

fiqih mawaris
Presentation
•
Religious Studies
•
Vocational training
•
Practice Problem
•
Hard
Widiyawati A
FREE Resource
8 Slides • 2 Questions
1
Penerapan Fikih
Mawaris di
Masyarakat
Fikih waris mengatur pembagian harta warisan setelah seseorang meninggal
dunia. Penerapan fikih waris di masyarakat menjadi penting untuk mewujudkan
keadilan dan mencegah konflik.
by Widiyawati A
2
Dasar Hukum Fikih Mawaris
Dasar hukum fikih waris berasal dari Al-Quran dan hadits. Ayat-ayat Al-Quran
seperti surat An-Nisa ayat 11-12 dan hadits tentang pembagian harta waris
memberikan panduan yang jelas tentang hukum waris.
1
Al-Quran
Surat An-Nisa ayat 11-12 dan
lainnya memberikan panduan
tentang pembagian harta
warisan.
2
Hadits
Hadits Nabi Muhammad SAW
menjelaskan detail tentang
hukum waris.
3
Ijtihad
Para ulama' melakukan ijtihad
untuk menginterpretasikan
hukum waris dalam konteks
modern.
4
Ijma' Ulama
Kesepakatan para ulama
tentang hukum waris menjadi
sumber hukum yang kuat.
3
Pembagian Harta Warisan dalam Fikih Mawaris
Harta warisan dibagi menjadi dua jenis: waris wajib dan waris ashabah. Waris wajib memiliki hak mutlak atas harta warisan, sementara waris
ashabah memperoleh hak sesuai dengan sisa harta.
Waris Wajib
Terdiri dari 7 orang, termasuk suami, istri,
anak, orang tua, saudara kandung,
saudara seayah, dan saudara seibu.
Waris Ashabah
Berhak atas sisa harta setelah waris wajib
terpenuhi, seperti saudara laki-laki,
saudara perempuan, dan keponakan.
Syarat-syarat
Setiap ahli waris memiliki syarat tertentu
untuk menerima bagian warisan.
Misalnya, anak yang masih dalam
kandungan berhak menerima bagian
warisan.
4
Multiple Choice
Ada berapa dasar hukum fiqih mawaris
2
4
3
5
5
Hak dan Kewajiban Ahli Waris
Setiap ahli waris memiliki hak dan kewajiban. Ahli waris berhak menerima
bagian warisan sesuai dengan ketentuan syariat. Sebaliknya, ahli waris juga
memiliki kewajiban untuk menjaga dan mengelola harta warisan dengan baik.
Hak
Kewajiban
Mendapatkan bagian warisan
Menjaga harta warisan
Membayar hutang almarhum
Melaksanakan wasiat almarhum
Memenuhi kebutuhan ahli waris
yang lemah
Menjalin silaturahmi antar ahli
waris
6
Tantangan Penerapan Fikih
Mawaris di Masyarakat
Penerapan fikih waris di masyarakat dihadapkan pada beberapa tantangan,
seperti ketidaktahuan tentang hukum waris, egoisme ahli waris, dan konflik antar
keluarga.
1
Kurangnya Pemahaman
Masyarakat kurang memahami hukum waris dan penerapannya.
Akibatnya, muncul kesalahpahaman dan konflik.
2
Egoisme
Egoisme ahli waris dalam memperoleh bagian warisan dapat
menimbulkan konflik dan ketidakadilan.
3
Konflik Keluarga
Konflik antar keluarga sering muncul akibat perbedaan
pendapat mengenai pembagian warisan.
7
Multiple Choice
manakah yang termasuk hak ahli waris
menjaga harta waris
mendapatkan bagian warisan
melaksanakan wasiat
menjalin sihlaturahim dengan ahliwaris
8
Peran Lembaga Keagamaan
dalam Penerapan Fikih
Mawaris
Lembaga keagamaan memainkan peran penting dalam penerapan fikih waris di
masyarakat. Lembaga keagamaan dapat memberikan edukasi tentang hukum
waris, membantu menyelesaikan konflik, dan memberikan solusi praktis.
Edukasi
Menyelenggarakan seminar, pelatihan,
dan penyuluhan tentang hukum waris.
Konseling
Memberikan konseling dan mediasi
untuk menyelesaikan konflik antar
ahli waris.
Mediasi
Memfasilitasi proses mediasi dan
musyawarah untuk mencapai
kesepakatan dalam pembagian
warisan.
Pendampingan
Memberikan pendampingan hukum
bagi ahli waris dalam proses
pembagian warisan.
9
Solusi Praktis Penerapan Fikih
Mawaris
Penerapan fikih waris dapat diwujudkan dengan edukasi, transparansi, dan
musyawarah. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hukum waris
dapat meminimalisir konflik.
Edukasi
Meningkatkan edukasi dan
literasi masyarakat tentang
hukum waris.
Transparansi
Meningkatkan transparansi
dalam proses pembagian
warisan.
Musyawarah
Mendorong ahli waris untuk
menyelesaikan konflik melalui
musyawarah dan mufakat.
Legalitas
Melibatkan lembaga hukum
dalam proses pembagian warisan
untuk menjamin keadilan dan
kepastian hukum.
10
Kesimpulan dan Rekomendasi
Penerapan fikih waris di masyarakat sangat penting untuk mewujudkan keadilan dan mencegah konflik. Edukasi, transparansi, dan
musyawarah merupakan kunci dalam penerapan fikih waris di era modern.
1
Edukasi Masyarakat
Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hukum
waris melalui seminar, pelatihan, dan penyuluhan.
2
Peningkatan Peran Lembaga
Memperkuat peran lembaga keagamaan dan hukum
dalam penerapan fikih waris.
3
Penyelesaian Konflik
Memfasilitasi penyelesaian konflik antar ahli waris
melalui mediasi dan musyawarah.
4
Implementasi Praktis
Membuat panduan praktis dan sistematis dalam
penerapan fikih waris.
Penerapan Fikih
Mawaris di
Masyarakat
Fikih waris mengatur pembagian harta warisan setelah seseorang meninggal
dunia. Penerapan fikih waris di masyarakat menjadi penting untuk mewujudkan
keadilan dan mencegah konflik.
by Widiyawati A
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 10
SLIDE
Similar Resources on Wayground
7 questions
Buku pintar
Presentation
•
KG
7 questions
OTOT.pdf
Presentation
•
KG
7 questions
IPAS Kelas 6
Presentation
•
KG
9 questions
Fonik dan Huruf u
Presentation
•
KG
9 questions
PEMAHAMAN BERMAKNA DALA PENDIDIKAN PAUD
Presentation
•
KG
9 questions
TUGAS FPD 8 PRESENTASI
Presentation
•
KG
7 questions
Presentasi
Presentation
•
Professional Development
7 questions
Peredaran Darah
Presentation
•
KG
Popular Resources on Wayground
10 questions
HCS SCI 03 Summer School Review 4
Quiz
•
3rd Grade
11 questions
HSMS - Standard Response Protocol
Quiz
•
6th - 8th Grade
16 questions
1.1-1.2 Quiz Review
Quiz
•
9th - 12th Grade
12 questions
Exponent Expressions
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Adding and Subtracting Integers
Quiz
•
6th - 7th Grade
11 questions
Northeast States
Quiz
•
3rd - 4th Grade
10 questions
Characterization
Quiz
•
3rd - 7th Grade
10 questions
Common Denominators
Quiz
•
5th Grade