

TEORI SOSIOLOGI
Presentation
•
Other
•
9th - 12th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
NUR KHOLIS
FREE Resource
10 Slides • 0 Questions
1
TEORI SOSIOLOGI 2 KRITIK DAN POST MODERN
Dosen: Dr. Sulyana Dadan, M.A
PERKEMBANGAN ONLINE SHOP DAN BUDAYA KONSUMERISME MASYARAKAT
DALAM PERSPEKTIF TEORI JEAN BAUDRILLARD
Oleh:
Nur Kholis
(F2B022014)
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
PROGRAM STUDI S2 SOSIOLOGI
PURWOKERTO
2023
2
PERKEMBANGAN ONLINE SHOP DAN BUDAYA KONSUMERISME MASYARAKAT
DALAM PERSPEKTIF TEORI JEAN BAUDRILLARD
Latar Belakang
Globalisasi membawa perubahan begitu cepat dalam kehidupan masyarakat
dengan hadirnya teknologi. Teknologi telah memudahkan berbagai aspek kehidupan
masyarakat salah satu teknologi yang berkembang adalah media sosial. Media sosial
adalah arena dimana masyarakat dapat berpartisipasi, membangun jaringan sosial,
dialog dan diskusi didunia virtual (Novel Rizki Fadillah, Suryo Ediyono, 2023). Tingkat
perkembangan penggunaan internet di Indonesia mengalami peningkatan setiap
tahunnya, berdasarkan hasil survey yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa
Internet Indonesia (APJII) menyatakan bahwa jumlah pengguna internet tahun 2018
secara nasional meningkat 10,12% atau setara dengan 27,9 Juta orang
sehingga
menyentuh angka 171,17 Juta orang atau 64,8% dari total keseluruhan penduduk
Indonesia tahun 2018 yakni 264,16 Juta jiwa (Samuel Raydean Elnino dkk, 2020).
Perkembangan teknologi mempengaruhi perilaku dan gaya hidup masyarakat
secara sosiologis menjadi lebih konsumtif dengan hadirnya toko-toko online (e-
commers) masyarakat dituntut untuk mengkonsumsi barang dan jasa secara
berlebihan melalui toko-toko online yang menawarkan fasilitas untuk berbelanja
online (Melinda, 2022).Online Shopping atau belanja online dinilai memiliki
berbaagai keunggulan karena orang tidak perlu belanja secara langsung tetapi
transaksi dapat dilakukan dimanapun termasuk dari rumah sehingga dinilai lebih
praktis. Secara berangsur-angsur masyyarakat tanpa sadar terjebak pada budaya
konsumerisme yang di manifestasikan melalui aktifitas belanja dan gaya hidup
konsumtif (Indra Setiabakti dkk, 2019).
Fenomena belanja online saat ini semakin dimudahkan dengan munculnya
online shop seperti Gojek, Grab, Shoppe, Tokopedia, Lazada dan lain sebagainya.
Ketika kita merasa lapar, kita tidak perlu pergi ke warung secara langsung tetapi bisa
pesan melalui Gofood, Grab food dan Shoppe food. Selain itu online shop juga
memberikan banyak diskon bagi para pelanggan yang membeli sehingga masyarakat
yang awalnya tidak mau membeli menjadi tertarik untuk berbelanja. Saat ini banyak
3
kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa menggunakan online shop.
Sehingga secara tidak sadar perilaku masyarakat menjadi semakin konsumtif.
Di era posmodern seperti sekarang, pengkembangan online shop semakin
pesat dan tidak terbendung, sehingga mendorong masyarakat untuk bersikap
konsumtif. Masyarakat menjadi sulit membedakan mana yang termasuk keinginan
dan mana yang termasuk kebutuhan. Orang bisa menganggap yang sebetulnya
adalah sebuah keinginan dianggap sebagai kebutuhan yang mendesak dan harus
dipenuhi. Kemudian dia akan berusaha bekerja keras untuk memenuhi hasrat atau
keinginan tersebut, ini disebut sebagai kesadaran palsu. Contohnya adalah
seseorang yang lapar, ia butuh makan supaya dapat beraktifitas, ia dapat makan
dimanapun asalkan kenyang, tetapi dia memilih makan di KFC.Padahal sebenarnya
dia hanya butuh makan, tetapi karena keinginannya dia makan di KFC karena lebih
mewah, sehingga dengan makan di KFC, ia akan mendapat perhatian dari
masyarakat dan mampu meningkatkan eksistensinya. Dan sering kali ini dilakukan
tanpa memandang kemampuan ekonomi yang dimilikinya. Sehingga berpotensi
meningkatkan kriminilitas dalam masyarakat, mulai dari mencuri, merampok,
kejahatan digital, menipu dan lain sebagainya. Hal itu dapat mengancam stabilitas
keteraturan sosial dan keselamatan masyarakat.
Dengan beberapa pemaparan diatas fenomena perkembangan online shop
dan budaya konsumtif masyarakat menarik untuk dikaji semakin mendalam. Oleh
karena itu, pada kesempatan ini peneliti melaksanakan riset yang berjudul
“PERKEMBANGAN ONLINE SHOP DAN BUDAYA KONSUMTIF MASYARAKAT DALAM
PERSPEKTIF TEORI JEAN BAUDRILLARD”. Dalam perspektif teori Jean Baudrillard
kajian tentang budaya konsumtif masyarakat tidak terlepas dari pemikiran Jean
Baudrillard. Dalam kesempatan ini, peneliti akan menggunakan teori masyarakat
konsumsi Jean Baudrillard untuk menganalisis fenomena sosial yang menjadi tema
diangkat pada penelitian ini. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan wawasan
baru bagi masyarakat supaya semakin tercerahkan sehingga mampu mengurangi
perilaku konsumtif dalam kehidupan sehari-hari.
4
Rumusan Masalah
1.Bagaimana
dampak
perkembangan
online
shop
danbudaya
konsumsi
masyarakat dalam perspektif teori Jean Baudrillard?
Tujuan
1.Untuk
menganalisis
perkembangan
online
shop
danbudaya
konsumsi
masyarakat dalam perspektif teori Jean Baudrillard
Corpus dan Locus Penelitian
1.Buku yang berjudul “Masyarakat Komsusi” yang di tulis oleh Jean Baudrillard
dicetak dalam Bahasa Indonesia Tahun 2011 Halaman 3 sampai 10. Dalam buku
tersebut Jean Baudrillard mengungkapkan bahwa masyarakat diposmodern
menghadapi kenyataan yang luar biasa mengenai konsumsi dan pemilpah
ruahan yang dikonstruksi oleh melimpahnya barang materil, jasa yang pada
akhirnya membentuk sebuah notasi fundamental dalam ekonomi kemanusiaan,
dalam artian masyarakat sulit membedakan keinginan dan kebutuhan.
2.Jurnal yang berjudul “Konsumerisme dalam Perspektif Jean Baudrillard” Tahun
2019, penelitian ini memaparkan hasil yakni bertransformasi menjadi sebuah
sikap konsumerisme bahkan nilai-nilai agama meskipun dengan ideologi
konsumerisme tidak terlepas dari permainan tanda dan status sosial.
3.Hasil peneilitan ini mahasiwa di Jogja memilih belanja onlin dengan alasan
karena adanya pengaruh iklan dan kemudahan berbelanja online. Selain itu,
perubahan sikap konsumsi dan status sosial adalah secara praktis konsumsi
dinilai llebih praktis dan juga secara lebih praktis sehingga menjadi Trend dalam
mahasisa untuk memenuhi kebutuhan konsumsinya. Secara lebih mudah dan
praktis yang membuat mahasiswa lebih menjadi konsumtif. Belanja online dinilai
mampu meningkatkan prestis mahasiswa dan menunjang fisik dan kepercayaan
diri mahasiswa. Disisi lain, kehadiran online shop menyebabkan gaya hidup
mahasiwa menjadi semakin boros dan konsumtif.
5
Hasil dan Pembahasan
1.Makna Online Shop
Belanja Online (Online Shop) merupakan aktifitas pembelian barang atau jasa
dari mereka yang menjual melalui internet, atau layanan jual beli layanan online
tanpa harus tatap muka dengan penjual atau pihak pembeli secara langsung. Online
Shop tidak hanya dinilai sebagai alternatif pilihan dalam berbelanja namun sudah
menjadi bagian dari adanya perubahan sosial budaya dalam masyarakat. Diaplikasi
online shop para konsumen dapat melihat barang-barang yang hendak dibeli berupa
foto atau gambar dan video (Sari, 2015).
Tuntutan
LifeStyle
sudah
memberikan
makna
yang
berbeda
yang
berhubungan dengan identitas diri yang lebih bersifat prestis, keadaan seperti itu
dijelaskan oleh Feblen dalam The Teory of Leasur Class (Sari, 2015) menyampaikan
hal-hal yang berkaitan dengan dorongan dan perilaku konsumsi masyarakat. Feblen
dalam teorinya yaitu teori mengenai kecenderungan pola konsumsi atau yang lebih
dikenal dengan conspicuous comcution (pamer) dalam teori itu yang harus
masyarakat perhatikan adalah uang, karena dengan uang atau harta yang dimiliki ia
dapat memingkatkan status sosial, gensi (harga diri) dan kehormatan seseorang
dalam kehidupan sosial. Kepemilikan harta yang berlimpah akan mendorong setiap
orang untuk berlomba-lomba memmbeli barang-barang dan jasa dengan tujuan
untuk pamer. Kondisi dimana seseorang membeli barang yang dipakai untuk pamer
menyebabkan sebuah pandangan, seyogyanya seorang konsumen mampu bersikap
rasional walaupun konsumen tersebut mempunyai kesadaran bahwa para konsumen
belum tentu bertindak rasional. Maksudnya bersikap rasional itu adalah membeli
barang yang dibutuhkan bukan yang diinginkan.
Di era teknologi online shop berkembang dengaan pesat karena konsekuensi
dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Dalam kehidupan sosial telah
banyak online shop seperti Lazada, Shoppe, Tokopedia, Akulaku, Bukalapak dan lain
sebagainya. Online shop telah melekat dan banyak digunakan untuk berbelanja
dalam kehidupan sehari-hari.
6
2.Bentuk-Bentuk Aktifitas Belanja Online
Menurut Forsythe etc all dalam jurnal milik Samuel Reidean Elnino dan
kawan-kawan yang berjudul “Tindakan konsumtif dalam aktifitas belanja online
Mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Samratulangi Manado”
dijelaskan bahwa terdapat tiga aktifitas belanja online, yakni:
1. Visiting Search
Pertama calon pembeli mengakses aplikasi online shop sekedar hanya untuk
meluangkan waktu guna melihat produk barang dan jasa serta promo yang
ditawarkan oleh online shop.
2.
Individu berkunjung dan melakukan pencarian hingga menemukan barang
atau jasa yang cocok dengan dirinya, setelah itu ia akan memutuskan akan membeli
karena terdapat beberapa hal yang melatar belakangi individu untuk membeli di
online shop tersebut. Misalnya kita membeli karena benar-benar membutuhkan
barang atau jasa itu, atau kita membeli karena promo yang ditawarkan oleh online
shop tersebut.
3. Multi Channel Shopping
Konsumen yang bertujuan untuk membeli sebuah barang dengan melakukan
pencarian ditoko online yang tepat dengan mempertimbangkan kualitas dan harga
yang diinginkan. Contohnya kita mau membeli Tas, kita tidak hanya melihat di satu
online shop tetapi kita melihat juga ke online shop yang lain dengan menyesuaikan
kualitas dan harga sesuai dengan kapasitas konsumen tersebut.
3.Teori Masyarakat Konsumsi Jean Baudrillard
Jean Baudrillard merupakan seorang sosiolog post modern yang berasal dari
Perancis, Ia banyak menulis buku salah satu karyanya yang terkenal adalah “La
Societe
deConsommation”
yang
artinya
masyarakat
konsumsi.
Dantelah
diterjemahkan kedalam Bahasa Inggris dengan judul “The Consumer Society: Myths
and Structures”. Masyarakat konsumsi adalah gagasan kunci dalam perspektif
Baudrillard untuk membongkar gejala konsumerisme yang berlangsung secara luar
biasa dan sudah menjadi bagian dari gaya hidup manusia modern. Objek konsumsi
7
bukan hanya berupa barang tapi lebih dari itu (Nanang Martono, 2018) dalam Elnino
dkk, 2020.
Jean Baudrillard dalam Elnino, 2022 memulai diskursus tentang masyarakat
konsumsi dengan mengamati fenomena globalisasi yang semakin marak terjadi
diberbagai sudut dunia. Jean Baudrillard berpendapat bahwa masyarakat konsumsi
bukan hanya digerakan oleh tuntutan dan kebutuhan konsumen tapi oleh jumah
produksi yang begitu besar.
Rasionalitas konsumsi dalam masyarakat konsumen sudah mengalami
pergeseran karena sekarang masyarakat membeli sebuah barang bukan sebagai
usaha untuk memenuhi kebuhan (need) tapi cenderung sebagai pemenuhan hasrat
atau keinginan (desair). Sebenarnya kebutuhan manusia tidak terlalu banyak tetapi
keinginan atau hasrat sifatnya tidak terbatas sehingga sifatnya tidak tidak memenuhi.
Jean Baudrillard cenderung mendefinisikan masyarakat post modern sebagai
masyarakat konsumen karena dalam masyarakat ini aktitas konsumsi memainkan
peran penting dalam teori ini. Dalam perkembangannya Teori masyarakat konsumsi
dikenal dengan teori simulasi. Masyarakat post modern relatif bergerak menuju
masyarakat simulasi yakni sebuah masyarakat yang dipengaruhi oleh kode, model,
dan tanda yang diatur dalam kegiatan produksi dan reproduksi yang menuntut
adanya provokasi, kejutan, pesona, pengemasan dan daya tarik terhadap komoditas
itu sendiri. Kemasan fisik dinilai lebih menarik bagi masyarakat dari pada makna atau
pesan yang hendak disampaikan oleh produk tersebut.
Dalam jurnal yang ditulis oleh Tuti Alawiyah dan Naufal Liyata “Mall dan
Perilaku
Konsumtif
Masyarakat
Urban”
dijelaskan
bahwa
Jean
Baudrillard
berpandangan bahwa yang membentuk masyarakat konsumsi adalah keinginan
individu yang terus ingin tampil berbeda dengan orang lain. Untuk bisa tampil beda
dengan orang lain maka ia akan mengkonsumsi barang atau produk yang dinilai
mampu menaikan status sosialnya tanpa berfikir apakah membutuhkan barang
tersebut atau tidak (Alawiyah dan Liyata, 2020). Contohnya adalah kita membeli tas
bermerk di Shoppe, padahal saat ini masih ada tas dengan konsisi bagus dan masih
bisa digunakan, tetapi karena kita ingin memakai tas baru maka membeli tas yang
baru. Padahal setelah kita analisis, Tas bukan sesuatu yang mendesak yang perlu
8
segera dipenuhi karena masih terdapat tas lain yang dapat digunakan, tetapi kita
tetap membeli tas baru karena lebih kekinian dan tampil beda.
Diera yang mulai
digital
yang ditandai
dengan
kemajuan teknologi,
komunikasi dan informasi akan membuat online shop semakin menjamur sehingga
akan
memperparah
kondisi
masyarakat
menjadi
semakin
konsumtif. Dalam
masyarakat post industri banyak kalangan baik laki ataupun perempuan dari
kalangan muda hingga tua sering terjebak oleh merk atau tanda. Dalam masyarakat
post industri diasosiasikan sebagai masyarakat yang konsumtif. Oleh karena itu,
Teori masyarakat konsumsi yang dikampanyekan oleh Jean Baudrillard dapat
dijadikan sebagai spirit dan gerakan untuk menumbuhkan kesadaran kritis
masyarakat
dan
memberikan
pencerahan
sehingga
masyarakat
mampu
membedakan antar keburuhan dan keinginan sehingga tidak terjebak pada perilaku
konsumtif.
Kesimpulan
Berdasarkan penelitian studi pustaka ini, dapat diambil kesimpulan yaitu
Online Shop atau Belanja Online merupakan proses pembelian barang dan jasa
menggunakan aplikasi-aplikasi e-commers (menggunakan internet) sehingga tidak
mengharuskan pembeli dan penjual bertatap muka secara langsung. Di era post
modern dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat membuat perkembangan
toko online semakin meningkat. Dan banyak nya online shop mampu mempengaruhi
perilaku masyarakat menjadi semakin konsumtif.
Jean Baudrillard dalam bukunya yang berjudulnya dengan Teori Masyarakat
konsumsi banyak mengkritisi realitas sosial masyarakat post modern karena sering
kali terjebat pada budaya konsumerisme. Dengan Teori simulasi yang dicetusnya,
Jean Baudrillard ingin membongkar budaya konsumerisme masyaratat post industri.
Dengan menggunakan Teori simulasi, kita dapat menggunakan terori tersebut untuk
menganalisis sehingga mampu membedakan antara kebutuhan dan keingin dalam
kehidupan masyarakat. Teori masyarakat konsumsi juga dapat digunakan untuk
menumbuhkan nalar kritis masyarakat sehingga tidak mudah terjebak dengan
tawaran diskon dan promosi online shop, dan mampu melepaskan diri dari pengaruh
budaya konsumtif.
9
Daftar Pustaka
Alawiyah, T. Liata. N. (2020). “Mall dan Perilaku Konsumtif Masyarakat
Urban”. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia. Vol 1, No 2.
Giswan, M. Zul, A. (2020). “Pengaruh Kemudahan Transaksi Non-Tunai
terhadap Sikap Konsumtif Masyarakat Kota Makassar”. Jurnal Ilmu Komunikasi. Vol 9,
No 2.
Setia, I. Nirzalin. Alwi. (2019). “Konsumerisme dalam Perspektif Jean
Baudrillard”. Jurnal Sosiologi USK. Vol 13, No 2.
Rizki, N. Ediyono, S. (2023). “Perilaku Konsumtif oleh Masyarakat Konsumsi
dalam Perspektif Teori Jean Baudrillard”. Marketgram Jurnal. Vol. 1, No 1.
Andira, C. (2015). “Perilaku Berbelanja Online di Kalangan Mahasiswi
Antropologi Universitas Airlangga”. Vol 4, No 2.
Tri, Y. “Belana Online dan Gaya Hidup Mahasiswa di Yogyakarta”. Jurnal
Pendidikan Sosiologi.
Melinda. (2022). “Perilaku Konsumtif dan Kehidupan Sosial Ekonomi
Mahasiswa Rantau”. Jurnal Ilmiah Society. Vol. 2, No 1.
Raydean, S. (2020). “Tindakan Konsumtif dalam Aktivitas Belana Online
Mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas SAM RATULANGI
MANADO”. Jurnal Holistik. Vol 13, No 3.
Baudrillard, Jean. P (2011). "Masyarakat Konsumsi" (Bantul: Kreasi Wacana) ,
4.
Wikandaru, R. (2017). “Metafisika Informasi dalam Perspektif Pemikiran Jean
Baudrillard: Kontekstualisasinya dengan Pertautan Media dan Politik di Indonesia”.
Jurnal Filsafat. Vol 27, No 2.
Saumantri, T. (2023). “Hyper Religiusitas di Era Digital: Analisis Paradigma
Postmodernisme Jean Baudrillard Terhadap Fenomena Keberagaman di Media
Sosial”. Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan. Vol 20, No 1.
Dhana, W. Cahyo, R. (2022). “Kajian Semiotik Jean Baudrillard dalam Iklan
Televisi Nestle
Bear Brand”. Jurnal Seni dan Desain. Vol 1, No 1.
Fatmawati, D. (2020). “Pola Konsumsi Perempuan Migran Madura (Studi
Fenomenologi di Kelurahan Kemayoran Baru DKA, Kecamatan Krembangan, Kota
Surabaya”. Jurnal Analisa Sosiologi.
10
Nikmah, Z. Tiani, R. (2022). “Etnografi Kebudayaan Konsumsi di Kalangan
Remaja Pengguna Sistem Belanja Online di Plamongansari, Pendurungan, Semarang”.
Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi. Vol 5, No 2.
Qotrunnada. Faiz, M. (2022). “Konsumerisme dalam Trend Brand Fesyen
Muslimah di Jakarta”. Jurnal Pemikiran dan Riset Sosiologi.
Sholahudin, U. (2019). “Selebrasi Pernikahan Artis dalam Perspektif Teori
Masyarakat Konsumsi Baudrillard”. Vol 2, No 2.
Fitrianatsany. (2022). “Fenomena Jasa Titip Beli (Jastip) sebagai Bentuk
Budaya Konsumtif Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19”. Jurnal of Urban
Sociology. Vol 5, No 1.
Abdul, A. Ananda A. Lestari, D. (2023). “Gaya Hidup Mahasiswa Adanya
Belanja Online (Studi Mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah UIN Sumatera Utara”.
Journal of Management and Creative Business. Vol 1, No 1.
Maharani, P. Hendrastomo, G. “Fenomena Beauty Vlogger Perilaku Konsumtif
di Kalangan Mahasiswi Yogyakarta”. Jurnal Kajian Sosiologi. Vol. 11, No 2.
Nurhayati. (2017). “Belanja “Online” sebagai Cara Belanja di Kalangan
Mahasiswa (Sudi Kajian Budaya di Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh).
Aceh Anthropological Journal. Vol 1, No 2.
Sastrawati,
N.(2020).
“Konsumtivisme
danStatus
Sosial
Ekonomi
Masyarakat”. El-Iqtishady. Vol 1, No 1.
TEORI SOSIOLOGI 2 KRITIK DAN POST MODERN
Dosen: Dr. Sulyana Dadan, M.A
PERKEMBANGAN ONLINE SHOP DAN BUDAYA KONSUMERISME MASYARAKAT
DALAM PERSPEKTIF TEORI JEAN BAUDRILLARD
Oleh:
Nur Kholis
(F2B022014)
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
PROGRAM STUDI S2 SOSIOLOGI
PURWOKERTO
2023
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 10
SLIDE
Similar Resources on Wayground
10 questions
Kemunduran Islam
Presentation
•
9th - 12th Grade
10 questions
CHAPTER 2 : so that and in order to
Presentation
•
9th - 12th Grade
10 questions
Membuat minuman dingin
Presentation
•
9th - 12th Grade
10 questions
soal kuis 1
Presentation
•
KG - University
7 questions
binatang
Presentation
•
KG
7 questions
ALIAS
Presentation
•
9th - 12th Grade
8 questions
Digitális platformok online workshop
Presentation
•
KG
9 questions
kebunku
Presentation
•
KG
Popular Resources on Wayground
10 questions
HCS SCI 03 Summer School Review 4
Quiz
•
3rd Grade
11 questions
HSMS - Standard Response Protocol
Quiz
•
6th - 8th Grade
16 questions
1.1-1.2 Quiz Review
Quiz
•
9th - 12th Grade
12 questions
Exponent Expressions
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Adding and Subtracting Integers
Quiz
•
6th - 7th Grade
11 questions
Northeast States
Quiz
•
3rd - 4th Grade
10 questions
Characterization
Quiz
•
3rd - 7th Grade
10 questions
Common Denominators
Quiz
•
5th Grade