Search Header Logo
Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam

Assessment

Presentation

•

Religious Studies

•

5th Grade

•

Easy

Created by

Mita Purnamasari

Used 1+ times

FREE Resource

12 Slides • 2 Questions

1

Pendidikan Agama Islam

By Mita Purnamasari

2

PELAJARAN 7

​MARI MENGENAL RASUL ALLAH

media

3

Open Ended

Sebelum kita memulai pembelajaran kali ini adakah yang tahu apa makna dari Rasul Allah?

4

A. Makna Rasul Allah​

Rasul artinya utusan. Sedangkan Rasulullah artinya utusan Allah Swt., yaitu orang yang mendapatkan Wahyu dan berkewajiban menyampaikannya kepada orang lain atau umat manusia. 

Perhatikan ​Surah An'am/6:48 berikut:

​

​

Artinya:​ “Dan tidak Kami mengutus para rasul melainkan untuk memberi kabar gembira dan peringatan”.

​

media

5

​Ayat di atas menjelaskan lasan Allah Swt. mengutus para rasul, yaitu untuk memberi kabar bangga dan menunjukkan peringatan. Kabar bangga maksudnya Menyampaikan komitmen Allah Swt. bagi orang yang menaati perintah-Nya. Bagi mereka diberikan kenikmatan dan  kesenangan di dunia maupun di alam abadi kelak. Rasul memberi peringatan, yaitu bagi mereka yang ingkar kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya akan menerima balasan yaitu neraka jahanam.

Nabi dan rasul ialah insan biasa, pria yang dipilih oleh Allah Swt. Untuk mendapatkan wahyu. Sebagaimana insan lainnya rasul pun hidup menyerupai kebanyakan manusia, yaitu makan, minum, berjalan-jalan, nikah, punya anak, merasa sakit, senang, susah, semakin tua, mati, dan sifat-sifat manusiawi lainnya.

6

​Mari kita membiasakan bersikap berikut ini:

• Berbuat yang benar artinya perbuatan yang sesuai dengan perintah agama. Ucapan dan tutur kata harus baik dan benar, sikap harus baik dan santun. Hindari berbuat jelek yang tidak disenangi Allah Swt. Dan manusia.

• Kalau kita dipercaya atau dititipi seseorang, kerjakanlah dengan jujur dan ikhlas. Ada pepatah usang menyampaikan “sekali saja kita berbuat salah, selamanya orang tidak percaya”.

• Pesan-pesan kebaikan harus disampaikan kepada orang lain, mulailah dari diri sendiri, keluarga, kemudian kepada yang lainnya.

• Hidup harus cerdas, yaitu cerdas nalar dan cerdas nurani.

​

​

​

7

B. Tugas dan Sifat Rasul-rasul Allah

Para utusan Allah mempunyai kiprah yang sangat berat, yaitu memimpin insan semoga hidup sejahtera dan senang di dunia dan di akhirat. Agar kiprah itu sukses dan berhasil, mereka diberi sifat-sifat yang istimewa oleh Allah Swt. Sifat tersebut lebih dikenal dengan “sifat-sifat wajib bagi rasul” artinya sifat yang harus dimiliki seorang rasul.

Sifat wajib bagi Rasul Allah ada 4, yaitu:

  1. Siddiq artinya ​jujur dan benar

  2. Amanah artinya dapat dipercaya

  3. ​Tablig artinya menyampaikan

  4. Fatanah artinya cerdas​, berakal dan bijaksana

8

C. Rasul Ulul ‘Azmi

Ulul Azmi terdiri dari dua kata yaitu Ulul dan Azmi. Ulul atau Ulu/Uli sendiri artinya “memilikiki atau memiliki”. Sedangkan Azmi adalah keteguhan hati atau tekad yang kuat. Jadi bisa dikatakan bahwa arti dari Ulul Azmi adalah seseorang yang mempunyai kesabaran, ketabahan, serta tekad yang kuat dalam menjalankan semua tugas untuk menyebarkan ajaran agama Islam. Meskipun akan ada banyak rintangan dan halangan yang akan menghalanginya, namun nabi dan rasul yang memiliki sifat Ulul Azmi akan mempunyai kekuatan dalam melewatinya.​​

​

​

9

Draw

Siapa sajakah yang termasuk Rasul Ulul Azmi?

10

  1. Teguh dan sabar dalam belajar,

  2. Teguh dan sabar dalam beribadah (salat),

  3. Teguh dan sabar dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah,

  4. Teguh dan sabar dalam mematuhi orang tua,

  5. Teguh dan sabar dalam pergaulan, tidak cepat marah,

  6. Teguh dan sabar dalam mematuhi peraturan, baik peraturan di rumah, sekolah, maupun dilingkungan tempat tinggal,

  7. dan seterusnya.

​

Berikut ini contoh sifat para rasul Ulul ‘Azmi, yaitu:

Muhammad saw.

Ibrahim a.s

Musa a.s

Isa a.s

Nuh a.s​

Rasul yang tergolong Ulul Azmi ada 5 orang​, bisa disingkat menjadi MIMIN

Rasul Yang Tergolong Ulul Azmi

11

  • Nabi Nuh a.s. mengajak manusia agar menyembah Allah Swt. dan melarang memperhambakan diri kepada selain Allah Swt. Tetapi manusia di masa itu tidak mengacuhkan seruannya. Seruan Nabi Nuh a.s. itu mereka sambut dengan cemooh dan ejekan. Selama 950 tahun Nabi Nuh a.s. menyiarkan ajaran Allah Swt., tetapi umatnya tetap saja ingkar termasuk anaknya sendiri yang bernama Kan’an. Akhirnya Tuhan menurunkan kepada mereka siksaan berupa banjir besar. Hanya sedikit orang yang selamat dari banjir besar. Mereka yang selamat adalah para pengikut Nuh a.s.​

12

​

​Nabi Ibrahim a.s. hidup pada masa raja Namrud yang zalim, musyrik dan kufur. Nabi Ibrahim a.s. mengajak raja Namrud dan kaumnya agar beriman dan menyembah Allah Swt. Ia ajak agar mereka meninggalkan menyembah berhala. Karena ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah Swt., maka doanya dikabulkan.

  • Nabi Musa a.s. adalah putra Imran, keturunan Bani Israil. Ia hidup pada masa raja Firaun yang sangat zalim, mengaku dirinya Tuhan. Siapa yang tidak mau menuhankannya, maka orang itu akan dibunuh. Nabi Musa a.s. terus saja menyebarkan ajaran Allah Swt. kepada kaum Bani Israil seraya berdoa agar diberi kawan yang membantunya. Akhirnya diberilah Harun saudaranya yang membantu dakwahnya. Doa Nabi Musa a.s. dikabulkan Allah Swt., maka Nabi Harun a.s. diangkat Allah Swt. menjadi Rasul.

  • ​

13

​

  • Nabi Isa a.s. adalah putra Maryam. Dengan kekuasaan Allah Swt. beliau dilahirkan dengan perantaraan ibu saja. Keajaiban kelahiran ini menjadi ujian kepada manusia, percaya atau tidak kepada kekuasaan Allah Swt. Nabi Isa a.s. dalam menjalankan dakwahnya, diancam dan direncanakan untuk dibunuh dengan cara disalib. Namun Allah Swt. menyelamatkan Nabi Isa a.s. dengan cara diangkatkan ke alam ghaib (mi’raj). Ternyata yang terbunuh adalah orang yang menyerupai Nabi Isa a.s. yaitu Yahuza (Iskariot).

14

​Kisah Keteladanan Nabi Muhammad saw. sebagai Ulul ‘Azmi

Sejak usia muda, Nabi Muhammad saw. terkenal jujur, tabah, sabar, bertanggung jawab, dan pekerja keras sehingga diberi julukan “al Amin” artinya terpercaya. Setelah diangkat menjadi rasul, beliau tak henti-hentinya berdakwah mengajak umat manusia menyembah Allah Swt. dan meninggalkan kemusyrikan yaitu penyembahan terhadap berhala.

Dalam menyiarkan agama Allah Swt., Nabi Muhammad saw. sering dihadang, bahkan diancam akan dibunuh oleh orang-orang kafir Quraisy. Abu Jahal adalah orang yang paling membencinya. Pernah ketika Nabi Muhammad saw. sedang beribadah, Abu Jahal dan komplotannya datang sengaja mengotorinya dengan najis.

Nabi Muhammad saw. bukanlah sosok manusia pendendam, tidak membalas kejahatan Abu Jahal dan kawan-kawannya dengan tindakan yang sama, cukup menyerahkan persoalannya kepada Allah Swt.

Selain jujur dan pemaaf, Nabi Muhammad saw. sangat menyayangi anak yatim. Nabi pernah mengatakan: “ Barangsiapa yang memelihara dan mengasuh anak yatim dengan sebaik-baiknya, kelak mereka akan masuk surga, dan tempatnya berdekatan denganku.

Hal ini diisyaratkan Nabi dengan jari telunjuk dan jari tengahnya yang berdekatan dan tidak terhalang apa pun”. Begitulah kepedulian Nabi Muhammad saw. kepada umatnya.

pattern-tertiary
Pendidikan Agama Islam

By Mita Purnamasari

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 14

SLIDE