

KONSEP KRONOLOGI DAN KONSEP PERIODISASI SEJARAH
Presentation
•
Education
•
7th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Nurlaila Nurlaila
FREE Resource
8 Slides • 0 Questions
1
Pengertian & Contoh Periodisasi dan Kronologi Sejarah
(Lengkap)
1.
Periodisasi
Sejarah
Klasifikasi dalam ilmu sejarah menghasilkan pembagian zaman, periode, babakan waktu atau
masa. Kurun adalah satu kesatuan waktu yang isi, bentuk dan waktunya tertentu. Dalam periodisasi
diadakan serialisasi rangkaian babakan menurut urutan zaman. Sejarah dibagi-bagi menjadi zaman-
zaman dengan ciri-cirinya masingmasing. Periodisasi sangat penting dalam historiografi karena
merupakan batang tubuh cerita sejarah. Periodisasi mengungkapkan ikhtisar sejarah dan di dalamnya
harus dapat dikenali jiwa atau semangat setiap zaman, masing-masing pola dan struktur urutan
kejadian, atau peristiwa-peristiwa. Periodisasi dapat disusun berdasarkan perkembangan politik,
perekonomian, kesenian, agama dan sebagainya. Setiap penulis sejarah bebas menentukan/memilih
periodisasi, yang mencerminkan keyakinannya, pendiriannya, dan visi sejarahnya.
a.
Pengertian
Periodisasi
Periodisasi atau pembabakan waktu adalah salah satu proses strukturisasi waktu dalam sejarah
dengan pembagian atas beberapa babak, zaman atau periode. Peristiwa-peristiwa masa lampau yang
begitu banyak dibagi-bagi dan dikelompokkan menurut sifat, unit, atau bentuk sehingga membentuk
satu kesatuan waktu tertentu. Periodisasi atau pembagian babakan waktu merupakan inti cerita
sejarah.
b.
Tujuan
Periodisasi
Mengetahui pembabakan waktu sejarah akan sangat bermanfaat bukan saja bagi penulis sejarah
akan tetapi juga bagi para pembaca/penggemar cerita sejarah apalagi bagi para siswa yang belajar
2
ilmu sejarah. Cerita sejarah yang ditulis para sejarawan dengan menempatkan skenario peristiwa
sejarah dalam setting babakan waktu, akan sangat memudahkan serta menarik para pembaca atau
siswa
untuk
mengetahui
peristiwa
sejarah
secara
kronologis.
Adapun
tujuan
dari
pembabakan
waktu
adalah
sebagai
berikut.
1)
Melakukan
penyederhanaan
Gerak pikiran dalam usaha mengerti ialah melakukan penyederhanaan. Begitu banyaknya
peristiwa-peristiwa sejarah yang beraneka ragam disusun menjadi sederhana, sehingga
mendapatkan
ikhtisar
yang
mudah
dimengerti.
2)
Memudahkan
klasifikasi
dalam
ilmu
sejarah
Klasifikasi dalam ilmu alam meletakkan dasar pembagian jenis, golongan suku, bangsa, dan
seterusnya. Klasifikasi dalam ilmu sejarah meletakkan dasar babakan waktu. Masa lalu yang tidak
terbatas peristiwa dan waktunya dipastikan isi, bentuk, dan waktunya menjadi bagian-bagian babakan
waktu.
3)
Mengetahui
peristiwa
sejarah
secara
kronologis
Menguraikan peristiwa sejarah secara kronologis akan memudahkan pemecahan suatu masalah.
Ahli kronologi menerangkan pelbagai tarikh, atau sistem pemenggalan yang telah dipakai dipelbagai
tempat dan waktu, memungkinkan kita untuk menerjemahkan pemenggalan dari satu tarikh ke tarikh
yang
lain.
4)
Memudahkan
pengertian
Gambaran peristiwa-peristiwa masa lampau yang sedemikian banyak itu dikelompok-kelompokkan,
disederhanakan, dan diikhtisarkan menjadi satu tatanan (orde), sehingga memudahkan pengertian.
5)
Untuk
memenuhi
persyaratan
sistematika
ilmu
pengetahuan
Semua peristiwa masa lampau itu setelah dikelompokkan antara motivasi dan pengaruh peristiwa
itu kemudian disusun secara sistematis. Jadi, tujuan diadakannya periodisasi ialah untuk mengadakan
tinjauan menyeluruh terhadap peristiwa-peristiwa dan saling hubungannya dengan berbagai
aspeknya. Pelaksanaan periodisasi yang paling mudah ialah dengan pembabakan yang disusun
berdasarkan urutan abad. Akan tetapi, periodisasi yang demikian mempunyai kelemahan tidak
mengungkapkan
corak
yang
khas
zaman-zaman
yang
ditinjau.
Semua kejadian atau peristiwa selama 100 tahun dikumpulkan menjadi satu himpunan cerita, maka
tampaklah cerita-cerita sejarah tersusun menurut abad. Inti deretan itu adalah tahun 0 (teoritis) yang
membagi dua deretan tersebut, seperti dalam contoh berikut.
3
7 !6 !5 ! 4 ! 3 !2 !1 ! 0 ! 1! 2! 3! 4! 5! 6! 7! 8! 9! 10
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Contoh Periodisasi Sejarah:
Masa
Sebelum
Masehi
(SM/BC),
Masa
Sesudah
Masehi
(M/AD)
Ada
juga
periodisasi
berdasarkan
zaman
(Sejarah
Eropa):
I.
Zaman
Kuno
:
476
AD.
II.
Zaman
Pertengahan
:
476
-
1453
AD
III.
Zaman
Baru
:
1453
-
1789
IV.
Zaman
Terbaru
:
1789
-
……..
Selanjutnya ada perbaikan sehingga muncul periodisasi sebagai berikut.
1.
Pre-history (Pra Sejarah)
2.
Proto History (Mula Sejarah)
3.
Ancient History (Sejarah Kuno)
4.
Middle Age (Zaman Pertengahan)
5.
The Early Modern Period (Permulaan Zaman Modern)
6.
The Nineteenth (Abad ke - 19)
7.
Two World War and The Inter World Period (Dua Perang dan Masa antara dua
Perang Dunia)
8.
The Post War Period (Masa Sesudah Perang Periodisasi juga dapat dibuat
menurut urutan pergantian dinasti-dinasti.
Sejarah Mesir Kuno dan Cina Kuno misalnya, adalah contoh periodisasi yang lazim digunakan;
demikian
juga
sejarah
Jawa.
Contoh Periodisasi Sejarah Cina:
1.
Dinasti Shang : 1450 -1050 SM
2.
Dinasti Chou : 1050 -247 SM
3.
Dinasti Chin : 256 - 207 SM
4.
Dinasti Han : 206 SM - 220 M
5.
Dinasti Sui : 580 - 618 M
4
6.
Dinasi Tang : 618 - 906 M
7.
Dinasti Mongol : 1280 - 1369 M
8.
Dinasti Ming : 1368 - 1644 M
9.
Dinasti Manchu : 1644 - 1911 M
10.
Republik : 1911 - ………….
Uraian di atas merupakan periodisasi sejarah dunia. Bagaimanakah periodisasi sejarah di Indonesia?
Dua
tokoh
yang
menyampaikan
periodisasi
Sejarah
di Indonesia
yaitu:
1. H.J. de Graaf
dalam bukunya yang berjudul :"Geschiedenis van Indonesia", membagi babakan waktu sejarah
Indonesia
sebagai
berikut.
1.
Orang
Indonesia
dan
Asia
Tenggara
(sampai
dengan
1650).
a.
Zaman
Hindu.
b.
Zaman
penyiaran
Islam
dan
berdirinya
Kerajaan
Islam.
2.
Bangsa
Barat
di
Indonesia
(1511-
1800).
3.
Orang
Indonesia
di
zaman
VOC
(1600-1800).
4.
VOC
di
luar
Indonesia.
2. Moh. Yamin.
dalam bukunya "6000 Tahun Sang Merah Putih", membuat babakan waktu/periodisasi sejarah
Indonesia
sebagai
berikut.
1.
Zaman
Prasejarah
sampai
permulaan
Tarikh
Masehi.
2. Zaman
Proto
Historis,
dari
permulaan
Tarikh
Masehi
sampai
ke Abad
VII.
3.
Zaman
Sriwijaya
-
Sailendra
(abad
VII
-
XII).
4.
Zaman
Singasari
-
Majapahit
(Abad
XIII-
XVI).
5.
Zaman
Penyusunan
Kemerdekaan
Indonesia
sejak
XVI
- XIX.
Bila kita cermati, masih banyak lagi periodisasi yang dapat dibuat untuk sejarah Indonesia; apalagi
Indonesia sekarang sudah memasuki zaman reformasi, sehingga rentangan sejarah Indonesia dari
zaman prasejarah hingga zaman reformasi menjadi garapan tersendiri bagi para sejarawan Indonesia
di masa kini. Masih banyak contoh adanya periodisasi, yang dibuat oleh tokohtokoh sejarah. Satu hal
yang perlu diperhatikan dan dipahami bahwa dalam periodisasi terdapat banyak unsur/faktor yang
dapat digunakan sebagai kriteria untuk menyusun pembagian waktu, seperti: faktor geografis,
5
kronologis, keluarga/ dinasti, perjuangan manusia, ekonomi, teori evolusi dan sebagainya.
Penetapan penyusunan periodisasi tergantung kepada penulis sejarah. Terdapat berbagai alasan
dalam penetapan periodisasi. Misalnya suatu peristiwa disusun berdasarkan awal kejadiannya hingga
berakhirnya kejadian tersebut. Selain itu, penetapan periodisasi tergantung pula pada tema sejarah
yang ditulisnya. Dengan demikian, setiap penulis sejarah bebas dalam menetapkan periodisasi,
tergantung
pada
pendiriannya.
Perkembangan politik, misalnya menulis periodisasi kerajaan-kerajaan kuno atau dinasti-dinasti.
Kerajaan-kerajaan kuno di Indonesia misalnya mulai dari periode kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha
sampai dengan periode Islam. Periode kerajaan Hindu-Buddha mulai dari kerajaan tertua yaitu Kutai
sampai dengan Majapahit. Akhir dari Kerajaan Majapahit, memasuki periode kerajaankerajaan Islam.
Dalam setiap periode kerajaan tersebut, diceritakan tentang kekuasaan raja-raja khususnya yang
berperan
besar.
Periodisasi berdasarkan sosial ekonomi, misalnya melihat perkembangan kehidupan manusia
mulai dari masa berburu, mengumpulkan makanan, mulai menanam, berkebun atau bersawah,
sampai dengan masa produksi. Setiap periode tersebut memiliki karakteristiknya sendiri-sendiri. Masa
berburu dan mengumpulkan makanan misalnya, merupakan masa ketika manusia masih tergantung
pada alam. Untuk mencapai kebutuhan hidupnya, manusia tergantung pada apa yang disediakan oleh
alam. Kehidupan sosial pada masa berburu, yaitu berkelompok-kelompok dan berpindah-pindah atau
nomaden. Pada masa berkebun atau bersawah, manusia sudah mulai menetap karena sudah mampu
mengolah alam dalam bentuk berkebun atau bersawah. Kehidupan sosial-ekonominya, sudah tidak
lagi tergantung pada apa yang disediakan oleh alam. Ada proses produksi walaupun masih
sederhana.
Penyusunan
periodisasi
tergantung
pada
jenis
sejarah
yang
akan
ditulisnya.
Periodisasi dapat disusun berdasarkan perkembangan politik, sosial ekonomi, kebudayaan, agama,
dan sebagainya. Setiap penulis sejarah bebas dalam menetapkan periodisasi, tergantung pada
pendiriannya. Periodisasi berdasarkan sosial ekonomi, misalnya melihat perkembangan kehidupan
manusia mulai dari masa berburu, mengumpulkan makanan, mulai menanam, berkebun atau
bersawah sampai dengan masa produksi. Pada setiap periode tersebut memiliki karakteristiknya.
Masa berburu dan mengumpulkan makanan, misalnya masa dimana manusia masih tergantung pada
alam. Untuk mencapai kebutuhan hidupnya manusia tergantung pada apa yang disediakan oleh alam.
Kehidupan sosial pada masa berburu, yaitu berkelompok-kelompok dan berpindah-pindah atau
6
nomaden. Masa berkebun atau bersawah kehidupan manusia sudah mulai menetap, karena manusia
sudah mampu mengolah alam dalam bentuk berkebun atau bersawah. Kehidupan sosial-ekonominya,
sudah tidak lagi tergantung pada apa yang disediakan oleh alam. Ada proses produksi walaupun
masih sederhana.
Menurut Ismaun, periodisasi yang paling mudah adalah pembabakan yang disusun menurut
urutan abad. Tetapi periodisasi yang demikian tidak mengungkapkan corak yang khas zaman-
zaman yang ditinjau. Dasuki dalam Ismaun menyatakan misalnya, dalam sejarah Eropa Barat, ada
zaman-zaman dengan nama-nama abad yang mempunyai watak-watak tertentu, seperti abad ke
18 dan abad ke-19. Sedangkan Cellarius membagi sejarah Barat atas tiga periode yaitu zaman
kuno,
zaman
pengetahuan,
dan
zaman
modern.
Menurut Ismaun, periodisasi juga dapat dibuat menurut urutan pergantian dinasti-dinasti.
Sejarah, misalnya Mesir Kuno dan Cina, adalah contoh periodisasi yang demikian lazim digunakan
dan mudah dilaksanakan. Sejarah bangsa-bangsa Asia pada umumnya dilukiskan menurut
babakan waktu dinasti, karena kedudukan raja dianggap sangat penting dalam masyarakat.
Periodisasi menurut urutan pergantian dinasti-dinasti akan bermakna jika diterapkan dalam
sejarah monarki-monarki absolut. Tetapi periodisasi tersebut tidak akan bermakna dalam
pembahasan sejarah mengenai monarki-monarki konstitusional dengan pemerintahan
parlemener, lebih lagi dalam sejarah republik-republik berdasarkan demokrasi.
2.
Kronologi
Sejarah
Kronologi adalah catatan kejadian-kejadian yang diurutkan sesuai dengan waktu terjadinya.
Kronologi dalam peristiwa sejarah dapat membantu merekonstruksi kembali suatu peristiwa
berdasarkan urutan waktu secara tepat, selain itu dapat juga membantu untuk membandingkan
kejadian sejarah dalam waktu yang sama di tempat berbeda yang terkait peristiwanya. Kronologi
berarti sesuai dengan urutan waktu. Peristiwa sejarah akan selalu berlangsung sesuai dengan urutan
waktu sehingga peristiwa-peristiwa sejarah tidak terjadi secara melompat-lompat urutan waktunya,
atau bahkan berbalik urutan waktunya (anakronis). Oleh karena itulah, dalam mempelajari sejarah
agar kita mendapatkan pemahaman yang baik harus memperhatikan urutan-urutan kejadiannya atau
kronologinya. Pemahaman sejarah yang bersifat anakronis akan menimbulkan kerancuan bahkan
akan membuat pemahaman yang keliru tentang sejarah. Peristiwa-peristiwa sejarah yang diceritakan
dan disusun berdasarkan urutan kejadian tanpa memberi penjelasan tentang hubungan sebab akibat
antara peristiwa tersebut disebut kronik.
7
Ilmu sejarah meneliti dan mengkaji peristiwa kehidupan manusia masa lampau; jadi menyangkut
konsep waktu. Adapun konsep waktu dalam sejarah berdimensi tiga, yakni masa lalu, masa sekarang,
dan masa yang akan datang (the past, the present, and the future). Itulah pemenggalan waktu atas
dasar kesadaran manusia. Jika batas-batas waktu dalam tiga dimensi dahulu, sekarang dan yang
akan datang dihilangkan, maka sang waktu benar-benar tidak berpangkal dan tidak berujung.
Begitulah penentuan waktu, sangat penting sekali sebagai batas tinjauan kerangka gerak sejarah.
Dalam ilmu sejarah, dimensi waktu merupakan unsur penting. Waktu perlu dibuat batasan awal dan
akhir yang disebut kurun waktu atau babakan waktu (periode/periodisasi) secara berurutan
(succession), yaitu prinsip kronologi dalam sejarah. Menurut Alexander D. Xenopol, peristiwa berulang
dipelajari oleh Ilmu Pengetahuan Alam (IPA); sedangkan peristiwa berurutan merupakan obyek studi
sejarah sebagai ilmu. Dengan demikian peristiwa berurutan merupakan obyek studi sejarah sebagai
ilmu, karena sejarah menitikberatkan urutan (succession, chronology) sebagai pokok penelitian.
Urutan yang dimaksud adalah pertumbuhan dan perkembangan dalam esensi pengertian perubahan,
baik evolusi maupun revolusi.
Contoh Kronologi Sejarah:
a. Hari-hari Terakhir Kekuasaan Presiden Soeharto
•
12 Mei - Tragedi Trisakti, 4 Mahasiswa Trisakti terbunuh.
•
13 Mei - Kerusuhan Mei 1998 pecah di Jakarta. Kerusuhan juga terjadi di kota Solo.
Soeharto yang sedang menghadiri pertemuan negara-negara berkembang G-15 di Kairo,
•
Mesir, memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Sebelumnya, dalam pertemuan tatap
muka dengan masyarakat Indonesia di Kairo, Soeharto menyatakan akan mengundurkan diri dari
jabatannya sebagai presiden. Etnis Tionghoa mulai eksodus meninggalkan Indonesia.
•
14 Mei - Demonstrasi terus bertambah besar hampir di seluruh kotakota di Indonesia,
demonstran mengepung dan menduduki gedung-gedung DPRD di daerah.
•
18 Mei - Ketua MPR yang juga ketua Partai Golkar, Harmoko, meminta Soeharto untuk
turun dari jabatannya sebagai presiden.
•
19 Mei - Soeharto berbicara di TV, menyatakan dia tidak akan turun dari jabatannya,
tetapi menjanjikan pemilu baru akan dilaksanakan secepatnya. Beberapa tokoh Muslim, termasuk
Nurcholis Madjid dan Abdurrahman Wahid, bertemu dengan Soeharto.
•
20 Mei - Harmoko mengatakan Soeharto sebaiknya mengundurkan diri pada Jumat 22
Mei, atau DPR/MPR akan terpaksa memilih presiden baru. Sebelas menteri kabinet
8
mengundurkan diri, termasuk Ginandjar Kartasasmita, milyuner kayu Bob Hasan, dan Gubernur
Bank Indonesia Syahril Sabirin.
•
21 Mei - Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya pada pukul 9.00 WIB Wakil
Presiden B.J. Habibie menjadi presiden baru Indonesia.
b.
Kronologi
sejarah
Indonesia
•
Zaman Prasejarah ......................... Sebelum abad Abad ke-4 M
•
Zaman Hindu-Buddha................... Abad ke-4 M–15 M
•
Zaman Perkembangan Islam ......... Abad ke-7 M–16 M
•
Zaman Penjajahan Belanda........... Abad ke-16–1942
•
Zaman Pendudukan Jepang .......... 1942–1945
•
Zaman Kemerdekaan ................... Awal 1945
•
Zaman Revolusi ............................ 1945–1949
•
Zaman Orde Lama ....................... 1949–1966
•
Zaman Orde Baru ........................ 1967–1998
•
Zaman Reformasi.......................... 1998–Sekarang
Pengertian & Contoh Periodisasi dan Kronologi Sejarah
(Lengkap)
1.
Periodisasi
Sejarah
Klasifikasi dalam ilmu sejarah menghasilkan pembagian zaman, periode, babakan waktu atau
masa. Kurun adalah satu kesatuan waktu yang isi, bentuk dan waktunya tertentu. Dalam periodisasi
diadakan serialisasi rangkaian babakan menurut urutan zaman. Sejarah dibagi-bagi menjadi zaman-
zaman dengan ciri-cirinya masingmasing. Periodisasi sangat penting dalam historiografi karena
merupakan batang tubuh cerita sejarah. Periodisasi mengungkapkan ikhtisar sejarah dan di dalamnya
harus dapat dikenali jiwa atau semangat setiap zaman, masing-masing pola dan struktur urutan
kejadian, atau peristiwa-peristiwa. Periodisasi dapat disusun berdasarkan perkembangan politik,
perekonomian, kesenian, agama dan sebagainya. Setiap penulis sejarah bebas menentukan/memilih
periodisasi, yang mencerminkan keyakinannya, pendiriannya, dan visi sejarahnya.
a.
Pengertian
Periodisasi
Periodisasi atau pembabakan waktu adalah salah satu proses strukturisasi waktu dalam sejarah
dengan pembagian atas beberapa babak, zaman atau periode. Peristiwa-peristiwa masa lampau yang
begitu banyak dibagi-bagi dan dikelompokkan menurut sifat, unit, atau bentuk sehingga membentuk
satu kesatuan waktu tertentu. Periodisasi atau pembagian babakan waktu merupakan inti cerita
sejarah.
b.
Tujuan
Periodisasi
Mengetahui pembabakan waktu sejarah akan sangat bermanfaat bukan saja bagi penulis sejarah
akan tetapi juga bagi para pembaca/penggemar cerita sejarah apalagi bagi para siswa yang belajar
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 8
SLIDE
Similar Resources on Wayground
5 questions
Gerak Lurus
Presentation
•
7th Grade
6 questions
Perubahan fisika dan kimia
Presentation
•
7th Grade
6 questions
BENDA-BENDA PENINGGALAN MASA ISLAM DI INDONESIA
Presentation
•
7th Grade
10 questions
KISI - KISI
Presentation
•
7th Grade
8 questions
Merancang Pementasan Pantomim
Presentation
•
8th Grade
8 questions
Teks Narasi
Presentation
•
7th Grade
8 questions
ragam hias
Presentation
•
7th Grade
9 questions
TEKS CERITA FANTASI
Presentation
•
7th Grade
Popular Resources on Wayground
24 questions
PBIS-HGMS Day 10
Quiz
•
6th - 8th Grade
10 questions
HCS SCI 03 Summer School Review 3
Quiz
•
3rd Grade
11 questions
Home Scope
Quiz
•
7th - 8th Grade
15 questions
HCS SCI 05 Summer School Assessment 3 Review
Quiz
•
5th Grade
35 questions
Lufkin Road Middle School Student Handbook & Policies Assessment
Quiz
•
7th Grade
18 questions
Geo 11.3 Area of Circles and Sectors
Quiz
•
9th - 11th Grade