
Kelas 4 - Pelajaran 2 - Pangeran Siddharta Menjadi Petapa
Presentation
•
Religious Studies
•
4th Grade
•
Hard
Rukaman Rukaman
FREE Resource
14 Slides • 5 Questions
1
by Rukaman Rukaman
2
Namo Buddhaya
3
Terpujilah Tuhan Yang Maha Esa,
Terpujilah TriratnaDengan ini saya berdoa:
Semoga saya dapat belajar dengan baik dan benar,
untuk menjadi anak yang pandai dan berbudi luhur.
Semoga semua makhluk hidup berbahagia.
Sadhu sadhu sadhu.
4
Duduklah dengan santai, mata terpejam, kita sadari napas, katakan dalam hati:
“Napas masuk ... aku tahu.”
“Napas keluar ... aku tahu.”
“Napas masuk ... aku tenang.”
“Napas keluar ... aku bahagia.”
5
Kepergian Pangeran Siddharta meninggalkan istana tidak dapat dicegah. Pangeran berharap dapat menemukan jawaban atas persoalan yang dihadapiNya.
Berikut ini mengisahkan tentang masa bertapa Pangeran Siddharta. Untuk memahami pesan, arti, dan maknanya, kamu harus berdiskusi. Dalam berdiskusi, kamu akan belajar mengamati, bertanya, mencari informasi, menalar, dan berkomunikasi. Dilanjutkan berlatih memecahkan masalah, latihan mengerjakan soal, dan tugas membuat celengan. Jangan lupa untuk berkomunikasi dengan orang tuamu di rumah. Bagaimana Beliau menjalani masa pertapaan-Nya? Mari, kita ikuti kisahnya berikut ini.
6
Open Ended
Tuliskan Pendapatmu ?
7
Open Ended
Tuliskan pertanyaanmu ?
8
Demikianlah, mereka bertiga pergi bersama-sama. Berkat kebajikan kumpulan jasa-jasa dan keagungan Pangeran Siddharta, para dewa yang menjaga pintu gerbang kota dengan gembira membiarkan pintu gerbang tersebut tetap terbuka bagi Pangeran untuk keluar. Begitu Pangeran keluar dari pintu gerbang kota bersama Channa, Māra Vasavatta yang tidak senang dan selalu menentang dan menghalangi Pangeran Siddharta untuk melepaskan keduniawian. Māra menahan Pangeran dengan berusaha menipu-Nya untuk memercayai bahwa pencegahan ini adalah demi kebaikan Pangeran sendiri.
Dari angkasa, dia mengucapkan:
“O Bodhisattva Pangeran yang sangat bersemangat, jangan pergi melepaskan keduniawian menjadi petapa. Pada hari ketujuh dari sekarang, Roda Pusaka Surgawi akan muncul untuk-Mu.” Dia juga menghalang-halangi denganmengatakan, “Engkau akan menjadi raja dunia yang memerintah empat benua besar yang dikelilingi oleh dua ribu pulau kecil. Kembalilah, Yang Mulia!”
9
Pangeran menjawab, “Siapakah engkau, yang berbicara pada-Ku dan menghalang-halangi-Ku?”
Māra menjawab, “Yang Mulia, aku adalah Māra Vasavatta.”
Kemudian, Bodhisattva menjawab dengan tegas: “O Māra yang sangat kuat. Aku sudah tahu bahkan sebelum engkau katakan, bahwa Roda Pusaka akan muncul untuk-Ku. Namun, Aku sama sekali tidak berkeinginan untuk menjadi raja dunia yang memerintah empat benua. Pergilah engkau, O Māra, dari sini ;jangan menghalang-halangi-Ku.”
Lalu, Māra menakut-nakuti Bodhisattva dengan kata-kata berikut, “O kawan, Pangeran Siddharta, ingatlah kata-kata-Mu itu. Mulai saat ini, aku akan membuat-Mu mengenalku dengan baik, ketika pikiran-Mu dipenuhi oleh nafsu-nafsu indria, kebencian, dan kekejaman.” Sejak saat itu, dia selalu mencari-cari peluang untuk menggagalkan Pangeran Siddharta dan siapa pun yang mempunyai keinginan baik.
10
Pada akhirnya, mereka mencapai tepi Sungai Anomā. Pangeran mengistirahatkan kuda-Nya di tepi sungai dan bertanya kepada Channa, “Apa nama sungai ini?” Ketika dijawab oleh Channa bahwa sungai tersebut adalah Sungai Anomā, Bodhisattva menganggap itu adalah pertanda baik, dan berkata, “Pertapaan-Ku tidak akan gagal, bahkan sebaliknya akan memiliki kualitas yang baik karena Anomā artinya bukan sesuatu yang rendah.” Kemudian, Pangeran menepuk Kanthaka dengan tumit-Nya untuk memberikan aba-aba kepadanya agar menyeberangi sungai, dan Kanthaka melompat ke sisi seberang sungai.
11
Setelah turun dari punggung kuda, ketika tiba di seberang sungai dan berdiri di atas pasir di tepi sungai, Pangeran menyuruh Channa, “Channa sahabat-Ku, bawalah kuda Kanthaka bersama dengan semua perhiasan-Ku pulang. Aku akanmenjadi petapa.” Ketika Channa mengatakan bahwa dia juga ingin melakukan hal yang sama, Bodhisattva melarangnya sampai tiga kali dengan mengatakan,“Engkau tidak boleh menjadi petapa. Channa sahabat-Ku, pulanglah ke kota.”Dia menyerahkan Kanthaka dan semua perhiasan-Nya kepada Channa.
12
Setelah itu, dengan pedang di tangan kanan-Nya, Pangeran memotongrambut-Nya dan mencengkeramnya bersama mahkota-Nya dengan tangankiri-Nya. Rambut-Nya yang tersisa sepanjang dua jari mengeriting ke arah kanan dan menempel di kulit kepala-Nya. Sisa rambut itu tetap sepanjang duajari hingga akhir hidup-Nya meskipun tidak pernah dipotong lagi.
Potongan rambut-Nya kemudian dilemparkan ke angkasa bersama mahkotaNya. Pada waktu itu, Sakka, raja para dewa, melihat rambut Bodhisattva dengan mata-dewanya. Sakka mengambilnya bersama dengan mahkota-Nya dengan menggunakan sebuah peti permata, berukuran satu yojanā, dan membawanya ke Surga Tāvatimsa. Ia kemudian menyimpannya di dalam Cetiya Culamani yang didirikannya dan dihias dengan tujuh jenis batu permata.
13
Saat itu, datanglah Dewa Brahmā Ghatikāra yang berasal dari alam Sorga Brahma Suddhavasa Akanittha, membawakan delapan perlengkapan, yaitu (1) jubah luar, (2) jubah atas yang disebut ekacci, (3) jubah bawah, (4) ikatpinggang, (5) jarum dan benang, (6) pisau yang digunakan untuk menyerut kayu pembersih gigi, (7) mangkuk dan wadahnya, dan (8) saringan air. Kedelapan perlengkapan itu diserahkan kepada Pangeran Siddharta. Pangeran Siddharta melemparkan busana-Nya yang lama menggantinya dengan pakaian seorang petapa. Brahma Ghatikara pun mengambil busana yang dilempar tersebut dan membawanya ke alam Sorga Akanittha dan mendirikan sebuah Cetiya berukuran dua belas Yojanā berhiaskan berbagai macam permata tempat ia menyimpan pakaian tersebut dengan penuhhormat. Karena Cetiya itu berisi busana, disebut Cetiya Dussa.
14
Open Ended
Mengapa kepergian Pangeran Siddharta tidak diketahui?
15
Open Ended
Mengapa Marā terus memengaruhi Pangeran Siddharta agar tidak pergi meninggalkan istana?
16
Open Ended
Dewa Brahmā Ghatikāra yang berasal dari alam Sorga Brahma Suddhavasa Akanittha, membawakan delapan perlengkapan, yaitu...
17
Ayo, kita membuat celengan sendiri dari kotak bekas, kaleng bekas, ataubotol bekas. Dengan demikian, berarti kita mendaur ulang barang yang sudahtidak terpakai.
Bahan:
- 1 dus kecil bekas atau kaleng susu atau botol air
- 1 lembar kertas kado
- 1 spidol hitam
- 1 double tape
Cara membuat:
- Bungkuslah kotak, atau kaleng, atau botol dengan kertas kado dibantu double tape.
- Mintalah bantuan Oran tua/Kakak untuk menggunting sedikit bagian atas kotak/kaleng/botol untuk lubang memasukkan uang
- Tulislah di bagian depan celengan dengan spidol tulisan “Celengan Citacitaku” dan hiaslah dengan hiasan lainnya.* Mulailah menabung untuk meraih cita-cita yang kamu inginkan.
18
selamat belajar dan berkarya
19
by Rukaman Rukaman
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 19
SLIDE
Similar Resources on Wayground
13 questions
BDR Matematika pecahan
Presentation
•
4th Grade
13 questions
Math Review 4th grade
Presentation
•
4th Grade
14 questions
MASA DAN WAKTU
Presentation
•
4th Grade
14 questions
Beriman kepada Rasul Allah
Presentation
•
4th Grade
13 questions
Walisongo
Presentation
•
4th Grade
13 questions
KISAH WALI SONGO
Presentation
•
4th Grade
13 questions
Tomakninah dan Rukuk
Presentation
•
KG
12 questions
Zikir dan doa setelah shalat
Presentation
•
3rd Grade
Popular Resources on Wayground
10 questions
Safety Day 2026 – Student Review
Quiz
•
9th Grade
21 questions
Continents and Oceans
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Parts of Speech
Quiz
•
5th Grade
16 questions
Subject & Predicate
Quiz
•
5th Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
12 questions
Map Skills
Quiz
•
3rd Grade
22 questions
Continents and Oceans
Quiz
•
5th Grade
15 questions
Rounding Decimals
Quiz
•
5th Grade