

memahami transaksi akuntansi
Presentation
•
Social Studies
•
11th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Heri Baskoro
FREE Resource
51 Slides • 0 Questions
1
Memahami Transaksi
Akuntansi: Perusahaan
Jasa, Dagang, dan
Manufaktur
2
Pengertian Transaksi
●Transaksi adalah kegiatan ekonomi atau
peristiwa keuangan yang mempengaruhi
posisi keuangan perusahaan.
●Setiap transaksi harus dicatat dalam
pembukuan.
●Transaksi memiliki dua sisi: debit dan
kredit.
●Contoh: pembelian barang, penjualan
jasa, pembayaran gaji.
3
Jenis-Jenis Transaksi
●Transaksi Operasional: kegiatan
sehari-hari perusahaan seperti penjualan
dan pembelian.
●Transaksi Non-Operasional: kegiatan yang
tidak rutin seperti penjualan aset tetap.
●Transaksi Internal: transaksi yang terjadi di
dalam perusahaan seperti alokasi biaya.
●Transaksi Eksternal: transaksi dengan
pihak luar seperti pelanggan atau
pemasok.
4
Transaksi Perusahaan Jasa
●Perusahaan jasa bergerak di bidang pelayanan.
●Contoh transaksi:
●Penerimaan pembayaran dari pelanggan.
●Pembayaran gaji karyawan.
●Pembelian perlengkapan kantor.
●Pembayaran sewa kantor.
5
Transaksi Perusahaan
Dagang
●Perusahaan dagang membeli barang
untuk dijual kembali.
●Contoh transaksi:
●Pembelian barang dagang.
●Penjualan barang dagang.
●Pembayaran utang usaha.
●Penerimaan piutang usaha.
6
Transaksi Perusahaan
Manufaktur
●Perusahaan manufaktur memproduksi
barang dari bahan baku menjadi produk
jadi.
●Contoh transaksi:
●Pembelian bahan baku.
●Pembayaran biaya tenaga kerja.
●Pembayaran biaya overhead pabrik.
●Penjualan produk jadi.
7
Pengenalan Dokumen
Pendukung Transaksi
●Dokumen pendukung transaksi adalah
bukti tertulis yang digunakan untuk
mencatat dan memverifikasi transaksi
keuangan.
●Penting untuk menjaga keakuratan dan
transparansi dalam pencatatan keuangan.
●Contoh dokumen: faktur, nota, kwitansi,
cek.
8
Faktur
●Faktur digunakan dalam transaksi
penjualan barang atau jasa.
●Berisi rincian barang/jasa, harga, dan
jumlah total.
●Digunakan sebagai bukti penagihan
kepada pelanggan.
●Pertanyaan: Mengapa faktur penting
dalam transaksi penjualan?
9
Nota
●Nota adalah bukti pembayaran yang diterima pelanggan setelah
transaksi pembelian.
●Berisi rincian barang/jasa yang dibeli dan jumlah yang dibayar.
●Digunakan untuk mencatat pembayaran yang telah diterima.
●Pertanyaan: Apa perbedaan antara faktur dan nota?
10
Kwitansi
●Kwitansi adalah dokumen tanda terima
pembayaran dalam bentuk tunai.
●Berisi informasi tentang jumlah uang yang
diterima, tanggal, dan pihak yang
menerima.
●Digunakan untuk mencatat transaksi tunai.
●Pertanyaan: Kapan biasanya kwitansi
digunakan dalam transaksi?
11
Cek dan Bilyet Giro
●Cek adalah alat pembayaran non-tunai
yang digunakan untuk mentransfer dana
dari satu rekening ke rekening lain.
●Bilyet Giro adalah instrumen pembayaran
non-tunai yang mirip dengan cek, tetapi
dana tidak langsung ditarik.
●Digunakan dalam transaksi perusahaan
untuk pembayaran yang lebih aman.
●Pertanyaan: Apa keuntungan
menggunakan cek atau bilyet giro
dibandingkan pembayaran tunai?
12
Dokumen Pendukung Lainnya
●Dokumen pendukung lainnya termasuk bukti transfer bank, surat
perintah kerja, dan laporan pengiriman.
●Setiap dokumen memiliki fungsi spesifik dalam mencatat dan
memverifikasi transaksi.
●Penting untuk menyimpan semua dokumen pendukung untuk
audit dan pelaporan keuangan.
●Pertanyaan: Mengapa penting untuk menyimpan semua
dokumen pendukung transaksi?
13
Proses Verifikasi
Dokumen
●Verifikasi dokumen adalah proses
memastikan keabsahan dan keakuratan
dokumen pendukung transaksi.
●Melibatkan pengecekan rincian transaksi
dengan dokumen pendukung.
●Penting untuk mencegah kesalahan dan
kecurangan dalam pencatatan keuangan.
●Pertanyaan: Bagaimana proses verifikasi
dokumen dapat mencegah kecurangan?
14
Faktur Proforma
●Faktur proforma adalah dokumen
penawaran yang diberikan sebelum
transaksi terjadi.
●Berisi rincian barang/jasa, harga, dan
syarat penjualan.
●Digunakan untuk memberikan estimasi
biaya kepada pelanggan.
●Pertanyaan: Apa perbedaan antara faktur
proforma dan faktur biasa?
15
Surat Jalan
●Surat jalan adalah dokumen yang menyertai pengiriman barang.
●Berisi rincian barang yang dikirim, jumlah, dan tujuan
pengiriman.
●Digunakan untuk memastikan barang sampai ke tujuan dengan
benar.
●Pertanyaan: Mengapa surat jalan penting dalam proses
pengiriman barang?
16
Nota Kredit
●Nota kredit adalah dokumen yang
dikeluarkan untuk mengurangi jumlah
tagihan kepada pelanggan.
●Digunakan saat terjadi retur barang atau
kesalahan penagihan.
●Berisi rincian barang yang dikembalikan
dan jumlah pengurangan tagihan.
●Pertanyaan: Kapan nota kredit biasanya
dikeluarkan?
17
Nota Debet
●Nota debet adalah dokumen yang
dikeluarkan untuk menambah jumlah
tagihan kepada pelanggan.
●Digunakan saat terjadi penambahan
barang atau kesalahan penagihan.
●Berisi rincian barang tambahan dan
jumlah penambahan tagihan.
●Pertanyaan: Apa perbedaan antara nota
debet dan nota kredit?
18
Kesimpulan
●Dokumen pendukung transaksi adalah elemen penting dalam
pencatatan keuangan yang akurat dan transparan.
●Berbagai jenis dokumen seperti faktur, nota, kwitansi, dan cek
memiliki fungsi spesifik.
●Proses verifikasi dokumen membantu memastikan keabsahan
dan keakuratan transaksi.
●Pertanyaan: Apa yang akan terjadi jika dokumen pendukung
transaksi tidak disimpan dengan baik?
19
20
Pengenalan Jurnal
dalam Akuntansi
●Jurnal adalah catatan kronologis dari
semua transaksi keuangan.
●Setiap transaksi dicatat dalam jurnal
sebelum diposting ke buku besar.
●Jurnal membantu dalam melacak dan
memverifikasi transaksi.
●Pertanyaan: Mengapa penting mencatat
transaksi dalam jurnal terlebih dahulu?
21
Jenis-Jenis Jurnal
●Jurnal Umum: mencatat semua jenis
transaksi.
●Jurnal Khusus: mencatat transaksi dengan
volume tinggi.
●Contoh jurnal khusus: jurnal penjualan,
jurnal pembelian.
●Pertanyaan: Apa perbedaan utama antara
jurnal umum dan jurnal khusus?
22
Langkah-Langkah Pencatatan dalam Jurnal
●Identifikasi transaksi yang terjadi.
●Tentukan akun yang terpengaruh dan apakah debit atau kredit.
●Catat transaksi dalam jurnal dengan tanggal dan deskripsi.
●Pertanyaan: Mengapa penting untuk mencatat deskripsi
transaksi dalam jurnal?
23
Contoh Pencatatan
dalam Jurnal Umum
●Tanggal: 1 Januari 2023
●Transaksi: Pembelian perlengkapan
kantor senilai Rp 1.000.000 secara tunai.
●Pencatatan: Debit: Perlengkapan Rp
1.000.000, Kredit: Kas Rp 1.000.000
●Pertanyaan: Apa yang terjadi jika transaksi
tidak dicatat dengan benar?
24
Contoh Pencatatan dalam
Jurnal Penjualan
●Tanggal: 5 Januari 2023
●Transaksi: Penjualan barang dagang
senilai Rp 2.000.000 secara kredit.
●Pencatatan: Debit: Piutang Usaha Rp
2.000.000, Kredit: Penjualan Rp 2.000.000
●Pertanyaan: Mengapa penting mencatat
penjualan kredit dalam jurnal?
25
Manfaat Pencatatan dalam Jurnal
●Memudahkan pelacakan transaksi.
●Membantu dalam verifikasi dan audit keuangan.
●Menyediakan data yang akurat untuk laporan keuangan.
●Pertanyaan: Bagaimana pencatatan jurnal membantu dalam
audit keuangan?
26
Kesalahan Umum dalam
Pencatatan Jurnal
●Salah mencatat akun debit dan kredit.
●Tidak mencatat transaksi secara
kronologis.
●Mengabaikan deskripsi transaksi.
●Pertanyaan: Bagaimana cara menghindari
kesalahan dalam pencatatan jurnal?
27
Kesimpulan
●Jurnal adalah langkah awal dalam
pencatatan transaksi akuntansi.
●Pencatatan yang akurat dalam jurnal
penting untuk laporan keuangan yang
tepat.
●Memahami jenis-jenis jurnal dan cara
mencatat transaksi membantu
menghindari kesalahan.
●Pertanyaan: Apa yang akan terjadi jika
jurnal tidak disusun dengan baik?
28
Proses Pencatatan Transaksi: Jurnal
●Pencatatan dalam Jurnal Umum:
●Mencatat semua jenis transaksi secara kronologis
●Pencatatan dalam Jurnal Khusus:
●Digunakan untuk transaksi dengan volume tinggi
●Contoh: jurnal penjualan, jurnal pembelian, jurnal penerimaan kas, jurnal
pengeluaran kas
29
Pengenalan Jurnal
Khusus
●Jurnal khusus adalah jurnal yang
digunakan untuk mencatat transaksi
dengan volume tinggi.
●Digunakan untuk mempermudah
pencatatan dan pengelompokan transaksi
sejenis.
●Contoh: jurnal penjualan, jurnal
pembelian, jurnal penerimaan kas, jurnal
pengeluaran kas.
●Pertanyaan: Mengapa perusahaan
dagang membutuhkan jurnal khusus?
30
Jurnal Penjualan
●Jurnal penjualan mencatat semua
transaksi penjualan barang dagang.
●Mencatat penjualan baik secara tunai
maupun kredit.
●Memudahkan pelacakan pendapatan dari
penjualan.
●Pertanyaan: Apa yang terjadi jika
penjualan tidak dicatat dalam jurnal
penjualan?
31
Contoh Pencatatan Jurnal Penjualan
●Tanggal: 10 Oktober 2023
●Transaksi: Penjualan barang dagang senilai Rp 5.000.000
secara kredit.
●Pencatatan: Debit: Piutang Usaha Rp 5.000.000, Kredit:
Penjualan Rp 5.000.000
●Pertanyaan: Mengapa penting mencatat penjualan kredit dalam
jurnal?
32
Jurnal Pembelian
●Jurnal pembelian mencatat semua
transaksi pembelian barang dagang.
●Mencatat pembelian baik secara tunai
maupun kredit.
●Memudahkan pelacakan biaya pembelian
barang dagang.
●Pertanyaan: Apa yang terjadi jika
pembelian tidak dicatat dalam jurnal
pembelian?
33
Contoh Pencatatan
Jurnal Pembelian
●Tanggal: 15 Oktober 2023
●Transaksi: Pembelian barang dagang
senilai Rp 3.000.000 secara tunai.
●Pencatatan: Debit: Persediaan Barang
Dagang Rp 3.000.000, Kredit: Kas Rp
3.000.000
●Pertanyaan: Mengapa penting mencatat
pembelian tunai dalam jurnal?
34
Jurnal Penerimaan Kas
●Jurnal penerimaan kas mencatat semua penerimaan uang tunai.
●Mencatat penerimaan dari berbagai sumber seperti penjualan
tunai dan piutang.
●Memudahkan pelacakan arus kas masuk.
●Pertanyaan: Mengapa penting mencatat penerimaan kas dalam
jurnal khusus?
35
Contoh Pencatatan Jurnal
Penerimaan Kas
●Tanggal: 20 Oktober 2023
●Transaksi: Penerimaan kas dari penjualan
tunai senilai Rp 2.000.000.
●Pencatatan: Debit: Kas Rp 2.000.000,
Kredit: Penjualan Rp 2.000.000
●Pertanyaan: Apa yang terjadi jika
penerimaan kas tidak dicatat dengan
benar?
36
Jurnal Pengeluaran
Kas
●Jurnal pengeluaran kas mencatat semua
pengeluaran uang tunai.
●Mencatat pengeluaran untuk berbagai
keperluan seperti pembayaran utang dan
biaya operasional.
●Memudahkan pelacakan arus kas keluar.
●Pertanyaan: Mengapa penting mencatat
pengeluaran kas dalam jurnal khusus?
37
Contoh Pencatatan Jurnal Pengeluaran Kas
●Tanggal: 25 Oktober 2023
●Transaksi: Pembayaran utang usaha senilai Rp 1.500.000
secara tunai.
●Pencatatan: Debit: Utang Usaha Rp 1.500.000, Kredit: Kas Rp
1.500.000
●Pertanyaan: Apa yang terjadi jika pengeluaran kas tidak dicatat
dengan benar?
38
Manfaat Jurnal Khusus
●Mempermudah pencatatan transaksi
dengan volume tinggi.
●Mengelompokkan transaksi sejenis untuk
analisis yang lebih mudah.
●Mempercepat proses pencatatan dan
pelaporan keuangan.
●Pertanyaan: Bagaimana jurnal khusus
membantu dalam pelaporan keuangan?
39
Kesimpulan
●Jurnal khusus penting untuk perusahaan
dagang dengan volume transaksi tinggi.
●Memudahkan pencatatan, pelacakan, dan
analisis transaksi.
●Jenis jurnal khusus meliputi jurnal
penjualan, pembelian, penerimaan kas,
dan pengeluaran kas.
●Pertanyaan: Apa yang akan terjadi jika
perusahaan dagang tidak menggunakan
jurnal khusus?
40
Proses Pencatatan Transaksi: Posting ke Buku
Besar
●Setelah dicatat dalam jurnal, transaksi diposting ke buku besar
●Buku besar: kumpulan akun-akun untuk mencatat saldo akhir setiap transaksi
●Contoh akun: Kas, Piutang Usaha, Utang Usaha, Pendapatan, Beban
41
Proses Pencatatan Transaksi: Neraca Saldo
●Neraca saldo disusun untuk memastikan pencatatan yang benar
●Jumlah debit harus sama dengan jumlah kredit
●Langkah-langkah:
●Mengambil saldo akhir setiap akun dari buku besar
●Mencatat saldo debit dan kredit dalam daftar dua kolom
●Menjumlahkan kolom debit dan kredit
42
Proses Pencatatan Transaksi: Laporan Keuangan
Laporan keuangan yang disusun:
●Laporan Laba/Rugi
●Laporan Perubahan Ekuitas
●Neraca
●Laporan Arus Kas
●Menggambarkan kondisi keuangan perusahaan pada periode tertentu
43
Pencatatan Khusus: Perusahaan Manufaktur
Harga Pokok Produksi (HPP) terdiri dari:
●Bahan Baku Langsung:
●Bahan yang digunakan secara langsung dalam produksi
●Contoh: kayu untuk membuat meja
●Tenaga Kerja Langsung:
●Biaya untuk pekerja yang terlibat langsung dalam produksi
●Contoh: upah tukang kayu
44
Pencatatan Khusus: Perusahaan Manufaktur
(Lanjutan)
●Overhead Pabrik:
●Biaya lain-lain untuk menjalankan proses produksi
●Contoh: biaya listrik, air, dan sewa pabrik
●Pencatatan HPP penting untuk:
●Menentukan harga jual produk
●Menghitung laba kotor perusahaan
45
Penyesuaian Transaksi (1)
●Dilakukan pada akhir periode akuntansi
●Mencatat transaksi yang belum sepenuhnya tercatat
●Jenis penyesuaian:
●Beban yang masih harus dibayar (utang beban)
●Contoh: gaji karyawan yang belum dibayar
●Pendapatan yang masih harus diterima (piutang pendapatan)
●Contoh: jasa yang sudah diberikan tapi belum dibayar pelanggan
46
Penyesuaian Transaksi (2)
●Jenis penyesuaian lainnya:
●Penyusutan aset tetap
●Contoh: penyusutan mesin atau kendaraan
●Persediaan barang yang terjual
●Menghitung nilai persediaan akhir dan harga pokok penjualan
47
Jurnal Penutup
●Disusun pada akhir siklus akuntansi
●Tujuan: menutup akun nominal (pendapatan dan beban)
●Saldo akun nominal menjadi nol
●Siap digunakan untuk periode akuntansi berikutnya
●Langkah-langkah:
●Menutup akun pendapatan
●Menutup akun beban
●Menutup akun ikhtisar laba rugi
48
Neraca Saldo Setelah Penutupan
●Disusun setelah jurnal penutup
●Tujuan: memeriksa keseimbangan debet dan kredit
●Hanya berisi akun riil (aset, liabilitas, dan ekuitas)
●Memastikan saldo awal yang benar untuk periode berikutnya
49
Pentingnya Memahami Transaksi dalam Akuntansi
(1)
●Mencatat Keuangan yang Akurat:
●Transaksi yang tercatat dengan benar menghasilkan laporan keuangan yang
akurat dan relevan
●Membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat
●Pengambilan Keputusan Bisnis:
●Laporan keuangan yang akurat memberikan data penting untuk keputusan
bisnis
●Contoh: ekspansi usaha, investasi, atau pengurangan biaya
50
Pentingnya Memahami Transaksi dalam Akuntansi
(2)
●Memenuhi Kewajiban Pajak:
●Pencatatan transaksi yang akurat membantu menyusun laporan pajak sesuai
aturan
●Menghindari masalah perpajakan dan denda
●Kepercayaan Investor:
●Laporan keuangan yang akurat dan transparan meningkatkan kepercayaan
investor dan kreditur
●Memudahkan perusahaan mendapatkan pendanaan atau investasi
51
Kesimpulan
●Transaksi akuntansi adalah dasar dari pelaporan keuangan yang akurat
●Penting untuk memahami jenis-jenis transaksi berdasarkan jenis perusahaan
●Proses pencatatan transaksi meliputi jurnal, buku besar, neraca saldo, dan
laporan keuangan
●Penyesuaian dan penutupan akun diperlukan untuk akurasi laporan
●Pemahaman yang baik tentang transaksi akuntansi mendukung pengambilan
keputusan bisnis yang tepat
Memahami Transaksi
Akuntansi: Perusahaan
Jasa, Dagang, dan
Manufaktur
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 51
SLIDE
Similar Resources on Wayground
45 questions
PAS PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN KELAS XII MIPA GANJIL
Presentation
•
12th Grade
51 questions
Review Materi BAB 1 & 2
Presentation
•
10th Grade
45 questions
PKWU REKAYASA KELAS X GENAP
Presentation
•
10th Grade
48 questions
Klasifikasi kelompok sosial
Presentation
•
10th Grade
44 questions
Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang Berkelanjutan dan Permas
Presentation
•
11th Grade - University
38 questions
Kegiatan Ekonomi
Presentation
•
10th Grade
42 questions
BAB 1 MENJIWAI PANCASILA
Presentation
•
11th Grade
43 questions
quis informatika kelas 11 dan 12 smanur
Presentation
•
11th Grade
Popular Resources on Wayground
24 questions
PBIS-HGMS Day 10
Quiz
•
6th - 8th Grade
10 questions
HCS SCI 03 Summer School Review 3
Quiz
•
3rd Grade
11 questions
Home Scope
Quiz
•
7th - 8th Grade
15 questions
HCS SCI 05 Summer School Assessment 3 Review
Quiz
•
5th Grade
35 questions
Lufkin Road Middle School Student Handbook & Policies Assessment
Quiz
•
7th Grade
18 questions
Geo 11.3 Area of Circles and Sectors
Quiz
•
9th - 11th Grade