Search Header Logo
PARAGRAF

PARAGRAF

Assessment

Presentation

•

Education

•

9th - 12th Grade

•

Practice Problem

•

Hard

Created by

yuniarti rahmalia

Used 1+ times

FREE Resource

11 Slides • 0 Questions

1

media

PARAGRAF

Sebuah wacana terdiri atas beberapa paragraf. Paragraf sendiri tersusun atas gagasan utama yang didukung
oleh beberapa gagasan penjelas.

Gagasan utama → kalimat yang menjadi pokok pikiran pada suatu paragraf.
Gagasan penjelas → kalimat-kalimat lain yang menjelaskan pokok pikiran tersebut.

Paragraf yang baik adalah paragraf yang memiliki gagasan utama dan dijelaskan dengan kalimat lain sebagai penjelas. Hal ini disebut pengembangan paragraf. Pengembangan paragraf memiliki pola-pola tertentu.

2

media

SYARAT-SYARAT PENYUSUNAN PARAGRAF

a. Koheren (Kepaduan Makna)

Suatu paragraf dikatakan koheren apabila di dalam poaragraf tersebut terdapat kekompakan antara satu kalimat dan kalimat lainnya dalam mendukung satu kalimat utama. Dengan demikian, di dalam paragraf tersebut tidak boleh terdapat satu kalimat pun yang tidak berhubungan dengan kalimat utama.

3

media

4

media

b. Kohesi (Kepaduan Bentuk)

Paragraf yang baik tidak hanya didukung oleh kalimat-kalimat yang saling berkaitan satu sama lain, tetapi juga menggunakan kata-kata yang padu dan logis. Sebuah paragraf mungkin saja memenuhi syarat koheren, tetapi belum tentu kohesif.

Kepaduan sebuah paragraf dapat dibangun melalui upaya berikut.

1.

Repetisi atau pengulangan kata kunci

2.

Kata ganti

3.

Kata transisi

4.

Struktur Paralel

5

media

REPETISI

Sebuah paragraf mengandung satu objek yang dipermasalahkan. Objek tersebut dapat kita katakan sebagai kata kunci. Kata kunci akan menjadi penghubung antarkalimat dalam sebuah paragraf. Kata kunci yang telah disebutkan pada kalimat pertama dapat diulang pada kalimat kedua, ketiga, dan seterusnya.

6

media

7

media

KATA GANTI

Sebuah kata yang telah disebutkan pada kalimat pertama dapat disebutkan kembali pada kalimat berikutnya dengan menggunakan kata gantinya.

8

media

KATA TRANSISI

Kata transisi adalah kata penghubung atau kata perangkai yang menyatakan adanya hubungan intrakalimat maupun antarkalimat. Fungsi kata transisi ini dapat memadukan seluruh kalimat sehingga menjadi padu dan utuh. Jenis-jenis kata transisi di antaranya sebagai berikut.

-Sebab-akibat: karena, sebab, oleh karena itu, oleh sebab itu, akibatnya, penyebabnya, dampaknya.

-Hasil, akibat: hasilnya, akibatnya, dampaknya, jadi, sehingga, akhirnya.

-Pertentangan: namun, tetapi, sebaliknya, daripada itu, meskipun demikian, walaupun demikian.

-Waktu: pada saat, Ketika.

-Syarat: apabila, kalau, jika, jikalau.

-Penegasan: pokoknya, intinya, jadi, dengan demikian, jelaslah bahwa.

-Gabungan: dan, serta.

-Urutan: awalnya, mula-mula, akhirnya, pertama, kedua, sesudah itu, selanjutnya, berikutnya.

-Tambahan informasi: selain itu, tambahan pula, lebih lanjut, di samping itu, dengan kata lain, singkatnya

9

media

10

media

STRUKTUR PARALEL

Paragraf yang padu mengandung bentuk-bentuk yang sejajar; bentuk kata yang sama, struktur kalimat yang sama, pengulangan bentuk kata, atau kalimat yang sama.

11

media
pattern-tertiary
media

PARAGRAF

Sebuah wacana terdiri atas beberapa paragraf. Paragraf sendiri tersusun atas gagasan utama yang didukung
oleh beberapa gagasan penjelas.

Gagasan utama → kalimat yang menjadi pokok pikiran pada suatu paragraf.
Gagasan penjelas → kalimat-kalimat lain yang menjelaskan pokok pikiran tersebut.

Paragraf yang baik adalah paragraf yang memiliki gagasan utama dan dijelaskan dengan kalimat lain sebagai penjelas. Hal ini disebut pengembangan paragraf. Pengembangan paragraf memiliki pola-pola tertentu.

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 11

SLIDE