

Sel Volta
Presentation
•
Chemistry
•
12th Grade
•
Medium
sahabat kimia
Used 6+ times
FREE Resource
15 Slides • 5 Questions
1
SEL VOLTA
Sel volta (sel galvani) adalah sel elektrokimia di mana energi kimia dari reaksi redoks spontan diubah menjadi energi listrik. Prinsip kerja sel volta dalam menghasilkan arus listrik adalah aliran transfer elektron dari reaksi oksidasi di anode ke reaksi reduksi di katode melalui rangkaian luar.

2
Susunan Sel Volta
Secara umum, sel volta tersusun dari :
Anode, yaitu elektrode tempat terjadinya reaksi oksidasi.
Katode, yaitu elektrode tempat terjadinya reaksi reduksi.Elektrolit, yaitu zat yang dapat menghantarkan listrik.
Rangkaian luar, yaitu kawat konduktor yang menghubungkan anode dengan katode.
Jembatan garam, yaitu rangkaian dalam yang terdiri dari larutan garam. Jembatan garam memungkinkan adanya aliran ion-ion dari setengah sel anode ke setengah sel katode, dan sebaliknya sehingga terbentuk rangkaian listrik tertutup.
3
Gambar sel Volta
Perhatikan gambar berikut :
4
Penjelasan Sel Volta
Rangkaian sel volta dengan dua kompartemen. Masing-masing kompartemen merupakan setengah sel. Pada kompartemen kiri, dalam larutan ZnSO4 terjadi setengah reaksi oksidasi Zn menjadi ion Zn2+, sedangkan pada kompartemen kanan, dalam larutan CuSO4 terjadi setengah reaksi reduksi ion Cu2+ menjadi Cu. Logam Zn dan Cu yang menjadi kutub-kutub listrik pada sel volta di atas disebut sebagai elektrode. Logam Zn tempat terjadinya oksidasi Zn disebut anoda. Logam Cu tempat terjadinya reduksi ion Cu2+ disebut katoda. Oleh karena elektron dilepas dari reaksi oksidasi di anoda menuju reaksi reduksi di katoda, maka anoda adalah kutub negatif dan katoda adalah kutub positif.
5
Penjelasan Sel Volta
Kedua kompartemen dihubungkan dengan pipa kaca berbentuk U yang berisi larutan garam seperti NaNO3 atau KCl dalam medium agar-agar yang disebut jembatan garam. Fungsi jembatan garam adalah untuk menetralkan muatan listrik dari kedua kompartemen setelah reaksi redoks dengan menyuplai anion ke kompartemen anoda dan kation ke kompartemen katoda; serta memungkinkan terjadinya migrasi ion-ion pada kedua kompartemen sehingga membentuk rangkaian listrik tertutup. Pada sel volta di atas, dengan jembatan garam KNO3, ion NO3− akan bergerak ke arah anoda untuk menetralkan ion Zn2+ berlebih dari hasil oksidasi Zn; dan ion K+ akan bergerak ke arah katoda untuk menetralkan ion SO42− berlebih dari larutan CuSO4 oleh karena berkurangnya ion Cu2+ setelah tereduksi menjadi logam Cu.
6
Notasi Sel Volta
Susunan sel volta dapat dinyatakan dengan notasi sel volta yang disebut juga diagram sel. Untuk contoh sel volta di atas, notasi selnya dapat dinyatakan sebagai berikut.
Zn | Zn2+ || Cu2+ | Cu
Zn(s) | Zn2+(aq) || Cu2+(aq) | Cu(s)
7
Penjelasan Notasi Sel Volta
Komponen-komponen pada kompartemen anoda (setengah sel oksidasi) ditulis pada bagian kiri, sedangkan komponen-komponen pada kompartemen katoda (setengah sel reduksi) ditulis pada bagian kanan.
Tanda dua garis vertikal ( || ) melambangkan jembatan garam yang memisahkan kedua setengah sel.
Tanda satu garis vertikal ( | ) melambangkan batas fase antara komponen-komponen dengan fase berbeda. Sebagai contoh, Ni(s) | Ni2+(aq) mengindikasikan bahwa Ni padat berbeda fase dengan larutan Ni2+.
8
Lanjutan Penjelasan Notasi Sel Volta
Tanda koma (,) digunakan untuk memisahkan komponen-komponen dalam fase yang sama. Sebagai contoh, suatu sel volta dengan anoda Co dan katoda inert Pt, di mana terjadi oksidasi Co menjadi Co2+ dan reduksi Fe3+ menjadi Fe2+, dinotasikan sebagai berikut.
Co(s) | Co2+(aq) || Fe3+(aq), Fe2+(aq) | Pt(s)
Jika diperlukan, konsentrasi dari komponen-komponen terlarut ditulis dalam tanda kurung. Sebagai contoh, jika konsentrasi dari larutan Zn2+ dan Cu2+ adalah 1 M keduanya, maka dituliskan seperti berikut.
Zn(s) | Zn2+(aq, 1 M) || Cu2+(aq, 1 M) | Cu(s)
9
Potensial Sel standar (E°sel)
Adanya arus listrik berupa aliran elektron pada sel volta disebabkan oleh adanya beda potensial antara kedua elektrode yang disebut juga dengan potensial sel (Esel) ataupun gaya gerak listrik (ggl) atau electromotive force (emf). Potensial sel yang diukur pada keadaan standar (suhu 25°C dengan konsentrasi setiap produk dan reaktan dalam larutan 1 M dan tekanan gas setiap produk dan reaktan 1 atm) disebut potensial sel standar (E°sel). Nilai potensial sel sama dengan selisih potensial kedua elektrode. Menurut kesepakatan, potensial elektrode standar mengacu pada potensial reaksi reduksi.
Katode adalah elektrode yang memiliki nilai E° lebih besar (positif), sedangkan anode adalah elektrode yang memiliki nilai E° lebih kecil (negatif).10
Reaksi Redoks Spontan
Kespontanan reaksi redoks dapat diprediksi dari nilai potensial reaksi redoks tersebut. Nilai potensial reaksi redoks sama dengan nilai potensial sel, yaitu selisih antara potensial reduksi katode (reaksi reduksi) dengan potensial reduksi anode (reaksi oksidasi). Suatu reaksi redoks akan berlangsung spontan ke arah pembentukan produk bila potensial reaksinya bernilai positif.
Redoks spontan: E°redoks > 0
11
Deret Keaktifan Logam (Deret Volta)
Urutan unsur-unsur logam pada tabel potensial elektrode standar disebut juga deret elektrokimia (deret volta). Deret ini memberikan informasi reaktivitas unsur logam dalam suatu reaksi redoks.
Reaktivitas unsur logam semakin berkurang dari kiri ke kanan.
Sifat reduktor (daya reduksi) logam semakin berkurang dari kiri ke kanan.
Kecenderungan logam untuk teroksidasi semakin berkurang dari kiri ke kanan.
Sifat oksidator (daya oksidasi) logam semakin bertambah dari kiri ke kanan.
Kecenderungan ion logam untuk tereduksi semakin bertambah dari kiri ke kanan.
12
Cara menghitung potensial sel
Nilai potensial sel sama dengan selisih potensial kedua elektrode. Menurut kesepakatan, potensial elektrode standar mengacu pada potensial reaksi reduksi.
E°sel = E°katode – E°anode
Katode adalah elektrode yang memiliki nilai E° lebih besar (positif), sedangkan anode adalah elektrode yang memiliki nilai E° lebih kecil (negatif).
13
Contoh soal :
Diketahui potensial elektrode aluminium dan perak sebagai berikut :
Al3+(aq) + 3e− → Al(s) E° = −1,66 V
Ag+(aq) + e− → Ag(s) E° = +0,80 V
a. Tulislah diagram sel volta yang disusun dari kedua elektrode tersebut.
b. Tuliskan reaksi yang terjadi pada sel tersebut.
c. Tentukan potensial standar sel tersebut.
d. Prediksikan apakah reaksi
Al(NO3)3(aq) + 3Ag(s) → Al(s) + 3AgNO3(aq)
berlangsung spontan pada keadaan standar.
14
Pembahasan :
a. Reaksi oksidasi di anode → E° lebih negatif → Al
Reaksi reduksi di katode → E° lebih positif → Ag
Diagram sel: Al | Al3+ || Ag+ | Ag
b. K (red/+) : 3Ag+(aq) + 3e− → 3Ag(s) E°red = +0,80 V
A (oksi/-) : Al(s) → Al3+(aq) + 3e E°red = −1,66 V
Reaksi sel : 3Ag+(aq) + Al(s) → 3Ag(s) + Al3+(aq) E°sel = +2,46 V
Perhatian! Nilai potensial elektrode tidak bergantung pada koefisien reaksi.
15
Lanjutan Pembahasan :
c. E°sel = E°katode – E°anode = (+0,80 V) − (−1,66 V) = +2,46 V
d. Reaksi ion bersih : Al3+(aq) + 3Ag(s) → Al(s) + 3Ag+(aq)
Reduksi : Al3+(aq) + 3e− → Al(s) E°red (Al3+/Al) = −1,66 V
Oksidasi : 3Ag(s) → 3Ag+(aq) + 3e− E°red (Ag+/Ag) = +0,80 V
E°redoks = E°red (Al3+/Al) – E°red (Ag+/Ag)
= (−1,66 V) − (+0,80 V)
= −2,46 V
Oleh karena E°redoks < 0, reaksi tidak berlangsung spontan.
16
Multiple Choice
Diketahui :
Bila kedua logam tersebut dipasangkan untuk membentuk sel volta, maka pernyataan berikut yang tidak benar adalah …
Elektrode Zn teroksidasi dan Elektrode Cu tereduksi
Elektrode Zn Sebagai Anode dan Cu sebagai Katode
Potensial sel yang dihasilkan adalah 1,10 volt
Notasi selnya : Zn(s)|Zn2+(aq)||Cu2+(aq)|Cu E°sel = 1,10 V
Dalam sistem sel volta tersebut elektron bergerak dari Cu menuju Zn
17
Multiple Choice
Potensial yang dihasilkan oleh reaksi Mg + NiCl2 → MgCl2 + Ni adalah …
-2,12 volt
+2,12 volt
+1,06 volt
-2,62 volt
+0,80 volt
18
Multiple Choice
Potensial sel yang dihasilkan dari pasangan elektrode Cd dengan Ag adalah …
0,40 V
0,44 V
0,76 V
0,80 V
1,20 V
19
Multiple Choice
Suatu sel volta tersusun dari elektrode-elektrode timah dan aluminium
Sn2+ + 2e– -----> Sn Eo = -0,14 volt
Al3+ + 3e -------> Al Eo = -1,66 volt
Pernyataan dibawah ini yang tidak benar adalah …
Aluminium merupakan anode
Potensial sel adalah 1,52 volt
Elektron mengalir dari aluminium ke timah
Diagram sel adalah Sn | Sn2+ || Al3+ | Al
Reaksi sel adalah 2Al + 3Sn2+ → 2Al3+ + 3Sn
20
Multiple Choice
Berikut adalah beberapa elektrode yang dapat dikombinasikan menjadi pasangan sel Volta :
Dari kelima elektrode tersebut yang tidak mungkin menjadi katode adalah elektrode …
Cu
Cd
Co
Mg
Zn
SEL VOLTA
Sel volta (sel galvani) adalah sel elektrokimia di mana energi kimia dari reaksi redoks spontan diubah menjadi energi listrik. Prinsip kerja sel volta dalam menghasilkan arus listrik adalah aliran transfer elektron dari reaksi oksidasi di anode ke reaksi reduksi di katode melalui rangkaian luar.

Show answer
Auto Play
Slide 1 / 20
SLIDE
Similar Resources on Wayground
12 questions
SEL ELEKTROKIMIA
Presentation
•
12th Grade
15 questions
faktor laju reaksi
Presentation
•
11th Grade
19 questions
SEL ELEKTROKIMIA
Presentation
•
12th Grade
16 questions
KATABOLISME
Presentation
•
12th Grade
19 questions
Aqueous Solutions
Presentation
•
12th Grade
17 questions
Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
Presentation
•
12th Grade
14 questions
O assalto na Pirâmide
Presentation
•
12th Grade
19 questions
3.1 Reactions in Aqueous Solutions Notes
Presentation
•
12th Grade
Popular Resources on Wayground
10 questions
HCS SCI 03 Summer School Review 4
Quiz
•
3rd Grade
11 questions
HSMS - Standard Response Protocol
Quiz
•
6th - 8th Grade
16 questions
1.1-1.2 Quiz Review
Quiz
•
9th - 12th Grade
12 questions
Exponent Expressions
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Adding and Subtracting Integers
Quiz
•
6th - 7th Grade
11 questions
Northeast States
Quiz
•
3rd - 4th Grade
10 questions
Characterization
Quiz
•
3rd - 7th Grade
10 questions
Common Denominators
Quiz
•
5th Grade