Search Header Logo
Belum Berjudul

Belum Berjudul

Assessment

Presentation

•

Chemistry

•

12th Grade

•

Practice Problem

•

Hard

Created by

Laily Istiyarini

FREE Resource

22 Slides • 0 Questions

1

media

Senyawa Karbon dan Turunannya

NAMA : Pandu Imam Nugroho

KELAS : 12 MIPA 2

ABSEN : 31

2

media

Senyawa carbon

Isomer

posisi

Gugus

fungsional

optik

Gugus fungsi

Halo
alkana

keton

Asam

karboksilat

alkohol

Eter

aldehida

Ester

3

media

HALO ALKANA

•Senyawa haloalkana merupakan kepanjangan dari halogen alkana dan mempunyai rumus umum: R – X = CnH2n +
1 – X X = unsur halogen = F, Cl, Br, I Halogen yang terikat bisa lebih dari satu baik jumlah maupun jenisnya. Contoh:
CH3Cl; CH2Cl2; CHCl3; CCl4; CH3CH2Cl; CH3CH2Br; CH3I; CCl2F2; CF3–CHClBr. a. Tata nama Tata nama senyawa
haloalkana bisa dengan cara sebagai berikut.

•1) Nama halogen disebutkan terlebih dahulu dan diberi nama halo seperti F dengan fluoro, Cl dengan kloro, Br
dengan bromo, dan iod dengan iodo.

• 2) Penomoran C1 berdasarkan nomor halogen yang terkecil. Halogen dianggap cabang seperti alkil.

• 3) Jika halogen yang sama lebih dari satu diberi awalan: – 2 dengan di, – 4 dengan tetra, – 3 dengan tri, – 5
dengan penta.

•4) Jika jenis halogen lebih dari satu penomoran C1 berdasarkan halogen yang lebih reaktif.

•5) Untuk kereaktifannya: F > Cl > Br > I Penulisan halogen berdasarkan urutan abjad

4

media

1) CH3CL
KLORO METANA
2) CH2CL2
DIKLORO METANA
3) CHCL3
TRIKLORO METANA (KLOROFORM)
4) CCL4
TETRAKLORO METANA (KARBON TETRAKLORIDA)
5) CH2 – CH2

|

|

BR

BR 1,2-DIBROMO ETANA

6) CH3–CH–CH2–CL

|
CL

1,2-DIKLORO PROPANA

Contoh nama senyawa halo alkana
SIFAT KIMIA
DAN FISIKA:

• 1) Mempunyai titik didih yang

lebih tinggi daripada alkana
asalnya. Suku rendah berwujud
gas, suku tengah berwujud cair,
dan padat untuk suku yang
lebih tinggi.

• 2) Sukar larut dalam air, dan

mudah larut dalam pelarut
organik.

• 3) Atom halogen yang terikat,

mudah disubstitusikan oleh
atom/ gugus lain.

5

media

1) REAKSI SUBSTITUSI

• Reaksi penggantian atom H dengan

atom halogen dengan bantuan sinar
ultraviolet (suv) atau suhu tinggi:

• Cn H2n + 2 + X2 suv CnH2n + 1–X + HX

monohaloalkana

• CnH2n + 1 – X + X2 suv CnH2nX2 + HX

dihaloalkana

• Demikian seterusnya, jika dihaloalkana

direaksikan dengan halogen, maka
akan selalu menggantikan atom H
dengan atom halogen dan sampai
dihasilkan suatu senyawa
polihaloalkana.

2) REAKSI ADISI

• Reaksi adisi untuk pembuatan

haloalkana yaitu antara senyawa
alkana dengan senyawa asam halida
(HX) atau senyawa halogen (X2).

• R–CH=CH–R + HX o R–CH–CH–R

|

|

H X

monohaloalkana

• R–CH=CH–R + HX2 o R–CH–CH–R

| |

X X

dihaloalkana

6

media

ALKOHOL (R–OH)

• Alkohol adalah senyawa turunan alkana, karena satu atom H atau lebih dari alkana diganti

oleh gugus –OH. Alkohol yang mempunyai satu gugus –OH disebut monoalkohol, sedangkan
alkohol yang mempunyai lebih dari satu –OH disebut polialkohol.

• Monoalkohol

• 1) Rumus umum monoalkohol (alkanol)

• Alkohol yang hanya mempunyai satu gugus –OH. Monoalkohol disebut juga alkanol. Untuk

memahami rumus dari senyawa monoalkohol, maka kita lihat rumus senyawa alkana.

Rumus alkana

Nama alkana

Rumus alkohol

Nama alkohol

CH4

Metana

CH3-OH

Metanol

C2H6

Etana

C2H5-OH

Etanol

C3H8

Propana

C3H7-OH

Propanol

C4H10

Butana

C4H9-OH

Butanol

C5H12

Pentana

C5H11-OH

Pentanol

CnH2n + 2

Alkana

CnH2n+2

Alkanol

7

media

JENIS-JENIS ALKOHOL

• a) Alkohol primer

• Alkohol primer ialah alkohol yang

gugus -OH-nya

• terikat pada atom C primer.

• Contoh: CH3-CH2-CH2-OH

• Rumus umum: R-CH2-OH

•b) Alkohol sekunder

•Alkohol sekunder ialah alkohol
yang gugus -OHnya

•terikat pada atom C sekunder.

•Contoh: CH3 — CH2 — CH — CH3

|

OH

•Rumus umum: R — CH — R´

|

CH

•c) Alkohol tersier

•Alkohol tersier ialah alkohol yang gugus -OHnya

•terikat pada atom C tersier.

•Contoh:

CH3

|

CH3 — C — CH3

|

OH

R

|

•Rumus umum: R´ – C – R´´

|

OH

8

media

NAMA TRIVIAL

• Nama Trivial dari monoalkohol

adalah alkil alkohol.

• Contoh:

• CH3-OH metil alkohol

• CH3-CH2-OH etil alkohol

• CH3-CH2-CH2-OH propil alkohol

CH3 — CH — OH isopropil alkohol
|
CH3
CH3-CH2-CH2-CH2-OH butil alkohol
CH3
|
CH3 — CH — CH2 — OH isobutil alkohol
CH3
|
CH3 — CH2 — CH — OH sekunder butil alkohol
CH3
|
CH3 — C — OH tersier butil alkohol
|
CH3

9

media

SIFAT ALKOHOL

• a) Sifat fisis

• (1) Bersifat polar karena memiliki

gugus –OH (R adalah

• gugus nonpolar).

• (2) Titik didih tinggi, hal ini disebabkan

gugus –OH yang

• sangat polar sehingga antarmolekul

alkohol terdapat

• ikatan hidrogen.

• (3) Mudah bercampur dengan air.

b) Sifat kimia
(1) Reaksi dengan natrium
Jika alkohol direaksikan dengan Na,
maka akan
dihasilkan natrium alkanoat.
2 R-OH + 2 Na -> R-ONa + H2
Natrium alkanoat
Contoh:
2 C2H5OH + 2 Na -> C2H5ONa + H2
Natrium etanolat

10

media

ETER (R – O – R)

• Rumus umum eter

Rumus senyawa

Nama senyawa

CH3-O-CH3

Metoksimetana

CH3-O-C2H5

Metoksietena

C2H5-O-C2H5

Etoksietena

C2H5-O-C3H7

Etoksipropana

R-O-R´

TATA NAMA ETER

•Nama IUPAC

•Nama IUPAC eter adalah alkoksi alkana. Eter dianggap

•sebagai turunan alkana yang satu atom H

•diganti oleh gugus alkoksi (–OR).

•R-H

R-OR

•Alkana

eter

•Jika gugus alkilnya berbeda, alkil yang dianggap

•sebagai alkoksi adalah alkil yang rantai C-nya lebih

•pendek, sedangkan alkil yang rantainya lebih panjang

•dianggap sebagai alkana (rantai pokok).

CH3 — O — CH2 — CH3 metoksietena

1

2

3

CH3 — O — CH2 — CH2 — CH3 1-metoksipropana

2

1

CH3 — O — CH — CH3 2-metoksipropana

3 |
CH3

11

media

NAMA TRIVIAL
•Eter diberi nama alkil-alkil yang mengapit – O –

•menurut abjad dan diikuti dengan kata eter.

•Contoh:

•CH3-O-CH2-CH3

etil metileter

•CH3-CH2-O-CH2-CH2

dietileter

•CH3-O-CH2-CH2-CH3

metilpropil eter

•CH3-O-CH-CH3

metil isopropileter

|

CH3

Rumus molekul

Alkohol

Eter

C2H6O

C2H5-OH

CH3-O-CH3

C3H8O

C3H7-OH

CH3-O-C2H5

C4H10O

C4H9-OH

C2H5-O-C2H5

•d. Sifat-sifat eter

•1) Sifat fisis

•Suhu-suhu eter yang rendah mudah menguap
dan

•mudah terbakar.

•Titik didihnya rendah karena tidak mempunyai

•ikatan hidrogen.

•Sukar larut dalam air.

•2) Sifat kimia

•Tidak bereaksi dengan natrium. Sifat ini digunakan

•untuk membedakan antara eter dan alkohol.

•Dapat bereaksi dengan asam halida, membentuk

•alkohol dan alkil halida.

•Contoh:

•CH3-O-C2H5 + HI ->H3-OH + C2H5I

12

media

ALDEHID

•Nama IUPAC

•Nama IUPAC untuk aldehid adalah alkanal. Untuk alkanal yang
mempunyai isomer pemberian namanya sebagai berikut.
Rantai pokok adalah rantai terpanjang yang mengandung

•gugus fungsi:

O

//

•— C — H atau COH.

•Nama aldehid sesuai nama rantai pokok, diberi akhiran al.

•Penomoran dimulai dari gugus fungsi. Pemberian nama
dimulai dengan nama cabangcabang yang disusun menurut
abjad, kemudian nama rantai pokok. Posisi gugus fungsi tidak
perlu disebutkan karena selalu pada atom C nomor satu.

NAMA TRIVIAL

•Nama trivial dari aldehid menggunakan akhiran
aldehid.

•Contoh:

O

//

H — C — H

Formaldehid

O

//

CH3 — C — H

Asetaldehid

O

//

C2H5 — C — H

Propionaldehid

O

//

C3H7 — C — H Butialdehid

13

media

ISOMER
ALDEHID

14

media

REAKSI ADISI
ALDEHID

•1) Adisi dengan hidrogen (H2) menghasilkan
alkohol primer, reaksi ini merupakan reaksi
reduksi.

O

O

//

//

R — C — H + H — H -> R— C — H

|

H

aldehid

alkohol primer

2) Adisi dengan HCN (hidrogen sianida)
menghasilkan hidroksi karbonitril.

O

O

//

//

•R — C — H + HCN -> R — C — H

|

H

Aldehid

alkana hidroksi karbonitril

3) Adisi dengan NaHSO3 (natrium bisulfit)
menghasilkan zat yang sukar larut.

O

OH

//

//

•R — C — H + NaHSO3 -> R — C — H

|

SO3Na

kristal sukar larut

15

media

KETO
N
Rumus umum keton

•Keton adalah senyawa karbon yang mempunyai

•gugus fungsi — C — (gugus karbonil) di antara

||

O

alkil.

Rumus umum

NAMA IUPAC

•Nama IUPAC dari keton adalah alkanon. Suku terendah dari alkanon
adalah propanon. Untuk alkanon yang mempunyai isomer pemberian
nama senyawa sebagai berikut.

a) Rantai pokok adalah rantai terpanjang yang

•mengandung gugus fungsi — C — diberi nama

||

O

alkanon.

b) Penomoran dimulai dari C ujung yang terdekat dengan posisi gugus
fungsi sehingga C yang mengandung gugus fungsi mendapat nomor terkecil.

c) Pemberian nama sama seperti alkanol. Cabangcabang disebut lebih dulu,
disusun menurut abjad dan diberi awalan yang menyatakan jumlah cabang
tersebut. Letak gugus fungsi dinyatakan dengan awalan angka pada nama
rantai pokok.

16

media

NAMA
LAZIM
•CH3 — C — CH3 dimetil keton (aseton)

||

O

•CH3 — C — C2H5 etil metil keton

||

O

•C2H5 — C — C2H5 dietil keton

||

O

•C2H5 — C — C3H7 etil propil keton

||

O

•CH3 — C — CH — CH3 metil isopropil keton

||

|

O

CH3

ISOMER POSISI SENYAWA KETON

•1) Senyawa C5H10O

•CH3 — CH2 — CH2 — C — CH3 2-pentanon

||

O

•CH3 — CH2 — C — CH2 — CH3 3-pentanon

||

O

•CH3 — C — CH— CH3 3-metil-2-butanon

||

|

O

CH3

17

media

ISOMER FUNGSI ANTARA ALDEHID DAN
KETON

Rumus molekul

18

media

REAKSI-REAKSI
KETON•1) Adisi dengan hidrogen menghasilkan alkohol
sekunder,

•reaksi ini merupakan reaksi reduksi.

O

OH

||

|

•CH3 — C — CH3 + H — H -> CH3 — CH — CH3

•propanon 2-propanol

•2) Adisi dengan HCN

O

OH

||

|

•CH3 — C — CH3 + HCN -> CH3 — C — CH3

|

CN

•3) Adisi dengan NaHSO3

O

OH

||

|

•CH3 — C — CH3 + NaHSO3 -> CH3 — C — CH3

|

SO3Na

Kegunaan keton
Senyawa keton yang paling dikenal dalam kehidupan
sehari-hari adalah aseton (propanon).
Kegunaan aseton yaitu sebagai berikut.
1) Pelarut senyawa karbon, misalnya untuk
membersihkan
cat kuku (kutek), melarutkan lilin, dan
plastik.
2) Untuk membuat kloroform (obat bius), iodoform,
dan isopren

19

media

ASAM KARBOKSILAT

•Rumus umum asam karboksilat

•Asam karboksilat adalah senyawa karbon yang

•mempunyai gugus fungsi

O

//

•— C — OH atau — COOH.

•Asam-asam ini banyak terdapat di alam,
misalnya pada semut, cuka, apel, dan jeruk.

Rumus
umum

TATA NAMA ASAM KARBOKSILAT

•Pada sistem IUPAC nama asam diturunkan dari
nama alkana, akhiran a diganti oat dan di
depannya ditambah kata asam. Jadi, asam
karboksilat disebut golongan asam alkanoat.
Untuk senyawa yang mempunyai isomer, tata
namanya sama seperti pada aldehid karena
gugus fungsinya sama-sama berada pada ujung
rantai

•C. Cara penamaannya sebagai berikut.

•a) Rantai pokok adalah rantai yang paling
panjang

O

//

•yang mengandung gugus fungsi — C — OH.
Nama karboksilat sesuai nama rantai pokok
diberi akhiran oat. fungsi tidak perlu disebutkan.

•b) Penomoran dimulai dari gugus fungsi.

•c) Penulisan nama dimulai dengan nama
cabangcabang atau gugus lain yang disusun
menurut abjad kemudian nama rantai pokok.
Karena gugus fungsi pasti nomor satu, jadi
nomor gugus

20

media

NAMA TRIVIAL

• Nama trivial asam karboksilat diambil

dari nama asal asam tersebut di alam.

• Contoh:

• a) HCOOH disebut asam semut atau

asam formiat

• (asam format) karena diketemukan pada

semut (formika = semut).

• b) CH3COOH disebut asam cuka atau

asam asetat (asetum = cuka).

• c) C2H5COOH disebut asam propionat

(protopion= lemak awal).

• d) C3H7COOH disebut asam butirat

(butyrum =mentega).

• e) C4H9COOH disebut asam valerat

(valere = nama sejenis tanaman).

ISOMER ASAM KARBOKSILAT

O

//

•1) Isomer struktur C4H9C — OH

O

//

•CH3 — CH2 — CH2 — C — OH asam butanoat

O

//

•CH3 — CH — C — OH asam 2-metilpropanoat

|

CH3

21

media

ESTER

Rumus umum ester

Senyawa karbon yang mengikat gugus fungsi

O

//

•— C — OR atau –COOR termasuk golongan
ester.

•Penamaan ester hampir sama dengan asam
karboksilat, hanya saja karena atom H dari gugus
–OH diganti dengan gugus alkil, maka nama
asam diganti dengan nama alkil dari R . Sehingga
ester mempunyai nama alkil alkanoat.

Rumus
umum

Tata nama ester

O
//

CH3 — CH2 — C — O — CH2 — CH3 etil propanoat

O
//

CH3 — CH2 — CH2 — C — OCH3 metil butanoat

22

media

ESTER DENGAN ASAM KARBOKSILAT
BERISOMER FUNGSI

Kegunaan ester

CnH2nO2

Rumus
umum

pattern-tertiary
media

Senyawa Karbon dan Turunannya

NAMA : Pandu Imam Nugroho

KELAS : 12 MIPA 2

ABSEN : 31

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 22

SLIDE