tidak terkait dengan pengembangan wilayah. 3. Pengembangan wilayah bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara utuh. 4. Infrastruktur yang memadai meningkatkan konektivitas dan efisiensi pertumbuhan wilayah. 5. Efisiensi pertumbuhan wilayah hanya bergantung pada ketersediaan sumber daya alam.
1
B-B-B-S-S
2
B-B-S-B-S
3
B-S-B-B-S
4
S-B-B-B-S
5
B-S-S-B-B

23

media

24

media

25

media

26

Multiple Choice

Teori kutub pertumbuhan (the growth pole theory) dikemukakan oleh Francois Perroux pada 1955. Teori ini menyatakan bahwa pertumbuhan atau pembangunan tidak dilakukan di seluruh ruang wilayah, tetapi terbatas pada beberapa lokasi tertentu yang dianggap sebagai kutub pertumbuhan. Lokasi ini memiliki konsentrasi aktivitas masyarakat yang lebih tinggi sehingga diharapkan mampu memberikan pengaruh pertumbuhan yang positif untuk wilayah lain di sekitarnya melalui proses penjalaran (spread effect). Pilihlah satu pernyataan yang paling tepat mengenai teori kutub pertumbuhan!
1
Teori kutub pertumbuhan menyatakan bahwa pembangunan harus dilakukan secara merata di seluruh wilayah tanpa ada konsentrasi kegiatan ekonomi
2
Kutub pertumbuhan harus memiliki berbagai sektor kegiatan ekonomi yang saling berhubungan dan menciptakan efek pengganda (multiplier effect)
3
Wilayah yang dijadikan kutub pertumbuhan tidak memerlukan dukungan dari wilayah penyangga (hinterland) di sekitarnya
4
Teori kutub pertumbuhan hanya berlaku untuk negara maju dan tidak relevan untuk negara berkembang
5
Penjalaran (spread effect) selalu terjadi secara otomatis tanpa memerlukan kebijakan dari pemerintah

27

Multiple Select

Teori kutub pertumbuhan (the growth pole theory) dikemukakan oleh Francois Perroux pada 1955. Teori ini menyatakan bahwa pertumbuhan atau pembangunan tidak dilakukan di seluruh ruang wilayah, tetapi terbatas pada beberapa lokasi tertentu yang dianggap sebagai kutub pertumbuhan. Lokasi ini memiliki konsentrasi aktivitas masyarakat yang lebih tinggi sehingga diharapkan mampu memberikan pengaruh pertumbuhan yang positif untuk wilayah lain di sekitarnya melalui proses penjalaran (spread effect). Karakteristik wilayah yang dapat dijadikan sebagai lokasi kutub pertumbuhan antara lain memiliki berbagai sektor kegiatan ekonomi yang saling berhubungan, terdapat sektor yang saling terkait sehingga menciptakan efek pengganda, adanya konsentrasi geografis, dan bersifat mendorong daerah penyangga. PILIHAH TIGA (3) JAWABAN YANG BENAR!
1
Teori kutub pertumbuhan menyatakan pembangunan harus merata di seluruh wilayah
2
Kutub pertumbuhan harus memiliki sektor ekonomi yang saling berhubungan dan menciptakan efek pengganda
3
Wilayah penyangga (hinterland) berperan dalam menyediakan bahan baku bagi wilayah pusat
4
Penjalaran (spread effect) terjadi secara otomatis tanpa kebijakan pemerintah
5
Konsentrasi geografis aktivitas ekonomi menjadi modal awal terbentuknya kutub pertumbuhan

28

Multiple Choice

Teori kutub pertumbuhan (the growth pole theory) dikemukakan oleh Francois Perroux pada 1955. Teori ini menyatakan bahwa pertumbuhan atau pembangunan tidak dilakukan di seluruh ruang wilayah, tetapi terbatas pada beberapa lokasi tertentu yang dianggap sebagai kutub pertumbuhan. Lokasi ini memiliki konsentrasi aktivitas masyarakat yang lebih tinggi sehingga diharapkan mampu memberikan pengaruh pertumbuhan yang positif untuk wilayah lain di sekitarnya melalui proses penjalaran (spread effect). Pernyataan: 1. Teori kutub pertumbuhan menyatakan pembangunan harus merata di seluruh wilayah. 2. Kutub pertumbuhan harus memiliki sektor ekonomi yang saling berhubungan dan menciptakan efek pengganda. 3. Wilayah penyangga (hinterland) berperan dalam menyediakan bahan baku bagi wilayah pusat. 4. Konsentrasi geografis aktivitas ekonomi menjadi modal awal terbentuknya kutub pertumbuhan. 5. Penjalaran (spread effect) terjadi secara otomatis tanpa kebijakan pemerintah.
1
B-B-B-S-S
2
B-B-S-B-S
3
B-S-B-B-S
4
S-B-B-B-S
5
B-S-S-B-B

29

Multiple Choice

Teori kutub pertumbuhan (the growth pole theory) dikemukakan oleh Francois Perroux pada 1955. Teori ini menyatakan bahwa pertumbuhan atau pembangunan tidak dilakukan di seluruh ruang wilayah, tetapi terbatas pada beberapa lokasi tertentu yang dianggap sebagai kutub pertumbuhan. Lokasi ini memiliki konsentrasi aktivitas masyarakat yang lebih tinggi sehingga diharapkan mampu memberikan pengaruh pertumbuhan yang positif untuk wilayah lain di sekitarnya melalui proses penjalaran (spread effect). Pernyataan: 1. Teori kutub pertumbuhan menyatakan pembangunan harus merata di seluruh wilayah. 2. Kutub pertumbuhan harus memiliki sektor ekonomi yang saling berhubungan dan menciptakan efek pengganda. 3. Wilayah penyangga (hinterland) berperan dalam menyediakan bahan baku bagi wilayah pusat. 4. Konsentrasi geografis aktivitas ekonomi menjadi modal awal terbentuknya kutub pertumbuhan. 5. Penjalaran (spread effect) terjadi secara otomatis tanpa kebijakan pemerintah.
1
B-B-B-S-S
2
B-B-S-B-S
3
B-S-B-B-S
4
S-B-B-B-S
5
B-S-S-B-B

30

Multiple Choice

Bagaimana konsep trickling down effect dalam teori kutub pertumbuhan dapat membantu pemerataan pembangunan wilayah sekitar pusat pertumbuhan?

1

Dengan memusatkan semua kegiatan industri utama pada wilayah tertentu agar daerah lain dapat mengakses produk secara lebih cepat dan murah.

2

Dengan memindahkan pusat pemerintahan daerah ke wilayah hinterland agar terjadi pemerataan fungsi ekonomi secara administrasi dan politik.

3

Dengan menutup akses industri di wilayah pusat pertumbuhan agar wilayah sekitar dapat membangun kegiatan ekonomi secara mandiri.

4

Dengan mengurangi populasi penduduk di pusat pertumbuhan agar wilayah sekitar dapat menerima migrasi penduduk dan tenaga kerja produktif.

5

Dengan mengalirkan investasi dan kesempatan kerja dari wilayah pusat pertumbuhan ke wilayah di sekitarnya melalui hubungan ekonomi dan transportasi.

31

Multiple Choice

Mengapa efek penarikan (backwash effect) dalam teori kutub pertumbuhan dapat menjadi tantangan bagi pembangunan wilayah penyangga (hinterland)?

1

Karena wilayah hinterland tidak memiliki akses transportasi sehingga tidak dapat terhubung dengan wilayah pusat secara tepat waktu dan efisien.

2

Karena wilayah pusat pertumbuhan akan menarik tenaga kerja dan modal dari wilayah hinterland sehingga mengurangi potensi pertumbuhan wilayah tersebut.

3

Karena wilayah hinterland terlalu jauh dari pusat distribusi barang sehingga menghambat aktivitas perdagangan barang dan jasa secara regional.

4

Karena wilayah hinterland memiliki kesulitan dalam mengakses teknologi yang berkembang pesat di pusat pertumbuhan wilayah perkotaan.

5

Karena wilayah hinterland tidak memiliki keragaman sumber daya manusia yang memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi wilayahnya sendiri.

32

media

33

media

34

Multiple Choice

Pemerintah Indonesia membagi wilayah nasional ke dalam empat region pusat pertumbuhan, yaitu Medan, Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Masing-masing pusat pertumbuhan tersebut kemudian dibagi lagi ke dalam beberapa wilayah pembangunan. Wilayah Pembangunan IV mencakup Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pusat pertumbuhan di Jakarta. Wilayah Pembangunan VIII mencakup Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara dengan pusat pertumbuhan di Makassar. Pilihlah satu pernyataan yang paling tepat mengenai implementasi teori kutub pertumbuhan di Indonesia!
1
Pembagian wilayah menjadi empat pusat pertumbuhan bertujuan untuk mendorong pemerataan pembangunan dan mengurangi kesenjangan antar wilayah
2
Pusat pertumbuhan di Medan hanya melayani wilayah Sumatra Utara dan tidak mencakup provinsi lain
3
Wilayah Pembangunan IV dengan pusat di Jakarta hanya mencakup provinsi di Pulau Jawa
4
Pembangunan di wilayah timur Indonesia tidak memerlukan pusat pertumbuhan karena potensi sumber daya yang terbatas
5
Teori kutub pertumbuhan tidak diterapkan dalam kebijakan pembangunan nasional Indonesia

35

Multiple Select

Pemerintah Indonesia membagi wilayah nasional ke dalam empat region pusat pertumbuhan, yaitu Medan, Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Masing-masing pusat pertumbuhan tersebut kemudian dibagi lagi ke dalam beberapa wilayah pembangunan. Wilayah Pembangunan IV mencakup Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pusat pertumbuhan di Jakarta. Wilayah Pembangunan VIII mencakup Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara dengan pusat pertumbuhan di Makassar. PILIHAH TIGA (3) JAWABAN YANG BENAR!
1
Pusat pertumbuhan di Medan hanya melayani wilayah Sumatra Utara
2
Wilayah Pembangunan IV dengan pusat Jakarta hanya mencakup provinsi di Pulau Jawa
3
Pembagian empat pusat pertumbuhan bertujuan mendorong pemerataan pembangunan
4
Wilayah Pembangunan VIII dengan pusat Makassar mencakup Nusa Tenggara dan Sulawesi
5
Pusat pertumbuhan di Surabaya melayani wilayah Jawa Timur dan Bali

36

Multiple Choice

Pemerintah Indonesia membagi wilayah nasional ke dalam empat region pusat pertumbuhan, yaitu Medan, Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Masing-masing pusat pertumbuhan tersebut kemudian dibagi lagi ke dalam beberapa wilayah pembangunan. Wilayah Pembangunan IV mencakup Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pusat pertumbuhan di Jakarta. Wilayah Pembangunan VIII mencakup Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara dengan pusat pertumbuhan di Makassar. Pernyataan: 1. Pembagian empat pusat pertumbuhan bertujuan mendorong pemerataan pembangunan. 2. Pusat pertumbuhan di Medan hanya melayani wilayah Sumatra Utara. 3. Wilayah Pembangunan IV dengan pusat Jakarta hanya mencakup provinsi di Pulau Jawa. 4. Pusat pertumbuhan di Surabaya melayani wilayah Jawa Timur dan Bali. 5. Wilayah Pembangunan VIII dengan pusat Makassar mencakup Nusa Tenggara dan Sulawesi.
1
B-B-B-S-S
2
B-B-S-B-S
3
B-S-B-B-S
4
S-B-B-B-S
5
B-S-S-B-B

37

media

38

Multiple Choice

Mengapa teori lokasi penting untuk dipertimbangkan dalam perencanaan pembangunan wilayah, terutama ketika terjadi perubahan mekanisme pasar dan pelaku ekonomi yang semakin kompleks?

1

Karena teori lokasi dapat membantu pemetaan letak sumber daya alam agar dapat dikendalikan oleh pemerintah pusat demi pemerataan pembangunan nasional.

2

Karena teori lokasi memungkinkan adanya pengendalian harga bahan baku yang fluktuatif agar tetap stabil pada setiap daerah yang menjadi lokasi kegiatan ekonomi utama.

3

Karena teori lokasi menjadi pedoman dalam menentukan pemanfaatan ruang wilayah secara optimal agar dapat menghasilkan nilai tambah ekonomi pada setiap lokasi dengan mempertimbangkan dinamika pasar dan perubahan pola interaksi antar pelaku ekonomi.

4

Karena teori lokasi menjamin adanya pemerataan infrastruktur di setiap wilayah sehingga tidak terjadi ketimpangan pembangunan antar daerah akibat perubahan pasar global.

5

Karena teori lokasi memberikan kepastian hukum dalam pemanfaatan ruang wilayah untuk kepentingan investasi asing sehingga dapat meningkatkan daya saing wilayah di tingkat internasional.

39

media

40

media

41

media

42

Multiple Choice

Teori lokasi klasik (teori sewa tanah) diperkenalkan oleh J.H. von Thunen pada 1982. Teori ini mengasumsikan bahwa nilai sewa lahan pertanian ditentukan oleh jaraknya terhadap pusat kota atau pasar. Harga lahan akan semakin menurun seiring dengan meningkatnya jarak lahan dari pusat kota. Asumsi ini diukur berdasarkan perbedaan manfaat biaya transportasi yang diperoleh dari lokasi lahan yang dekat dengan pusat kota. Pilihlah satu pernyataan yang paling tepat mengenai teori lokasi klasik Von Thunen!
1
Nilai sewa lahan pertanian akan semakin tinggi seiring dengan meningkatnya jarak dari pusat kota
2
Semakin dekat jarak lahan dengan pusat kota, biaya transportasi semakin rendah sehingga nilai sewa lahan semakin tinggi
3
Teori Von Thunen hanya berlaku untuk lahan perkotaan dan tidak berlaku untuk lahan pertanian
4
Jarak lahan dari pusat kota tidak memengaruhi nilai sewa karena harga ditentukan oleh kesuburan tanah
5
Semua lahan pertanian memiliki nilai sewa yang sama tanpa memandang jarak dari pusat kota

43

Multiple Choice

Mengapa teori sewa tanah Von Thunen dianggap relevan dalam perencanaan pengembangan wilayah pertanian di sekitar kawasan perkotaan saat ini?

1

Karena teori ini menunjukkan hubungan antara luas lahan pertanian dengan kebutuhan masyarakat kota secara keseluruhan untuk menjaga stabilitas harga pangan daerah.

2

Karena teori ini menjelaskan hubungan jarak lahan dengan pusat kota yang mempengaruhi efisiensi biaya transportasi hasil panen ke pasar secara berkelanjutan.

3

Karena teori ini dapat menjelaskan distribusi penduduk pedesaan terhadap penggunaan lahan dan distribusi aktivitas industri untuk menekan biaya operasional.

4

Karena teori ini menunjukkan hubungan antara ketersediaan lahan dengan kapasitas sumber daya manusia dalam menunjang produktivitas wilayah perkotaan dan sekitarnya.

5

Karena teori ini membantu mengidentifikasi letak permukiman baru yang sesuai dengan kebutuhan penduduk perkotaan yang terus meningkat pesat setiap tahun.

44

Multiple Select

Teori lokasi klasik (teori sewa tanah) diperkenalkan oleh J.H. von Thunen pada 1982. Teori ini mengasumsikan bahwa nilai sewa lahan pertanian ditentukan oleh jaraknya terhadap pusat kota atau pasar. Harga lahan akan semakin menurun seiring dengan meningkatnya jarak lahan dari pusat kota. Semakin dekat jarak lahan dengan pusat kota, biaya transportasi semakin rendah sehingga nilai sewa lahan semakin tinggi. Gagasan utama teori ini antara lain lokasi lahan pertanian yang jauh dari pusat kota akan mengharuskan petani menempuh jarak yang cukup jauh, nilai sewa lahan berbeda-beda bergantung pada jarak, dan produsen tersebar di daerah luas tetapi konsumen terkonsentrasi di pusat kota. PILIHAH TIGA (3) JAWABAN YANG BENAR!
1
Semakin dekat jarak lahan dengan pusat kota, nilai sewa lahan semakin tinggi
2
Semakin jauh jarak lahan dari pusat kota, biaya transportasi semakin tinggi
3
Nilai sewa lahan ditentukan oleh kesuburan tanah tanpa memandang jarak
4
Konsumen terkonsentrasi di pusat kota sedangkan produsen tersebar luas
5
Teori Von Thunen relevan untuk menjelaskan pola pemanfaatan lahan pertanian

45

Multiple Choice

Bagaimana konsep teori sewa tanah Von Thunen dapat digunakan untuk mengoptimalkan nilai tambah wilayah dalam pembangunan berbasis lokasi?

1

Dengan memindahkan pusat pasar ke wilayah yang lebih dekat dengan lahan pertanian agar distribusi barang lebih merata ke seluruh pelosok wilayah.

2

Dengan memprioritaskan lahan yang jauh dari pasar untuk kegiatan pertanian agar dapat meningkatkan produksi pangan secara masif dan terencana.

3

Dengan menjadikan lahan yang berlokasi jauh dari pusat kota sebagai pusat kegiatan industri sehingga dapat mengurangi kepadatan perkotaan.

4

Dengan memanfaatkan kedekatan lahan pertanian dengan pusat pasar untuk menekan biaya distribusi serta memaksimalkan keuntungan bagi petani setempat.

5

Dengan menetapkan harga jual produk pertanian berdasarkan luas lahan yang digunakan untuk mendukung pendapatan petani di sekitar perkotaan.

46

Multiple Choice

Mengapa perbedaan nilai sewa lahan dalam teori lokasi klasik menjadi pertimbangan penting bagi produsen dalam memilih lokasi kegiatan ekonomi?

1

Karena perbedaan nilai sewa lahan menentukan kecepatan petani dalam memanen hasil pertanian yang berdekatan dengan pusat pasar secara musiman.

2

Karena nilai sewa lahan berpengaruh terhadap luas lahan pertanian yang dapat dibeli oleh petani untuk menunjang distribusi pangan ke wilayah terpencil.

3

Karena perbedaan nilai sewa lahan mencerminkan biaya transportasi dan potensi keuntungan yang dapat diperoleh dari penjualan hasil pertanian ke pusat pasar.

4

Karena nilai sewa lahan yang tinggi menunjukkan tingkat kesuburan lahan yang dapat memengaruhi hasil panen petani dalam jangka panjang.

5

Karena nilai sewa lahan yang berbeda dapat digunakan untuk menentukan zonasi industri yang dekat dengan wilayah pemukiman masyarakat lokal.

47

media

48

Multiple Choice

Teori lokasi optimum diperkenalkan oleh Alfred Weber pada 1909. Landasan berpikir teori ini menyatakan bahwa penentuan lokasi industri didasarkan pada prinsip biaya minimum. Lokasi industri yang menguntungkan terletak pada wilayah dengan biaya transportasi dan biaya tenaga kerja paling rendah. Indeks material merupakan perbandingan antara berat bahan baku dengan berat produk akhir yang akan dipasarkan. Pilihlah satu pernyataan yang paling tepat mengenai teori lokasi optimum Alfred Weber!
1
Lokasi industri sebaiknya selalu ditempatkan dekat dengan pasar tanpa mempertimbangkan lokasi bahan baku
2
Jika berat bahan baku lebih besar daripada berat produk akhir (indeks material >1), lokasi optimum berada di dekat bahan baku
3
Biaya tenaga kerja tidak menjadi pertimbangan dalam penentuan lokasi industri menurut Weber
4
Semua industri sebaiknya ditempatkan di tengah antara bahan baku dan pasar untuk meminimalkan biaya
5
Teori Weber tidak mempertimbangkan faktor transportasi dalam penentuan lokasi industri

49

Multiple Select

Teori lokasi optimum diperkenalkan oleh Alfred Weber pada 1909. Landasan berpikir teori ini menyatakan bahwa penentuan lokasi industri didasarkan pada prinsip biaya minimum. Lokasi industri yang menguntungkan terletak pada wilayah dengan biaya transportasi dan biaya tenaga kerja paling rendah. Indeks material merupakan perbandingan antara berat bahan baku dengan berat produk akhir. Jika indeks material <1 (bahan baku lebih ringan), lokasi optimum dekat pasar. Jika indeks material >1 (bahan baku lebih berat), lokasi optimum dekat bahan baku. Jika indeks material =1 (netral), lokasi optimum di tengah. PILIHAH TIGA (3) JAWABAN YANG BENAR!
1
Jika berat bahan baku lebih kecil dari produk akhir, lokasi optimum berada di dekat pasar
2
Biaya transportasi dan biaya tenaga kerja menjadi pertimbangan penentuan lokasi industri
3
Jika indeks material lebih dari 1, lokasi optimum berada di dekat bahan baku
4
Teori Weber tidak mempertimbangkan biaya transportasi
5
Semua industri sebaiknya ditempatkan di tengah antara bahan baku dan pasar

50

Multiple Choice

Mengapa teori lokasi optimum Alfred Weber menekankan pentingnya penentuan lokasi industri berdasarkan prinsip biaya minimum meskipun pelaku industri memiliki kebebasan dalam memilih lokasi industrinya?

1

Karena prinsip biaya minimum menjadi cara untuk mempermudah pemerintah dalam mengatur distribusi bahan baku dari satu wilayah ke wilayah lain dengan biaya transportasi terendah.

2

Karena prinsip biaya minimum membantu pelaku industri dalam meminimalkan biaya transportasi dan tenaga kerja sehingga lokasi industri dapat memberikan keuntungan ekonomi secara maksimal.

3

Karena prinsip biaya minimum menjamin adanya pemerataan pembangunan industri antar daerah agar distribusi barang dan bahan baku lebih cepat.

4

Karena prinsip biaya minimum dapat membantu dalam mempertahankan harga bahan baku yang stabil pada setiap wilayah yang memiliki potensi industri unggulan.

5

Karena prinsip biaya minimum menjadi acuan dalam penentuan lokasi industri agar perusahaan dapat meningkatkan kualitas produksi dalam menghadapi persaingan global.

51

Multiple Choice

Mengapa dalam teori lokasi optimum, jika berat bahan baku jauh lebih besar daripada berat produk akhir, lokasi industri sebaiknya ditempatkan lebih dekat dengan lokasi bahan baku dibandingkan dekat dengan pasar?

1

Karena mendekatkan industri ke lokasi bahan baku akan meminimalkan biaya transportasi bahan baku yang berat sebelum diolah menjadi produk akhir yang lebih ringan sehingga efisiensi distribusi dapat tercapai.

2

Karena mendekatkan industri ke lokasi bahan baku akan mengurangi risiko kerusakan bahan baku akibat transportasi jarak jauh yang membutuhkan waktu lama.

3

Karena mendekatkan industri ke lokasi bahan baku akan memudahkan pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan terhadap kegiatan industri yang memanfaatkan sumber daya alam setempat.

4

Karena mendekatkan industri ke lokasi bahan baku akan mempermudah pekerja lokal untuk memperoleh pekerjaan di wilayah industri yang membutuhkan banyak tenaga kerja kasar.

5

Karena mendekatkan industri ke lokasi bahan baku akan membantu perusahaan dalam memperoleh izin pengelolaan lingkungan secara lebih cepat dari pemerintah daerah.

52

media

53

Multiple Choice

Bagaimana penerapan konsep indeks material dalam teori lokasi optimum Alfred Weber dapat membantu pelaku industri dalam menempatkan lokasi industri mereka agar efisien dalam biaya transportasi dan distribusi?

1

Dengan menghitung jarak antara pasar dengan lokasi bahan baku sehingga industri dapat menekan biaya operasional secara keseluruhan agar hasil produksi lebih cepat didistribusikan.

2

Dengan membandingkan biaya transportasi untuk pengiriman barang jadi dengan biaya transportasi bahan baku agar lokasi industri lebih dekat dengan konsumen utama yang membutuhkan barang tersebut.

3

Dengan menyesuaikan kapasitas produksi industri dengan luas lahan yang tersedia sehingga pengiriman bahan baku ke lokasi industri dapat lebih cepat dilakukan.

4

Dengan menghitung biaya pengiriman barang jadi ke wilayah tujuan pasar utama agar harga barang tetap kompetitif dalam persaingan pasar.

5

Dengan memperhitungkan perbandingan berat bahan baku dengan berat produk akhir sehingga industri dapat menentukan apakah lokasi harus dekat bahan baku, dekat pasar, atau berada di antara keduanya untuk meminimalkan ongkos transportasi.

54

media

55

media

56

Multiple Choice

Mengapa sebuah industri minuman ringan sebaiknya tidak diletakkan di dekat sumber bahan baku utama berupa air mineral murni yang relatif ringan, tetapi justru dekat dengan pasar konsumennya?

1

Karena lokasi di dekat pasar memberikan kemudahan promosi produk dan memungkinkan penggunaan teknologi distribusi digital yang efisien.

2

Karena bahan baku seperti air mineral tidak memiliki batasan ketersediaan dan dapat diproduksi di mana saja tanpa tergantung pada kualitas lokasi.

3

Karena perusahaan harus mengikuti kebijakan pemerintah daerah yang mendorong penyebaran industri ke wilayah padat penduduk.

4

Karena mendekati pasar akan meningkatkan nilai jual produk meskipun ongkos transportasi menjadi lebih mahal secara keseluruhan.

5

Karena produk akhir lebih berat akibat penambahan kemasan dan zat tambahan, sehingga mendekati pasar mengurangi total biaya distribusi.

57

media

58

Multiple Choice

Bagaimana cara terbaik menentukan lokasi pabrik pengolahan tebu menjadi gula, bila berat bahan baku jauh lebih besar daripada berat produk akhirnya?

1

Dengan memilih lokasi dekat pasar agar produk gula lebih cepat terdistribusi ke konsumen dan mengurangi waktu tunggu permintaan.

2

Dengan membangun pabrik di tengah antara ladang tebu dan pasar agar proses pengangkutan bahan dan produk seimbang.

3

Dengan menempatkan pabrik di lokasi yang netral untuk mengakomodasi fluktuasi permintaan dan pasokan secara efisien.

4

Dengan mendirikan pabrik di dekat ladang tebu agar volume besar bahan baku tidak menyebabkan biaya transportasi membengkak.

5

Dengan mempertimbangkan lokasi dengan infrastruktur transportasi terbaik walaupun jauh dari bahan baku dan pasar.

59

media

60

Multiple Choice

Teori lokasi sentral dipopulerkan oleh Walter Christaller pada tahun 1933. Teori ini membahas model hierarki perkotaan yang digambarkan dalam sistem geometrik berbentuk heksagonal. Penentuan pusat pelayanan dalam teori ini dipengaruhi oleh dua variabel penting, yaitu treshold dan range. Treshold merupakan nilai minimum yang diperlukan pelaku ekonomi untuk menjaga stabilitas produksinya. Range merupakan jarak maksimum yang harus ditempuh oleh penduduk untuk mendapatkan barang/jasa di lokasi sentral. Pilihlah satu pernyataan yang paling tepat mengenai teori lokasi sentral Christaller!
1
Semakin tinggi hierarki suatu pusat pelayanan, semakin kecil wilayah pelayanannya karena hanya melayani kebutuhan sehari-hari
2
Treshold adalah jarak maksimum yang ditempuh penduduk untuk mendapatkan barang, sedangkan range adalah nilai minimum yang diperlukan pelaku ekonomi
3
Lokasi sentral terbentuk akibat interaksi antar wilayah perdagangan yang digambarkan dalam bentuk lingkaran saling berhimpitan
4
Teori lokasi sentral mengasumsikan bahwa topografi wilayah berbukit dan penduduk tersebar tidak merata
5
Semakin rendah hierarki pusat pelayanan, semakin besar wilayah pelayanannya karena menjangkau lebih banyak penduduk

61

Multiple Choice

Bagaimana konsep threshold (ambang batas) dalam teori lokasi sentral dapat mempengaruhi terbentuknya hierarki pusat pelayanan dalam sebuah wilayah perkotaan?

1

Threshold menentukan jarak maksimum yang dapat dicapai oleh penduduk sehingga wilayah pelayanan akan terbagi menjadi beberapa tingkat dengan jangkauan yang berbeda.

2

Threshold menentukan tingkat pendapatan minimum yang dibutuhkan penduduk agar dapat mengakses pelayanan publik pada wilayah pusat pelayanan utama.

3

Threshold sebagai nilai minimum pendapatan atau usaha yang dibutuhkan pelaku ekonomi untuk mempertahankan produksi akan mempengaruhi ukuran dan jumlah pusat pelayanan pada setiap tingkatan hierarki wilayah.

4

Threshold digunakan untuk menetapkan harga barang dan jasa di setiap pusat pelayanan agar distribusi barang dan jasa tidak mengalami kendala jarak yang terlalu jauh.

5

Threshold membantu dalam menentukan besaran wilayah pelayanan yang dapat dikelola oleh pemerintah agar distribusi penduduk tetap merata pada semua wilayah perkotaan.

62

Multiple Select

Teori lokasi sentral dipopulerkan oleh Walter Christaller pada tahun 1933. Teori ini membahas model hierarki perkotaan yang digambarkan dalam sistem geometrik berbentuk heksagonal. Penentuan pusat pelayanan dalam teori ini dipengaruhi oleh dua variabel penting, yaitu treshold dan range. Treshold merupakan nilai minimum yang diperlukan pelaku ekonomi untuk menjaga stabilitas produksinya. Range merupakan jarak maksimum yang harus ditempuh oleh penduduk untuk mendapatkan barang/jasa di lokasi sentral. Asumsi dasar teori ini antara lain topografi datar, mobilitas ke segala arah, penduduk dan daya beli tersebar merata, serta pembeli mengutamakan jarak minimum. PILIHAH TIGA (3) JAWABAN YANG BENAR!
1
Treshold adalah jarak maksimum yang ditempuh penduduk
2
Range adalah jarak maksimum yang ditempuh untuk mendapatkan barang
3
Lokasi sentral terbentuk dari interaksi antar wilayah perdagangan berbentuk heksagonal
4
Semakin tinggi hierarki pusat pelayanan, semakin luas wilayah pelayanannya
5
Teori lokasi sentral mengasumsikan topografi berbukit

63

media

64

Multiple Choice

Mengapa teori lokasi sentral menggunakan pola geometris heksagonal dalam penentuan pusat pelayanan wilayah, bukan pola lingkaran yang lebih sederhana secara visual?

1

Karena pola heksagonal memungkinkan pembagian wilayah pelayanan secara lebih luas tanpa adanya area kosong atau tumpang tindih antar wilayah pusat pelayanan yang berdekatan.

2

Karena pola heksagonal dapat memudahkan pemerintah dalam mengukur radius jarak pelayanan setiap pusat kegiatan ekonomi secara merata di semua arah.

3

Karena pola heksagonal digunakan untuk membedakan antara wilayah pusat pelayanan dengan wilayah penyangga agar distribusi barang dan jasa tetap stabil.

4

Karena pola heksagonal menjamin adanya jarak yang sama antara satu pusat pelayanan dengan pusat pelayanan lainnya dalam satu sistem wilayah.

5

Karena pola heksagonal membantu pelaku ekonomi untuk memetakan kekuatan pasar setiap pusat pelayanan agar dapat menarik konsumen lebih banyak.

65

Multiple Choice

Mengapa dalam teori lokasi sentral, range atau jarak maksimum yang ditempuh penduduk menjadi variabel penting dalam menentukan posisi pusat pelayanan dalam satu sistem wilayah?

1

Karena range dapat menentukan kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh pusat pelayanan kepada penduduk di wilayah perkotaan dan pedesaan.

2

Karena range menjadi acuan untuk mengatur rute transportasi publik yang menghubungkan wilayah pusat pelayanan dengan wilayah penyangga secara efisien.

3

Karena range membantu pemerintah dalam mengatur pola distribusi barang dan jasa dari pusat pelayanan utama ke wilayah penyangga agar terjadi efisiensi distribusi.

4

Karena range akan mempengaruhi tingkat harga barang dan jasa yang dijual di wilayah pusat pelayanan sesuai dengan tingkat daya beli penduduk.

5

Karena range menunjukkan batas jarak maksimum yang dapat ditempuh penduduk untuk memperoleh barang dan jasa sehingga lokasi pusat pelayanan berada dalam jangkauan efektif masyarakat.

66

media

67

Multiple Choice

Bagaimana pengaruh asumsi topografi wilayah yang datar terhadap keakuratan penerapan teori lokasi sentral dalam kehidupan nyata?

1

Topografi datar memungkinkan pergerakan barang dan jasa secara efisien, sehingga memperkuat pembentukan pola distribusi pasar yang simetris.

2

Wilayah datar mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah karena semua titik memiliki akses transportasi yang relatif seimbang.

3

Permukaan yang datar memudahkan penghitungan jarak minimum oleh konsumen yang rasional dalam memilih pusat layanan terdekat.

4

Tanpa wilayah yang datar, biaya transportasi akan bervariasi, menyebabkan pusat-pusat pelayanan bergeser dari posisi idealnya.

5

Karena kontur tanah yang datar memberikan peluang yang lebih besar bagi berkembangnya pusat pertumbuhan sekunder secara alami.

68

Multiple Choice

Mengapa teori lokasi sentral sangat bergantung pada anggapan bahwa daya beli penduduk tersebar merata di seluruh wilayah?

1

Karena penyebaran daya beli yang merata memungkinkan semua jenis barang dapat dijual dengan harga seragam di seluruh lokasi dalam sistem pasar.

2

Karena tanpa persebaran daya beli yang merata, tidak akan ada cukup konsumen untuk membentuk hirarki pusat pelayanan yang stabil.

3

Karena daya beli yang merata memastikan setiap titik dalam wilayah dapat berkembang menjadi pusat distribusi regional.

4

Karena jika daya beli tidak merata, maka bentuk dan jumlah pusat pelayanan akan mengikuti struktur ekonomi lokal, bukan model teori.

5

Karena asumsi tersebut memungkinkan mobilitas sosial antarwilayah berlangsung tanpa hambatan struktural dari perbedaan ekonomi.

69

media

70

Multiple Choice

Teori agropolitan merupakan pendekatan dalam pengembangan wilayah yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan dan pemerataan pembangunan. Secara etimologis, istilah agropolitan berasal dari dua kata, yaitu "agro" yang berarti pertanian dan "polis" yang berarti kota. Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Friedman dan Douglass pada tahun 1978. Konsep dasar dalam paradigma ini menitikberatkan pada penyediaan fasilitas yang setara dengan kota untuk kesejahteraan masyarakat desa. Pilihlah satu pernyataan yang paling tepat mengenai teori agropolitan!
1
Teori agropolitan hanya berfokus pada pengembangan sektor industri di wilayah perdesaan dan mengabaikan sektor pertanian
2
Agropolitan bertujuan mengurangi ketimpangan regional antara desa dan kota dengan menyediakan fasilitas setara kota di perdesaan
3
Teori agropolitan tidak memerlukan dukungan infrastruktur karena hanya berorientasi pada pemberdayaan masyarakat
4
Konsep agropolitan hanya berlaku untuk wilayah yang memiliki potensi pariwisata dan tidak untuk pertanian
5
Pusat pelayanan agropolitan hanya menyediakan fasilitas ekonomi dan tidak mencakup pelayanan sosial budaya

71

Multiple Select

Teori agropolitan merupakan pendekatan dalam pengembangan wilayah yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan dan pemerataan pembangunan. Secara etimologis, istilah agropolitan berasal dari dua kata, yaitu "agro" yang berarti pertanian dan "polis" yang berarti kota. Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Friedman dan Douglass pada tahun 1978. Konsep dasar dalam paradigma ini menitikberatkan pada penyediaan fasilitas yang setara dengan kota untuk kesejahteraan masyarakat desa. Pusat pelayanan agropolitan memberikan keuntungan bagi petani karena dapat meminimalkan biaya produksi dan biaya pemasaran. PILIHAH TIGA (3) JAWABAN YANG BENAR!
1
Agropolitan berasal dari kata "agro" (pertanian) dan "polis" (kota)
2
Agropolitan bertujuan mengurangi ketimpangan antara desa dan kota
3
Teori agropolitan hanya berfokus pada sektor industri
4
Agropolitan tidak memerlukan dukungan infrastruktur
5
Pusat pelayanan agropolitan meminimalkan biaya produksi dan pemasaran petani

72

Multiple Choice

Bagaimana penerapan konsep agropolitan dapat membantu petani dalam meminimalkan biaya produksi dan biaya pemasaran hasil pertanian mereka di wilayah pedesaan?

1

Dengan menyediakan pusat pelayanan wilayah yang dekat dengan lahan pertanian sehingga petani dapat memperoleh sarana produksi pertanian dan akses pasar dalam satu kawasan terintegrasi.

2

Dengan membentuk koperasi pertanian yang terpusat di perkotaan agar petani dapat menjual hasil panen mereka dengan harga yang stabil melalui perantara pedagang kota.

3

Dengan menetapkan harga jual hasil pertanian melalui kebijakan pemerintah daerah agar petani memiliki keuntungan tetap dalam menjual produknya ke kota.

4

Dengan mengurangi jumlah tengkulak yang mengambil keuntungan besar dari hasil pertanian petani sehingga pendapatan petani menjadi lebih meningkat dari sebelumnya.

5

Dengan meningkatkan program pelatihan bagi petani agar dapat menghasilkan produk pertanian yang berkualitas tinggi sesuai dengan permintaan pasar perkotaan.

73

Multiple Choice

Mengapa teori agropolitan dianggap mampu mengurangi ketimpangan pembangunan antara wilayah desa dengan kota dalam konteks pembangunan wilayah berbasis pertanian?

1

Karena teori agropolitan membantu pemerintah dalam memindahkan sebagian penduduk kota ke wilayah desa untuk mengurangi kepadatan penduduk pada kota besar yang terus berkembang.

2

Karena teori agropolitan memfokuskan pembangunan pertanian dan penyediaan fasilitas yang setara dengan kota agar masyarakat desa memperoleh pelayanan ekonomi dan sosial budaya yang lebih baik.

3

Karena teori agropolitan mendorong pembangunan industri besar di perkotaan agar hasil pertanian dari desa dapat segera dipasarkan ke wilayah lain dengan harga yang stabil.

4

Karena teori agropolitan memberikan kesempatan bagi masyarakat kota untuk mengelola lahan pertanian di desa agar terjadi pemerataan pendapatan antarwilayah.

5

Karena teori agropolitan mengutamakan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan antar kota dan desa agar akses distribusi hasil pertanian lebih cepat.

74

Multiple Choice

Mengapa pembangunan wilayah dengan pendekatan agropolitan perlu menyediakan fasilitas pelayanan ekonomi, sosial, dan budaya setara dengan kota pada wilayah pedesaan?

1

Karena penyediaan fasilitas setara kota di wilayah pedesaan akan menarik penduduk kota untuk pindah dan menetap di desa sehingga mengurangi kepadatan kota.

2

Karena penyediaan fasilitas tersebut dapat meningkatkan produktivitas petani agar mampu bersaing dengan sektor industri kota dalam memasarkan produk pertanian.

3

Karena penyediaan fasilitas tersebut akan meningkatkan pendapatan daerah melalui pajak daerah yang diperoleh dari aktivitas ekonomi di wilayah pedesaan.

4

Karena penyediaan fasilitas tersebut akan membantu pemerataan akses pelayanan dan mendorong kesejahteraan masyarakat desa sehingga tidak terjadi kesenjangan dengan masyarakat perkotaan.

5

75

media

76

Multiple Choice

Mengapa perencanaan pengembangan wilayah di Indonesia memerlukan pendekatan yang bersifat lintas sektor dan lintas wilayah secara menyeluruh?

1

Karena penyebaran jumlah penduduk yang tidak merata antar wilayah menimbulkan kebutuhan pembangunan yang seragam untuk semua daerah.

2

Karena luasnya wilayah dan keragaman karakteristik fisik serta sosial budaya menuntut kebijakan yang mengakomodasi potensi lokal yang homogen.

3

Karena kebutuhan ruang untuk permukiman dan industri hanya dapat dipenuhi dengan pemekaran wilayah secara administratif.

4

Karena perencanaan spasial harus mempertimbangkan pertumbuhan penduduk dan keterbatasan daya dukung lingkungan di setiap wilayah.

5

Karena seluruh wilayah Indonesia memiliki tingkat pembangunan yang setara sehingga pendekatan sektoral tunggal dinilai paling efisien.

77

media

78

Multiple Choice

Pengembangan wilayah dapat ditinjau dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan spasial dan pendekatan sektoral. Pendekatan spasial berorientasi pada lokasi atau letak pengembangan suatu wilayah dengan memperhatikan struktur keruangan, pemanfaatan lahan, dan keterkaitan antar wilayah. Pendekatan sektoral merupakan cara pandang bahwa seluruh kegiatan ekonomi di dalam wilayah perencanaan dikelompokkan atas dasar sektor-sektor yang berfokus pada aktivitas manusia. Pilihlah satu pernyataan yang paling tepat mengenai pendekatan spasial dan sektoral dalam pengembangan wilayah!
1
Pendekatan spasial memperhatikan lokasi, struktur keruangan, dan keterkaitan antar wilayah, sedangkan pendekatan sektoral mengelompokkan kegiatan berdasarkan sektor ekonomi
2
Pendekatan spasial hanya memperhatikan aspek fisik wilayah dan tidak mempertimbangkan aktivitas ekonomi masyarakat
3
Pendekatan sektoral lebih unggul daripada pendekatan spasial karena lebih mudah diimplementasikan
4
Kedua pendekatan tidak dapat digunakan secara bersamaan karena memiliki landasan yang berbeda
5
Pendekatan spasial hanya relevan untuk pengembangan wilayah perkotaan, sedangkan sektoral untuk perdesaan

79

Multiple Select

Pengembangan wilayah dapat ditinjau dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan spasial dan pendekatan sektoral. Pendekatan spasial berorientasi pada lokasi atau letak pengembangan suatu wilayah dengan memperhatikan struktur keruangan, pemanfaatan lahan, dan keterkaitan antar wilayah. Pendekatan sektoral merupakan cara pandang bahwa seluruh kegiatan ekonomi di dalam wilayah perencanaan dikelompokkan atas dasar sektor-sektor yang berfokus pada aktivitas manusia. Analisis pendekatan sektoral dilakukan dengan pertanyaan sektor apa yang memiliki nilai keunggulan kompetitif, bersifat basis atau nonbasis, memiliki nilai tambah tinggi, dan banyak menyerap tenaga kerja. PILIHAH TIGA (3) JAWABAN YANG BENAR!
1
Pendekatan spasial hanya memperhatikan aspek fisik tanpa aktivitas ekonomi
2
Pendekatan spasial memperhatikan struktur keruangan dan keterkaitan antar wilayah
3
Pendekatan sektoral mengelompokkan kegiatan berdasarkan sektor ekonomi
4
Pendekatan sektoral hanya berlaku untuk sektor primer
5
Analisis sektoral mencakup sektor primer, sekunder, dan tersier

80

Multiple Choice

Bagaimana pendekatan pengembangan wilayah dapat digunakan untuk mengatasi tantangan ketimpangan pembangunan antarwilayah di Indonesia?

1

Dengan memberikan prioritas pembangunan infrastruktur di wilayah-wilayah yang memiliki kontribusi ekonomi terbesar secara nasional.

2

Dengan menerapkan kebijakan desentralisasi yang memperkuat peran daerah dalam menentukan arah pembangunan berbasis potensi lokal.

3

Dengan membentuk lebih banyak provinsi dan kabupaten agar koordinasi pembangunan menjadi lebih terpusat dan terkendali.

4

Dengan menetapkan wilayah perkotaan sebagai pusat pertumbuhan dan menjadikan wilayah pedesaan sebagai daerah penyangga.

5

Dengan membatasi urbanisasi dan memindahkan sebagian besar penduduk ke wilayah perbatasan melalui program transmigrasi besar-besaran.

81

media

82

Multiple Choice

Bagaimana pendekatan spasial dapat digunakan untuk merencanakan pengembangan wilayah yang berkelanjutan di daerah perkotaan yang mengalami konversi lahan pertanian secara masif?

1

Dengan menganalisis potensi ekonomi wilayah untuk memaksimalkan pendapatan daerah melalui sektor properti dan perdagangan.

2

Dengan mengidentifikasi perubahan struktur keruangan agar jaringan infrastruktur tidak terputus dan tetap fungsional.

3

Dengan memprioritaskan nilai investasi pembangunan baru tanpa menghambat pertumbuhan sektor jasa yang dominan.

4

Dengan memperluas konektivitas antardaerah supaya seluruh wilayah terdampak bisa dimanfaatkan untuk kegiatan baru.

5

Dengan meningkatkan aksesibilitas transportasi publik sebagai bagian dari strategi efisiensi dalam tata ruang kota.

83

Multiple Choice

Mengapa keterkaitan antarwilayah menjadi unsur penting dalam pendekatan spasial untuk mendukung pengembangan wilayah secara regional?

1

Karena keterkaitan ini mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui distribusi barang dalam sektor unggulan wilayah.

2

Karena hubungan antardaerah mampu mempercepat perubahan sosial budaya yang menguntungkan pembangunan.

3

Karena konektivitas wilayah memungkinkan terjadinya integrasi kegiatan dan efisiensi pemanfaatan sumber daya.

4

Karena integrasi wilayah dapat meningkatkan perolehan pajak daerah melalui sistem koneksi ekonomi yang padat.

5

Karena keterhubungan antarwilayah dapat memperbesar potensi politik regional dalam sistem desentralisasi nasional.

84

media

85

Multiple Choice

Bagaimana pendekatan sektoral dapat membantu menentukan prioritas pengembangan wilayah secara lebih efektif dibandingkan pendekatan lainnya?

1

Dengan menganalisis karakteristik geografis suatu wilayah untuk memastikan bahwa pengelompokan kegiatan ekonomi tidak melenceng dari batas administratif.

2

Dengan mengkaji integrasi antarwilayah guna mendorong konektivitas sektor primer dan tersier secara merata di seluruh wilayah.

3

Dengan menilai sektor-sektor unggulan berdasarkan keunggulan kompetitif dan kontribusi terhadap pasar global serta potensi serapan tenaga kerja.

4

Dengan memusatkan analisis pada pemerataan distribusi spasial aktivitas ekonomi tanpa mempertimbangkan struktur sektoralnya secara mendalam.

5

Dengan menerapkan pendekatan pembangunan berwawasan lingkungan agar seluruh sektor dapat berkembang secara lestari dan inklusif.

86

Multiple Choice

Mengapa dalam pendekatan sektoral penting untuk mengidentifikasi subsektor dan komoditas dominan di masing-masing sektor ekonomi wilayah tertentu?

1

Karena pembedaan subsektor memungkinkan evaluasi terfokus terhadap komoditas unggulan, peluang pengembangan, dan lokasi prioritas.

2

Karena identifikasi subsektor dilakukan agar kebijakan sektor transportasi antarwilayah dapat diselaraskan dengan prioritas RPJMN dan RPJPN.

3

Karena dengan mengelompokkan subsektor, kegiatan ekonomi akan lebih mudah dikendalikan oleh otoritas pusat dalam hal distribusi fiskal nasional.

4

Karena klasifikasi subsektor menunjukkan konsentrasi spasial yang merata dan mempercepat pemerataan pembangunan antarprovinsi.

5

Karena pendataan subsektor memudahkan integrasi sektor industri dengan pendidikan dan kesehatan dalam kerangka sektor tersier.

87

media

88

Multiple Choice

Bagaimana keterpaduan arah kebijakan pengembangan wilayah nasional, regional, dan lokal dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh wilayah Indonesia?

1

Dengan memastikan seluruh daerah memiliki kewenangan penuh atas regulasi sehingga setiap wilayah bebas menetapkan arah pembangunan masing-masing.

2

Melalui sinkronisasi arah kebijakan pusat, provinsi, dan kabupaten/kota yang diatur dalam RTRW, RPJPD, dan RPJMD sesuai potensi wilayahnya.

3

Dengan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan utama dan melepas ketergantungan terhadap pusat kota di tingkat kabupaten dan provinsi.

4

Melalui penguatan sektor informal lokal tanpa terlalu bergantung pada arah kebijakan nasional yang bersifat umum dan kurang spesifik.

5

Dengan membatasi kewenangan pemerintah pusat dalam menentukan arah pembangunan di tingkat lokal agar tidak terjadi konflik regulasi.

89

media

90

Multiple Choice

Mengapa pelaksanaan kebijakan peningkatan iklim usaha dan investasi penting dalam konteks pengembangan wilayah nasional dan lokal di Indonesia?

1

Karena strategi tersebut mengarahkan pemerintah desa untuk mengambil alih seluruh kewenangan izin usaha dari kepala daerah kabupaten/kota.

2

Karena hal ini memungkinkan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal secara menyeluruh di seluruh pusat pertumbuhan ekonomi nasional.

3

Karena pelayanan perizinan yang efisien melalui PTSP dapat meningkatkan daya tarik investasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan strategis.

4

Karena pendekatan ini mengandalkan potensi spasial wilayah tanpa perlu mempertimbangkan aspek regulasi dan tata kelola pemerintahan.

5

Karena strategi ini fokus pada penguatan konektivitas wilayah secara fisik dan digital tanpa mengubah struktur kewenangan administratif daerah.

91

media

92

Multiple Choice

Terdapat tiga elemen utama pengembangan wilayah, yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, dan teknologi. Sumber daya alam merupakan modal penting yang menentukan arah pengembangan suatu wilayah. Sumber daya manusia berperan sebagai stakeholder atau penggerak dalam proses pembangunan. Teknologi berperan sebagai alat bantu untuk memudahkan proses pembangunan dan mendorong optimalisasi serta efisiensi. Pilihlah satu pernyataan yang paling tepat mengenai elemen pengembangan wilayah!
1
Sumber daya alam merupakan satu-satunya elemen yang menentukan keberhasilan pengembangan wilayah
2
Sumber daya manusia yang berkualitas akan sangat memengaruhi keberhasilan pengembangan wilayah karena berperan sebagai penggerak pembangunan
3
Teknologi tidak berpengaruh terhadap pengembangan wilayah karena pembangunan dapat dilakukan secara manual
4
Ketiga elemen (SDA, SDM, teknologi) berdiri sendiri dan tidak saling terkait dalam pengembangan wilayah
5
Pengembangan wilayah hanya memerlukan teknologi modern tanpa memperhatikan kualitas sumber daya manusia

93

Multiple Choice

Mengapa sinergi antara sumber daya alam, manusia, dan teknologi sangat penting dalam pengembangan wilayah?

1

Karena ketiga elemen tersebut saling melengkapi dalam menghasilkan inovasi baru berbasis karakteristik wilayah yang unik.

2

Karena sumber daya alam tidak dapat dimanfaatkan tanpa adanya tenaga kerja dan kearifan lokal masyarakat sekitar.

3

Karena teknologi hanya akan efektif jika didukung oleh potensi alam dan kemampuan adaptif sumber daya manusia.

4

Karena pembangunan wilayah tidak akan berkelanjutan jika hanya mengandalkan salah satu elemen secara dominan.

5

Karena sumber daya manusia dan teknologi akan menghasilkan daya saing global tanpa perlu mempertimbangkan aspek lingkungan.

94

Multiple Choice

Bagaimana peran teknologi dapat mengoptimalkan keterbatasan sumber daya manusia dalam proses pengembangan wilayah?

1

Teknologi mampu menggantikan seluruh fungsi manusia sehingga mengurangi biaya dalam jangka panjang dan mempercepat hasil pembangunan.

2

Penggunaan teknologi yang efisien akan mendukung produktivitas meskipun kualitas dan kuantitas tenaga kerja terbatas.

3

Keterbatasan tenaga kerja membuat wilayah tidak dapat berkembang meskipun teknologi tersedia dalam jumlah besar.

4

Dengan adanya teknologi, kebutuhan akan sumber daya manusia dapat dihilangkan dan digantikan sepenuhnya oleh sistem otomatisasi.

5

Teknologi canggih akan membuat perencanaan wilayah lebih bergantung pada investasi eksternal dan pengaruh pasar global.

95

media

96

Multiple Choice

Permasalahan pengembangan wilayah di Indonesia meliputi persebaran sumber daya yang tidak merata, pembangunan wilayah yang tidak seimbang, akses fasilitas antarwilayah yang kurang merata, keterbatasan di wilayah-wilayah tertinggal, serta kerusakan lingkungan dan krisis sumber daya alam. Kesenjangan wilayah barat dengan timur, Jawa dengan luar Jawa, serta kota dan desa masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan nasional. Pilihlah satu pernyataan yang paling tepat mengenai permasalahan pengembangan wilayah di Indonesia!
1
Kesenjangan antar wilayah hanya terjadi antara Pulau Jawa dan luar Jawa tanpa memengaruhi wilayah lainnya
2
Persebaran sumber daya yang tidak merata disebabkan oleh kurangnya informasi pasar dan teknologi pengembangan produk di lokasi potensial
3
Kerusakan lingkungan tidak terkait dengan pengembangan wilayah karena merupakan masalah yang terpisah
4
Wilayah tertinggal tidak memerlukan perhatian khusus karena sudah memiliki potensi sumber daya yang melimpah
5
Akses fasilitas antarwilayah sudah merata karena pembangunan infrastruktur telah dilakukan di seluruh Indonesia

97

Multiple Choice

Mengapa permasalahan persebaran sumber daya yang tidak merata masih menjadi hambatan utama dalam pengembangan wilayah di Indonesia?

1

Karena sebagian besar sumber daya berada di kawasan pesisir yang padat penduduk namun minim infrastruktur ekonomi.

2

Karena wilayah yang memiliki potensi unggulan umumnya terpencil sehingga sulit dijangkau oleh pasar dan teknologi.

3

Karena pemerintah daerah lebih fokus pada sektor pariwisata daripada pengembangan sumber daya lokal.

4

Karena masyarakat lokal di daerah terpencil belum memiliki keterampilan untuk mengelola potensi sumber daya yang ada.

5

Karena adanya keterbatasan investasi swasta di wilayah-wilayah yang belum berkembang secara signifikan.

98

Multiple Choice

Bagaimana dampak dari ketidakseimbangan pembangunan wilayah terhadap pertumbuhan kota-kota kecil di luar Pulau Jawa?

1

Pertumbuhan kota kecil mengalami stagnasi akibat minimnya dukungan infrastruktur strategis dari pemerintah pusat.

2

Urbanisasi menjadi lebih terkendali karena sebagian besar penduduk memilih tinggal di kota asal mereka.

3

Kota kecil berkembang pesat karena banyaknya aliran dana desa dan pembangunan dari investor luar negeri.

4

Distribusi layanan publik semakin merata karena adanya program pemerataan akses digital dan transportasi.

5

Pemerintah pusat mengalihkan prioritas pembangunan ke kota kecil karena kota besar sudah tidak lagi memadai.

99

Multiple Choice

Mengapa wilayah-wilayah tertinggal di Indonesia tetap mengalami kesulitan dalam meningkatkan kualitas pembangunan meskipun telah ada berbagai program pemerintah?

1

Karena program yang diberikan masih berfokus pada pertumbuhan ekonomi makro tanpa memperhatikan keterlibatan masyarakat lokal.

2

Karena pembangunan wilayah tertinggal sering terhambat oleh konflik sosial yang berkepanjangan dan sulit diselesaikan.

3

Karena wilayah tersebut cenderung memiliki keterbatasan infrastruktur dasar serta akses terhadap informasi dan pelayanan publik.

4

Karena keterbatasan anggaran daerah menyebabkan tidak semua wilayah tertinggal dapat dijangkau oleh program pemerintah pusat.

5

Karena sebagian besar wilayah tertinggal berada di kawasan konservasi sehingga dibatasi dari pembangunan skala besar.

100

media

101

Multiple Choice

Beberapa solusi untuk mengatasi permasalahan pengembangan wilayah meliputi percepatan pembangunan wilayah strategis, memprioritaskan pengembangan wilayah terpencil dan tertinggal, pengembangan jaringan prasarana dan sarana antarwilayah, menekan kesenjangan antarwilayah, meningkatkan interaksi ekonomi desa dan kota, mengembangkan agroindustri padat pekerja, serta mengoptimalkan kebijakan tata ruang wilayah. Pilihlah satu pernyataan yang paling tepat mengenai strategi pengembangan wilayah!
1
Pengembangan wilayah hanya perlu fokus pada wilayah yang sudah maju untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi
2
Pengembangan jaringan prasarana antarwilayah berfungsi meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas serta peluang investasi
3
Wilayah tertinggal tidak perlu dikembangkan karena biayanya terlalu besar dan tidak efisien
4
Interaksi ekonomi desa dan kota tidak perlu ditingkatkan karena keduanya memiliki karakteristik yang berbeda
5
Kebijakan tata ruang tidak memengaruhi pengembangan wilayah karena hanya bersifat administratif

102

Multiple Choice

Bagaimana strategi percepatan pembangunan wilayah strategis dapat membantu menurunkan kesenjangan wilayah tertinggal di sekitarnya?

1

Dengan memusatkan anggaran pembangunan hanya pada wilayah utama sehingga investasi lebih cepat berkembang dan memberi limpahan ke sekitar.

2

Melalui pengembangan produk unggulan lokal secara kompetitif yang memicu sinergi lintas sektor di seluruh tingkatan wilayah.

3

Dengan meningkatkan pertumbuhan wilayah pusat tanpa keterlibatan langsung wilayah di sekitarnya demi efisiensi pembangunan.

4

Dengan memindahkan aktivitas ekonomi dari wilayah berkembang ke wilayah tertinggal melalui kebijakan desentralisasi investasi.

5

Melalui pembatasan pengembangan wilayah strategis agar wilayah tertinggal memiliki kesempatan tumbuh secara mandiri.

103

Multiple Choice

Mengapa pengembangan jaringan prasarana antarwilayah menjadi strategi penting dalam menurunkan ketimpangan pembangunan antarwilayah?

1

Karena infrastruktur antarwilayah hanya berfungsi untuk mempercepat distribusi produk unggulan dari kota ke desa.

2

Karena konektivitas fisik otomatis meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan secara merata di semua wilayah.

3

Karena peningkatan aksesibilitas mendorong keterkaitan positif antarwilayah dengan memperluas peluang investasi dan interaksi ekonomi.

4

Karena pembangunan jaringan infrastruktur hanya diperlukan untuk wilayah yang sudah berkembang agar lebih kompetitif.

5

Karena jaringan prasarana antarwilayah akan memusatkan perdagangan hanya di wilayah perkotaan demi pertumbuhan ekonomi.

104

Multiple Choice

Bagaimana pengembangan sektor agroindustri padat pekerja di kawasan perdesaan dapat menjadi solusi untuk memperkecil ketimpangan wilayah?

1

Dengan menciptakan ketergantungan perdesaan pada kota sehingga desa memperoleh limpahan hasil produksi dan pasar.

2

Melalui peningkatan produksi berbasis teknologi tinggi dan impor bahan baku yang terfokus di sentra industri kota.

3

Dengan membatasi aktivitas sektor nonagraris di desa agar masyarakat tetap fokus pada pertanian sebagai sektor utama.

4

Dengan menciptakan lapangan kerja lokal, peningkatan kapasitas SDM, serta konektivitas produksi antarwilayah yang inklusif.

5

Melalui pembatasan perdagangan hasil agroindustri agar pendapatan petani tetap stabil dan tidak bergantung pada pasar bebas.

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 104

SLIDE