Search Header Logo
persentase agama kelas IX

persentase agama kelas IX

Assessment

Presentation

Religious Studies

9th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Mutia indri br sitepu

Used 1+ times

FREE Resource

26 Slides • 0 Questions

1

media

tugas

presentasi

- kelompok 6 -

2

media

Bab 7: berbagai bentuk
tantangan pergaulan
remaja Kristen masa

kini

Bahan Alkitab:
1 Korintus 15:33
1 Korintus 6:19
1 Korintus 3:16
Mazmur 119:9

Roma 12:2

3

media

Anggota Kelompok

Agiska (ketua kelompok)

Steven

A. Bestma

Saskia

Neo

Andika

4

media

Berbagai bentuk tantangan pergaulan

remaja kristen masa kini dan Bagaimana

menghadapi perubahan yang terus

berlangsung.

A. Apersepsi

Kata kunci: fenomena pergaulan

5

media

Sekarang kita hidup di zaman milenial, orang percaya dituntut
untuk bersaing dengan zaman yang semakin modern ini. Dalam
pergaulan, dituntut untuk tidak ketinggalan mode. Pergaulan
sekarang ini yang pasti jikalau salah bertindak pasti dampaknya
buruk dalam kenyataannya. Mereka juga sering melayani atau aktif
dalam kegiatan kemanusiaan. Sebagai orang percaya dan juga
remaja kristen tidak cukup hanya sekedar tahu mana yang baik dan
tidak baik atau mana yang boleh dan tidak boleh sesuai dengan
nilai-nilai Kristiani, yang sangat penting adalah iman kita harus kuat
dan kebiasaan yang harus kita lakukan harus disertai dengan iman
yang kuat pula, jikalau tidak maka tidak menutup kemungkinan kita
bisa terjerumus di dalamnya sehingga membuat kita jatuh dari
Tuhan.

1. Fenomena pergaulan
masa kini

6

media

1. Fenomena pergaulan
masa kini

Kitab 1 Korintus 15:33 " janganlah kalian sesat: Pergaulan yang
buruk merusak kebiasaan yang baik". Remaja hidup bergaul
dengan sesamanya dan mereka butuh bergaul, akan tetapi
firman Allah ini menegaskan agar remaja kristen selektif dalam
memilih dengan siapa dia harus bergaul, karena dampak dari
pergaulan itu sangat besar bagi kehidupan seseorang yang
menanjak remaja.

1 Korintus 3:16: " Tidak tahukah kalian, bahwa kalian adalah bait
Allah dan bahwa roh Allah diam dalam kalian? kemudian dalam 1
Korintus 6:19. " atau tidak tahukah kalian, bahwa tubuhmu
adalah bait Roh Kudus yang diam dalam kalian, Roh Kudus yang
kalian peroleh dari Allah dan bahwa kalian bukan milik kalian
sendiri?

7

media

1. Fenomena pergaulan
masa kini

Paulus menulis pada umat Tuhan di Korintus dengan memakai gaya

bahaya bahasa retoris "tidak tahukah kalian.... " yang mempunyai
pengertian bahwa mereka sesungguhnya sudah harus tahu bahwa
orang-orang percaya, tubuh mereka adalah bait Allah yang hidup di
mana Roh Kudus diam dalam mereka. remaja kristen harus menjaga

kekudusan khususnya menjaga anggota tubuhnya karena ada roh kudus
di dalam setiap diri orang percaya termasuk dalam diri remaja kristen.

Bagi remaja dunia tubuh adalah alat untuk memuaskan keinginan

daging. Tetapi bagi remaja kristen, tubuh ialah bait Allah yang kudus

hingga hormat remaja Kristen sepatutnya ialah hidup dalam kekudusan.
Dalam hal ini dibutuhkan kekuatan untuk membangun prinsip dan iman

yang kuat agar tidak terpengaruhi oleh lingkungan yang kurang baik.

8

media

2. Remaja Kristen dalam
menghadapi perubahan

Dunia yang di mana kita berada senantiasa mengalami perubahan,
tidak ada yang abadi semuanya berubah dan akan selalu berubah.

kehadiran orang percaya di manapun diharapkan mampu membawa
perubahan bahkan menjadi pelaku-pelaku terhadap perubahan itu

sendiri. Perubahan tidak terjadi begitu saja tanpa adanya Perkasa dari

Tuhan dan usaha yang dilakukan manusia untuk melakukan

perubahan Demi kemajuan yang terjadi demi kelangsungan hidup

yang lebih baik.

Dalam dunia yang berubah, orang percaya tidak mudah untuk tetap

menegakkan kebenaran dan hidup tetap sesuai dengan nilai-nilai

Kristiani yang berpadan dengan firman Tuhan.

9

media

A. Remaja dan perubahan
Zaman

Remaja dapat memang Selalu identik karena Dampak yang paling

terasa dari zaman yang terus-menerus berubah adalah remaja.
Bertumbuh menjadi seorang remaja di dalam perubahan zaman

seperti saat ini adalah sesuatu yang sesuatu yang cukup sulit.

Mengingat ada hal-hal baik dan buruk bercampur menjadi satu.

Terutama menyangkut perubahan yang terjadi dalam masyarakat.

Perubahan ini dikenal dengan perubahan sosial.

Perubahan sosial adalah fenomena yang sulit dalam arti

menembus ke berbagai tingkat kehidupan sosial, yang berbeda
hanyalah tingkat perubahannya saja. Perubahan itu normal dan

berlanjut, terjadi di berbagai tingkat kehidupan manusia mulai dari

individual sampai ke tingkat dunia.

10

media

A. Remaja dan perubahan
Zaman

Salah satunya dari sisi gaya hidup remaja.

Susanto mengertikan gaya hidup sebagai suatu

perpaduan antar kebudayaan ekspresi diri dan harapan

terhadap seseorang dalam bertindak dan yang

didasarkan pada norma-norma yang berlaku. Di sisi lain
Engel Blackwell dan Miniard mendefinisikan gaya hidup
sebagai pola di mana orang hidup dan menggunakan

uang dan waktunya. Jadi gaya hidup adalah pola

seseorang sehari-hari yang dipengaruhi oleh gaya hidup

yang konsumtif, materialis, dan permisif.

11

media

Gaya hidup konsumtif adalah perilaku membeli barang secara
berlebihan bukan karena kebutuhan tetapi semata karena
keinginan. Remaja yang terjebak dalam gaya hidup konsumtif rela
mengeluarkan uang untuk membeli makanan, pakaian,perangkat
elektronik, menonton film hanya Untuk ajang pamer dan gengsi.
Usia remaja adalah usia untuk sekolah dan bukan usia kerja.
Artinya Remaja belum memiliki uang atau penghasilan sendiri.

Nilai-nilai Kristiani yang diajarkan Yesus untuk hidup sederhana
karena Yesus sendiri dalam pelayanan-Nya sangat menunjukkan
kesederhanaan. Dan jikalau seorang remaja kristen mendapatkan
uang berlebihan dari orang tua yang mampu secara materi,
sebaiknya diberikan untuk menolong sesama yang
membutuhkan Sesuai ajaran Yesus yang bertolong-tolonganlah
kalian dalam menanggung bebanmu sehingga terjadi
keseimbangan.

b.gaya hidup Konsumtif

12

media

Gaya hidup materialistis atau materialisme adalah pandangan
hidup yang semata-mata hanya mencari kesenangan dan
kekayaan/kebendaan di mana semuanya merupakan satu-
satunya tujuan atau nilai tertinggi. Materialisme seringkali
mengesampingkan nilai-nilai rohani. Gaya hidup ini merupakan
salah satu tantangan bagi para remaja di dalam perubahan
zaman.

Materialisme dapat diartikan sebagai paham yang menyatakan
bahwa kepemilikan materi menandakan kebahagiaan. Sebaliknya
kebahagiaan ditandai adanya materi. Gaya hidup materialisme
akan sangat mempengaruhi perkembangan anak dan remaja
karena kemungkinan mereka akan mulai menilai diri mereka
berdasarkan apa yang mereka miliki.
Gaya hidup materialisme kurang tepat bagi orang percaya dan
juga para remaja kristen.

c. Gaya hidup Materialisme

13

media

Kebahagiaan tidak tergantung pada harta atau
materi yang dimiliki, karena banyak juga manusia
memiliki harta yang cukup akan tetapi hidupnya
tidak bahagia.
Artinya materi yang mereka miliki tidak
membuatnya bahagia, tenang dan tidak puas.
Firman Tuhan berkata janganlah kalian menjadi
hamba uang karena akar dari segala kejahatan
adalah cinta uang. Gaya hidup materialisme jelas
tidak menunjukkan perilaku yang sesuai nilai-nilai
Kristiani. Oleh karena itu, remaja Kristen Jangan
terprovokasi dengan gaya hidup seperti ini.

c. Gaya hidup Materialisme

14

media

Pola asuh permisif adalah suatu pola asuh yang
kurang membimbing dan mengarahkan anak, anak
diberi kebebasan sepenuhnya untuk membuat
semaunya tanpa ada kontrol dari orang tua. Salah
satu hal yang menyebabkan adanya perilaku
permisif pada remaja adalah karena pola asuh
orang tua. Orang tua yang sejak kecil menerapkan
pola asu permisif, akan menghasilkan anak-anak
yang cukup memiliki pola pikir dan perilaku yang
permisif.
Bahaya besar bagi gaya hidup permisif ini adalah
memberikan segala sesuatu tanpa ada batasan
seperti norma/nilai-nilai etika, moral dan agama.

d. Gaya hidup Permisif

(serba boleh)

15

media

Seluruh segi kehidupan terbuka, yang dulunya
dilarang atau dianggap tabu, sekarang
diperbolehkan dan tidak lagi tabu. Jika gaya
hidup seperti ini yang dilakukan remaja kristen,
maka sesungguhnya nilai-nilai Kristiani sudah
hilang, Semuanya serba bebas dan tidak ada
aturan yang perlu dipatuhi. Tuhan memberi kita
Hak untuk memilih, dan kebebasan, tetapi harus
melakukan kebebasan itu secara
bertanggungjawab, bukan kebebasan yang
melanggar firman Allah.

d. Gaya hidup Permisif

(serba boleh)

16

media

Artinya manusia boleh bebas hidup di mana dia
berada akan tetapi ada aturan yang Harus
dipatuhi, ada batas-batas yang boleh dan tidak
boleh dilanggar, jika dilanggar pasti ada resiko
yang harus dihadapi.
Akibat dari perubahan zaman yang ditandai
dengan perubahan gaya hidup remaja karena
tidak ingin dinilai ketinggalan zaman atau tidak
mengikuti trend. Remaja cenderung lebih
banyak berfokus pada dirinya sendiri, lebih
senang memuaskan dirinya sendiri ,dan tidak
kuat menghadapi masalah.

d. Gaya hidup Permisif

(serba boleh)

17

media

Kitab Roma 12:2. " janganlah kalian menjadi
serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh
pembaharuan budimu, sehingga kalian dapat
membedakan mana kehendak Allah: apa yang
baik yang berkenan kepada Allah dan yang
sempurna".
Remaja Kristen dalam menghadapi perubahan
menyadari keberadaan nya bahwa ia harus
berubah berubah ke dampak positif, Firman
Tuhan harus menjadi filter untuk memilih
perilaku dalam bersikap bertindak dan bertutur
kata dalam kehidupan sehari-hari.

d. Gaya hidup Permisif

(serba boleh)

18

media

Remaja kristen zaman sekarang banyak mengalami perubahan dan
menjalani pola hidup yang berbeda dengan zaman sebelumnya. Apalagi
zaman sekarang yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan Informatika.
Tetapi sangat disayangkan ketika kemajuan teknologi dan Informatika
disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Dan
tindakan ini sangat menyimpang dari firman Tuhan yang tertulis dalam
Galatia 5:19-21a.

Berbicara tentang dosa pasti mengambil banyak masalah akibat yang
terjadi akan menjauhkan seseorang dari kasih karunia Tuhan. Pergaulan
yang buruk menjadi salah satu alasan banyak remaja kristen terjebak
dengan dosa karena mereka diperhadapkan dengan kebebasan dalam
berbuat,kenikmatan atau kepuasan sesaat yang akan membawa semakin
terjerumus dalam dosa.

3.Remaja Kristen yang

kuat

19

media

Dalam Kitab Roma 6:23 dikatakan bahwa upah dosa ialah maut. Pada
hal remaja kristen dipanggil untuk menjadi saksi Tuhan di tengah-
tengah pergaulan seperti ini dikatakan dalam Mazmur 119:9. " dengan
Apakah seorang yang muda mempertahankan kelakuannya bersih?
dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu". Tetapi sangat
disayangkan banyak remaja kristen tidak menyadari akan hal itu dan
menyimpang dari firman Tuhan. Remaja kristen yang malah menjadi
sumber dari masalah bukan menjadi pemecah masalah atau pemberi
solusi masalah. Untuk itu remaja kristen perlu dibekali dengan
pengenalan akan jati diri hingga dapat menempatkan dirinya sebagai
remaja kristen yang tetap berperan sebagai contoh dalam
komunitasnya.

3.Remaja Kristen yang

kuat

20

media

Namun Sebaliknya apabila gagal, maka remaja akan mengalami
kebingungan atau kekacauan (confusion), kurang dapat
menyesuaikan diri baik terhadap dirinya maupun terhadap orang
lain remaja kristen harus mengerti dan memahami bahwa Allah
memilihnya dari dunia dan diutus ke dunia untuk menjadi terang
dan garam di tengah-tengah dunia yang penuh dengan kehidupan
yang kurang baik.
Konsep diri adalah pandangan diri tentang diri sendiri yang
memiliki tiga dimensi yaitu pengetahuan diri sendiri,penghargaan
tentang diri sendiri, dan penilaian tentang diri sendiri.
Konsep diri yang diharapkan dimiliki oleh remaja kristen adalah
konsep diri yang positif untuk itu dasarnya adalah penerimaan diri.

3.Remaja Kristen yang

kuat

21

media

Konsep diri yang benar harus dibangun atas dasar
firman Tuhan.
Sesuai ulangan 6:7. Remaja yang menerima
pengajaran atau firman Tuhan dalam keluarga, kelak
dia akan menjadikan Firman itu menjadi pegangan
hidupnya dan tidak Mudah terpengaruh oleh
kehidupan yang tidak sesuai dengan ajaran Kristus.
Roh Kudus akan menemukannya untuk hidup dalam
keadaan Tuhan dan Yesus Berjanji akan menyertai
orang percaya sampai akhir zaman.

3.Remaja Kristen yang

kuat

22

media

4.penerapan permuridan
kontekstual remaja Kristen

Permuridan merupakan suatu proses. Proses ini sengaja dilakukan oleh
orang percaya dalam jangka waktu yang cukup lama. Permuridan
kontekstual merupakan satu produk permuridan yang disebut kelompok
tumbuh bersama kontekstual (KTBK) permurida kontekstual merupakan
pemerintahan yang mengedepankan pertimbangan konteks sebagai
kajian utama. Konteks yang dimaksud adalah baik konteks Alkitab
maupun konteks pemuridannya.
Permuridan Tuhan Yesus didasarkan dari kehidupan yang holistik.
pemuridan Yesus merupakan suatu perwujudan yang dapat mengubah
kehidupan orang percaya untuk semakin berakar, bertumbuh, berbuah,
di dalam Kristus. Menjadi pengikut Yesus atau murid Tuhan Yesus adalah
mereka yang mengikut dari dekat, mengambil bagian dalam pelayanan,
dan rela berkorban.

23

media

4. Penerapan pemuridan
kontekstual remaja Kristen

Melalui pemuridanlah seorang imannya akan semakin
bertubuh dan semakin memiliki pengenalan akan Kristus
sehingga imannya tidak mudah diombang-ambingkan oleh
apapun karena telah memiliki pengenalan yang benar
tentang Yesus yang telah menjadi Tuhan dan
Juruselamatnya.
Remaja yang memperoleh pembiasaan tepung biasaan akan
mendapat pengajaran firman Tuhan dalam keluarga akan
bertumbuh menjadi remaja yang kokoh dalam
pendirian,taat, dan setia pada Tuhan. Orang tua yang
memberikan didikan dengan kedisiplinan akan
menyelamatkan anak dari pergaulan yang tidak sesuai
firman Tuhan.

24

media

Bahwa perkembangan zaman mendorong

remaja Kristen semakin jauh dari Tuhan yesus,
oleh karena itu sebagai orang percaya kita harus
menggunakan teknologi dengan tanggungjawab

dan kiranya jika kita dapat menggunakan
teknologi juga dengan baik kita akan bisa
mendekat dengan Tuhan dan tidak mudah

diombang-ambingkan karena kita sudah
mengenalnya dengan sangat baik oleh

firmannya.

Kesimpulan

25

media

- Terima Kasih -

26

media

ada yang

ingin

bertanya?

media

tugas

presentasi

- kelompok 6 -

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 26

SLIDE