Search Header Logo
Belum Berjudul

Belum Berjudul

Assessment

Presentation

Physics

10th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Dian Puspitasari

FREE Resource

8 Slides • 0 Questions

1

media

MATERI PROJEK SUARA DEMOKRASI

A.Sosialisasi dan Penjelasan Pelaksanaan Proyek Suara Demokrasi

Proyek suara demokrasi adalah salah satu dari beberapa Proyek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila (P5) yang harus dilaksanakan oleh sekolah yang sudah
mengimplementasikn kurikulum merdeka yaitu dengan mengadakan kegiatan
pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS SMAN 2 BLAMBANGAN UMPU yang
digelar selayaknya pemilu (pemilihan umum). tujuan umum P5 dengan tema suara
demokrasi ini adalah agar para siswa mampu mengimplementasikan sistem demokrasi
pada satuan pendidikan, membentuk kaderisasi kepemimpinan yang demokratis guna
menampung aspirasi siswa SMAN 2 BLAMBANGAN UMPU, dan secara khusus
melatih siswa untuk berorganisasi serta menyalurkan minat bakat siswa dalam
berorganisasi. Jadwal kegitan ini dilaksanakan selama 4 hari yaitu hari Selasa, 17
September 2024 sampai dengan hari Jumat, 20 September 2024 (jadwal kegiatan
terlampir).

B.Tahapan Pemilihan OSIS
Pemilihan Ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) di sekolah umumnya
mengikuti langkah-langkah tertentu untuk memastikan proses yang adil dan
transparan. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam pemilihan ketua OSIS :

1.Persiapan:

1.Pembentukan

Panitia: Sekolah biasanya membentuk panitia
pemilihan yang terdiri dari guru dan perwakilan siswa. Panitia
bertanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan pemilihan.
2.Penyusunan Jadwal: Panitia menetapkan jadwal kegiatan pemilihan,
termasuk

tahapan-tahapan

penting

seperti

pendaftaran

calon,
kampanye, dan pemungutan suara.
2.Sosialisasi:

1.Informasi: Panitia menyebarluaskan informasi mengenai pemilihan,
termasuk kriteria calon, jadwal, dan mekanisme pemilihan kepada
seluruh siswa.
2.Penjelasan: Sosialisasi dilakukan melalui berbagai media seperti
pengumuman di kelas, papan informasi, atau rapat.
3.Pendaftaran Calon:

1.Pengumuman

Pendaftaran: Panitia

mengumumkan

periode
pendaftaran calon ketua OSIS.
2.Pendaftaran: Siswa yang berminat menjadi calon ketua OSIS
mendaftar dan mengisi formulir pendaftaran serta memenuhi syarat
yang ditetapkan (misalnya, prestasi akademik, keaktifan dalam
kegiatan sekolah, dan lain-lain).
4.Pemeriksaan Berkas:

Verifikasi: Panitia memeriksa kelengkapan dan keabsahan berkas
pendaftaran calon. Calon harus memenuhi kriteria dan persyaratan yang
ditentukan.

​PROJEK SUARA DEMOKRASI

media

2

media

5.Kampanye:

1.Persiapan

Kampanye: Calon

yang

telah

lolos

verifikasi
mempersiapkan materi kampanye, seperti poster, slogan, dan rencana
kerja.
2.Pelaksanaan Kampanye: Calon menyampaikan visi, misi, dan
program kerja mereka kepada siswa melalui berbagai cara, seperti
presentasi di depan kelas atau melalui media sekolah.
6.Debat (Opsional):

Debat Publik: Kadang-kadang, diadakan debat antara calon untuk
membahas program kerja mereka dan menjawab pertanyaan dari siswa. Ini
memberikan kesempatan bagi siswa untuk menilai kemampuan dan
kesiapan calon.

7.Pemungutan Suara:

1.Penjadwalan: Panitia menetapkan tanggal dan waktu pemungutan
suara.
2.Pelaksanaan: Pemungutan suara dilakukan di tempat yang telah
ditentukan, dengan menggunakan kotak suara atau sistem pemungutan
suara elektronik.
3.Proses Voting: Siswa memberikan suara mereka untuk calon ketua
OSIS yang mereka pilih. Setiap siswa biasanya memiliki satu suara.
8.Penghitungan Suara:

1.Perhitungan: Setelah pemungutan suara selesai, panitia menghitung
suara yang masuk dengan cermat.
2.Pengumuman Hasil: Hasil pemilihan diumumkan kepada seluruh
siswa. Calon dengan suara terbanyak dinyatakan sebagai ketua OSIS
terpilih.
9.Pelantikan:

1.Serah Terima Jabatan: Ketua OSIS terpilih dilantik dalam suatu
acara resmi, biasanya dihadiri oleh guru, siswa, dan pihak sekolah
lainnya.
2.Penyerahan Tugas: Ketua OSIS terpilih menerima tugas dan
tanggung jawabnya dari ketua OSIS sebelumnya atau dari panitia.
10.Evaluasi:

1.Tindak Lanjut: Panitia melakukan evaluasi terhadap proses pemilihan
untuk melihat apakah ada aspek yang bisa diperbaiki di masa depan.
2.Pemberian Umpan Balik: Siswa dan pihak sekolah memberikan
umpan balik mengenai proses pemilihan yang telah berlangsung.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, pemilihan ketua OSIS dapat dilakukan secara
terstruktur, adil, dan transparan, memberikan kesempatan bagi semua siswa untuk
berpartisipasi dalam memilih pemimpin mereka.

3

media

C.Syarat Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS

Syarat calon ketua dan wakil ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) yang

memadai dan dapat menjalankan tugas dengan baik. Meskipun syarat-syarat ini bisa

bervariasi antara satu sekolah dengan sekolah lainnya, berikut adalah beberapa syarat

umum yang sering diterapkan :

**1. Kewarganegaraan Siswa

Syarat: Calon harus merupakan siswa aktif di sekolah tempat pemilihan OSIS
dilakukan.
Contoh: Calon harus terdaftar sebagai siswa di sekolah tersebut dan
mengikuti aturan internal sekolah terkait keanggotaan OSIS.

**2. Usia dan Kelas

Syarat: Calon biasanya harus berada di kelas tertentu untuk memenuhi syarat.
Biasanya calon ketua dan wakil ketua OSIS diambil dari siswa dari kelas X
atau kelas XI di sekolah menengah atas.

**3. Prestasi Akademik

Syarat: Banyak sekolah mengharuskan calon untuk memiliki catatan
akademik yang baik. Hal ini memastikan bahwa calon memiliki komitmen
terhadap studi mereka selain tanggung jawab OSIS.
Contoh: Calon harus memiliki rata-rata nilai minimal tertentu, seperti 7.0, dan
tidak memiliki catatan pelanggaran disiplin berat.

**4. Catatan Disiplin

Syarat: Calon biasanya tidak boleh memiliki catatan pelanggaran disiplin
yang serius. Hal ini penting untuk memastikan bahwa calon memiliki sikap
dan perilaku yang baik.
Contoh: Calon tidak boleh memiliki catatan pelanggaran disiplin berat dalam
tahun ajaran terakhir atau selama masa sekolah mereka.

**5. Pengalaman atau Keterlibatan di OSIS

Syarat: Calon yang sudah pernah terlibat dalam kegiatan OSIS atau organisasi
sekolah lainnya biasanya dianggap lebih siap karena memiliki pengalaman
yang relevan.
Contoh: Calon diharapkan telah terlibat dalam kegiatan OSIS sebelumnya
atau setidaknya aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler.

**6. Visi dan Misi

4

media

Syarat: Calon harus dapat menyampaikan visi dan misi yang jelas mengenai
apa yang mereka rencanakan untuk lakukan jika terpilih sebagai ketua atau
wakil ketua OSIS. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki rencana dan ide
yang konkret.
Contoh: Calon perlu mengajukan rencana kerja atau program yang akan
dilaksanakan selama masa jabatan mereka.

**7. Kemampuan Kepemimpinan dan Komunikasi

Syarat: Calon harus menunjukkan kemampuan kepemimpinan dan
keterampilan komunikasi yang baik, karena posisi ini memerlukan interaksi
dengan siswa, guru, dan pihak sekolah.
Contoh: Calon dapat menunjukkan kemampuan dalam berbicara di depan
umum, berorganisasi, dan bekerja dalam tim.

**8. Dukungan Teman Sekelas

Syarat: Calon biasanya perlu mendapatkan dukungan atau rekomendasi dari
teman sekelas atau anggota OSIS sebelumnya.
Contoh: Calon mungkin diminta untuk mendapatkan sejumlah tanda tangan
dukungan dari siswa lain sebagai bagian dari proses pendaftaran.

**9. Komitmen Waktu

Syarat: Calon harus siap untuk meluangkan waktu dan berkomitmen penuh
untuk menjalankan tugas-tugas OSIS jika terpilih.
Contoh: Calon harus bersedia menghadiri rapat rutin, terlibat dalam kegiatan
OSIS, dan menjalankan tugas-tugas yang diberikan oleh OSIS.

**10. Dokumen Pendaftaran

Syarat: Calon harus mengisi formulir pendaftaran dengan lengkap, termasuk
informasi pribadi, rencana kerja, dan dokumen lain yang mungkin diperlukan.
Contoh: Formulir pendaftaran biasanya mencakup biodata, foto, dan mungkin
surat pernyataan dari calon bahwa mereka bersedia menjalankan tugas OSIS.

Syarat-syarat ini bertujuan untuk memastikan bahwa calon ketua dan wakil ketua
OSIS memiliki kualifikasi dan karakter yang sesuai untuk memimpin dan
berkontribusi secara efektif dalam organisasi siswa di sekolah.










5

media

D.Syarat Pemilih

Syarat pemilih dalam pemilihan ketua OSIS umumnya melibatkan beberapa
ketentuan, yang bisa berbeda-beda di setiap sekolah. Namun syarat umum yang sering
diterapkan adalah :

1. Kelas

Syarat: pemilih biasanya adalah seluruh warga sekolah tersebut seperti siswa,
kepala sekolah, guru, staff tata uasaha yang ada di sekolah tersebut.

2. Status

Syarat: hanya warga sekolah yang terdaftar dan aktif di sekolah tersebut yang
dapat memberika suara.

3. Kehadiran

Syarat: beberapa sekolah mungkin memerlukan kehadiran siswa pada sesi pemilihan
atau pada waktu tertentu untuk memastikan partisipasi.

Pastikan untuk memeriksa pedoman spesifik yang dikeluarkan oleh sekolah atau
panitia OSIS untuk syarat yang lebih akurat.


E.Waktu Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan pemilihan ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) harus
direncanakan dengan cermat agar prosesnya berjalan lancar dan efektif. Berikut
adalah tahapan umum dan waktu yang biasanya terlibat dalam pelaksanaan pemilihan
ketua OSIS :

Durasi: 2-4 minggu sebelum pemilihan
Aktivitas:
oMenyusun jadwal pemilihan.
oMembentuk panitia pemilihan.
oMenyusun aturan dan prosedur pemilihan.
oMengumumkan rencana pemilihan kepada siswa dan staf sekolah.

2. Pendaftaran Calon

Durasi: 1-2 minggu
Aktivitas:
oMengumumkan pendaftaran calon ketua dan wakil ketua OSIS.
oCalon mengisi formulir pendaftaran dan menyerahkan dokumen yang
diperlukan.
oVerifikasi calon oleh panitia pemilihan.

3. Sosialisasi dan Kampanye

6

media

Durasi: 1-2 minggu
Aktivitas:
oCalon melakukan kampanye untuk memperkenalkan diri dan program
mereka kepada siswa.
oMengadakan debat atau forum diskusi jika diperlukan.
oMemasang poster, spanduk, dan materi kampanye lainnya.

4. Masa Tenang

Durasi: 1-2 hari sebelum pemilihan
Aktivitas:
oMenghentikan kegiatan kampanye untuk memberikan kesempatan
kepada siswa untuk mempertimbangkan pilihan mereka tanpa
gangguan.
oMemastikan semua persiapan pemilihan sudah siap, termasuk tempat
pemilihan, kotak suara, dan surat suara.

5. Pelaksanaan Pemilihan

Durasi: 1 hari
Aktivitas:
oPemungutan suara dilakukan di tempat yang telah disiapkan.
oSiswa memberikan suara mereka sesuai dengan prosedur yang telah
ditetapkan.
oPengawasan dilakukan untuk memastikan proses pemilihan berjalan
dengan adil.

6. Penghitungan Suara

Durasi: 1 hari
Aktivitas:
oMenghitung hasil suara dengan transparan dan akurat.
oMelibatkan beberapa pihak untuk memverifikasi hasil penghitungan
dan menghindari kesalahan.

7. Pengumuman Hasil

Durasi: 1 hari
Aktivitas:
oMengumumkan hasil pemilihan kepada seluruh siswa.
oMemberikan sertifikat atau penghargaan kepada calon yang terpilih.
oMenyampaikan terima kasih kepada semua calon dan peserta
pemilihan.

8. Evaluasi dan Dokumentasi

Durasi: 1-2 minggu setelah pemilihan
Aktivitas:
oEvaluasi proses pemilihan untuk mengidentifikasi hal-hal yang perlu
diperbaiki.

7

media

oMendokumentasikan hasil pemilihan dan feedback dari peserta.
oMenyimpan catatan penting untuk referensi di masa depan.

Contoh Jadwal Pemilihan OSIS

Minggu 1-2: Pengumuman dan pendaftaran calon.
Minggu 3-4: Sosialisasi dan kampanye.
Hari ke-30: Masa tenang.
Hari ke-31: Pelaksanaan pemilihan.
Hari ke-32: Penghitungan suara.
Hari ke-33: Pengumuman hasil.
Minggu ke-5: Evaluasi dan dokumentasi.

Jadwal ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kebijakan masing-masing sekolah.
Yang penting adalah memastikan setiap tahap dilaksanakan dengan baik agar proses
pemilihan berlangsung secara demokratis dan efektif.


F.Hal Yang Dibutuhkan Terkait Pemilihan Ketua OSIS

Pemilihan Ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) di sekolah adalah proses
penting yang melibatkan banyak persiapan dan kebutuhan untuk memastikan bahwa
pemilihan berlangsung secara adil, transparan, dan efektif. Berikut adalah hal-hal
yang umumnya dibutuhkan terkait dengan pemilihan OSIS:

1. Perencanaan dan Persiapan

Kalender Pemilihan: Menyusun jadwal yang mencakup semua tahapan
pemilihan, dari pendaftaran calon hingga pemilihan dan pengumuman hasil.
Panitia Pemilihan: Membentuk panitia pemilihan OSIS yang bertanggung
jawab untuk mengorganisir dan mengawasi seluruh proses pemilihan.

2. Pendaftaran dan Verifikasi Calon

Pengumuman Pendaftaran: Menyampaikan informasi tentang pendaftaran
calon ketua OSIS kepada seluruh siswa, termasuk persyaratan dan tenggat
waktu pendaftaran.
Formulir Pendaftaran: Menyediakan formulir pendaftaran bagi calon yang
ingin mencalonkan diri sebagai ketua OSIS, biasanya mencakup informasi
pribadi dan rencana kerja.
Verifikasi Calon: Memeriksa kelengkapan dan kriteria calon, seperti validitas
data dan kelayakan calon berdasarkan aturan sekolah.

3. Sosialisasi dan Kampanye

Kampanye: Memberikan kesempatan kepada calon untuk melakukan
kampanye. Ini bisa melibatkan presentasi di depan siswa, poster, spanduk, dan
penyebaran materi kampanye.

8

media

Debat: Mengadakan debat atau diskusi antara calon untuk memberikan
kesempatan kepada siswa untuk mengetahui visi dan misi masing-masing
calon.

4. Persiapan Tempat dan Sarana Pemilihan

Tempat Pemilihan: Menyiapkan tempat untuk pemilihan, seperti aula atau
ruang khusus yang dapat menampung semua siswa yang akan memberikan
suara.
Kotak Suara dan Surat Suara: Menyiapkan kotak suara dan surat suara
yang akan digunakan dalam pemilihan. Surat suara biasanya mencantumkan
nama-nama calon dan mungkin juga beberapa informasi tentang mereka.
Meja Pendaftaran: Menyediakan meja pendaftaran di lokasi pemilihan untuk
memeriksa identitas siswa yang memberikan suara.

5. Proses Pemilihan

Penjaga dan Pengawas Pemilihan: Menunjuk pengawas untuk memastikan
proses pemilihan berjalan dengan adil dan sesuai dengan aturan.
Prosedur Pemilihan: Menetapkan prosedur pemilihan yang jelas, termasuk
cara pemungutan suara, cara melindungi kerahasiaan pemilih, dan bagaimana
menangani potensi sengketa.

6. Penghitungan dan Pengumuman Hasil

Penghitungan Suara: Menyusun sistem untuk menghitung suara dengan
akurat dan transparan, sering kali melibatkan beberapa orang untuk
memastikan keadilan.
Pengumuman Hasil: Mengumumkan hasil pemilihan kepada seluruh siswa
dan memberikan penghargaan atau sertifikat kepada calon yang terpilih.

7. Dokumentasi dan Evaluasi

Dokumentasi: Menyimpan catatan mengenai seluruh proses pemilihan,
termasuk hasil pemilihan, laporan, dan umpan balik dari peserta.
Evaluasi: Melakukan evaluasi terhadap proses pemilihan untuk memperbaiki
dan meningkatkan sistem pemilihan OSIS di masa depan.

8. Dukungan dan Pelatihan

Pelatihan Calon: Memberikan pelatihan atau informasi kepada calon tentang
tanggung jawab mereka jika terpilih dan bagaimana cara memimpin OSIS.
Dukungan Selama Kampanye: Menyediakan dukungan logistik atau bantuan
kepada calon dalam proses kampanye mereka.

Dengan memenuhi kebutuhan dan langkah-langkah ini, sekolah dapat memastikan
bahwa pemilihan ketua OSIS dilakukan dengan cara yang demokratis, adil, dan
bermanfaat bagi seluruh komunitas sekolah.

media

MATERI PROJEK SUARA DEMOKRASI

A.Sosialisasi dan Penjelasan Pelaksanaan Proyek Suara Demokrasi

Proyek suara demokrasi adalah salah satu dari beberapa Proyek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila (P5) yang harus dilaksanakan oleh sekolah yang sudah
mengimplementasikn kurikulum merdeka yaitu dengan mengadakan kegiatan
pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS SMAN 2 BLAMBANGAN UMPU yang
digelar selayaknya pemilu (pemilihan umum). tujuan umum P5 dengan tema suara
demokrasi ini adalah agar para siswa mampu mengimplementasikan sistem demokrasi
pada satuan pendidikan, membentuk kaderisasi kepemimpinan yang demokratis guna
menampung aspirasi siswa SMAN 2 BLAMBANGAN UMPU, dan secara khusus
melatih siswa untuk berorganisasi serta menyalurkan minat bakat siswa dalam
berorganisasi. Jadwal kegitan ini dilaksanakan selama 4 hari yaitu hari Selasa, 17
September 2024 sampai dengan hari Jumat, 20 September 2024 (jadwal kegiatan
terlampir).

B.Tahapan Pemilihan OSIS
Pemilihan Ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) di sekolah umumnya
mengikuti langkah-langkah tertentu untuk memastikan proses yang adil dan
transparan. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam pemilihan ketua OSIS :

1.Persiapan:

1.Pembentukan

Panitia: Sekolah biasanya membentuk panitia
pemilihan yang terdiri dari guru dan perwakilan siswa. Panitia
bertanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan pemilihan.
2.Penyusunan Jadwal: Panitia menetapkan jadwal kegiatan pemilihan,
termasuk

tahapan-tahapan

penting

seperti

pendaftaran

calon,
kampanye, dan pemungutan suara.
2.Sosialisasi:

1.Informasi: Panitia menyebarluaskan informasi mengenai pemilihan,
termasuk kriteria calon, jadwal, dan mekanisme pemilihan kepada
seluruh siswa.
2.Penjelasan: Sosialisasi dilakukan melalui berbagai media seperti
pengumuman di kelas, papan informasi, atau rapat.
3.Pendaftaran Calon:

1.Pengumuman

Pendaftaran: Panitia

mengumumkan

periode
pendaftaran calon ketua OSIS.
2.Pendaftaran: Siswa yang berminat menjadi calon ketua OSIS
mendaftar dan mengisi formulir pendaftaran serta memenuhi syarat
yang ditetapkan (misalnya, prestasi akademik, keaktifan dalam
kegiatan sekolah, dan lain-lain).
4.Pemeriksaan Berkas:

Verifikasi: Panitia memeriksa kelengkapan dan keabsahan berkas
pendaftaran calon. Calon harus memenuhi kriteria dan persyaratan yang
ditentukan.

​PROJEK SUARA DEMOKRASI

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 8

SLIDE