
Makharijul Huruf
Presentation
•
Religious Studies
•
6th - 8th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Nizan Bahij
Used 4+ times
FREE Resource
17 Slides • 0 Questions
1
2
Jauf (rongga):
Mencakup
rongga
tenggorokan dan
rongga mulut
3
Dari rongga (mulut/ tenggorokan) ini keluar huruf-huruf mad.
Al-Imam Ibnul Jazariy berkata:
ِهَتنَت ِءاَوَهۡلل ٍّدَم ُفوُرُح ِهَِو اَهاَتۡخأو ِفۡوَلجا ُفِل
أَف
Pada Jauf terdapat Alif dan saudari-saudarinya, yakni huruf-
huruf Mad, yang berhenti seiring dengan berhentinya nafas.
Ibnul Jamzuriy berkata tentang huruf Mad:
اَهـيـِحوُن فى َۡهَِو ٍّىاَو ِظـۡفَل نِم
Terkumpul pada lafazh “way” dan terjadi Mad dalam “Nuuhiihaa”
4
• Makhraj ini adalah makhraj yang paling
luas dan bebas, tidak terikat pada tempat
tertentu,
dan
tidak
nyata
dalam
memusatkan
suara.
Begitu
pula
huruf-
hurufnya. Semuanya dapat bersandingan
dengan seluruh huruf hijaiyyah yang hidup
(berharakat).
Karenanya,
makhraj
ini
disebut makhraj muqaddar.
5
• Seluruh huruf hidup mesti dikeluarkan melalui jauf.
Karena pada prinsipnya, setiap huruf akan mendekat
kepada makhrajnya saat disukunkan dan akan menjauh
dari makhrajnya saat diberi harakat (hidup). Bila kita
mempertahankan (tidak menjauhkan) makhraj huruf saat
ia hidup, maka suara tidak akan mengalir sempurna
melalui rongga jauf.
• Ini adalah pelajaran pertama yang dapat kita petik dari
pembahasan makhraj al-jauf. Karenanya, sangat penting
untuk memahami dan melatih permasalahan ini sebelum
beranjak
untuk
mempelajari
rincian
makhraj
huruf
hijaiyyah yang lain.
6
• Adapun pelajaran kedua yang dapat kita petik
dalam bab ini adalah bagaimana mengucapkan
harakat yang sempurna dalam bahasa Arab.
• Karenanya, pembahasan makhraj al-jauf tidak
akan
bisa
dipisahkan
dari
pembahasan
kesempurnaan
mengucapkan
huruf-huruf
hijaiyyah yang berharakat (itmâmul harakât).
7
8
Huruf Alif : Tidak berada pada kondisi selain sukun dan tidak ada huruf
sebelumnya kecuali dalam kondisi fathah.
Huruf Tasydid : Aslinya terdiri atas dua huruf. Huruf yang pertama sukun
dan yang kedua berharakat.
9
‘Allaamah Ahmad Ath-Thiibi berkata:
لُكَو ٍّمۡوُمۡضَم ۡنَلَفاَّمِتَي َّلِّإ ِمَضِب ِۡيَتَفَّشلااَّمَض
اۡوُذَو ٍّضاَفِۡنۡ ٍّضاَفِۡنۡاِب ِمَفۡلِل لمِتَي ُحۡوُتۡفَمۡلاَو ِحۡتَفۡلاِب ۡفٱ ِمَه
“Dan setiap dhammah tidak akan sempurna,
kecuali
dengan
benar-benar
memonyongkan
kedua bibir,
Dan Kasrah dengan merendahkan rahang akan
sempurna, dan fathah dengan membukanya,
fahamilah!”
10
Bentuk mulut saat mengucapkan
huruf tipis berharakat dhammah
(Waw Mad)
Bentuk mulut saat mengucapkan
huruf tebal berharakat dhammah
11
Bentuk mulut saat
mengucapkan huruf tipis
berharakat kasrah (Ya Mad)
Bentuk mulut saat
mengucapkan huruf tebal
berharakat kasrah
12
Bentuk mulut saat
mengucapkan huruf tipis
berharakat fathah (Alif
Muraqqaqah)
Bentuk mulut saat
mengucapkan huruf tebal
berharakat fathah (Alif
Mufakhkhamah)
13
Keadaan lidah saat mengucapkan huruf berharakat
14
• Beberapa
kekeliruan
begitu
sering
terjadi
pada
saat
seseorang, khususnya non-Arab- mengucapkan harakat, di
antaranya:
• Menebalkan harakat pada huruf-huruf yang seharusnya
diucapkan tipis, khususnya pada saat mengucapkan fathah
dan dhammah.
• Menipiskan harakat pada huruf-huruf yang seharusnya
diucapkan tebal, khususnya pada saat kasrah.
• Memiringkan suara hingga fathah tidak terucap dengan
jelas, berada di antara “a” dan “i”, menyerupai vokal
“eu”.
15
• Mengalirkan suara melalui rongga hidung,
padahal rongga hidung adalah kekhususan
bagi “mim” dan “nun”.
• Menahan suara, sehingga bacaan terdengar
seperti menggumam.
• Berlebihan
dalam
membuka
rahang,
menariknya, atau memonyongkannya.
• Tidak
konsisten
dalam
menentukan
kadar
panjang satu harakat.
16
•Untuk mengatasinya, kita bisa melakukan dan melatih beberapa hal
berikut:
1.
Hendaknya melepaskan suara dan tidak menahannya agar harakat
terasa jelas diucapkan, namun tetap menjaganya agar tidak berlebihan.
2.
Memahami
huruf-huruf
tipis
dan
tebal,
agar
kita
bisa
menjaga
kesempurnaan harakat pada huruf-huruf tersebut. Sedangkan ukuran
tipis dan tebalnya adalah ukuran orang Arab, bukan ukuran menurut
kita sendiri.
3.
Pada huruf-huruf tipis, kesempurnaan harakat fathah adalah dengan
membuka rongga mulut sambil menarik rahang pada posisi seperti
kasrah. Suara yang dihasilkan mungkin akan terasa asing bagi sebagian
orang –khususnya di Indonesia- karena “A”-nya lebih tipis dan berbeda
dengan “A”-nya orang Indonesia pada umumnya.
17
4.
Menjaga ketipisan huruf-huruf tipis pada saat dhammah
adalah dengan tidak terlebih dahulu memonyongkan
bibir pada saat huruf diucapkan melainkan diucapkan
dulu pada posisi hampir fathah, baru didorong sambil
memonyongkan
bibir.
Sedangkan
pada
saat
sukun,
adalah dengan menarik rahang ke keadaan normal saat
huruf tersebut diucapkan.
5.
Menjaga ketebalan huruf-huruf tebal adalah dengan
mengangkat lidah ke arah langit-langit.
6.
Melatihnya dengan menutup hidung kita agar suara bisa
mengalir sempurna melalui rongga mulut.
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 17
SLIDE
Similar Resources on Wayground
17 questions
SHALAT JUM'AT | KELAS 7 SMP
Presentation
•
7th Grade
10 questions
Bahasa Arab Kelas 6 MI
Presentation
•
6th Grade
16 questions
Sidang dan Rapat
Presentation
•
KG
12 questions
Kuis Seru
Presentation
•
7th Grade
10 questions
Iman Kepada Malaikat Allah
Presentation
•
7th Grade
11 questions
Fonik dan Huruf c
Presentation
•
KG
10 questions
Fonik dan huruf m
Presentation
•
KG
16 questions
Tajwid - Hukum Bacaan Al
Presentation
•
5th - 9th Grade
Popular Resources on Wayground
24 questions
PBIS-HGMS Day 10
Quiz
•
6th - 8th Grade
10 questions
HCS SCI 03 Summer School Review 3
Quiz
•
3rd Grade
11 questions
Home Scope
Quiz
•
7th - 8th Grade
15 questions
HCS SCI 05 Summer School Assessment 3 Review
Quiz
•
5th Grade
35 questions
Lufkin Road Middle School Student Handbook & Policies Assessment
Quiz
•
7th Grade
18 questions
Geo 11.3 Area of Circles and Sectors
Quiz
•
9th - 11th Grade