
Slide
Presentation
•
Mathematics
•
7th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
NURMA AMINDITA
FREE Resource
4 Slides • 3 Questions
1
BILANGAN BULAT
Operasi BIlangan Bulat
Operasi Hitung Bilangan Bulat Bilangan bulat dapat dihitung dengan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
1. Operasi Penjumlahan Dalam menjumlahkan dua bilangan bulat atau lebih, perhatikan ketentuan ini.
Jika kedua bilangan bertanda sama (sama-sama positif atau sama-sama negatif), hasilnya menggunakan tanda yang sama dengan kedua bilangan bulat yang ditambahkan. Contoh: 5 + 6 = 11 -7 + (-2) = -9
Jika kedua bilangan bertanda berlawanan (salah satu positif dan yang lainnya negatif), kurangi bilangan yang bernilai lebih besar dengan bilangan bernilai lebih kecil tanpa memperhatikan tanda. Kemudian hasilnya menggunakan tanda sesuai bilangan yang bernilai lebih besar. Contoh: 8 + (-3) = 5 -19 + 7 = -12 20 + (-23) = -3
2. Operasi Pengurangan
Operasi pengurangan adalah kebalikan dari operasi penjumlahan. Bilangan bulat dikurangi dengan suatu bilangan, bisa lebih kecil atau lebih besar. Untuk setiap bilangan bulat a dan b, maka berlaku:
a - b = a + (-b)
Contoh:
12 - 5 = 7
16 + (-9) = 7
2
3. Operasi Perkalian
Perkalian adalah operasi penjumlahan berulang dengan bilangan yang sama. Dalam operasi perkalian, berlaku prinsip:
n x a = a+ a + a + a + ... + a (sebanyak n suku)
Contoh:
4 x 4 = 4 + 4 + 4 + 4 = 16
Operasi perkalian juga memiliki aturan, yakni:
Hasil perkalian dua bilangan bulat dengan tanda yang sama adalah bilangan bulat positif.
Hasil perkalian dua bilangan bulat dengan tanda berlawanan adalah bilangan bulat negatif.
Jika a dan b adalah bilangan bulat, maka:
- a x b = ab
- (-a) x b = -(a x b) = -ab
- a x (-b) = -(a x b) = -ab
- (-a) x (-b) = a x b = ab
4. Operasi Pembagian
Dalam operasi pembagian bilangan bulat, berlaku aturan sebagai berikut.
Hasil pembagian dua bilangan bulat dengan tanda yang sama adalah bilangan bulat positif.
Hasil pembagian dua bilangan bulat dengan tanda berlawanan adalah bilangan bulat negatif.
Untuk setiap a, b, c bilangan bulat, b tidak sama dengan 0 dan memenuhi a : b = c, maka berlaku:
- a : b = c
- (-a) : b = -c
- a : (-b) = -c
- (-a) : (-b) = c
3
3. Operasi Perkalian
Perkalian adalah operasi penjumlahan berulang dengan bilangan yang sama. Dalam operasi perkalian, berlaku prinsip:
n x a = a+ a + a + a + ... + a (sebanyak n suku)
Contoh:
4 x 4 = 4 + 4 + 4 + 4 = 16
Operasi perkalian juga memiliki aturan, yakni:
Hasil perkalian dua bilangan bulat dengan tanda yang sama adalah bilangan bulat positif.
Hasil perkalian dua bilangan bulat dengan tanda berlawanan adalah bilangan bulat negatif.
Jika a dan b adalah bilangan bulat, maka:
- a x b = ab
- (-a) x b = -(a x b) = -ab
- a x (-b) = -(a x b) = -ab
- (-a) x (-b) = a x b = ab
4
4. Operasi Pembagian
Dalam operasi pembagian bilangan bulat, berlaku aturan sebagai berikut.
Hasil pembagian dua bilangan bulat dengan tanda yang sama adalah bilangan bulat positif.
Hasil pembagian dua bilangan bulat dengan tanda berlawanan adalah bilangan bulat negatif.
Untuk setiap a, b, c bilangan bulat, b tidak sama dengan 0 dan memenuhi a : b = c, maka berlaku:
- a : b = c
- (-a) : b = -c
- a : (-b) = -c
- (-a) : (-b) = c
Kemudian dalam pengerjaan soal dengan lebih dari satu operasi, maka berlaku aturan sebagai berikut:
Penjumlahan dan pengurangan sama kuat. Operasi yang berada di sebelah kiri dikerjakan lebih dulu.
Perkalian dan pembagian sama kuat. Operasi yang berada di sebelah kiri dikerjakan lebih dulu.
Operasi perkalian dan pembagian lebih kuat daripada penjumlahan dan pengurangan. Artinya, operasi perkalian dan pembagian harus dikerjakan lebih dulu daripada operasi penjumlahan dan pengurangan.
Aturan tersebut bisa dikesampingkan apabila operasi yang ada dikhususkan dengan tanda kurung. Operasi yang berada dalam tanda kurung harus dikerjakan lebih dulu.
5
Multiple Choice
1 - 27 : 3
9
8
-8
-10
6
Fill in the Blanks
7
Match
Jodohkan
12 - (-3)
- 9 X -6 + 4
-4 : 2 - (-9)
24 : (-3) - 9
20 X (-2) + (-2) X 3
15
58
7
-17
-46
15
58
7
-17
-46
BILANGAN BULAT
Operasi BIlangan Bulat
Operasi Hitung Bilangan Bulat Bilangan bulat dapat dihitung dengan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
1. Operasi Penjumlahan Dalam menjumlahkan dua bilangan bulat atau lebih, perhatikan ketentuan ini.
Jika kedua bilangan bertanda sama (sama-sama positif atau sama-sama negatif), hasilnya menggunakan tanda yang sama dengan kedua bilangan bulat yang ditambahkan. Contoh: 5 + 6 = 11 -7 + (-2) = -9
Jika kedua bilangan bertanda berlawanan (salah satu positif dan yang lainnya negatif), kurangi bilangan yang bernilai lebih besar dengan bilangan bernilai lebih kecil tanpa memperhatikan tanda. Kemudian hasilnya menggunakan tanda sesuai bilangan yang bernilai lebih besar. Contoh: 8 + (-3) = 5 -19 + 7 = -12 20 + (-23) = -3
2. Operasi Pengurangan
Operasi pengurangan adalah kebalikan dari operasi penjumlahan. Bilangan bulat dikurangi dengan suatu bilangan, bisa lebih kecil atau lebih besar. Untuk setiap bilangan bulat a dan b, maka berlaku:
a - b = a + (-b)
Contoh:
12 - 5 = 7
16 + (-9) = 7
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 7
SLIDE
Similar Resources on Wayground
3 questions
MID TERM 6TH
Presentation
•
6th Grade
6 questions
Sorting and Counting
Presentation
•
KG
6 questions
Garis dan Sudut
Presentation
•
7th Grade
6 questions
Bilangan
Presentation
•
7th Grade
6 questions
infOR
Presentation
•
7th Grade
7 questions
7th Grade Check-In #1 Review - NC.7.RP.2 (part 3)
Presentation
•
7th Grade
3 questions
Sains
Presentation
•
7th Grade
6 questions
ALJABAR UNTUK KELAS 7 SMP
Presentation
•
7th Grade
Popular Resources on Wayground
24 questions
PBIS-HGMS Day 10
Quiz
•
6th - 8th Grade
10 questions
HCS SCI 03 Summer School Review 3
Quiz
•
3rd Grade
11 questions
Home Scope
Quiz
•
7th - 8th Grade
15 questions
HCS SCI 05 Summer School Assessment 3 Review
Quiz
•
5th Grade
35 questions
Lufkin Road Middle School Student Handbook & Policies Assessment
Quiz
•
7th Grade
18 questions
Geo 11.3 Area of Circles and Sectors
Quiz
•
9th - 11th Grade