Search Header Logo
Bahasa Indonesia - Kosakata Baku dan Tidak Baku

Bahasa Indonesia - Kosakata Baku dan Tidak Baku

Assessment

Presentation

Education

5th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Siti Fatimah Agustini

Used 2+ times

FREE Resource

11 Slides • 0 Questions

1

Kosakata Baku dan Tidak Baku

Tema 7 Subtema 1 - Kelas 5​

By Siti Fatimah Agustini, S.Pd

2

Pengertian Kata Baku

Kata baku adalah kata-kata yang ejaan dan pelafalannya sudah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku yang tertuang dalam KBBI dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

By Siti Fatimah Agustini, S.Pd

3

Pengertian Kata Tidak Baku

Sementara itu, kata tidak baku adalah kosakata yang ejaan dan pelafalannya tidak sesuai dengan KBBI dan PUEBI.

By Siti Fatimah Agustini, S.Pd

4

Fungsi Kata Baku

Kata baku digunakan untuk segala hal yang bersifat resmi dan membutuhkan penuturan bahasa yang tepat. Empat fungsi utama kosakata baku

  1. Sebagai pemersatu

  2. Memberi kekhasan

  3. Meningkatkan kewibawaan

  4. Kerangka Acuan

By Siti Fatimah Agustini, S.Pd

5

Fungsi Kata Tidak Baku

Kata tidak baku lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari atau dalam tulisan yang bersifat tidak resmi seperti dalam pesan singkat. Kata tidak baku sering ditemukan dalam interaksi sehari-hari karena terpengaruh oleh budaya tutur yang berkembang di masyarakat.

Faktor penyebab​ kemunculan kata tidak baku

  1. Penutur tidak memahami bentuk penulisan baku dari kata yang dimaksud;

  2. Penutur tidak mengoreksi kesalahan pelafalan atau ejaan yang ditemui;

  3. Terbawa oleh kebiasaan penutur lain;

  4. Pelafalan terpengaruh oleh dialek dari daerah asal penutur.

By Siti Fatimah Agustini, S.Pd

6

Ciri-ciri kata baku dapat dirangkum sebagai berikut, beserta contoh kata baku dan tidak baku:

  1. Tidak dipengaruhi oleh dialek atau bahasa daerah

    Contoh: ‘tengkurap’ (baku) dan ‘tengkurep’ (tidak baku); ‘bagus sekali’ (baku) dan ‘bagus pisan’ (tidak baku).

  2. Tidak dipengaruhi oleh bahasa asing

    Contoh: ‘kamu’ (baku) dan ‘lo’ (tidak baku); ‘saya’ (baku) dan ‘ane’ (tidak baku).

  3. Bukan ragam bahasa percakapan

    Contoh: ‘memang’ (baku) dan ‘emang’ (tidak baku); ‘bawakan’ (baku) dan ‘bawain’ (tidak baku).wibawaan

By Siti Fatimah Agustini, S.Pd

7

  1. Penggunaan imbuhan diterapkan secara eksplisit

    Contoh: ‘menangis’ (baku) dan ‘nangis’ (tidak baku); ‘menyetop’ (baku) dan ‘nyetop’ (tidak baku).

  2. Penggunaan kata atau frasa sesuai dengan konteks kalimat

    Contoh: ‘terbuat dari’ (baku) dan ‘terbuat’ (tidak baku); ‘sebanding dengan’ (baku) dan ‘sebanding’ (tidak baku).

  3. Tidak bermakna ganda atau rancu

    Contoh: ‘menghemat’ (baku) dan ‘mempersingkat’ (tidak baku).

By Siti Fatimah Agustini, S.Pd

8

  1. Tidak mengandung pleonasme atau penambahan kata yang tidak perlu

    Contoh: ‘turun’ (baku) dan ‘turun ke bawah’ (tidak baku); ‘terbaik’ (baku) dan ‘paling terbaik’ (tidak baku).

  2. Tidak hiperkorektif

    Contoh: ‘musyawarah’ (baku) dengan ‘musawarah’ (tidak baku); ‘surga’ (baku) dan ‘syurga’ (tidak baku).

By Siti Fatimah Agustini, S.Pd

9

10

11

media

Ayo, temukan kosakata baku dan tidak baku pada bacaan berjudul “Peristiwa Sumpah Pemuda 1928” pada buku paket Tema 7 Halaman 51-52 . Kemudian, carilah arti katanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia / KBBI Daring dan tuliskan pada tabel yang telah disediakan.

By Siti Fatimah Agustini, S.Pd

TUGAS

media

Tugas dikumpulkan/diupload di classroom 5C

Kosakata Baku dan Tidak Baku

Tema 7 Subtema 1 - Kelas 5​

By Siti Fatimah Agustini, S.Pd

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 11

SLIDE