

pembelajaran dan asesmen
Presentation
•
Professional Development
•
Professional Development
•
Practice Problem
•
Hard
Saparudin rozak
Used 1+ times
FREE Resource
16 Slides • 0 Questions
1
2
1. Prinsip pembelajaran dan prinsip asesmen
2. Perencanaan pembelajaran dan asesmen
3. Pengelolaan hasil asesmen
4. Pelaporan hasil asesmen
5. Refleksi dan tindak lanjut pembelajaran dan asesmen
3
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
2
4
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Dukungan Regulasi Implementasi Kurikulum Merdeka untuk pemulihan
pembelajaran dilakukan berdasarkan kebijakan berikut:
3
Pedoman Penerapan
Kurikulum dalam Rangka
Pemulihan Pembelajaran
Standar Proses pada
Pendidikan Anak Usia
Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar, dan
Pendidikan Menengah
Standar Proses merupakan
kriteria minimal proses
pembelajaran berdasarkan
jalur, jenjang, dan jenis
pendidikan untuk mencapai
standar kompetensi lulusan.
Standar Proses menjadi
acuan untuk Kurikulum 2013,
Kurikulum darurat, dan
Kurikulum Merdeka.
Permendikbudristek
No. 7 Tahun 2022
Standar Isi pada
Pendidikan Anak Usia
Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar, dan
Pendidikan Menengah
Standar Isi dikembangkan
melalui perumusan ruang
lingkup materi yang sesuai
dengan kompetensi lulusan.
Ruang lingkup materi
merupakan bahan kajian
dalam muatan pembelajaran
yang dirumuskan
berdasarkan: 1) muatan wajib
sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-
undangan; 2) konsep
keilmuan; dan 3) jalur,
jenjang, dan jenis pendidikan.
Standar Isi menjadi acuan
untuk Kurikulum 2013,
Kurikulum darurat, dan
Kurikulum Merdeka.
Permendikbudristek
No. 5 Tahun 2022
Standar Kompetensi
Lulusan pada
Pendidikan Anak Usia
Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar, dan
Pendidikan Menengah
Standar kompetensi lulusan
merupakan kriteria minimal
tentang kesatuan sikap,
keterampilan, dan
pengetahuan yang
menunjukkan capaian
kemampuan peserta didik
dari hasil pembelajarannya
pada akhir jenjang
pendidikan. SKL menjadi
acuan untuk Kurikulum 2013,
Kurikulum darurat, dan
Kurikulum Merdeka.
Memuat 3 opsi kurikulum
yang dapat digunakan di
satuan pendidikan dalam
rangka pemulihan
pembelajaran beserta
struktur Kurikulum Merdeka,
aturan terkait pembelajaran
dan asesmen, serta beban
kerja guru.
Permendikbudristek
No. 16 Tahun 2022
Kepmendikbudristek
No. 262 Tahun 2022
Permendikbudristek
No. 21 Tahun 2022
Standar Penilaian pada
Pendidikan Anak Usia
Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar, dan
Pendidikan Menengah
Standar Penilaian
Pendidikan adalah kriteria
minimal mengenai
mekanisme penilaian hasil
belajar peserta didik.
Standar Penilaian menjadi
acuan untuk Kurikulum 2013,
Kurikulum darurat, dan
Kurikulum Merdeka.
5
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Dukungan Regulasi Implementasi Kurikulum Merdeka untuk pemulihan
pembelajaran dilakukan berdasarkan kebijakan berikut:
4
Peraturan Menteri
Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, Dan Teknologi Republik
Indonesia
Nomor 48 Tahun 2022
Tentang
Penerimaan Mahasiswa Baru
Program Diploma Dan
Program Sarjana Pada
Perguruan Tinggi Negeri
Penerimaan Mahasiswa baru
dilakukan melalui jalur:
a.seleksi nasional
berdasarkan prestasi;
b.seleksi nasional
berdasarkan tes; dan
c.seleksi secara mandiri
oleh PTN.
Keputusan Menteri
Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, Dan Teknologi
Republik Indonesia
Nomor 345/M/2022
Tentang
Mata Pelajaran
Pendukung Program
Studi Dalam
Seleksi Nasional
Berdasarkan Prestasi
Mata pelajaran
pendukung merupakan
salah satu komponen
seleksi nasional
berdasarkan prestasi.
Keputusan Badan Standar,
Kurikulum, dan Asesmen
Pendidikan
Nomor 33 Tahun 2022
Capaian Pembelajaran
untuk PAUD, SD, SMP,
SMA, SMK, SLB, dan
Kesetaraan
Keputusan Badan Standar,
Kurikulum, dan Asesmen
Pendidikan
Nomor 8 Tahun 2022
Dimensi, Elemen, dan Sub
Elemen Profil Pelajar
Pancasila
6
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
5
7
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Struktur Kurikulum dibagi menjadi dua komponen utama, intrakurikuler dan projek
penguatan profil pelajar Pancasila
Contoh: Struktur Kurikulum Pendidikan Anak Usía Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
1.Pembelajaran intrakurikuler. Kegiatan pembelajaran
intrakurikuler untuk setiap mata pelajaran mengacu
pada capaian pembelajaran. Pada jenjang SD/MI
dapat mengorganisasikan muatan pembelajaran
menggunakan pendekatan mata pelajaran atau
tematik. Sementara pada SMA kelas XI-XII peserta
didik diberkan kesempatan memilih mata pelajaran
pilihan.
2.Pembelajaran kokurikuler: Projek penguatan profil
pelajar Pancasila. Kegiatan pembelajaran khusus
yang ditujukan untuk memperkuat upaya pencapaian
elemen dan subelemen pada dimensi profil pelajar
Pancasila. Bobot jam pelajarannya sekitar 20-30%
dari total jam pelajaran.
Struktur kurikulum terbagi dalam 6 fase dan 1 fase fondasi:
1.Fase Fondasi (PAUD)
2.Fase A (SD kelas 1 dan 2)
3.Fase B (SD kelas 3 dan 4)
4.Fase C (SD kelas 5 dan 6)
5.Fase D (SMP kelas 7-9)
6.Fase E (SMA/K kelas 10)
7.Fase F (SMA/K kelas 11-12)
Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, projek dapat dilaksanakan
dengan menjumlah alokasi jam pelajaran projek dari semua mata
pelajaran dan jumlah total waktu pelaksanaan masing-masing projek
tidak harus sama.
Alokasi waktu untuk setiap projek penguatan profil pelajar Pancasila
tidak harus sama. Satu projek dapat dilakukan dengan durasi waktu
yang lebih panjang daripada projek yang lain.
8
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Asumsi 1 Tahun = 36 minggu; 1JP=45 menit
Alokasi intrakurikuler
per tahun (minggu)
Alokasi projek
penguatan profil
pelajar Pancasila per
tahun
TOTAL JP PER
TAHUN
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti*
72 (2)
36
108
Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti*
72 (2)
36
108
Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti*
72 (2)
36
108
Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti*
72 (2)
36
108
Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti*
72 (2)
36
108
Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti*
72 (2)
36
108
Pendidikan Pancasila
54 (2) **
18
72
Bahasa Indonesia
108 (3)
36
144
Matematika
108 (3)
36
144
IPA: Fisika, Kimia, Biologi
216 (6)
108
324
IPS: Sosiologi, Ekonomi, Sejarah, Geografi
288 (8)
144
432
Bahasa Inggris
54 (2) **
18
72
PJOK
72 (2)
36
108
Informatika
72 (2)
36
108
Seni dan Prakarya***:
(Seni Musik; Seni Rupa; Seni Teater; Seni Tari;
Prakarya adn kewirausahaan)
54 (2) **
18
72
Muatan Lokal
72 (2) ****
-
72**
Total*****:
1098 (32)
486
1584
* Diikuti oleh peserta didik
sesuai dengan
agama/kepercayaan
masing-masing.
** Maksimal 2 JP
perminggu atau 72 JP
pertahun.
*** Pembelajaran reguler
tidak penuh 36 minggu
untuk memenuhi alokasi
projek (27 minggu untuk
PPKn, Bahasa Inggris,
Informatika, serta Seni dan
Prakarya).
**** Satu JP beban belajar
di SMA adalah 45 menit.
Alokasi Waktu Mata Pelajaran SMA/MA Kelas X
9
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
10
1.Asesmen di awal pembelajaran dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik, dan hasilnya digunakan
untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian peserta didik. Pada pendidikan khusus, asesmen diagnostik
dilaksanakan sebelum perencanaan pembelajaran sebagai rujukan untuk menyusun Program Pembelajaran Individual (PPI).
2.Satuan pendidikan dan pendidik memiliki keleluasaan untuk menentukan kegiatan pembelajaran dan perangkat ajar sesuai dengan
tujuan pembelajaran, konteks satuan pendidikan, dan karakteristik peserta didik.
3.Satuan pendidikan dan pendidik memiliki keleluasaan untuk menentukan jenis, teknik, bentuk instrumen, dan waktu pelaksanaan
asesmen berdasarkan karakteristik tujuan pembelajaran.
4.Apabila pendidik menggunakan modul ajar yang disediakan pemerintah dan/atau membuat modul ajar merujuk pada modul ajar yang
disediakan pemerintah, maka pendidik tersebut dapat menggunakan modul ajar sebagai dokumen perencanaan pembelajaran,
dengan komponen sekurang-kurangnya terdiri dari tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan asesmen yang
digunakan untuk memantau ketercapaian tujuan pembelajaran.
5.Untuk SMK, mitra dunia kerja dapat mendukung pembelajaran, asesmen, dan uji kompetensi yang selaras dengan prinsip-prinsip
asesmen.
6.Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dan asesmen pada mata pelajaran Praktik Kerja Lapangan (PKL) di SMK dilaksanakan
secara kolaboratif oleh satuan pendidikan dan mitra dunia kerja.
Perencanaan serta Pelaksanaan Pembelajaran dan Asesmen
11
Bentuk Asesmen
Asesmen formatif yaitu asesmen yang
bertujuan untuk memberikan informasi
atau umpan balik bagi pendidik dan
peserta didik untuk memperbaiki proses
belajar.
Penilaian atau asesmen formatif bertujuan
untuk memantau dan memperbaiki proses
pembelajaran, serta mengevaluasi
pencapaian tujuan pembelajaran.
Asesmen ini dilakukan untuk
mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta
didik, hambatan atau kesulitan yang
mereka hadapi, dan juga untuk
mendapatkan informasi perkembangan
peserta didik. Informasi tersebut
merupakan umpan balik bagi peserta didik
dan juga pendidik.
Asesmen Sumatif yaitu asesmen yang dilakukan untuk memastikan ketercapaian
keseluruhan tujuan pembelajaran. Asesmen ini dilakukan pada akhir proses
pembelajaran atau dapat juga dilakukan sekaligus untuk dua atau lebih tujuan
pembelajaran, sesuai dengan pertimbangan pendidik dan kebijakan satuan pendidikan.
Berbeda dengan asesmen formatif, asesmen sumatif menjadi bagian dari perhitungan
penilaian di akhir semester, akhir tahun ajaran, dan/atau akhir jenjang.
Penilaian atau asesmen sumatif pada jenjang pendidikan dasar dan menengah bertujuan
untuk menilai pencapaian tujuan pembelajaran dan/atau CP peserta didik sebagai dasar
penentuan kenaikan kelas dan/atau kelulusan dari satuan pendidikan. Penilaian
pencapaian hasil belajar peserta didik dilakukan dengan membandingkan pencapaian
hasil belajar peserta didik dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran
Asesmen sumatif dapat dilakukan setelah pembelajaran berakhir, misalnya pada akhir
satu lingkup materi (dapat terdiri atas satu atau lebih tujuan pembelajaran), pada akhir
semester dan pada akhir fase; khusus asesmen padaakhir semester, asesmen ini
bersifat pilihan. Jika pendidik merasa masih memerlukan konfirmasi atau informasi
tambahan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik, maka dapat
melakukan asesmen pada akhir semester. Sebaliknya, jika pendidik merasa bahwa data
hasil asesmen yang diperoleh selama 1 semester telah mencukupi, maka tidak perlu
melakukan asesmen pada akhir semester.
12
Intrumen Asesmen
Perencanaan Pembelajaran dan Asesmen
30
Berikut adalah contoh instrumen penilaian atau asesmen yang dapat menjadi inspirasi bagi pendidik,
yaitu:
Rubrik
Pedoman yang dibuat untuk menilai dan mengevaluasi kualitas capaian kinerja
peserta didik sehingga pendidik dapat menyediakan bantuan yang diperlukan
untuk meningkatkan kinerja. Rubrik juga dapat digunakan oleh pendidik untuk
memusatkan perhatian pada kompetensi yang harus dikuasai. Capaian kinerja
dituangkan dalam bentuk kriteria atau dimensi yang akan dinilai yang dibuat
secara bertingkat dari kurang sampai terbaik.
Ceklis
Daftar informasi, data, ciri-ciri, karakteristik, atau elemen yang dituju.
Catatan
Anekdotal
Catatan singkat hasil observasi yang difokuskan pada performa dan perilaku
yang menonjol, disertai latar belakang kejadian dan hasil analisis atas observasi
yang dilakukan.
Grafk
Perkembangan
(Kontinum)
Grafk atau infografk yang menggambarkan tahap perkembangan belajar.
Instrumen asesmen dapat dikembangkan berdasarkan teknik penilaian yang digunakan oleh
pendidik. Di bawah ini diuraikan contoh teknik asesmen yang dapat diadaptasi, yaitu :
Observasi
Penilaian peserta didik yang dilakukan secara berkesinambungan melalui
pengamatan perilaku yang diamati secara berkala. Observasi dapat difokuskan
untuk semua peserta didik atau per individu. Observasi dapat dilakukan dalam
tugas atau aktivitas rutin/harian.
Kinerja
Penilaian yang menuntut peserta didik untuk mendemonstrasikan dan
mengaplikasikan pengetahuannya ke dalam berbagai macam konteks sesuai
dengan kriteria yang diinginkan. Asesmen kinerja dapat berupa praktik,
menghasilkan produk, melakukan projek, atau membuat portofolio.
Projek
Kegiatan penilaian terhadap suatu tugas meliputi kegiatan perancangan,
pelaksanaan, dan pelaporan, yang harus diselesaikan dalam periode/waktu
tertentu.
Tes Tertulis
Tes dengan soal dan jawaban disajikan secara tertulis untuk mengukur atau
memperoleh informasi tentang kemampuan peserta didik. Tes tertulis dapat
berbentuk esai, pilihan ganda, uraian, atau bentuk-bentuk tes tertulis lainnya.
13
Instrumen Penilaian
Perencanaan Pembelajaran dan Asesmen
31
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah
Tes Lisan
Pemberian soal/pertanyaan yang menuntut peserta didik menjawab secara lisan,
dan dapat diberikan secara klasikal ketika pembelajaran.
Penugasan
Pemberian tugas kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan dan
memfasilitasi peserta didik memperoleh atau meningkatkan pengetahuan.`
Portofolio
Kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan karya peserta didik dalam
bidang tertentu yang mencerminkan perkembangan (refektif-integratif) dalam
kurun waktu tertentu.
Asesmen dapat dilakukan secara berbeda
di jenjang tertentu, sesuai dengan
karakteristiknya. Untuk jenjang PAUD,
teknik penilaian tidak menggunakan tes
tertulis, melainkan dengan berbagai cara
yang disesuaikan dengan kondisi satuan
PAUD, dengan menekankan pengamatan
pada anak secara autentik sesuai preferensi
satuan pendidikan. Ragam bentuk asesmen
yang dapat dilakukan, antara lain: catatan
anekdot, ceklis, hasil karya, portofolio,
dokumentasi, dll.
Untuk pendidikan khusus, asesmen
cenderung lebih beragam karena perlu
pendekatan individual. Pada Pendidikan
Kesetaraan, asesmen mata pelajaran
keterampilan dapat berbentuk observasi,
demonstrasi, tes lisan, tes tulis, portofolio,
dan/atau uji kompetensi pada lembaga
sertifkasi dan kompetensi.
Sementara itu pada SMK, terdapat
bentuk penilaian atau asesmen khas yang
membedakan dengan jenjang yang lain,
yaitu:
a. Asesmen Praktik Kerja Lapangan (PKL)
• Asesmen/pengukuran terhadap capaian
pembelajaran selama melaksanakan
pembelajaran di dunia kerja, meliputi
substansi kompetensi ataupun budaya
kerja.
• Asesmen dilakukan oleh pembimbing/
instruktur dari dunia kerja dan atau
bersama dengan guru pendamping.
• Hasil asesmen disampaikan pada rapor
dengan mencantumkan keterangan
industri tentang kinerja secara
keseluruhan berdasarkan jurnal PKL,
sertifkat, atau surat keterangan praktek
kerja lapangan dari dunia kerja.
• Mendorong peserta didik berkinerja baik
saat melakukan pembelajaran di dunia
kerja serta memberikan kebanggaan
pada peserta didik.
14
1.Satuan pendidikan menyiapkan pelaporan hasil belajar (rapor) peserta
didik.
2.Rapor peserta didik PAUD meliputi komponen identitas peserta didik,
nama satuan pendidikan, kelompok usia, semester, tinggi badan dan
berat badan, deskripsi perkembangan capaian pembelajaran, dan
refleksi orang tua.
3.Rapor peserta didik SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK atau
sederajat meliputi komponen identitas peserta didik, nama satuan
pendidikan, kelas, semester, mata pelajaran, nilai, deskripsi, catatan
guru, presensi, dan kegiatan ekstrakurikuler.
4.Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan
mekanisme dan format pelaporan hasil belajar kepada orang tua/wali.
5.Pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK/MAK atau sederajat,
satuan pendidikan dan pendidik memiliki keleluasaan untuk
menentukan deskripsi dalam menjelaskan makna nilai yang diperoleh
peserta didik.
Pelaporan Kemajuan Belajar
6.Pelaporan hasil belajar disampaikan sekurang-
kurangnya pada setiap akhir semester.
7.Satuan pendidikan menyampaikan rapor peserta
didik secara berkala melalui e rapor/dapodik
8.Pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau
sederajat, satuan pendidikan memiliki keleluasaan
untuk menentukan kriteria kenaikan kelas dengan
mempertimbangkan:
a. laporan kemajuan belajar;
b. laporan pencapaian projek penguatan profil pelajar
Pancasila;
c. portofolio peserta didik;
d. paspor keterampilan (skill passport) dan rekognisi
pembelajaran lampau peserta didik untuk SMK
e. prestasi akademik dan non-akademik;
f. ekstrakurikuler;
g. penghargaan peserta didik; dan
h. tingkat kehadiran.
15
Format Laporan Hasil
Belajar
Untuk dimasukkan ke Dapodik
16
Terima Kasih
15
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 16
SLIDE
Similar Resources on Wayground
12 questions
Presentasi TOT Batch-1 Simulasi
Presentation
•
Professional Development
9 questions
Risk W31
Presentation
•
Professional Development
11 questions
Pembelajaran Aktif
Presentation
•
Professional Development
11 questions
GIA 50
Presentation
•
Professional Development
11 questions
Kelas Masa Depan: Membangun Masa Depan yang Cerah
Presentation
•
Professional Development
8 questions
W1 Risk
Presentation
•
Professional Development
11 questions
TEKNIK PENDEDERAN KLS XII
Presentation
•
KG
11 questions
Design Thinking
Presentation
•
Professional Development
Popular Resources on Wayground
10 questions
Safety Day 2026 – Student Review
Quiz
•
9th Grade
21 questions
Continents and Oceans
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Parts of Speech
Quiz
•
5th Grade
16 questions
Subject & Predicate
Quiz
•
5th Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
12 questions
Map Skills
Quiz
•
3rd Grade
22 questions
Continents and Oceans
Quiz
•
5th Grade
15 questions
Rounding Decimals
Quiz
•
5th Grade