Search Header Logo
Belum Berjudul

Belum Berjudul

Assessment

Presentation

Education

2nd Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Bambang Kusmanto_Sdn Nguntoronadi 1

FREE Resource

48 Slides • 0 Questions

1

media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media

BELAJAR,

MENGAJAR,

BERKARYA

Ama.Pd

PENGUATAN IMPLEMENTASI

KURIKULUM MERDEKA MELALUI

PEMBENTUKAN KOMUNITAS

BELAJAR DI SEKOLAH

2

media

• Mengajak

guru

dan

kepala

sekolah

untuk

memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar dan

Komunitas Belajar untuk mendukung implementasi

Kurikulum Merdeka.

• Memastikan

kesiapan

sekolah

dalam

mengimplementasikan Kurikulum Merdeka

• Memotret praktik baik atau tantangan penerapan

praktik baik persiapan Implementasi Kurikulum

Merdeka.

TUJUAN

3

media

• Guru dan kepala sekolah mampu mengoptimalkan

pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar dan

Komunitas Belajar untuk mendukung implementasi

Kurikulum Merdeka;

• Profil sekolah yang siap mengimplementasikan

Kurikulum Merdeka;

• Potret praktik baik atau tantangan penerapan praktik

baik persiapan Implementasi Kurikulum Merdeka.

HASIL YANG DIHARAPKAN

4

media
media
media

Akselerasi dan

Pendanaan Satuan

Pendidikan Tahun 2022

Perluasan Program
Beasiswa Lembaga

Pengelola Dana Pendidikan

5

Kebijakan Merdeka Belajar (MB) diluncurkan untuk transformasi pendidikan dalam
rangka peningkatan mutu pembelajaran

Pengganti UN

MB 1

Kampus Merdeka

MB 2

Penyesuaian

Kebijakan Dana BOS

MB 3

Program

Organisasi Penggerak

MB 4

Guru Penggerak

MB 5

Transformasi

Dana Pemerintah untuk

Pendidikan Tinggi

MB 6

Program

Sekolah Penggerak

MB 7

SMK Pusat
Keunggulan

MB 8

KIP Kuliah Merdeka

MB 9

Sekolah Aman

Berbelanja dengan SIPLah

MB 10

Kampus Merdeka

Vokasi

MB 11

MB 12

Transformasi Seleksi Masuk

Perguruan Tinggi

Merdeka Berbudaya

dengan Kanal Indonesiana

MB 13

Kampus Merdeka

dari Kekerasan Seksual

Kurikulum Merdeka

dan PMM

Merdeka Berbudaya

dengan Dana Indonesiana

Revitalisasi

Bahasa Daerah

Rapor Pendidikan Indonesia

Praktisi Mengajar

Dana Abadi

Perguruan Tinggi

Buku Bacaan

untuk Literasi Indonesia

MB 14

MB 15

MB 16

MB 17

MB 18

MB 19

MB 20

MB 21

MB 22

MB 23

Merdeka Belajar yang terkait dengan
Rapor Pendidikan dan PBD

Informasi lebih rinci tentang kebijakan MB dapat dipelajari di website Kemendikbudristek

Transisi PAUD

ke SD yang menyenangkan

MB 24

5

media
media
media
media
media
media

Satuan pendidikan berpihak kepada
tumbuh kembang murid

8

Transformasi

Satuan

Pendidikan

Terdapat 5 indikator terjadinya Transformasi satuan pendidikan

Satuan pendidikan
mengembangkan budaya
refleksi berbasis data

Satuan pendidikan menjalin

kemitraan dengan

orangtua/wali

Satuan pendidikan

menciptakan lingkungan

belajar yang aman, nyaman,
menyenangkan dan inklusif
(menerima berbagai bentuk

keberagaman)

Peningkatan hasil belajar murid,
terutama kompetensi fondasi
seperti literasi, numerasi, dan
karakter*
*hanya berlaku untuk Dasmen

6

media

9

Transformasi satuan pendidikan dan peningkatan mutu pembelajaran dimulai
dengan perencanaan dan penganggaran yang tepat melalui perencanaan berbasis
data Aktivitas
Luaran
Capaia

n

Dampak

Seluruh Provinsi dan
Kabupaten/kota
melaksanakan
perencanaan berbasis
data dengan
menggunakan capaian
Profil Pendidikan Daerah

Seluruh satuan pendidikan
melaksanakan
perencanaan berbasis data
dengan menggunakan
capaian Profil Pendidikan
satuan pendidikan*

Perencanaan dan
penganggaran di
pemda dan satuan
pendidikan yang

sudah tepat

Terjadinya

transformasi satuan

pendidikan

Peningkatan mutu
pendidikan murid
dengan karakter

Profil Pelajar

Pancasila

*untuk PAUD menggunakan
indikator dalam Rapor Pendidikan

7

media

Rekomendasi

Langkah

Penyelesaian

Masalah

Pembelajaran

3

Penentuan

Prioritas
Masalah

Pembelajaran

2

Perencanaan Berbasis Data sebagai bagian penting untuk mendorong terwujudnya
transformasi pembelajaran

Asesmen
Nasional

Rapor Pendidikan
Perencanaan
Berbasis Data
ARKAS
Sumber Daya
Sekolah (SDS)

Platform Merdeka
Mengajar (PMM)

Kurikulum Merdeka

Pelaksanaan Langkah
Penyelesaian Masalah

Pembelajaran

1

Identifikasi

Masalah

Pembelajaran

Implementasi Penyelesaian Masalah Pembelajaran

Diskusi, Refleksi, dan
Penentuan Langkah

Penyelesaian Masalah

Pembelajaran

4

Apakah Masalah Pembelajaran Berhasil Diatasi?

5

6

11

8

media

15

Mengetahui dan memahami pentingnya perencanaan berbasis data

bagi peningkatan mutu dan capaian pendidikan

Tahu

dan Paham

Mempunyai kemampuan melakukan tahapan

dalam perencanaan berbasis data

Kapasitas
Terbangun

Pelibatan pemangku kepentingan dalam

proses perencanaan yang bermakna

Kerja

Bersama

Terlaksananya perencanaan berbasis data

sesuai kebutuhan

Implementasi

Bermakna

Pengimbasan PBD

melalui beragam moda

Penggerak

Tahapan Implementasi Perencanaan Berbasis Data

9

media
media
media
media
media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

6 Dukungan Implementasi Kurikulum Merdeka

10

media

Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

• Bagi kepala sekolah maupun guru, PMM dianggap bermanfaat. Sebagian besar kepala sekolah dan guru menyatakan

bahwa PMM meningkatkan pemahaman mereka mengenai Kurikulum Merdeka (19,85% dan 29,71).

• PMM juga memotivasi kepala sekolah maupun guru meningkatkan peran sesuai tugasnya masing-masing. Pada kepala

sekolah, PMM memotivasi mereka untuk mendorong guru menggunakan PMM (18,81%), dan bermanfaat karena
menyajikan dokumen kurikulum yang dapat dicontoh (17,28%).

• Sedangkan pada guru, PMM bermanfaat karena selain menyajikan dokumen kurikulum yang dapat dicontoh (26,52%), juga

menginspirasi metode mengajar yang variatif (23,36%).

25

Hasil Survey Manfaat PMM 2022

11

media
media
media
media
media
media

Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Sebagian besar satpen (87,87%) telah memiliki komunitas belajar guru

intrasekolah. Sebagian besar guru terlibat aktif dalam komunitas
belajar yang ada di sekolah mereka, meskipun masih ada sekitar 30,7%
lain yang belum aktif.

Umumnya, komunitas belajar guru di sekolah tidak memiliki jadwal

rutin, atau melakukan pertemuan sesuai kebutuhan guru di sekolah
(43,92%). Hanya 37,03% komunitas belajar yang memiliki jadwal
pertemuan rutin bulanan, dan 13,91% melakukan pertemuan rutin
mingguan.

#1 KOMUNITAS BELAJAR
INTRASEKOLAH

26

12

media
media
media
media
media

Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

#7 PEMANFAATAN STRATEGI PENDUKUNG
IKM

• Dari seluruh strategi pendukung IKM yang telah disediakan olek Kemdikbudristek, hanya 9% kepala sekolah yang

telah memanfaatkan 6 strategi yang disediakan, yaitu komunitas belajar, PMM, seri webinar, narasumber berbagi
praktik baik, mitra pembangunan, dan juga helpdesk.

• Persentase pada kepala sekolah ini jauh lebih rendah dibandingkan pada guru, di mana sebanyak 38,7% guru

telah memanfaatkan seluruh strategi dukungan yang telah disediakan oleh Kemdikbudristek dalam IKM. Strategi
dukungan tersebut adalah komunitas belajar, PMM, seri webinar, narasumber berbagi praktik baik, dan juga
helpdesk (Kecuali mitra pembangunan, karena pendampingan oleh mitra pembangunan hanya ditanyakan ke
kepala sekolah).

13

media
media
media

Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM)

melalui Pemberdayaan Komunitas Belajar dalam Sekolah

14

media
media

Pemahaman konsep

kombel

Langkah

Mengimplementasikan
komunitas belajar
dalam sekolah

Pengelolaan komunitas

belajar dalam sekolah

15

media
media

Pertanyaan Pemantik

Apaᵏᵃʰᵏᵒᵐᵘⁿᶦᵗᵃˢᵇᵉˡᵃʲᵃʳ?

Apaᵏᵃʰᵇᵃᵖᵃᵏᶦᵇᵘʸᵃᵏᶦⁿᵏᵒᵐᵘⁿᶦᵗᵃˢ
belajar berdampak pada peningkatan kualitas

belajar murid? Apa yang membuat yakin/tidak

yakin?

16

media
media
media

APA ITU KOMUNITAS BELAJAR?

Sekelompok Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) yang

belajar

bersama dan berkolaborasi secara berkelanjutan dengan tujuan

yang jelas dan terukur untuk meningkatkan kualitas

pembelajaran sehingga berdampak pada hasil belajar murid.

17

media
media
media

Optimalisasi komunitas belajar diadopsi dari teori
Professional Learning Community (PLC) oleh

Richard

DuFour. Sebagai gambaran besar, PLC berbicara
tentang Tiga Ide Besar dan Lima Dimensi dalam

komunitas belajar.

18

media

Kᵒᵐᵘᶦᵗᵃˢ Bᵉˡᵃʲᵃʳᵈᵃˡᵃᵐ Sᵉᵏᵒˡᵃʰᵃᵈᵃˡᵃʰ SALAH SATU ᶜᵃʳᵃ/ˢᵗʳᵃᵗᵉᵍᶦ

ᵖᵉᵍᵏᵃᵗᵃᵏᵒᵐᵖᵉᵗᵉˢᶦ

GTK ʸᵃᵈᶦʸᵃᵏᶦᵇᵉʳᵈᵃᵐᵖᵃᵏᵖᵃᵈᵃᵖᵉᵍᵏᵃᵗᵃᵏᵘᵃˡᶦᵗᵃˢᵖᵉᵐᵇᵉˡᵃʲᵃʳᵃᵐᵘʳᶦᵈ

Profil Pelajar Pancasila

Pondasi : Keyakinan, Komitmen Bersama, Penyepakatan Nilai, Pendekatan: Belajar, Ekosistem,
dan Asset-based Thinking

Guru mampu memfasilitasi proses pembelajaran yang berdampak pada
murid

IHT

(in-House
Traning)

Workshop
Kombel
dalam
Sekolah

(PLC)

Pelatihan di
luar sekolah

Mentoring

Coaching

dan lain- lain

Ragam cara

19

media
media

Pᵒᶦⁿ Pᵉⁿᵗᶦⁿᵍ

Kᵒᵐᵘⁿᶦᵗᵃˢ Belajar

Dᵃˡᵃᵐ Seᵏᵒˡᵃʰ

Bᵉʳᶠᵒᵏᵘˢ ᵖᵃᵈᵃ Murid

Kombel dalam sekolah tidak sama dengan

pelatihan di dalam sekolah

Kombel dalam sekolah fokus pada penyelesaian

masalah/tantangan pembelajaran yang
dihadapi murid ataupun membahas
perencanaan pembelajaran dari materi yang
diprediksi akan sangat menantang bagi murid.

Topik diskusi dalam kombel disepakati

bersama, sesuai kebutuhan anggota.

Dominasi diskusi dalam kombel adalah tentang

murid, murid dan murid.

Tiga ide besar PLC dengan 4 pertanyan kunci

akan membantu menempatkan fokus pada
pembelajaran murid.

Guru memerlukan lingkungan belajar yang

ramah guru ntuk belajar di komunitas
sehingga semua guru dapat terlibat aktif.
Penerapan tata nilai menjadi hal yang sangat
penting untuk selalu diingatkan dalam kombel
dalam sekolah.

20

media
media

Rᵃᵍᵃᵐ Aᵏᵗᶦᵛᶦᵗᵃˢ Bᵉˡᵃʲᵃʳ Bᵉʳˢᵃᵐᵃᵈᵃⁿ Bᵉʳᵇᵃᵍᶦ Pʳᵃᵏᵗᶦᵏ Bᵃᶦᵏᵈᶦ

Kᵒᵐᵘᶦᵗᵃˢ Bᵉˡᵃʲᵃʳ Dᵃˡᵃᵐ Sᵉᵏᵒˡᵃʰᵗᵃʳᵃˡᵃᶦⁿ:

Berdiskusi tentang RPP/modul ajar dengan

topik yang menantang buat murid, rubrik
penilaian, asesmen, dan sebagainya;

Bertukar menilai hasil belajar murid;
Berbagi masalah pembelajaran yang dihadapi

murd danmendiskusikan pemecahan masalah
bersama-sama;

Saling mengobservasi pembelajaran di kelas, dan

melakukan refleksi hasil observasi bersama-sama
(misal lesson study);

Berbagi praktik baik yang telah dilakukan;
Melakukan penelitian tindakan kelas bersama

terhadap masalah pembelajaran yang dihadapi

21

media
media
media

3 IDE BESAR KOMUNITAS BELAJAR DALAM
SEKOLAH

Memᵇᵘᵈᵃʸᵃᵏ
ᵃⁿ
Kolaborasi dan
Tanggung
Jawab
Kolektif

Bᵉʳᵒʳᶦᵉⁿᵗᵃˢᶦ
ᵖᵃᵈᵃ
Hasil
(Pembelajaran
Murid)

Bᵉʳᶠᵒᵏᵘˢ
ᵖᵃᵈᵃ
Pembelajaran

Pada kegiatan komunitas belajar dalam sekolah terdapat Tiga
Ide Besar yang menjadi landasan dalam menjalankan seluruh
kegiatan di dalamnya. Tiga Ide Besar ini akan memastikan
komunitas belajar berkontribusi pada pembelajaran
berkualitas yang dilakukan secara kolaboratif untuk
meningkatkan hasil belajar murid.

22

media
media
media
media

PTK perlu mampu menjawab
4 Pertanyaan Kritis berikut.
IDE BESAR 1

Apa yang kita harapkan murid
pelajari?

Bagaimana kita tahu bahwa
murid
sudah belajar hal tersebut?
Fokus
pᵃᵈᵃ
Pembelajara
n

Bagaimana respon kita jika ada
murid
yang tidak belajar?

Bagaimana kita akan memperkaya
materi untuk murid yang sudah
mahir?

23

media

IDE BESAR 2
Kolaborasi untuk menciptakan
pemahaman
bersama

Membuda
yᵃᵏᵃⁿ
Kolaborasi dan

Tanggung

Jawab Kolektif

Kolaborasi dengan memiliki kesadaran bahwa
proses pembelajaran dan keberhasilan seorang
murid merupakan tanggung jawab bagi semua
PTK

Kolaborasi ini diciptakan untuk
menghadirkan
suasana belajar bersama, yang di dalamnya
terdapat rasa saling tergantung satu sama
lain

24

media
media
media
media

IDE BESAR 3
Siklus komunitas belajar dalam sekolah merupakan rangkaian

pengelolaan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas PTK

dan meningkatkan kualitas hasil belajar murid.

Berorientasi
ᵖᵃᵈᵃ
Hasil
(Pembelajaran
Murid)

25

media
media
media

Pengamatan Diskusi Komunitas Belajar dalam Sekolah

26

media

Bagaimana Krlteria Komunltas Belajar dalam
Sekolah yang diharapkan?

27

media
media

28

media
media

5 TAHAPAN
MEMBANGUN

KOMUNITAS
BELAJAR

1

3

5

Merealisasikan Belajar
Bersama dan Berbagi
Praktik

Menciptakan lingkungan
belajar yang ramah guru
Membentuk

Melakukan penguatan,
membuat komitmen
bersama, dan
menyepakati tata nilai

Memasukkan jam wajib belajar
di komunitas kedalam jam efektif guru di
sekolah

2

4

Membentuk tim kecil

29

media

, 1. Membentuk tim kecil

Kepala sekolah komunitas belajar dalam sekolah
dengan membentuk tim kecil yang akan membantu
kepala sekolah merealisasikan jalannya komunitas
belajar dalam sekolah. Tim ini terdiri atas tim
manajemen guru yang memiliki potensi
menggerakkan rekan sesame guru, memiliki
komitmen tinggi, dan keterampilan dalam
memfasilitasi kegiatan komunitas belajar

30

media
media

Sᵒˢᶦᵃˡᶦˢᵃˢᶦᵈᵃⁿ Penyᵃᵐᵃᵃⁿ Perseᵖˢᶦᵗᵉᵗᵃ Kˢᵉᵖᵈᵃ

Penᵗᶦʸᵃ Kᵒᵐᵘᶦᵗᵃˢ Bᵉˡᵃʲᵃʳᵈᵃˡᵃᵐ Sekoˡᵃʰ

Prᵃᵏᵗᶦk/Sᶦᵐᵘˡᵃˢᶦ Sosᶦᵃˡᶦˢᵃsi KS ᵏᵉ Gᵘʳᵘᵈᶦˢᵃᵗᵖᵉ
Prᵃᵏᵗᶦk/Sᶦᵐᵘˡᵃˢᶦ Sosᶦᵃˡᶦˢᵃˢᶦᵈᵃʳi DInaˢᵏᵉ Satpen

Kepala

sekolah

bersama

dengan tim kecil memulai

penguatan awal tentang konsep

komunitas belajar dalam sekolah

dan mengapa komunitas belajar

dalam sekolah penting bagi guru.

Strategi

disesuaikan

dengan

kondisi dan konteks satpen

31

media
media

Nilai/Komitmen

bersama:

Untuk melaksanakan

komunitas

belajar yang efektif setiap guru dan tenaga

kependidikan berkomitmen

untuk:

Kami akan menjadi anggota
kontribusi.

tim kolaboratif

yang positif dan memberikan
2. Membᵍᵘ

Komiᵗᵐᵉ
Beʳˢᵃᵐᵃᵈᵃ
Menʸᵉᵖᵃᵏᵃᵗᶦ

Nilᵃᶦ

Kami akan memantau

pembelajaran setiap murid secara

berkelanjutan
tim.
memperbaiki
murid dengan

melalui penilaian formatifyang dikembangkan

oleh kelas dan

Kami akan menggunakan

bukti pembelajaran murid untuk

1

praktik mengajar saya dan memenuhi kebutuhan individu
lebih
Kami
Kami

baik.
akan bekerja dengan rekan kerja saya untuk mencapai tujuan kami. akan mencari
praktik terbaik yang menjanjikan untuk mendukung


'

pembelajaran murid.
Kami akan memastikan orang tua tetap terinformasi tentang kemajuan
anak mereka.

Tata Nilai:

Keterbukaan: Kami menghargai diskusi terbuka dan jujur tentang praktik
mengajar kami, serta siap menerima
anggota komunitas belajar.

kritik yang konstruktif dari sesama

Kerjasama: Kami menghargai

kolaborasi dan berbagi ide dengan sesama

anggota komunitas

belajar.

Profesionalisme: Kami menghargai
dan berusaha untuk meningkatkan

praktik mengajar yang berkualitas tinggi
praktik kami secara konsisten.

Menghargai: Kami

menghargai

perilaku

yang

mencerminkan

respek

terhadap

anggota

lain seperti mendengarkan

semua pendapat

yang ada,

tidak memotong

pembicaraan,

memberikan ruang yang aman dan nyaman

untuk semua anggota berpendapat dan mengeluarkan idenya
Mengapresiasi: Kami memberikan apresiasi atas kontribusi dan keberhasilan
anggota komunitas belajar dalam meningkatkan pembelajaran murid dan
memperbaiki praktik mengajar.

Apakah sudah pernah

melakukan hal ini
sebelumnya?

Seperti apa hal

tersebut dulu
dilakukan?

Apa yang terjadi

dalam proses
implementasi
komitmen dan nilai?

32

media
media

33

media
media

Lima Kompetensi

Sosial Emosional

Kesadaran Diri
Manajemen Diri
Kesadaran Sosial
Kemampuan Berelasi
Pembuatan keputusan

Bertanggung jawab

34

media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media

Kemampuan
Pᵉᵐᵇᵘ
Kesadaran

Pembuatan
keputusan
bertanggung jawab

Manajemen diri

Kesadaran diri

berelasi

sosial
Kemampuan
untuk bisa
berempati pada
orang lain dan
melihat dari
berbagai sudut
pandang

Mengelola pikiran,
emosi, dan perilaku
terutama pada saat
mengahdapi
tantangan dalam
mencapaii tujuan

Membangun dan
mempertahankan
hubungan yang
sehat antara
individu dan
kelompok.

Mengenali
emosi, pikiran,
dan nilai dalam
diri secara
akurat

Pembuatan pilihan
konstruktif yang
benar dan cara
bertindak sesuai
dengan etika, norma
sosial, dan
keselamatan.

35

media
media

36

media
media

Belaʲᵃʳ Bᵉʳˢᵃᵐᵃᵈᶦᵈᵃˡᵃᵐ
Kᵒᵐᵘᶦᵗᵃˢ Bᵉˡᵃʲᵃʳᵈᵃˡᵃᵐ Sᵉᵏᵒˡᵃʰ

37

media
media

Guru

berdiskusi mengenai

analisis hasil belajar

murid

yang

Refleksl Awai

bersumber dari

beragam

data murid pada mapel/kelas tersebut,

seperti

hasil asesmen,

hasil penilaian

pembelajaran,

atau data lain

yang relevan.

Berdasarkan hasil diskusi ini, guru melakukan

refleksi
mereka

tujuan

dan

menentukan

agenda

atau topik prioritas yang ingin

diskusikan di komunitas belajarnya. Mereka juga menentukan

dan target belajar yang dikaitkan
murid.

dengan peningkatan

pembelajaran

Siklus

Penjelasan

38

media
media

Pada tahap ini, guru dapat berkolaborasi mengembangkan perencanaan

Perencanaan

pembelajaran atau mereview

perencanaan pembelajaran yang sudah

ada sebelum digunakan di kelas masing-masing ataupun di kelas guru

model.

Empat

Pertanyaan

Kunci

dapat

digunakan

guru ketika

mendiskusikan perencanaan pembelajaran, yaitu (1) apakah hal ini yang
kita ingin murid capai?; (2) bagaimana kita mengetahui bahwa murid

sudah mencapai hal tersebut?;

(3) jika murid belum mencapai tujuan

jika murid sudah
pembelajaran

apa yang akan kita lakukan?; dan (4)

mencapai
lakukan?.

pada satu

tujuan pembelajaran,

pengayaan apa

yang

harus

kita

Namun, keempat pertanyaan ini tidak harus
sesi belajar di komunitas.

digunakan semua

39

media
media

40

media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media

41

media
media

42

media
media

3. Menciptakan ˡᶦⁿᵍᵏᵘⁿᵍᵃⁿ ᵇᵉˡᵃʲᵃʳ ʸᵃⁿᵍ
ʳᵃᵐᵃʰ ᵍᵘʳᵘ

43

media
media

Lingkᵘⁿᵍᵃⁿ
ᵇᵉˡᵃʲᵃʳ
yang ramah guru
?

…bagaimana kondisi di lapangan?

44

media
media

45

media
media

Perlunya ketrampilan sosial emosional

46

media

47

media
media
media
media

Tiga Jenis Komunitas Belajar

Komunitas Belajar

dalam Satuan

Pendidikan

Komunitas Belajar

Antar Satuan
Pendidikan

Komunitas Belajar

Daring

48

media
media
media
media
media

TERIMA KASIH

media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media

BELAJAR,

MENGAJAR,

BERKARYA

Ama.Pd

PENGUATAN IMPLEMENTASI

KURIKULUM MERDEKA MELALUI

PEMBENTUKAN KOMUNITAS

BELAJAR DI SEKOLAH

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 48

SLIDE