

Untitled lesson
Presentation
•
Chemistry
•
University
•
Practice Problem
•
Hard
Falis Herin
FREE Resource
43 Slides • 0 Questions
1
BAHAN AJAR
LAJU REAKSI
Mata Pelajaran Kimia
Kelas XI
Kurikulum Merdeka
2
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat:
1.
Mendeskripsikan teori tumbukan
2.
Menganalisis hubungan antara teori tumbukan dengan laju reaksi
3.
Menuliskan rumus laju reaksi
4.
Mendeskripsikan hubungan antara laju reaksi dengan orde reaksi
5.
Mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi dan menghubungkannya dengan teori
tumbukan
6.
Melakukan percobaan sederhana mengenai faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi
7.
Menentukan harga orde reaksi dan menghubungkannya dengan persamaan laju reaksi
8.
Menerapkan kinetika kimia dalam kehidupan sehari-hari.
3
PERTEMUAN 1 (3 X 60 MENIT)
TEORI TUMBUKAN
LAJU REAKSI
Gambar perkaratan Besi dan pembakaran Kayu
a.Manakah reaksi yang berlangsung cepat dan mana yang
lambat?
b. Mengapa reaksi perkaratan merupakan reaksi kimia yang
berlangsung lambat sedangkan pembakaran kayu berlangsung
cepat?
4
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
PERTEMUAN 1
Percobaan Pengaruh Luas Permukaan terhadap Laju Reaksi
Alat dan Bahan
1. Dua lembar kertas (berukuran sama).
2. Korek api.
3. Gunting.
4. Wadah tahan api (opsional untuk keamanan).
D. Prosedur Kerja
1. Persiapan:
• Ambil dua lembar kertas dengan ukuran yang sama.
• Potong salah satu kertas menjadi potongan kecil (misalnya, ukuran 1 cm x 1 cm).
2. Langkah Percobaan:
• Letakkan kertas pertama (utuh) di atas permukaan yang aman, lalu bakar salah satu ujungnya
menggunakan korek api. Catat waktu yang dibutuhkan hingga kertas habis terbakar.
• Letakkan potongan-potongan kecil kertas dari lembar kedua pada wadah yang aman. Nyalakan
salah satu potongan kecil dan catat waktu yang dibutuhkan hingga seluruh potongan terbakar
habis.
5
3. Amati:
• Perhatikan perbedaan waktu pembakaran kedua kertas.
Tabel Pengamatan
E. Analisis dan Pertanyaan Diskusi
• Manakah yang lebih cepat terbakar: kertas utuh atau kertas potongan kecil?
• Apa hubungan antara luas permukaan dan laju reaksi berdasarkan hasil percobaan?
• Jelaskan fenomena ini menggunakan teori tumbukan dalam kimia.
• Berikan contoh lain dalam kehidupan sehari-hari di mana luas permukaan memengaruhi
laju reaksi.
Jenis Kertas
Waktu
Pemakaran
(detik)
Observasi
Kertas utuh
Kertas
potongan kecil
6
F. Kesimpulan
• Tuliskan kesimpulan dari percobaan ini berdasarkan pengamatan dan hasil diskusi
H. Penilaian
1. Ketepatan dalam melakukan percobaan.
2. Kemampuan mencatat hasil pengamatan dengan rapi.
3. Kemampuan menganalisis hasil percobaan dan menjawab pertanyaan diskusi.
Catatan:
• Pastikan percobaan dilakukan di tempat yang aman.
• Jauhkan kertas yang belum digunakan dari api untuk menghindari risiko kebakaran.
Selamat mencoba dan selamat belajar!
7
A. TEORI TUMBUKAN
Kinetika kimia adalah bagian dari ilmu kimia yang mempelajari tentang laju reaksi
kimia.
Reaksi kimia dapat berlangsung karena adanya tumbukan efektif antara partikel-
partikel zat yang bereaksi. Semakin banyak tumbukan terjadi, semakin cepat
kemungkinan terjadinya reaksi dan semakin kecil energi kinetik minimum yang
dibutuhkan untuk bereaksi.
8
Perhatikan ilustrasi pembentukan molekul senyawa HCl dari molekul unsur pembentuknya,
yaitu molekul gas H2 dan Cl2.
Gambar tumbukan molekul gas hydrogen dan gas klorin yang tidak efektif sehingga tidak
menghasilkan reaksi
Gambar tumbukan molekul gas hydrogen dan gas klorin yang efektif sehingga menghasilkan
reaksi dan membentuk molekul baru
9
Energi aktivasi (Ea) merupakan energi minimum yang dibutuhkan supaya reaksi dapat
berlangsung sehingga terbentuk molekul baru.
Contoh: H2(g) + Cl2(g) → 2HCl(g)
Gambar grafik energi aktivasi
10
Reaksi pembentukan HCl dari gas H2 dan Cl2 tidak akan terjadi (berlangsung) jika tidak mencapai harga energi aktivasi reaksinya.
Perhatikan ilustrasi berikut.
Gambar Analogi energi aktivasi
Gambar di atas merupakan analogi bagaimana sebuah mobil yang mogok harus melewati jalan berbukit. Untuk menggerakkan
mobil yang mogok dari posisi A ke B maka kita harus mendorongnya hingga ke posisi C terlebih dahulu. Ketika sampai di posisi C,
kita tidak perlu mendorongnya lagi, mobil akan bergerak sendiri menuruni bukit menuju posisi B. Posisi C itulah yang diibaratkan
dengan energi aktivasi
11
B. LAJU REAKSI
Laju reaksi dapat ditentukan melalui perubahan volume gas, pH, dan konsentrasi larutan.
Sepotong logam seng (Zn) direaksikan ke dalam larutan asam sulfat (H2SO4) menghasilkan gas hidrogen (H2). Jumlah gas
hidrogen yang dihasilkan dapat digunakan untuk mengetahui laju reaksi yang terjadi. Data hasil percobaan tersebut adalah
sebagai berikut.
Tabel Penambahan volume gas H2 hasil reaksi
Grafik penambahan volume gas H2 hasil reaksi
Waktu (detik)
Volume gas H2 (cm3)
0
0
30
10
60
19
90
27
120
33
150
37
180
37
210
37
12
Berdasarkan data tersebut, kita bisa mengetahui beberapa kesimpulan berikut.
1. Pada 30 detik pertama, dihasilkan gas hidrogen sebanyak 10 ml, maka laju reaksi pada 30 detik pertama adalah 10 ml gas
hidrogen tiap 30 detik.
2. Mulai detik ke-150, volume gas hidrogen yang dihasilkan tidak berubah, yaitu 37 ml, artinya pada waktu tersebut reaksi sudah
selesai.
3. Laju reaksi rata-rata dapat ditentukan dari volume total gas H2 yang dihasilkan dibagi waktu total yang digunakan untuk habis
bereaksi.
Laju reaksi rata-rata =
37 𝑚𝑙
210 𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘= 0,176 ml gas hidrogen tiap detik.
Selain melalui perubahan volume gas, laju reaksi dapat ditentukan dari perubahan konsentrasi suatu zat tiap satuan waktu.
Keterangan:
r = laju reaksi (mol.l–1.detik–1)
∆[A] = perubahan konsentrasi zat (mol.l–1)
∆t = perubahan waktu (detik)
r =∆[A]
∆𝑡
13
Berikut merupakan contoh penentuan laju reaksi dari suatu zat melalui perubahan konsentrasi.
Di dalam ruangan tertutup dengan volume 10 liter direaksikan 1 mol gas N2 dan 1 mol gas H2 menghasilkan gas amonia menurut
reaksi berikut.
N2(g) + 3H2(g) → 2NH3(g)
Setelah reaksi berlangsung selama 20 detik, tersisa gas N2sebanyak 0,8 mol.
Maka, laju reaksi tiap-tiap zat ditentukan sebagai berikut.
N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)
Mula-mula
: 1 mol
1 mol
Bereaksi
: 0,2 mol
0,6 mol
0,4 mol
Setelah 20 detik
: 0,8 mol
0,4 mol
0,4 mol
Laju reaksi terhadap gas N2:
rN2 =∆[N2]
∆t
=
0.2 𝑚𝑜𝑙
10 𝑙
20 𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘= 0,001 mol.1-1.detik-1
Laju reaksi terhadap gas H2:
rH2 =∆[H2]
∆t
=
0.6 𝑚𝑜𝑙
10 𝑙
20 𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘= 0,003 mol.1-1.detik-1
14
Laju reaksi terhadap gas NH3:
rNH3 =∆[NH3]
∆t
=
0.4 𝑚𝑜𝑙
10 𝑙
20 𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘= 0,002 mol.1-1.detik-1
Dari data di atas, kalian perhatikan bahwa laju reaksi untuk reaktan merupakan berkurangnya konsentrasi tiap satuan waktu,
sedangkan laju reaksi untuk produk merupakan bertambahnya konsentrasi tiap satuan waktu.
Perhatikan ilustrasi berikut.
Untuk reaksi: N2(g) + 3H2(g) → 2NH3(g)
Gambar Ilustrasi jumlah partikel zat sebelum dan sesudah reaksi
15
Perhatikan jumlah setiap partikel zat dari detik ke-0 hingga ke-20 bereaksi. Jumlah partikel reaktan menjadi berkurang setelah reaksi berlangsung
selama 20 detik, sedangkan jumlah produk bertambah. Jika dibuat dalam bentuk graFik, laju reaksi pada reaksi di atas adalah sebagai berikut
Grafik konsentrasi zat terhadap waktu
Berdasarkan graik pada Gambar, kita dapat melihat bahwa konsentrasi reaktan berkurang, sedangkan konsentrasi produk bertambah tiap satuan
waktu. Pernyataan tersebut dapat dituliskan secara ringkas sebagai berikut.
atau
Keterangan:
r = laju reaksi (M.detik–1)
∆[reaktan] = perubahan konsentrasi reaktan (M)
∆[produk] = perubahan konsentrasi produk (M)
∆t = perubahan waktu (detik)
Tanda negatif pada rumus di atas menunjukkan bahwa konsentrasi reaktan berkurang, sedangkan tanda positif menunjukkan konsentrasi produk
bertambah.
rreaktan= −∆[𝑟𝑒𝑎𝑘𝑡𝑎𝑛]
∆𝑡
rproduk= +
∆[𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘]
∆𝑡
16
Contoh soal:
1. Perhatikan persamaan reaksi berikut.
A2 + 2Z2 → 2AZ2
Pernyataan yang tepat mengenai laju reaksi dari persamaan reaksi di atas
adalah ....
a. bertambahnya konsentrasi A2 tiap satuan waktu
b. bertambahnya konsentrasi Z2 tiap satuan waktu
c. berkurangnya konsentrasi AZ2 tiap satuan waktu
d. bertambahnya konsentrasi AZ2 tiap satuan waktu
e. berkurangnya konsentrasi A2 dan AZ2 tiap satuan waktu
Pembahasan:
A2 dan Z2 adalah reaktan, sedangkan AZ2 adalah produk. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya
bahwa laju reaksi merupakan berkurangnya konsentrasi reaktan tiap satuan waktu atau bertambahnya
konsentrasi produk tiap satuan waktu, sehingga laju reaksi untuk reaksi:
A2 + 2Z2 → 2AZ2
adalah berkurangnya konsentrasi A2 dan Z2 tiap satuan waktu atau bertambahnya konsentrasi AZ2 tiap
satuan waktu.
Jawab: D
17
2. Penentuan laju reaksi:
Zn(s) + H2SO4(aq) → ZnSO4(aq) + H2(g)
dilakukan dengan mengukur konsentrasi H2 tiap 10 detik, sehingga diperoleh data sebagai berikut.
Berdasarkan data di atas, tentukanlah laju reaksi rata-rata pada detik ke-20 pembentukan gas H2!
Pembahasan:
Laju reaksi rata-rata pembentukan gas H2 pada detik ke-20 adalah:
rH2 =
∆[𝐻2]
∆𝑡=
0,055 −0 𝑚0𝑙.1
−1
20 − 0
𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘
= 2,75 x 10-3mol.l-1.detik-1
Waktu (detik)
0
10
20
[H2] (mol.l–1)
0
0,030
0,055
18
3. Pada suhu 25°C laju penguraian N2O5 menjadi NO2 dan O2 adalah 2,4 × 10–6mol.l–1.detik–1 pada pengurangan konsentrasi
gas N2O5. Tentukan laju reaksi pembentukan NO2 dan O2pada suhu yang sama untuk reaksi berikut.
2N2O5(g) → 2NO2(g) + O2(g)
Pembahasan:
𝑟𝑁𝑂2 =2
4x 2,4 x 10-6 mol.1-1.detik-1 = 2,4 x 10-6 mol.1-1.detik-1
𝑟𝑂2 =1
2x 2,4 x 10-6 mol.1-1.detik-1 = 1,2 x 10-6 mol.1-1.detik-1
19
Latihan
1) Di dalam suatu bejana tertutup dengan volume 2 liter direaksikan 0,8 mol gas X dan 1,2 mol gas Y menurut reaksi:
2X(g) + 3Y(g) → X2Y3(g)
Setelah reaksi berlangsung selama 50 detik, gas X yang tersisa adalah0,72 mol. Tentukanlah:
a. laju reaksi pembentukan gas X2Y3
b. laju reaksi gas Y
2) Di dalam suatu ruangan tertutup terjadi reaksi berikut.
2NO2(g) → 2NO(g) + O2(g)
a. Tuliskan rumus laju reaksi untuk gas NO2, NO, dan O2!
b. Jika laju reaksi pembentukan NO adalah 1,6 × 10–4M.detik–1, tentukan laju reaksi untuk penguraian NO2 dan laju reaksi
pembentukan O2!
3) Laju reaksi 2A(g) + 3B2(g) → 2AB3(g) ditentukan dengan mengukur perubahan konsentrasi A tiap 10 detik dan diperoleh hasil
percobaan sebagai berikut.
Tentukan laju reaksi rata-rata setiap selang waktu!
Waktu (detik)
0
10
20
[A] (mol.l–1)
0,5
0,4
0,325
20
C. PERSAMAAN LAJU REAKSI DAN ORDE REAKSI
“Di laboratorium, sebuah eksperimen dilakukan untuk mempelajari reaksi penguraian suatu senyawa kimia. Data
menunjukan bahwa laju reaksi berubah ketika konsentraksi reaktan dirubah”
• Apa yang kalian ketahui tentang hubungan antara konsentrasi dan laju reaksi?
• Mengapa mengetahui persamaan laju reaksi penting dalam memprediksi perilaku reaksi kimia?
21
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
PERTEMUAN 2
Pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi
Alat:
1. Gelas piala 100 ml (3 buah)
2. Gelas ukur 25 ml (2 buah)
3. Kertas HVS ukuran 7 cm × 7 cm yang telah diberi tanda silang menggunakan spidol sebanyak 1 lembar
4. Stopwatch
Bahan:
1. Larutan HCl 2 M
2. Larutan Na2S2O3 0,2 M
3. Larutan Na2S2O3 0,4 M
4. Larutan Na2S2O3 0,6 M
Langkah kerja:
1. Siapkan 3 buah gelas piala 100 ml.
2. Masukkan 10 ml HCl 2 M ke dalam masing-masing gelas piala.
3. Letakkan gelas piala pertama di atas kertas yang sudah diberi tanda silang dan siapkan stopwatch.
4. Tambahkan 20 ml larutan Na2S2O3 0,2 M ke dalam gelas piala pertama dan hidupkan stopwatch.
5. Amati perubahan yang terjadi dan catat waktunya sampai tanda silang tidak terlihat.
22
6. Ulangi langkah 3 s.d. 5 untuk penambahan 20 ml larutan Na2S2O3 0,4 M ke dalam gelas piala kedua dan 20 ml larutan Na2S2O30,6
M ke gelas piala ketiga.
Hasil pengamatan:
Pertanyaan:
1.
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, tentukanlah variabel bebas, variabel kontrol, dan variabel terikat!
2.
Jelaskan hubungan antara jumlah partikel zat terlarut dengan besar konsentrasi!
3.
Bandingkan waktu yang diperlukan ketika kalian mereaksikan larutan HCl 2 M dengan larutan Na2S2O30,2 M, 0,4 M, dan 0,6 M!
4.
Tuliskan kesimpulan kalian dari hasil percobaan ini!
No.
10 ml HCl
20 ml Na2S2O3
Waktu (detik)
1.
2 M
0,2 M
2.
2 M
0.4 M
3.
2 M
0,6 M
23
Contoh
Di dalam ruang tertutup direaksikan gas NO dan gas Cl2 menurut reaksi:
NO(g) + 1
2Cl2(g) → NOCl(g)
Berdasarkan hasil percobaan diperoleh data sebagai berikut.
Berdasarkan data tersebut, tentukanlah:
a. orde reaksi untuk gas NO
b. orde reaksi untuk gas Cl2
c. orde reaksi total
d. persamaan laju reaksi
e. harga tetapan laju reaksi (k)
No.
[NO] (M)
[Cl2] (M)
Laju raksi (M.detik–1)
1.
0,20 M
0,05 M
0,6
2.
0,20 M
0,10 M
1,2
3.
0,40 M
0,05 M
2,4
24
Pembahasan:
Hubungan antara konsentrasi pereaksi dengan laju reaksi dinyatakan dalam persamaan:
r = k [NO]x[Cl2]y
a. Menentukan orde reaksi untuk gas NO (nilai x)
Untuk menentukan nilai x maka kita gunakan data 1 dan 3. Pada data 1 dan 3, konsentrasi Cl2 dibuat tetap (sebagai variabel
kontrol) untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gas NO terhadap laju reaksi.
𝑟3
𝑟1
=
𝑘 NO𝑥
3 [Cl2]𝑦
2
𝑘 NO 𝑥
1 [Cl2]𝑦
1
2,4
0,6= 0,4 x0,05𝑦
0,2x0,05𝑦
4 = 2x
X = 2
25
b. Menentukan orde reaksi untuk gas Cl2(nilai y)
Untuk menentukan nilai y maka kita ggunakan data 1 dan 2. Pada data 1 dan 2, konsentrasi NO dibuat tetap (sebagai
variabel kontrol) untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gas Cl2 terhadap laju reaksi.
𝑟2
𝑟1
=
𝑘 NO 𝑥
2 [Cl2]𝑦
2
𝑘 NO𝑥
1 [Cl2]𝑦
1
1,2
0,6= 0,2 x0,10𝑦
0,2x0,05𝑦
4 = 2y
y = 1
c. Orde reaksi total = x + y = 2 + 1 = 3
d. Persamaan laju reaksinya:
r = k [NO]2[Cl2]
26
e. Untuk menentukan nilai k, boleh menggunakan data percobaan 1, 2, atau 3. Kita gunakan data percobaan 1:
r = k [NO]2[Cl2]
0,6 M.detik–1 = k (0,2 M)2(0,05 M)
0,6 M.detik–1 = k . 0,04 M2. 0,05 M
0,6 M.detik–1 = k . 0,002 M3
k =
0,6 𝑀.𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘
−1
0,002 𝑀3
= 300 𝑀
– 2. 𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘
– 1
27
Latihan
Sekelompok siswa melakukan percobaan dengan mereaksikan larutan natrium tiosulfat dengan larutan asam klorida menurut
reaksi:
Na2S2O3(aq) + 2HCl(aq) → SO2(g) + S(s) + H2O(l) + 2NaCl(aq)
Dari hasil percobaan, diperoleh data sebagai berikut.
Berdasarkan data tersebut, tentukanlah:
a. orde reaksi untuk Na2S2O3
b. orde reaksi untuk HCl
c. orde reaksi total
d. persamaan laju reaksi
e. harga tetapan laju reaksi (k)
No.
Na2S2O3 (M)
HCl (M)
Laju reaksi (M.detik–1)
1.
O,1
0,03
0,04
2.
0.1
0,12
0,16
3.
0,03
0,03
0,36
28
PERTEMUAN 3 FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
LAJU REAKSI YAITU:
Coba bayangkan kondisi anda ketika berada di pantai dan gunung. Manakah tempat yang membuat kita terasa lebih cepat
haus atau lelah, dan apa penyebabnya.
Bagaimana pengalaman anda ketika melarutkan garam ke dalam air dingin dan air panas, mana yang lebih cepat larut
dan apa penyebabnya.
29
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
PERTEMUAN 3
Pecobaan 1
Pengaruh luas permukaan sentuh zat terhadap laju reaksi
Alat:
1. Labu erlenmeyer 50 ml (2 buah)
2. Gelas ukur 50 ml (2 buah)
3. Balon karet (2 buah)
4. Neraca digital
5. Kaca arloji
6. Spatula
7. Stopwatch
Bahan:
1. Larutan HCl3 M
2. Butiran CaCO3
3. Serbuk CaCO3
30
Langkah kerja:
1.
Timbang 2 gram butiran CaCO3 lalu masukkan ke dalam balon karet.
2.
Ukur 10 ml larutan HCl 3 M dan masukkan ke dalam labu erlenmeyer.
3.
Tutup mulut labu erlenmeyer dengan balon yang berisi butiran CaCO3.
4.
Siapkan stopwatch, tuangkan butiran CaCO3 ke dalam labu erlenmeyer yang berisi larutan HCl.
5.
Catat waktu dari mulai butiran CaCO3 dituangkan sampai balon berdiri tegak.
6.
Ulangi percobaan dengan menggunakan balon yang berisi 2 gram serbuk CaCO3.
Hasil pengamatan:
Pertanyaan:
1. Tentukanlah varibel bebas, variabel kontrol, dan variabel terikat dari percobaan ini!
2. Jelaskan hubungan antara bentuk CaCO3 dengan luas permukaan sentuh zat!
3. Manakah laju reaksi yang lebih cepat antara bentuk bongkahan dan serbuk?
4. Tuliskan kesimpulan dari hasil percobaan ini!
Percoban
2 gram CaCO3
Waktu (detik)
1.
Butiran
2.
Serbuk
31
Percobaan 2 Pengaruh suhu terhadap laju reaksi
Alat:
1. Gelas piala 100 ml (3 buah)
2. Gelas ukur 50 ml (2 buah)
3. Kaki tiga (1 buah)
4. Kassa (1 buah)
5. Pembakar spiritus (1 buah)
6. Termometer (1 buah)
7. Kertas HVS ukuran 7 cm × 7 cm yang telah diberi tanda silang menggunakan spidol
Bahan:
1. Larutan HCl2 M
2. Larutan Na2S2O3 0,2 M
32
Langkah kerja:
1.
Ukur larutan Na2S2O3 0,2 M sebanyak 20 ml menggunakan gelas ukur, masukkan ke dalam gelas piala pertama.
2.
Letakkan gelas piala tersebut di atas kertas HVS yang sudah diberi tanda silang.
3.
Ukur larutan HCl2 M sebanyak 10 ml menggunakan gelas ukur,
4.
Sebelum mencampurkan larutan HCl, ukur suhu larutan Na2S2O3 0,2 M (suhu ruangan) terlebih dahulu dan catat.
5.
Tuangkan larutan HCl ke dalam gelas piala dan hidupkan stopwatch.
6.
Amati dan catat waktunya sejak penambahan larutan HCl sampai tanda silang tidak terlihat lagi.
7.
Sekarang,lakukan percobaan yang berbeda pada gelas piala kedua. Ukur 20 ml larutan Na2S2O3 0,2 M dan masukkan ke
dalam gelas piala kedua. Panaskan hingga suhu 40°C lalu letakkan di atas kertas HVS yang sudah diberi tanda silang.
8.
Ukur larutan HCl 2 M sebanyak 10 ml menggunakan gelas ukur.
9.
Sebelum mencampurkan larutan HCl,ukur suhu larutan Na2S2O3 0,2 M terlebih dahulu dan catat sebagai suhu reaksi.
10.
Tuangkan larutan HCl ke dalam gelas piala dan hidupkan stopwatch.
11.
Amati dan catat waktunya sejak penambahan larutan HCl sampai tanda silang tidak terlihat lagi.
12.
Ulangi langkah ke-7 s.d. 11 dengan memanaskan larutan Na2S2O3 hingga suhu 60°C.
33
Hasil pengamatan:
Pertanyaan:
Berdasarkan percobaan yang telah kalian lakukan, tentukan variabel bebas, variabel kontrol, dan variabel terikatnya!
Bandingkan waktu yang diperlukan untuk bereaksi pada setiap suhu percobaan!
Buatlah kesimpulan dari hasil percobaan yang kalian dapat!
Gelas Piala
Volume
HCl 2 M
Volume
Na2S2O3 0,2 M
Suhu
Na2S2O3 0,2 M
Waktu (detik)
1.
10 ml
20 ml
2.
10 ml
20 ml
3.
10 ml
20 ml
34
Pecobaan 3 Pengaruh katalis terhadap laju reaksi
Alat:
Labu erlenmeyer 250 ml (1 buah)
Gelas ukur 50 ml (1 buah)
Spatula
Stopwatch
Bahan:
Larutan H2O23%
Serbuk KI
Sabun pencuci piring
Langkah kerja:
1.
Ukur volume H2O2 3% sebanyak 50 ml dengan menggunakan gelas ukur, lalu masukkan ke dalam labu erlenmeyer.
2.
Masukkan 1 sendok teh sabun pencuci piring ke dalam labu erlenmeyer yang berisi H2O2 3%.
3.
Amati banyak gelembung yang tampak pada labu erlenmeyer.
4.
Setelah 2 menit, masukkan serbuk KI sebanyak 1 sendok spatula ke dalam labu erlenmeyer tersebut, amati banyak gas yang
terbentuk.
35
Hasil pengamatan:
Pertanyaan:
1. Bandingkan banyaknya gelembung pada percobaan 1 dan 2!
2. Apa fungsi dari KI pada reaksi tersebut?
3. Tuliskan kesimpulan dari hasil percobaan ini!
No
Campuran Zat
Gelembung
1.
H2O2+ sabun
2.
H2O2 + sabun + KI
36
Bagaimana penjelasan kalian mengenai pertanyaan awal tentang perbedaan kondisi tubuh kita ketika berada di pantai dan
pegunungan dihubungkan dengan pengaruh suhu terhadap laju reaksi?
Laju reaksi bertambah cepat jika suhu dinaikkan. Berdasarkan hasil percobaan, laju reaksi pada umumnya akan naik dua
kali lipat setiap kenaikan suhu sebesar 10°C.
37
Contoh soal:
Suatu reaksi kimia berlangsung pada suhu 25°C. Setiap suhu dinaikkan 10°C, laju reaksi menjadi dua kali lebih cepat. Jika pada
suhu 25°C laju reaksinya sebesar 0,12 M.detik-1, berapakah besar laju reaksi pada saat suhu 55°C?
Pembahasan:
T1 = 25°C; T2 = 55°C
rawal = 0,12 M.detik–1
Setiap suhu dinaikkan 10°C, laju reaksi menjadi dua kali lebih cepat.
rakhir = …?
Dari data di atas dapat dituliskan kalimat matematikanya sebagai berikut.
rakhir = rawal x 2 (𝑇2 −𝑇1
10
)
= 0,12 M.detik-1 x 255 −25
10
= 0,12 M.detik-1 x 23 = 0,96 M.detik-1
No.
Suhu (°C)
Laju reaksi (M.detik–1)
Keterangan
1.
25
0,12
2.
35
0,24
2 kali percobaan 1
3.
45
0,48
2 kali percobaan 2 atau 4 kali percobaan 1
4.
55
0,9
2 kali percobaan 3 atau 8 kali percobaan 1
38
Katalis adalah zat yang mampu mempercepat laju reaksi. Katalis ikut bereaksi, tetapi di akhir reaksi, katalis terbentuk kembali
seperti semula. Katalis dapat mempercepat laju reaksi dengan cara membuat mekanisme reaksi alternatif
dengan harga energi aktivasi yang lebih rendah. Dengan rendahnya energy aktivasi maka tumbukan berlangsung lebih maksimal
dan reaksi berlangsung lebih cepat.
Contoh: H2(g) + Cl2(g) → 2HCl(g)
Gambar Graik energi aktivasi tanpa katalis (kurva hitam)
dan dengan katalis (kurva biru)
Pada Gambar tampak bahwa energi aktivasi reaksi tanpa katalis nilainya lebih besar daripada dengan bantuan katalis. Dengan
demikian, reaksi akan berlangsung lebih cepat dengan bantuan katalis.
39
Latihan
Data berikut digunakan untuk menyelesaikan soal nomor 1 dan 2.
Di dalam laboratorium suatu sekolah, beberapa pelajar sedang melakukan percobaan mengenai laju reaksi sebagai berikut.
1. Berdasarkan gambar percobaan di atas, laju reaksi yang dipengaruhi oleh
konsentrasi pereaksi adalah percobaan nomor ….
a. 1 dan 2
b. 2 dan 4
c. 1 dan 3
d. 3 dan 4
e. 1 dan 4
40
2. Laju reaksi yang dipengaruhi oleh luas permukaan sentuh zat pereaksi adalah percobaan nomor ….
a. 1 dan 2
b. 2 dan 4
c. 1 dan 3
d. 3 dan 4
e. 1 dan 4
3. Berikut adalah salah satu langkah pembuatan asam nitrat dari amonia. 4NH3(g) + 5O2(g) → 4NO(g) + 6H2O(l)
Bila uap air terbentuk dengan laju sebesar 0,024 mol.menit–1, maka pada saat yang sama, laju penguraian amonia adalah ….
a. 0,016 mol.menit–1
b. 0,020 mol.menit–1
c. 0,029 mol.menit–1
d. 0,030 mol.menit–1
e. 0,036 mol.menit–1
41
4. Pada suatu reaksi, penambahan dan pengurangan jumlah zat pereaksi tidak berpengaruh terhadap besarnya laju reaksi.
Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa orde reaksi terhadap pereaksi tersebut adalah ….
a. 4 d.
b. 3 c. 2 d. 1 e. 0
5. Suatu reaksi berlangsung selama 12 menit pada suhu t°C. Apabila suhu reaksi dinaikkan setiap 10°C, reaksi berlangsung
menjadi dua kali lebih cepat. Waktu yang diperlukan untuk bereaksi pada suhu (t + 20)°C adalah….
a. 4 menit
b. 3 menit
c. 2 menit
d. 1,5 menit
e. 1 menit
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat!
1. Sebanyak 2 mol gas NO2 dimasukkan ke dalam bejana dengan volume liter pada tekanan tertentu dan mengalami penguraian
menjadi gas NO dan O2. Setelah 2 jam, ternyata masih tersisa 0,5 mol gas NO2.
Tentukanlah:
a. laju reaksi pembentukan gas NO
b. laju reaksi pembentukan gas O2
c. laju reaksi penguraian gas NO2
42
2. Pada reaksi: P + Q → PQ, diperoleh data sebagai berikut.
a. Jika konsentrasi P dinaikkan dua kali, sementara konsentrasi Q tetap, maka laju reaksi naik empat kali lipat.
b. Jika konsentrasi P dan Q masing-masing dinaikkan dua kali maka laju reaksi naik menjadi delapan kali lipat.
Tentukanlah:
a. orde reaksi untuk zat P
b. orde reaksi untuk zat Q
c. rumus laju reaksi
3. Dilakukan percobaan penentuan laju reaksi dengan mengukur jumlah mol MgCl2 yang terbentuk melalui reaksi berikut.
Mg(OH)2(aq) + 2HCl(aq) → MgCl2(s) + 2H2O(l)
Data hasil percobaannya:
No
o.
[Mg(OH)2] (M)
[HCl] (M)
Laju reaksi (M.detik–1)
1.
0,030
0,15
1,25 × 10–3
2.
0,030
0,30
5,00 × 10–3
3.
0,015
0,30
2,50 × 10–3
43
Berdasarkan data di atas, tentukanlah:
a. orde reaksi Mg(OH)2 dan HCl
b. rumus laju reaksi
c. harga tetapan laju reaksi
d. harga laju reaksi jika Mg(OH)2 dan HCl yang bereaksi masing-masing sebesar 0,06 M dan 0,30 M
BAHAN AJAR
LAJU REAKSI
Mata Pelajaran Kimia
Kelas XI
Kurikulum Merdeka
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 43
SLIDE
Similar Resources on Wayground
39 questions
UOE SESSION LAST CLASS
Presentation
•
University
40 questions
Concordância verbal
Presentation
•
KG
38 questions
APA6 Reference List
Presentation
•
University
41 questions
Clase 1. Análisis Químico
Presentation
•
University
40 questions
Beato Luis Maria Monti - Vida y legado
Presentation
•
KG - University
42 questions
INTRODUCTION TO CHEMISTRY
Presentation
•
University
33 questions
Trắc nghiệm kinh tế vi mô
Presentation
•
University
38 questions
PENGHAYATAN ETIKA DAN PERADABAN
Presentation
•
University
Popular Resources on Wayground
10 questions
Safety Day 2026 – Student Review
Quiz
•
9th Grade
21 questions
Continents and Oceans
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Parts of Speech
Quiz
•
5th Grade
16 questions
Subject & Predicate
Quiz
•
5th Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
12 questions
Map Skills
Quiz
•
3rd Grade
22 questions
Continents and Oceans
Quiz
•
5th Grade
15 questions
Rounding Decimals
Quiz
•
5th Grade