Search Header Logo
Konsep Produksi Massal XII TBSM

Konsep Produksi Massal XII TBSM

Assessment

Presentation

Business

2nd Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Nerfy Nerfiana

Used 3+ times

FREE Resource

23 Slides • 0 Questions

1

Konsep Produksi Massal

Produksi merupakan serangkaian proses mengolah bahan baku untuk menambah nilai guna dan fungsi suatu barang sehingga memiliki kemanfaatan yang lebih dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Produksi massal adalah sebuah proses produksi dalam jumlah besar melalui mekanisme standar produksi yang sama untuk menghasilkan barang sesuai dengan standar spesifikasi tertentu secara berkelanjutan dan terus-menerus.

2

  1. Proses produksi kimia

  2. Proses produksi perubahan bentuk

  3. Proses produksi perakitan (assembling)

  4. Proses produksi transportasi

  5. Proses produksi jasa administrasi

  6. Proses produksi analytic

  7. Proses produksi synthetic

Jenis-jenis Proses produksi

media

3

  1. Proses produksi kimia, mencakup proses produksi yang berhubungan dengan proses analisis ataupun sintesis senyawa kimia. Contohnya proses produksi pada perusahaan obat-obatan, parfum, sabun, dan pengolahan minyak .

  2. Proses produksi perubahan bentuk, proses produksi yang pelaksanaannya lebih banyak menyangkut pada perubahan bahan baku (input) menjadi barang jadi (output) sehingga terjadi pertambahan nilai guna atau manfaat dari barang tersebut. Contohnya : Produksi bidang teknik antara lain mebel, serta jasa usaha pembuatan teralis, pintu, jendela, dan kusen

4

  1. Proses produksi perakitan (assembling), proses produksi yang dalam pelaksanaanya lebih menitikberatkan pada proses penggabungan komponen produk siap rakit.
    Perusahaan akan membeli komponen produk yang dibeli dari perusahaan lain untuk dirakit dan dijadikan barang baru.
    Contohnya : perusahaan karoseri mobil, elektronik, dan perakitan motor.

media

5

  1. Proses produksi transportasi, proses produksi untuk menciptakan jasa layanan pemindahan barang atau manusia dari satu tempat ke tempat lainnya. contohnya : perusahaan travel atau biro perjalanan, maskapai penerbangan dan shipping.

  2. Proses produksi jasa administrasi, proses produksi yang memberikan jasa administrasi kepada pelanggan.

    contohnya : konsultan pembangunan gedung, jasa desain bangunan, jasa hitung kebutuhan bahan bangunan dan jasa pembuatan market

6

  1. Proses produksi analytic, proses produksi yang mengolah satu jenis bahan baku menjadi berbagai produk. Contohnya : perusahan minyak yang mengolah bahan baku minyak mentah untuk dijadikan bensin, pelumas, solar, dan lilin

  2. Proses produksi synthetic, proses yang mengolah berbagai jenis bahan baku untuk dijadikan suatu produk. contohnya : Proses produksi alat-alat elektronik

7

  1. Dibutuhkan modal yang besar

  2. Alur produksi yang kurang fleksibel

  3. Produk kurang bervariasi

  4. Tidak ada jaminan produk laku di pasaran

Kelemahan

  1. Jumlah produk yang dihasilkan dalam skala besar

  2. Biaya produksi rendah

  3. Efisiensi waktu

  4. Supervisi yang minim

Keunggulan dan Kelemahan Produksi Massal

Keunggulan

8

Perencanaan Produksi Massal

Perencanaan produksi merupakan tahapan-tahapan yang akan dilakukan untuk menghasilkan barang pada periode tertentu sesuai jadwal proses produksi.

9

  1. Skala perencanaan produksi

    menurut Assauri dalam Aji & Haryadi (2018:14-31), meliputi tahapan routing, scheduling, dispatching, dan follow up.

    • Routing : menetapkan dan menentukan alur kerja proses produksi mulai dari bahan baku hingga menjadi produk jadi yang siap digunakan

    • Scheduling : kegiatan dalam menetapkan dan menentukan jadwal kegiatan operasi produksi yang sinergi sebagai suatu kesatuan proses produksi

    • Dispatching : menetapkan alur proses pemberian perintah untuk memulai pelaksanaan operasi produksi sesuai dengan perencanaan proses produksi tahapan routing dan scheduling.

    • Follow up : menetapkan dan menentukan semua kegiatan operasi supaya perencanaan terkoordinasi dengan baik.

10

Faktor pertimbangan lokasi produksi

Ada delapan faktor pentong dalam menentukan lokasi produksi adalah sebagai berikut :
1. Dekat dengan pasar
2. Dekat dengan sumber bahan baku
3. Sarana transportasi
4. Infrastruktur pendukung
5. Ketersediaan tenaga kerja
6. Kebijakan pemerintah
7. Keadaan geologi dan iklin
8. Industri penyokong dan pendukung layanan

11

Barang konsumsi yang memiliki sifat dapat dipakai berulang-ulang.

Contoh : komputer, mesin gerinda, mesin bubut, amperemeter, multitester, televisi, lemari es, dan air conditioner (AC)

Barang tahan lama (durable goods)

Barang konsumsi yang memiliki sifat habis pakai dalam satu kali pemakaian.

Contoh : lem kayu, paku rivet, kawat las, tenol, dan pasta solder

Barang tak tahan lama (non durable goods)

Daya Tahan Produk

12

Kualitas Produk

a. Produk kualitas premium
Produk dengan kualitas di atas standar, umumnya merupakan barang original. Dalam proses perancangan produksinya, sebuah perusahaan sengaja menetapkan kualitas produk yang akan dihasilkan melebihi standar kualifikasi minimal yang telah ditetapkan oleh Badan Standar.

Contohnya : Astra Honda Motor dan Toyota memproduksi suku cadang sendiri untuk komponen-komponen produk mobil atau motornya.

Ditinjau dari harganya, produk ini tentu jauh lebih mahal dari produk serupa yang ada di pasaran.

13

Produk dengan kualitas standar dihasilkan oleh sebuah perusahaan dengan mengacu pada standar produk yang telah ditentukan oleh Badan Standar. Umumnya produk dengan kualitas standar memiliki harga yang sedikit lebih murah dari barang orisinal.

b. Produk kualitas standar

c. Produk kualitas di bawah standar

Produk dengan kualitas di bawah standar umumnya dibuat tanpa melalui proses standardisasi dari Badan Standar. Produk-produk jenis ini tidak disarankan untuk dipakai karena tidak memiliki jaminan mutu meskipun harganya jauh lebih murah dari produk premium atau standar.

14

Indikator Keberhasilan Produksi Massal

Keberhasilan Manajemen Produksi

Menurut Haryono (2015:14), untuk mengetahui tingkat keberhasilan dalam melaksanakan kegiatan produksi yang sudah dirancang, perlu dilakukan pengukuran atas efisiensi dan efektivitas pelaksanaan kegiatan produksi.c

15

Ukuran kinerja sistem produksi

Pengukuran kinerja sistem produksi merupakan serangkaian kegiatan untuk melakukan penilaian yang sistematik berdasarkan indikator kinerja operasi.

indikator kinerja meliputi masukan, keluaran, hasil, manfaat, dan dampak dari sistem produksi terhadap korporasi industri

16

Ukuran kinerja produktivitas mesin

Pengukuran kinerja sistem produksi merupakan serangkaian kegiatan untuk melakukan penilaian yang sistematik berdasarkan indikator kinerja operasi.

indikator kinerja meliputi masukan, keluaran, hasil, manfaat, dan dampak dari sistem produksi terhadap korporasi industri.

17

Salah satu instrumen pengukuran keberhasilan kinerja sistem produksi adalah balanced scorecard, yaitu teknik mengukur keberhasilan kinerja sistem produksi melalui empat sudut pandang yang meliputi perspektif finansial, perspektif pelanggan, proses internal bisnis, serta pertumbuhan dan pembelajaran.

18

Ukuran Kinerja Produktivitas Mesin

Kinerja mesin merupakan faktor utama yang sangat membantu perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan demand (permintaan konsumen) yang tinggi.

19

Proses Produksi Massal

Proses produksi merupakan kegiatan dalam rangka meningkatkan nilai guna suatu barang, akan tetapi tidak semua proses produksi menghasilkan barang. proses produksi dapat juga menghasilkan jasa.

Menurut jenis produknya, proses produksi dikelompokkan sebagai berikut :
1. Tahapan produksi massal
2. Proses produksi massal pada bidang teknik pemesinan
3. Proses produksi massal pada bidang teknik bangunan

20

  1. Tahapan proses produksi massal

    a. Penentuan jenis dan kualitas produk

    jenis dan kualitas produk yang akan diproduksi ditentukan perusahaan

    b. Penjadwalan waktu

    penjadwalan juga berkaitan erat dengan target produksi yang akan dicapai.

    c. Pemilihan peralatan
    dalam pemilihan peralatan harus mempertimbangkan kapasitas produksi.

21

d. Mobilisasi personalia
menyiapkan tenaga kerja yang bertugas menyiapkan proses produksi

e. Pembelian material
pembelian bahan baku harus disesuaikan dengan jenis dan kualitas produk yang akan dihasilkan
f. Pembagian pekerjaan
proses produksi dalam produksi massal umumnya dikerjakan dalam sektor-sektor kerja yang spesifik, misalnya divisi pemotongan hanya bertugas memotong, divisi assembling hanya bertugas merakit, dan divisi packing hanya bertugas mengemas

22

g. Pengerjaan dan pengawasan
Pengerjaan proses produksi dilakukan berdasarkan tugas masing-masing sektor oleh tenaga lapangan, sedangkan pengawasan dilakukan oleh tenaga lapangan

h. Evaluasi proses pengawasan
Evaluasi dalam proses produksi lebih ditekankan pada kesesuaian produk terhadap standar dan target produksi

23

  1. Proses produksi massal pada bidang teknik pemesinan

    salah satu produk yang telah anda pelajari secara manual adalah pembuatan benda berpasangan, seperti mur dan baut.


Mur dan baut merupakan benda yang paling dicari oleh orang teknik. pembuatan mur dan baut sudah sewajarnya diproduksi secara massal untuk meningkatkan efisiensi kerja, baik pada segi waktu maupun biaya.

Konsep Produksi Massal

Produksi merupakan serangkaian proses mengolah bahan baku untuk menambah nilai guna dan fungsi suatu barang sehingga memiliki kemanfaatan yang lebih dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Produksi massal adalah sebuah proses produksi dalam jumlah besar melalui mekanisme standar produksi yang sama untuk menghasilkan barang sesuai dengan standar spesifikasi tertentu secara berkelanjutan dan terus-menerus.

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 23

SLIDE